1 Raja-raja 3:24
Maka titah baginda: Pergilah ambilkan aku sebilah pedang. Maka dibawa oranglah akan sebilah pedang ke hadapan baginda.
Maka titah baginda: Pergilah ambilkan aku sebilah pedang. Maka dibawa oranglah akan sebilah pedang ke hadapan baginda.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
25Lalu titah baginda: Tetaklah olehmu akan anak hidup itu jadi dua penggal dan berikanlah separuh kepada perempuan seorang, dan separuhnya kepada perempuan seorangnya itu.
26Tetapi bersembah perempuan yang ibunya anak hidup itu, sebab belas kasihan hatinya akan anaknya, sembahnya kepada baginda: Ya tuanku! berikanlah juga anak yang hidup itu kepadanya, janganlah kiranya tuanku bunuh akan dia! Tetapi kata perempuan yang lain itu: Biarlah anak itu bukan engkau punya bukan aku punya, baiklah dipenggal juga.
27Maka pada masa itu sahut baginda, titahnya: Berikanlah olehmu anak yang hidup itu kepada perempuan itu, janganlah kamu bunuh, karena ia itulah emaknya.
28Maka keputusan hukum yang diputuskan baginda ini kedengaranlah kepada segala orang Israel, lalu takutlah mereka itu akan hadirat baginda, karena dilihatnya bahwa adalah hikmat Allah dalamnya akan berbuat insaf.
20lalu bangunlah perempuan ini pada tengah malam, diangkatnya anak patik dari sisi patik sementara patik tuanku ini tidur, dibaringkannya anak patik dalam pangkunya dan anaknya sendiri, yang mati itu, dibaringkannya dalam pangku patik.
21Setelah bangun patik pada pagi hari hendak menyusui anak patik, bahwa sesungguhnya sudah mati ia, tetapi setelah patik mengamat-amati akan dia pada pagi itu, heran, maka nyatalah bukan ia ini anak patik, yang telah patik peranakkan itu.
22Maka pada masa itu kata perempuan yang lain itu: Bukan, melainkan yang hidup itu anakku dan yang mati itu anakmu! tetapi kata perempuan ini: Bukan, melainkan yang mati itulah anakmu dan yang hidup itu anakku! Demikian berbantah-bantahlah keduanya di hadapan baginda.
23Lalu titah baginda: Kata seorang: Inilah anakku yang hidup itu, tetapi anakmu itu yang sudah mati; dan kata seorangnya: Bukan, melainkan yang mati itu anakmu dan yang hidup itu anakku.
6Maka pada patik tuanku adalah dua orang anaknya laki-laki, maka keduanya itupun berkelahilah di padang dan seorang lainpun tiada yang menceraikan keduanya, lalu dipalu seorang akan seorang, dibunuhnya akan dia.
7Maka sesungguhnya segenap bangsa itu sudah berbangkit melawan patik tuanku ini, katanya: Bawalah ke mari akan si pembunuh saudaranya itu, supaya kami membunuh dia akan bela saudaranya, yang sudah dibunuhnya dan kami membinasakan lagi waris itupun. Maka dalam hal yang demikian mereka itu hendak memadamkan bara api yang lagi tinggal itu, sehingga tiada ditinggalkannya bagi laki patik nama atau anak buah di atas bumi ini.
27Sebentar itu juga baginda menyuruhkan seorang biduanda serta bertitah padanya akan mengambil kepala Yahya. Maka orang itu pun pergilah memancung kepala Yahya di dalam penjara.
28Lalu dibawanya kepala itu di dalam sebuah dulang, dan diberikannya kepada anak perempuan itu; maka anak perempuan itu pun memberikan dia pula kepada bundanya.
28Dan lagi titah baginda kepadanya: Apakah perkaramu? Maka sembahnya: Bahwa perempuan ini telah berkata kepada patik demikian: Berikanlah anakmu, supaya kita makan dia pada hari ini, maka esok hari kita akan makan anakku.
