1Arakian, maka diwartakan oranglah kepada Yoab: Bahwasanya selalu baginda menangisi dan meratapi Absalom.
2Sehingga kemenangan pada hari itu telah menjadi bagi orang banyak itu seolah-olah suatu perkabungan, karena kedengaranlah kepada segala rakyat kata orang: Tiada terhiburkan baginda dari karena putera baginda.
3Bahkan, pada hari itu segala rakyatpun curi-curi masuk ke dalam negeri, seperti orang menyembunyikan dirinya dengan malunya, seolah-olah mereka itu sudah lari dari peperangan.
4Maka baginda sudah berselubungkan mukanya dan bagindapun menjerit dengan nyaring suaranya: Wai anakku Absalom, Absalom, anakku! Wai anakku!
5Maka pergilah Yoab menghadap baginda langsung ke dalam istana serta sembahnya: Pada hari ini tuanku mempermalukan muka segala hamba tuanku, yang pada hari ini juga sudah meluputkan nyawa tuanku dan nyawa segala putera tuanku laki-laki dan perempuan dan nyawa segala isteri tuanku dan nyawa segala gundik tuanku.
6Sedang tuanku mengasihi akan orang yang benci akan tuanku dan tuanku benci akan orang yang mengasihi akan tuanku; karena pada hari ini juga tuanku menyatakan, bahwa segala penghulu dan segala hamba itu satupun tiada apa kepada tuanku, bahkan, sekarang patik ketahuilah, jikalau kiranya Absalom lagi hidup dan patik sekalian sudah mati pada hari ini, niscaya ia itulah benar kepada pemandangan tuanku.