1 Raja-raja 8:12
Maka pada masa itu kata raja Sulaiman: Tuhan sudah berfirman, bahwa Iapun duduk dalam kegelapan.
Maka pada masa itu kata raja Sulaiman: Tuhan sudah berfirman, bahwa Iapun duduk dalam kegelapan.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
1Maka pada masa itu kata Sulaiman: Bahwa Tuhan sudah berfirman: Iapun akan duduk dalam kegelapan.
2Maka sebab itu aku sudah membuat sebuah rumah akan tempat kedudukan-Mu dan akan tempat arasy-Mu yang tetap sampai selama-lamanya.
13Maka sebab itu sesungguhnya aku sudah membangunkan sebuah rumah akan tempat kediaman-Mu, yaitu akan tempat arasy-Mu sampai selama-lamanya!
10Bermula, maka apabila keluarlah segala imam itu dari dalam tempat yang suci, tiba-tiba datanglah sebuah awan memenuhi rumah Tuhan,
11sehingga segala imam itu tiada tahan berdiri akan berkhidmat oleh sebab awan itu, karena kemuliaan Tuhan juga yang memenuhi akan rumah Tuhan itu.
12tiba-tiba kelihatanlah Tuhan kepada Sulaiman pada malam serta firman-Nya kepadanya: Bahwa Aku meluluskan permintaanmu dan tempat ini telah Kupilih bagi-Ku akan bait alkorban.
11Hata, maka pada masa itu datanglah firman Tuhan kepada raja Sulaiman, bunyinya:
12Adapun akan rumah yang kaubangunkan ini, jikalau engkau berjalan menurut segala syariat-Ku dan engkau melakukan segala syarat-Ku dan engkau memeliharakan segala hukum-Ku sambil berjalan menurut dia, niscaya Aku meneguhkan kepadamu janji yang telah Aku berfirman kepada Daud, ayahmu.
13Maka Aku akan duduk di antara segala bani Israel dan tiada Kutinggalkan Israel, umat-Ku.
12Maka dijadikan-Nya gelap itu akan kemah kelilingnya; airpun bertimbun-timbun dan awanpun berlapis awan.
11Maka Iapun mengendarai kerubiun, lalu terbang serta melayang-layang di atas sayap angin.
2Awan-awan dan kelam kabut adalah keliling-Nya, kebenaran dan adalat itulah ketetapan arasy-Nya.
27Tetapi dengan sebenarnya bolehkah Allah duduk di atas bumi? Bahwasanya segala langit, bahkan, jikalau langit yang di atas segala langit sekalipun tiada dapat meliputi Engkau, jangankan rumah yang telah kubangunkan ini!
47Tetapi Sulaimanlah yang membangunkan sebuah rumah bagi Allah.
7Maka pada malam itu juga kelihatanlah Allah kepada Sulaiman serta firman-Nya kepadanya: Pintalah olehmu barang yang patut Kukaruniakan kepadamu.
8Maka sembah Sulaiman kepada Allah: Bahwa Engkau sudah menyatakan kemurahan besar akan Daud, bapaku, dan Engkaupun sudah menjadikan aku raja akan gantinya;
18Tetapi sebenarnya bolehkah Allah duduk dengan manusia di atas bumi? Bahwasanya segala langit, bahkan, jikalau langit yang di atas segala langit sekalipun tiada dapat meliputi Engkau, jangankan rumah ini yang telah kubangunkan!
1Arakian, maka baharu habislah sudah Sulaiman meminta doa, tiba-tiba turunlah api dari langit, yang makan habis akan korban bakaran dan segala korban sembelihan itu, dan kemuliaan Tuhanpun memenuhi rumah itu.
2Sehingga segala imam itu tiada dapat masuk ke dalam rumah Tuhan, karena kemuliaan Tuhan sudah memenuhi rumah Tuhan itu.
3Maka firman Tuhan kepadanya: Bahwa Aku sudah menerima permintaan doa dan sembah yang telah kaupersembahkan di hadapan hadirat-Ku, dan Aku sudah menguduskan rumah yang telah kaubangunkan itu, supaya Kutaruh nama-Ku dalamnya sampai selama-lamanya; bahwa mata-Ku dan hati-Kupun akan ada di sana pada tiap-tiap hari.
11Bermula, maka dibawalah naik oleh raja Sulaiman akan puteri Firaun dari dalam negeri Daud ke maligai yang telah dibuatnya akan dia, karena katanya: Bahwa tiada boleh isteriku duduk di dalam istana Daud, raja orang Israel, karena sucilah segala tempat yang tabut Tuhan sudah hampir kepadanya!
12Maka dari pada masa itu dipersembahkan sulaiman kepada Tuhan korban bakaran di atas mezbah Tuhan, yang telah dibuatnya di hadapan serambi itu,
6Lalu dipanggilnya Sulaiman, puteranya, disuruhnya membuat sebuah rumah akan Tuhan, Allah orang Israel.
7Maka kata Daud kepada Sulaiman: Hai anakku, adapun akan daku, bahwa sudah niat hatiku hendak memperbuat sebuah rumah bagi nama Tuhan, Allahku.