29Maka sebab itu kedua patik ini sudah merebus anak patik, lalu patik makan tetapi pada keesokan harinya, apabila kata patik kepadanya: Sekarang berikanlah anakmu, supaya kita makan dia; maka disembunyikannya anaknya.
32Maka titah baginda raja Daud: Panggilkanlah aku imam Zadok dan nabi Natan dan Benaya bin Yoyada. Maka ketiganyapun datanglah menghadap baginda.
33Maka titah baginda kepadanya: Bawalah sertamu akan segala hamba tuanmu dan naikkanlah puteraku Sulaiman di atas bagal kendaraanku sendiri, lalu hantarlah olehmu akan dia turun ke Gihon.
10Maka titah baginda: Barangsiapa yang berbantah-bantah dengan dikau, bawalah akan dia ke mari kepadaku, niscaya tiada ia mengusik dikau lagi.
11Maka sembah perempuan itu: Hendaklah kiranya tuanku ingat akan Tuhan, Allah tuanku, asal jangan segala penuntut bela itu bertambah-tambah akan membinasakan dan jangan ditumpasnya akan anak patik itu. Maka titah baginda: Demi Tuhan yang hidup, sehelai rambutpun tiada akan gugur dari pada kepala anakmu ke bumi!
12Maka sembah perempuan itu: Berilah kiranya patik tuanku ini mempersembahkan sepatah kata lagi kepada tuanku. Maka titah baginda: Katakanlah dia.
56Maka titah baginda: Pergilah bertanyakan anak siapa gerangan orang muda ini.
8Maka kata Daud kepada Akhimelekh: Tiadakah di sini, di bawah tanganmu, sebatang lembing atau sebilah pedang? karena tiada sempat aku membawa pedang atau senjata pada tanganku, sebab titah baginda itu dengan paksa juga.
9Maka kata imam itu: Bahwa pedang Goliat, orang Filistin yang telah kaubunuh di lembah Kayu Jati itu, ia itu adalah di sini terbalut dengan kain di belakang efod; jikalau engkau hendak mengambil dia, ambillah, karena di sini tiada lain, melainkan satu itu. Maka kata Daud: Tiadalah taranya; berikanlah dia juga kepadaku.
16Karena baginda kelak mendengar akan dia hendak melepaskan patik dari pada tangan orang yang mau menumpas patik serta dengan anak patik sekali dari pada warisan Allah.
16Hata, maka datanglah dua orang perempuan sundal menghadap baginda, maka keduanyapun berdirilah di hadapannya.
17Maka sembah seorang: Ya tuanku! bahwa patik dan perempuan ini duduk serumah, dan patik kedua ini sudah beranak dalam rumah itu.
39Hata, maka sementara baginda berjalan lalu, berserulah nabi itu kepadanya, sembahnya: Bahwa patik tuanku ini sudah keluar dari tengah peperangan, tiba-tiba datanglah seorang anu singgah kepada patik, dihantarnya kepada patik seorang laki-laki, katanya: Tungguilah olehmu akan orang ini, maka jikalau kiranya ia hilang, niscaya nyawamu akan ganti nyawanya, melainkan engkau menimbang bagiku perak setalenta.
19Maka katanya kepada bapanya: Aduh, kepalaku! kepalaku! Lalu kata bapanya kepada seorang hamba: Bawalah akan dia kepada emaknya.
22Maka sahut Daud, sembahnya: Lihatlah, ini adalah pendahan tuanku; sekarang suruhlah seorang dari pada rakyat itu ke mari akan mengambil dia.
11Maka sesungguhnya pada hari ini juga mata tuanku sendiri sudah melihat, bahwa sudah diserahkan Tuhan akan tuanku kepada tangan patik di dalam gua ini, dan patik diajak orang juga akan membunuh tuanku, tetapi patik ini sayang akan tuanku; maka kata patik: Masakan aku mendatangkan tanganku kepada tuanku, karena tuanku sudah disiram bagi Tuhan.
16Tetapi titah baginda: Hai Akhimelekh! tak akan jangan engkau mati dibunuh, baik engkau baik segenap orang isi rumah bapamu!
