Ibrani 6:18
supaya dengan sebab dua perkara yang tetap itu yang di dalamnya mustahil bagi Allah berdusta, kita akan beroleh hati yang kuat, yaitu kita ini yang mencari perlindungan, hendak mencapai pengharapan yang terletak di hadapan kita,
supaya dengan sebab dua perkara yang tetap itu yang di dalamnya mustahil bagi Allah berdusta, kita akan beroleh hati yang kuat, yaitu kita ini yang mencari perlindungan, hendak mencapai pengharapan yang terletak di hadapan kita,
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
17Oleh yang demikian, sebab Allah teramat sangat hendak menyatakan kepada segala waris perjanjian itu ketetapan maksud-Nya, maka diselitkan-Nya dengan suatu sumpah,
19yang ada kepada kita seperti sauh jiwa tetap dan teguh, yang masuk ke dalam sekali di belakang tirai,
20di tempat Yesus sudah masuk menjadi Penganjur karena kita, yang menjadi Imam Besar selama-lamanya menurut peraturan Malkisedik.
23maka biarlah kita berpegang tetap atas pengakuan harap kita dengan tiada menaruh bimbang, karena Yang berjanji itu setia,
2dengan pengharapan akan hidup yang kekal, yang sudah dijanjikan terlebih dahulu daripada zaman yang azali oleh Allah, yang mustahil bohong itu,
11Inilah kehendak kami supaya kamu masing-masing menunjukkan usaha yang serupa itu juga sehingga berpaut kepada pengharapan dengan yakin hingga kepada kesudahan,
12supaya jangan kamu jadi lalai, melainkan jadi penurut teladan orang-orang yang mewarisi segala perjanjian Allah dari sebab iman dan sabarnya.
13Karena tatkala Allah berjanji kepada Ibrahim, sedang tiada dapat Ia bersumpah demi Yang terlebih besar, maka bersumpahlah Ia demi diri-Nya,
4akan mendapat warisan yang tiada akan binasa dan tiada bercacat dan tiada akan layu, tersimpan di dalam surga bagi kamu,
6tetapi Kristus itu sebagaimana seorang anak berkuasa atas isi rumah Allah; maka kita inilah isi rumah-Nya itu, asal kita tetap di dalam iman dan harap, yang menjadi kemegahan kita, hingga kepada kesudahannya.
9Walaupun kami berkata demikian, tetapi dari hal kamu, hai kekasihku, kami menaruh yakin akan perkara-perkara yang lebih baik dan yang menuju kepada selamat.
24Karena atas pengharapan sahaja kita sudah beroleh selamat; tetapi pengharapan yang kelihatan itu bukannya pengharapan, karena barang yang dilihat orang, apakah sebabnya lagi diharapkan?
25Tetapi jikalau kita berharap akan barang yang tiada tampak kepada kita, maka dengan sabarnya kita menantikan dia.
18Karena tatkala Ibrahim sudah hilang pengharapan, maka ia sudah harap juga dengan iman, yang ia menjadi bapa kepada beberapa banyak bangsa, sebagaimana yang difirmankan: Bahwa demikianlah akan jadi benihmu kelak.
13jikalau kita tiada setia, maka Ia tinggal setia, karena tiada boleh Ia menyangkal diri-Nya."
19(karena hukum Taurat itu sudah membawa satu pun tiada kepada kesempurnaan), tetapi hal itu mendatangkan suatu pengharapan yang lebih baik, yang olehnya itu kita menghampiri Allah.
3Demikianlah kita berbuat kelak, jikalau diizinkan Allah.
4Karena orang-orang, yang sekali sudah diterangkan hatinya, dan sudah merasa-rasa karunia yang dari surga itu, dan sudah sama beroleh bahagian daripada Rohulkudus,
5dan yang sudah masuk hati firman Allah yang baik itu, beserta dengan segala kuat kuasa zaman yang akan datang,
4maka dengan jalan itu sudah dikaruniakan-Nya kepada kita segala perjanjian yang indah-indah dan yang terlebih besar itu, supaya dengan dia itu kamu ada bahagian di dalam sifat ilahi sambil melepaskan diri daripada keadaan yang akan binasa yang ada di dalam dunia oleh sebab hawa nafsu.
6Oleh sebab itu sedangkan ada tinggal setengah orang yang akan masuk perhentian itu, dan orang yang kepadanya kabar kesukaan sudah diberitakan terlebih dahulu itu tiada masuk sebab durhaka,
12Maka oleh sebab kami menaruh pengharapan yang demikian itu, beranilah kami berkata-kata,
1Adapun iman itulah percaya yang sungguh akan hal perkara-perkara yang diharapkan, dan keyakinan akan hal perkara-perkara yang tiada kelihatan.
2Karena di dalam hal iman segala datuk nenek itu sudah terpuji.