22Ia juga yang menyatakan perkara yang dalam-dalam dan yang tersembunyi, Ia juga amat mengetahui barang yang di dalam gelap dan serta-Nyapun adalah duduk terang.
8Maka mereka itupun sudah duduk dalamnya, dan dalamnya juga mereka itu sudah membuat suatu tempat yang suci akan Dikau, yaitu akan nama-Mu, katanya:
16Berilah kiranya hormat kepada Tuhan, Allahmu, sebelum menjadi gelap gulita, sebelum menjadi terantuk kakimu di atas bukit yang kelam kabut, sehingga kamu menantikan terang, tetapi dijadikannya bayang-bayang maut dan kegelapan.
21Dan sudah kusediakan dalamnya suatu tempat akan tabut, yang muat akan perjanjian Tuhan, yang diperbuat-Nya dengan nenek moyang kita, tatkala dihantar-Nya mereka itu keluar dari negeri Mesir.
22Maka berdirilah raja Sulaiman di hadapan mezbah Tuhan tentang dengan segenap sidang orang Israel, maka bagindapun menadahkanlah tangannya ke langit,
14sehingga segala imam itu tiada tahan berdiri akan berbuat khidmat oleh karena awan itu, karena kemuliaan Tuhan juga yang memenuhi bait-Ullah itu.
1Sebermula, maka maksud Sulaiman hendak membuat sebuah rumah bagi nama Tuhan dan sebuah istana akan dirinya.
11Jikalau kiranya kataku: Biarlah gelap itu menudungi aku, lalu malampun menjadi terang keliling aku.
12Dan lagi gelappun tiada dapat menyembunyikan barang sesuatu dari pada-Mu, melainkan malampun teranglah seperti siang dan di hadapan hadirat-Mu terang dan gelap sama juga adanya.
13Maka katamu: Masakan Allah mengetahuinya? masakan Ia menghukum dari dalam kegelapan itu!
11Maka kamupun datanglah hampir, lalu berdiri pada kaki gunung, maka gunung itupun bernyala-nyala apinya sampai ke tengah langit, maka adalah kelam kabut dan awan dan gelap gulita.
19Manakah jalan yang menuju tempat kediaman terang, dan di manakah tempat kegelapan itu,
3Maka berjalanlah mereka itu dan Sulaimanpun berangkatlah dengan segenap sidang itupun sertanya ke tempat panggung yang di Gibeon, karena di sana adalah kemah perhimpunan Allah, yang diperbuat oleh Musa, hamba Tuhan, di padang Tiah.
1Bermula, setelah sudah selesailah raja Sulaiman dari pada membangunkan rumah Tuhan dan istana baginda dan segala sesuatu yang dikehendaki raja Sulaiman perbuatkan,
11Maka diberikan Daud kepada Sulaiman, puteranya, teladan serambi yang di hadapan dengan segala petaknya dan segala perbendaharaannya dan segala alayatnya dan segala biliknya yang di dalam dan bait tutupan gafirat;
20Bukankah hari Tuhan itu akan gelap dan tiada terang? bahkan, kegelapan ia sehingga tiadalah terang padanya.
22ke negeri yang amat gelap, tempat malam dan bayang-bayang maut kekal sampai selama-lamanya, tempat tiada sinar terang, dan tempat siang hari seperti malam juga adanya.
8Ya Tuhan! aku suka akan kedudukan rumah-Mu dan akan tempat kemah kemuliaan-Mu.
1Sebermula, maka dalam genap dua puluh tahun habislah sudah raja Sulaiman membuat rumah Tuhan dan istana baginda.
7Lagipun didirikannya suatu patung dari hutan-hutan yang telah diperbuatnya itu di dalam rumah yang ada firman Tuhan akan halnya kepada Daud dan kepada Sulaiman, puteranya, demikian: Di dalam rumah ini dan di dalam Yeruzalem, yang telah Kupilih dari pada segala suku bangsa Israel, akan Kutetapkan nama-Ku sampai selama-lamanya.
16Maka segala pekerjaan Sulaimanpun berpatutan sampai kepada hari dibubuh kaki tembok rumah Tuhan datang kepada kesudahannya; maka genaplah sudah rumah Tuhan itu.
5Pergilah engkau, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Demikianlah firman Tuhan: Hendaklah engkau memperbuat sebuah rumah akan Daku, supaya Aku duduk di dalamnya?
4Lalu naiklah kemuliaan Tuhan dari atas kerubiun itu di atas ambang rumah itu, maka rumah itupun dipenuhi dengan sebuah awan dan pelataran itupun penuhlah dengan cahaya kemuliaan Tuhan.
2Adapun rumah yang dibangunkan oleh baginda raja Sulaiman akan Tuhan itu adalah enam puluh hasta panjangnya dan dua puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
8Segala benda di langit yang memberi terangnya itu akan Kuberi pakai hitam oleh karenamu, apabila Aku mendatangkan kegelapan atas tanahmu, demikianlah firman Tuhan Hua.
7Dan lagi satu seri balai takhta, tempat baginda duduk memutuskan hukum, yaitu suatu seri balai hukum, diperbuatkannya dengan dasarnya dan tingkatnya dari pada kayu araz.