Yakobus 3:6
Adapun lidah itu suatu api; maka di antara segala anggota kita lidah itulah suatu dunia kejahatan, maka ialah yang mencacatkan segenap tubuh dan menghanguskan segala gerakan hidup kita, sedang ia sendiri dihanguskan oleh api neraka.
Adapun lidah itu suatu api; maka di antara segala anggota kita lidah itulah suatu dunia kejahatan, maka ialah yang mencacatkan segenap tubuh dan menghanguskan segala gerakan hidup kita, sedang ia sendiri dihanguskan oleh api neraka.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
5Demikianlah juga lidah, suatu anggota yang kecil, tetapi sangatlah ia membesarkan dirinya. Tengoklah berapa besarnya hutan dibakar oleh api yang kecil.
7Karena segala jenis binatang yang liar dan burung dan binatang yang melata dan yang di dalam laut itu dapat dijinakkan, dan sudah juga dijinakkan oleh manusia;
8tetapi lidah itu tiada orang boleh menjinakkan; ialah suatu celaka yang tiada diam, penuh dengan bisa yang membunuh.
9Dengan lidah itu kita memuji Tuhan, yaitu Bapa, dan dengan lidah itu juga kita mengutuki manusia yang dijadikan atas teladan Allah.
10Daripada mulut itu juga keluar puji-pujian dan kutuk. Perkara yang demikian ini, hai saudara-saudaraku, tiadalah patut.
27Barangsiapa yang mengupayakan jahat, ia itu fasik adanya, dan pada bibirnya adalah bisa sengat kalajengking.
4Bahwa obat dari pada lidah itulah pohon selamat, tetapi jikalau bercabang lidah maka jadi rusaklah nyawa.
2karena kita sekalian bersalah di dalam banyak perkara. Jikalau barang seorang tiada bersalah di dalam hal berkata-kata, ialah orang yang sempurna, yang juga boleh menahan segenap tubuhnya.
3Jikalau kita mengenakan kang di mulut kuda supaya ia menurut perintah kita, lalu kita belokkan tujuan segenap badannya.
13maka kerongkongnya itu seperti kubur yang terbuka; dengan lidahnya mereka itu membuat tipu daya, maka bisa ular tedung itu ada di bibirnya,
14dan mulutnya penuh dengan kutuk dan kebengisan,
18Maka oleh karena kehangatan murka Tuhan serwa sekalian alam tanah itu akan kegelapan dan segala orang isinya seperti makanan api, sehingga orang tiada sayang akan saudaranya.
7Maka mulutnya penuh dengan kutuk dan semu dan tipu daya, dan di bawah lidahnya adalah siksa dan khianat.
3Apa gerangan diperbuat atau diadakan oleh lidah penipu itu akan Dikau?
21Di bawahnya adalah beberapa tembikar yang tajam-tajam, maka berbaringlah ia di atasnya seolah-olah ia itu lumpur adanya.
23Barangsiapa yang memeliharakan mulutnya dan lidahnya, ia itu melepaskan dirinya dari pada beberapa kesusahan.
5Mulutmu sendiri menyalahkan dikau, jikalau fasih lidahmu sekalipun.
31Bahwa mulut orang yang benar itu berkelimpahan akal budi, tetapi lidah yang membinasakan itu akan dikerat.
27Bolehkah orang mengambil api dalam kandungannya, maka tiada hangus kain bajunya?
20Adapun lidah orang yang benar itu seperti perak yang suci, tetapi hati orang jahat sedikit jua gunanya.
44di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam.
45Dan jikalau kakimu mendatangkan kesalahan padamu, keratlah dia;
46karena lebih baik engkau masuk dengan kaki sebelah sahaja ke dalam hidup kekal, daripada engkau dibuangkan dengan berdua belah kaki ke dalam jahanam.
19Engkau memasukkan mulutmu dalam jahat, dan lidahmu mereka tipu daya.
23Seperti tembikar bersalutkan sanga perak, demikianlah mulut manis pada orang yang menaruh hati jahat.