31Maka titah baginda kepadanya: Perbuatlah olehmu seperti katanya, terpalah akan dia dan kuburkanlah dia, supaya engkau lalukan dari padaku dan dari pada isi istana ayahku segala darah yang sudah ditumpahkan oleh Yoab dengan tiada semena-mena.
24Maka keluarlah anak perempuan itu, lalu bertanya kepada bundanya, "Apakah yang hendak kupinta?" Maka jawab bundanya, "Pintalah kepala Yahya Pembaptis."
25Maka sebentar itu juga masuklah ia dengan gopoh-gopoh menghadap baginda serta meminta, katanya, "Patik kehendaki, supaya Tuanku sekarang juga berikan kepala Yahya Pembaptis di dalam sebuah dulang kepada patik ini."
9Hai anak Adam! hendaklah engkau bernubuat dan katakanlah: Demikianlah firman Tuhan: Katakanlah: Pedang, bahkan, pedang itu sudah diasah lagi dikilir!
4Arakian, maka titah baginda kepada Amasa: Sekarang panggillah olehmu akan segala orang Yehuda berhimpun dalam tiga hari ini, kemudian hendaklah engkau ke mari pula.
21Setelah itu maka titah baginda kepada Yoab: Bahwasanya ridlalah aku akan perkara ini; pergilah engkau menyambut kembali akan si Absalom, orang muda itu.
12Maka sekarangpun mari, aku hendak memberi nasehat kepadamu, supaya engkau meluputkan nyawamu sendiri dan nyawa anakmu Sulaimanpun.
13Pergilah engkau masuk ke dalam menghadap baginda raja Daud, lalu bersembahlah kepadanya demikian: Bukankah tuanku sudah bersumpah kepada patik serta titah tuanku: Tak akan jangan anakmu Sulaiman itu menjadi raja kelak kemudian dari padaku, dan iapun akan duduk di atas takhta kerajaanku! mengapa maka sekarang Adonia itu sudah naik raja?
19Maka titah baginda: Adakah tangan Yoab menyertai akan dikau dalam segala perkara ini? Maka sembah perempuan itu, katanya: Daulat tuanku! sesungguh-sungguh hiduplah nyawa tuanku, seorangpun tiada dapat menyimpang ke kiri atau ke kanan dari pada segala titah tuanku; sebenarnya patik tuanku Yoab juga sudah menyuruhkan patik dan sudah membubuh segala perkataan ini pada lidah patik tuanku.
8Maka anak perempuan itu telah diasut oleh bundanya, sebab itu katanya, "Berilah kepada patik kepala Yahya Pembaptis di sini di dalam sebuah dulang."
9Maka berdukacitalah hati baginda, tetapi oleh sebab sumpah itu, dan lagi oleh sebab segala orang yang duduk santap sehidangan dengan dia, dititahkannya berikan juga.
3Maka sesungguhnya setelah kerajaan itu ditetapkan dalam kuasanya, disuruhnya bunuh segala hambanya yang sudah membunuh ayahanda baginda, raja marhum itu.
10Maka berbangkitlah sahaya melawan dia, sahaya bunuh akan dia, karena sahaya ketahui akan hal kemudian dari pada rebahnya tiada boleh ia hidup lagi, lalu sahaya ambil akan makota yang di atas kepalanya dan akan pontoh yang pada lengannya, sahaya bawa ke mari kepada tuan sahaya.
28Maka sahut baginda raja Daud, titahnya: Panggilkanlah aku Batsyeba. Maka datanglah ia menghadap baginda, lalu berdirilah ia di hadapan baginda.
37Demikian matilah baginda, maka dibawa oranglah akan baginda ke Samaria, dan bagindapun dikuburkan oranglah di Samaria.
24Maka sembah Natan: Ya tuanku! Sungguhkah tuanku sudah bertitah demikian: Bahwa Adonia akan menjadi raja kemudian dari padaku, dan iapun akan duduk di atas takhta kerajaanku?