Kejadian 38:11

Terjemahan Lama

Lalu kata Yehuda kepada Tamar, menantunya: Tinggallah engkau bujang dalam rumah bapamu sampai anakku si Syela itu besar kelak, karena kata Yehuda: Asal jangan iapun mati seperti kedua abangnya itu. Maka Tamarpun pergilah, lalu tinggal dalam rumah bapanya.

Sumber Tambahan

Ayat Rujukan

  • Im 22:13 : 13 Tetapi anak perempuan imam, jikalau ia janda atau tertalak dan tiada beranak, sehingga telah kembalilah ia ke rumah bapanya seperti pada masa mudanya, ia itu boleh makan dari pada makanan bapanya, tetapi jangan seorang keluaran makan dari padanya.
  • Rut 1:11-13 : 11 Tetapi kata Naomi: Pulanglah juga, hai anakku! karena sebab apa kiranya kamu hendak berjalan sertaku? adakah lagi anak laki-laki di dalam rahimku, supaya ia itu boleh menjadi lakimu? 12 Pulang juga, hai anakku! pergi sahaja, karena sudah terlalu tua aku akan berlaki. Maka jikalau kiranya kataku sekalipun: Adalah harap bagiku; bahkan, jikalau pada malam ini juga aku berlaki atau beranak laki-laki sekalipun; 13 manakah boleh kamu bernanti-nanti sampai ia itu sudah menjadi besar; manakah boleh kamu bertangguh-tangguh sebabnya, sehingga tiada kamu berlaki? Janganlah begitu, hai anakku, karena sangatlah susah rasa hatiku dari sebab hal kamu. Bahwa sesungguhnya tangan Tuhan juga telah keluar akan melawan aku.

Ayat Serupa (AI)

Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.

  • 84%

    12Setelah beberapa hari antaranya maka matilah anak Syua, bini Yehuda itu; setelah sudah Yehuda menghiburkan dirinya, pergilah ia kepada orang yang mengguntingi bulu kambingnya, ke negeri Timna serta dengan Hira, orang Adulami, sahabatnya itu.

    13Maka dikabarkan oranglah kepada Tamar, mengatakan: Tengoklah mentuamu pergi ke Timna hendak mengguntingi bulu kambingnya.

    14Maka ditanggalkanlah oleh perempuan itu akan pakaian hal jandanya serta ia berpakaikan tudung yang menudungkan ia sama sekali, lalu duduklah ia di pintu mata air kembar, yang ada pada tepi jalan ke Timna, karena telah dilihatnya Syela itu sudah besar dan tiada ia diberikan kepada Syela akan bininya.

    15Maka apabila dilihat oleh Yehuda akan dia, disangkakannya ia seorang perempuan sundal, sebab ditudungkannya mukanya.

    16Maka singgahlah Yehuda kepada perempuan itu serta katanya: Marilah engkau, biarlah aku berseketiduran dengan dikau. Maka tiada diketahuinya akan perempuan itu menantunya. Lalu sahut perempuan itu: Apakah hendak kauberikan daku, supaya engkau beseketiduran dengan aku?

  • 81%

    22Maka kembalilah ia kepada Yehuda, serta katanya: Tiada kudapati akan dia; dan lagi kata orang di tempat itu: Di sini tiada perempuan sundal.

    23Maka kata Yehuda: Biar diambilnya bagi dirinya, asal jangan kita mendapat malu. Bahwasanya aku sudah mengirimkan kambing ini kepadanya, tetapi tiada kaudapati akan dia.

    24Kalakian, maka adalah kira-kira tiga bulan kemudian dari pada itu dikabarkan oranglah kepada Yehuda, mengatakan: Adapun Tamar, menantumu itu, telah berkendak, dan lagi sesungguhnya mengandunglah ia dengan zinahnya. Maka kata Yehuda: Bawalah dia ke mari, supaya dibakar habis akan dia.

    25Sementara dibawa oranglah akan dia, maka disuruh perempuan itu akan orang pergi mendapatkan mentuanya serta mengatakan: Adapun hal aku mengandung ini, yaitu dengan orang yang empunya barang-barang ini. Maka kata pula perempuan itu: Periksalah kiranya siapakah yang empunya cincin meterai dan cindai dan tongkat ini?