3Dengan iman kita mengetahui bahwa semesta alam ini sudah jadi oleh firman Allah, sehingga barang yang kelihatan bukannya dijadikan daripada barang yang kelihatan.
16Sebab itu, biarlah kita menghampiri takhta anugerah Allah dengan keluasan hati, supaya kita beroleh rahmat, dan dapat anugerah menjadi pertolongan pada masanya.
15Demikianlah setelah sudah ia menanti dengan sabar, maka diperolehnyalah perjanjian itu.
14Karena kita telah beroleh bahagian di dalam Kristus, asal kita berpaut kepada harap yang mula-mula itu, hingga kepada kesudahannya;
5dan lagi oleh sebab pengharapan yang tersimpan bagi kamu di surga, yang kamu sudah mendengar dahulu dengan sabda kebenaran, yaitu Injil,
1Sebab itu patutlah kita terlebih lagi ingat akan segala perkara yang sudah kedengaran itu, supaya jangan kita boleh hanyut.
2Karena jikalau firman yang difirmankan Allah dengan lidah malaekat-Nya itu sudah nyata tetap, dan tiap-tiap kesalahan dan durhaka itu ada balasannya dengan adil,
3bagaimanakah dapat kita terlepas jikalau kita ini melalaikan keselamatan yang sebegitu besar? yang mula-mula diberitakan Tuhan, lalu disungguhkan kepada kita oleh segala orang yang sudah mendengarnya;
7Maka pengharapan kami untuk kamu telah tetap, sebab mengetahui, bahwa sebagaimana kamu masuk bahagian di dalam segala sengsara itu, demikianlah juga kamu masuk bahagian penghiburan itu.
36Karena tekun yang wajib bagimu, supaya setelah sudah melakukan kehendak Allah, kamu boleh memegang perjanjian itu.
1Oleh sebab itu, sedangkan kita dilingkungi dengan sebegitu banyak orang yang menyaksikan seperti awan rupanya, maka hendaklah kita membuangkan tiap-tiap pikulan yang berat, dan dosa yang mudah menjerat kita, dan biarlah kita berlari dengan tekun di dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita,
2serta memandang kepada Yesus, yang mengadakan dan menyempurnakan iman. Maka Ia pun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara salib dengan tiada mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah.
4Karena seberapa banyak hal yang tersurat terdahulu itu, sudah disuratkan akan menjadi pengajaran bagi kita, supaya kita menaruh harap dari sebab sabar dan dari sebab penghiburan, yang daripada Alkitab.
20tetapi sebab ingat akan perjanjian Allah tiadalah ia bimbang, dengan tiada iman, melainkan ia makin dikuatkan oleh imannya, dengan mempermuliakan Allah,
21dan sangat yakin, bahwa Allah berkuasa menyampaikan barang yang dijanjikan-Nya.
14Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar, yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus, Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu.
16Maka Tuhan kita Yesus Kristus sendiri beserta Allah, yaitu Bapa kita, yang sudah mengasihi kita dan mengaruniakan penghiburan yang kekal dan pengharapan yang baik oleh sebab anugerah-Nya,
2yang oleh-Nya juga kita diberi masuk, oleh sebab iman, kepada anugerah ini, yang di dalamnya itu kita hidup; maka kita bermegah-megah dari sebab pengharapan akan kemuliaan Allah.
6sehingga dengan yakin kita dapat berkata: Bahwa Tuhanlah Penolong aku, tiadalah aku takut kelak. Apakah gerangan manusia boleh buat ke atasku?
18Doakanlah kami, karena kami yakin bahwa kami menaruh perasaan hati yang baik hendak melakukan diri kami di dalam segala perkara dengan sepatutnya.
6Jikalau tiada beriman, mustahil diperkenan Allah; karena orang yang menghampiri Allah itu, wajiblah ia yakin bahwa Allah ada, dan lagi bahwa Ialah pemberi pahala kepada segala orang yang mencari Dia.
11Sebab itu, hendaklah kita mengusahakan diri masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh, seperti teladan durhaka itu.
27Adapun perkataan "Lagi sekali" itu menunjukkan perubahan segala perkara yang bergerak, yaitu barang yang dijadikan, sehingga yang tiada bergerak itu tinggal.
6Di dalam hal ini kamu bersukacita, walaupun sementara sedikit masa, jikalau wajib, kamu menanggung duka cita di dalam berbagai-bagai pencobaan,
18Dan siapakah yang disumpahkan-Nya bahwa sekali-kali tiada mereka itu akan masuk perhentian-Nya? Bukankah segala orang yang durhaka itu?
19Sebab itu, hai saudara-saudaraku, sedang hati kita sudah berani hendak masuk ke dalam tempat kudus dari sebab darah Yesus,