6Maka serambi istana itu dari pada tiang-tiang belaka, diperbuatkannya lima puluh hasta panjangnya dan tiga puluh hasta lebarnya serta dengan serambi di hadapannya, maka segenap tiang itu ditutup dengan atap di atas.
7Dan lagi satu seri balai takhta, tempat baginda duduk memutuskan hukum, yaitu suatu seri balai hukum, diperbuatkannya dengan dasarnya dan tingkatnya dari pada kayu araz.
8Tetapi pada istana, tempat kedudukan baginda, adalah serambi yang berasing, pada sebelah dalam serambi itu, yang sama perbuatannya; tambahan pula diperusahnya sebuah maligai bagi puteri Firaun, yang telah diperisterikan oleh Sulaiman, maka pada maligai itupun adalah suatu serambi.
9Maka segala perbuatan yang tersebut itu dari pada batu yang indah-indah, terpahat pada ukurannya dan tegergaji pada sebelah luar dalamnya, maka ia itu dari pada alas datang kepada batu penjuru dan dari pada luar pagar tembok datang kepada halaman yang besar.
10Maka segala alasnyapun dari pada batu yang berat-berat dan besar-besar, yaitu dari pada batu yang sepuluh hasta dan dari pada batu yang delapan hasta.
11Maka di atas segala batu yang berat ini, sebesar datangnya dari dalam galian, adalah kayu araz.
12Maka pada halaman besar adalah tiga jajar tiang berkeliling dari pada batu yang terpahat dan sejajar tiang kayu araz yang bersulur batang, yaitu sama seperti penghadapan sebelah dalam rumah Tuhan dan serambi empat itu.