    26Maka mengakulah Yehuda serta katanya: Bahwa perempuan ini terlebih benar dari pada aku, oleh sebab tiada kuberikan dia kepada anakku si Syela itu. Maka tiada ia berseketiduran dengan dia lagi.

    27Hata, maka apabila perempuan itu hendak beranak nyatalah ada anak kembar dalam rahimnya.

  • 80%

    5Dan lagi mengandunglah ia pula, lalu beranaklah laki-laki seorang, yang dinamainya Syela. Maka adalah Yehuda di negeri Khezib pada masa diperanakkannya dia.

    6Hata, maka diambil oleh Yehuda seorang bini akan Er, anaknya yang sulung itu, maka nama perempuan itu Tamar.

    7Tetapi Er anak sulung Yehuda itupun jahatlah adanya kepada pemandangan Tuhan, sebab itu dibinasakan Tuhan akan dia.

    8Lalu kata Yehuda kepada Onan: Pergilah engkau mendapatkan bini abangmu, perbinikanlah dia akan ganti abangmu dan adakanlah benih bagi abangmu itu.

    9Maka telah diketahui Onan akan benih ini kelak bukan menjadi dia punya; sebab itu apabila bersetubuh ia dengan bini abangnya ditumpahkannya maninya ke tanah, supaya jangan diadakannya benih bagi abangnya.

    10Maka perkara yang diperbuatnya ini jahatlah adanya kepada pemandangan Tuhan, sebab itu dibinasakan Tuhan akan diapun.

  • 76%

    3Maka bani Yehuda itulah Er dan Onan dan Syela, tiga orang diperanakkan baginya oleh anak Syua, perempuan Kanani itu; adapun Er, anak Yehuda yang sulung itu, jahatlah ia kepada pemandangan Tuhan, sebab itu dibunuh Tuhan akan dia.

    4Maka Tamar, menantunya perempuan, beranaklah baginya Perez dan Zerah. Maka segala anak laki-laki Yehuda itu lima orang banyaknya.

  • 75%

    19Maka berbangkitlah perempuan itu, lalu pergi serta disingkapkannya kain tudungnya, dipakainya pakaian jandanya pula.

    20Maka dikirimkanlah oleh Yehuda anak kambing itu dengan sahabatnya, orang Adulami itu, disuruhnya menebus petaruhnya dari pada tangan perempuan itu, tetapi tiada didapatinya akan dia.

  • 12Hendaklah rumahmu bagaikan rumah Paris, yang diperanakkan oleh Tamar bagi Yehuda, yaitu dengan benih yang dikaruniakan Tuhan kepadamu dari dalam perempuan muda ini.

  • 73%

    1Maka sekali peristiwa pada masa itu juga ditinggalkan Yehuda akan segala saudaranya, lalu pergi ke selatan, didirikannyalah kemahnya dekat dengan tempat seorang orang Adulami, yang bernama Hira.

    2Maka dilihat oleh Yehuda di sana seorang anak perempuan orang Kanani, yang bernama Syua, lalu diambilnya dan berseketiduranlah ia dengan dia.

  • 71%

    18Adapun Tamar itu berpakaikan baju panca warna, karena demikianlah adat segala putera baginda yang lagi anak dara adanya itu berpakaikan baju selimut; maka hamba Amnon itupun menghantar akan dia sampai ke luar, lalu dikancingkannya pintu dari belakangnya.

    19Maka dibubuh Tamar abu pada kepalanya dan dikoyak-koyaknya baju panca warna yang dipakainya dan dijunjungnya tangannya di atas kepalanya, lalu pergi, sambil berjalan sambil menangis.

    20Maka kata Absalom, abangnya, kepadanya: Sungguhkah abang adinda, si Amnon, sudah menjamah adinda? Sekarangpun, hai adinda, diamlah juga, bahwa ialah abang adinda, jangan apalah adinda memperhatikan perkara itu! Maka dalam hal yang demikian tinggallah Tamar termangu-mangu dalam rumah Absalom, abangnya.