26Jikalau barang seorang menyangkakan dirinya beribadat, tetapi tiada menahan lidahnya melainkan menipu dirinya, maka ibadat orang itu sia-sialah.
21Mati dan hidup adalah dalam kuasa lidah, dan barangsiapa yang suka akan dia itu kelak akan makan buah-buahnya.
3Yang berpikir-pikirkan banyak jahat dalam hatinya dan yang berhimpun pada tiap-tiap hari hendak berperang.
9Mereka itu mengangakan mulutnya kepada langit dan lidahnyapun membinasakan di atas bumi.
9Ya Tuhan, pimpinlah selalu akan daku dalam kebenaran-Mu karena sebab segala seteruku! Ratakanlah kiranya jalan-Mu di hadapanku.
18Tetapi barang apa yang keluar dari dalam mulut, itulah datang dari dalam hati; maka itulah yang menajiskan orang.
2Pada masa Dowej, orang Edomi itu, telah datang memberitahu Saul, sembahnya: Daud sudah datang ke rumah Akhimelekh.
13Siapakah orang yang suka hidup dan mendapati hari yang baik?
18Seperti orang yang pura-pura main gila, tetapi dilontarkannya api dan anak panah dan segala perkakas kematian berkeliling,
3Aku membisukan diriku, sepatah katapun tiada kukatakan, dan akan perkara yang baikpun aku diam, tetapi makin bertambah-tambah dukacitaku.
14Ya Allahku, jadikanlah kiranya mereka itu seperti suatu pasir apung dan seperti jerami yang dilayangkan oleh angin.
10Karena: Orang yang suka akan hidup, dan beroleh masa yang baik hendaklah ia menahan lidahnya daripada mengatakan yang jahat, dan bibirnya supaya jangan mengatakan barang tipu daya;
3Karena tanganmu berlumur dengan darah dan segala jarimu dengan aniaya, bibirmu berkata dusta dan lidahmu mereka jahat.
14Maka sebab itu firman Allah, Tuhan serwa sekalian alam, demikian: Tegal kata kamu begini, bahwasanya maka firman-Ku yang di dalam mulutmu itu Kujadikan api kelak dan bangsa ini akan kayu, supaya mereka itu dimakan habis olehnya.
2Bahwa lidah orang yang berbudi itu menyedapkan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh memancarkan perkara bodoh dengan limpahnya.
34Hai bangsa ular, masakan dapat kamu mengatakan barang yang baik, sedang kamu sendiri jahat? Karena melimpah dari dalam hati melalui mulut.
3Sembunyikanlah aku dari pada bicara rahasia orang yang berbuat jahat, dan dari pada berang orang yang mengerjakan kejahatan.
28Lidah bercabang itu sekali juga akan membenci cilaka yang telah diadakannya, dan mulut pengangkat-angkat itu kelak membinasakan dirinya sendiri.
30Adakah jahat pada lidahku? tiadakah boleh mulutku memberitahu kesukaran?
48di tempat ulatnya pun tiada mati, dan apinya juga tiada terpadam.
12Janganlah kiranya Engkau membunuh mereka itu, supaya jangan bangsaku melupakannya, melainkan hanyutkanlah mereka itu oleh kuasa-Mu, dan empaskanlah mereka itu, ya Tuhan, perisai kami!
15Kemudian hawa nafsu itu setelah sudah mengandung, lalu memperanakkan dosa, dan dosa itu setelah sudah cukup besarnya akan memperanakkan maut.
36Tetapi Aku berkata kepadamu: Bahwa dari hal tiap-tiap kata yang sia-sia, yang dikatakan orang, wajiblah mereka itu menanggungnya pada hari kiamat.
21Seperti arang di atas bara api dan kayu pada api, demikianlah orang bantahan membangkitkan perkelahian.
3Mereka itu bertutur culas masing-masing dengan kawannya, dan mereka itu berkata-kata dengan lidah yang membujuk dan dengan hati yang bercabang.