Yeremia 9:1
Aduh, jikalau kiranya kepalaku dari pada air dan matakupun suatu pancaran air mata, niscaya siang malam aku akan menangisi segala orang puteri bangsaku yang telah dibunuh.
Aduh, jikalau kiranya kepalaku dari pada air dan matakupun suatu pancaran air mata, niscaya siang malam aku akan menangisi segala orang puteri bangsaku yang telah dibunuh.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
48Air mataku berlinang-linang seperti aliran anak sungai, sebab luka puteri bangsaku.
49Mataku mencucurkan air mata dengan tiada berhentinya; tiadalah barang perhentian.
17Sebab itu katakanlah ini kepada mereka itu: Bahwa dengan tiada berkeputusan baik siang baik malam berhamburanlah air mata dari pada mataku, sebab anak dara puteri bangsaku sudah kena luka, ia itu luka parah dan kena suatu bala yang sangat pedih.
18Supaya segera-segera diangkatnya sebiji ratap akan kami, biar air mata berlinang-linang dari pada mata kami, dan kelopak mata kamipun mengalirkan air.
19Hendaklah dari pada Sion kita mendengar bunyi ratap ini: Aduh! kami sudah rusak! kami dapat malu sangat, karena kami sudah disuruh meninggalkan negeri kami dan kami sudah dibuang ke luar dari dalam rumah-rumah kami.
16Maka sebab sekalian ini matakupun menangislah senantisa, air matapun berlinang-linanglah dari pada mataku, karena jauhlah dari padaku penghibur, yang boleh mempersenangkan hatiku! segala anak-anakku sudah binasa sebab musuhpun berkelebihan!
11Bahwa mataku bilis dari pada menangis, segala isi perutkupun bergeraklah, limpaku tertumpah ke bumi dari karena luka puteri bangsaku, sebab budak-budak dan anak penyusupun rebahlah pingsan pada lorong-lorong negeri.
4Maka sebab itu kataku: Biarkanlah akan daku, supaya aku menangis tersedih-sedih; janganlah kamu paksa hendak menghiburkan daku dari pada kebinasaan puteri bangsaku.
2Aduh, jikalau kiranya padaku sebuah rumah wakaf orang perjalanan di padang belantara, niscaya kutinggalkan bangsaku kelak dan aku menjauhkan diriku dari padanya, karena mereka itu sekalian orang bermukah dan suatu pasukan orang khianat adanya.
11Segenap bangsanya berkeluh kesah sambil mencahari makan; barang yang indah-indah padanya diberikannya akan beroleh makan akan menyedapkan hatinya! Ya Tuhan! lihatlah kiranya dan pandanglah akan daku bagaimana kehinaan aku.
12Tiadakah kamu peduli, hai kamu sekalian yang lalu pada jalan? lihatlah dan pandanglah kalau ada penyakit yang sama seperti penyakitku! bagaimana aku dihabiskan dengan kesukaran oleh Tuhan pada hari kehangatan murka-Nya.
13Dari pada tempat yang tinggi telah dikirim-Nya suatu api ke dalam tulang-tulangku dan ditambahi-Nya akan dia; dibentangkan-Nya suatu jaring di hadapan kakiku, diundurkan-Nya aku ke belakang dan dijadikan-Nya aku seorang celaka yang sakit sepanjang hari.
18Bahwa hati mereka itu menangislah kepada Tuhan: Wai pagar tembok puteri Sion! Biarlah air matamu berlinang-linang seperti anak sungai pada siang dan malam! janganlah engkau bersenang; biji matamupun jangan berhenti!
19Bangunlah, tangislah sepanjang malam mulai dari pada waktu jaga yang pertama! Curahkanlah hatimu seperti air di hadapan hadirat Tuhan; tadahkanlah tanganmu kepadanya, pohonkanlah akan jiwa anak-anakmu yang terhantar dengan pingsan pada siku segala lorong-lorong sebab lapar!
19Wai bagiku dari karena lukaku! bagaimana pedih rasanya penyakitku! sehingga kataku: Aduh, apa macam penyakit ini, bagaimana aku dapat menderita dia?
18Hanya pengaduhan dapat menyedapkan aku, dan hati yang di dalam akupun tawarlah.
19Dengarlah bunyi ratap puteri umat-Ku dari negeri yang amat jauh: Entah Tuhan tiada di Sion? entah Rajanya tiada di sana? -- Mengapa maka mereka itu sudah membangkitkan murka-Ku dengan patung-patungnya dan dengan berhala orang helat, yang sia-sia adanya?
21Bahwa hatiku luka parah dari karena lupa puteri bangsaku; aku berpakaikan kain perkabungan dan aku sudah kena dahsyat.
16Mukaku merah dari pada menangis, dan kelopak mataku ditudungi dengan bayang-bayang maut.
1Bermula, maka bagaimana sudah duduklah sunyi negeri yang dahulu ramai begitu! ia telah menjadi seperti seorang perempuan janda; yang dahulu besar di antara segala orang kafir, seperti permaisuri di antara segala negeri, sekarang ia sudah takluk dan membawa upeti.
2Sepanjang malam ia menangis dan air matapun selalu berlinang-linang pada pipinya; seorang penghiburpun tiada padanya di antara segala orang yang dahulu kekasihnya, segala sahabatnya berbuatlah khianat akan dia, dan telah menjadi seterunya.
51Kuat tubuhku dihabiskan oleh menangis akan hal segala anak dara negeriku.
8Maka dalam antara mereka itu membunuh orang dan aku dihidupinya, maka sujudlah aku dengan mukaku ke tanah, dan berserulah aku demikian: Ya Tuhan Hua! hendaklah Engkau membinasakan segala orang yang lagi tinggal dari pada Israel, sedang Engkau mencurahkan kehangatan murka-Mu kepada Yeruzalem?
3Bahwa aku sudah tenggelam dalam lumpur yang tiada terduga, di tempat tiada dapat orang bertumpu; aku telah sampai kepada air yang dalam dan air pasangpun meliputi aku.
9Maka tiada Engkau menyerahkan aku kepada tangan seteru, melainkan Engkau telah menjejakkan kakiku pada tempat yang luas.
136Bahwa air mata berlinang-linang dari pada mataku seperti pancaran; sebab tiada mereka itu memeliharakan taurat-Mu.
20Segala taulanku membuat olok-olok akan daku, maka air mataku berlinang-linang sebab terkenangkan Allah.
9Adapun akan nabi-nabi itu, bahwa pecahlah hatiku di dalam dadaku, dan gementarlah segala tulangku; adalah halku ini seperti orang mabuk, selaku orang yang sudah minum terlampau banyak air anggur, maka ia itu dari karena Tuhan dan dari karena segala firman kesucianya-Nya.
7Penatlah sudah aku dari pada berkeluh, sepanjang malam aku merendamkan tempat tidurku; dengan air mataku aku membasahkan katilku.
3Bahwa jiwaku berdahaga akan Allah, akan Allah yang hidup; bilakah aku akan masuk menghadap hadirat Allah?
31Wai, aku dengar bunyi seperti suara perempuan yang menyakiti akan beranak, bunyi hai hui seperti dari pada perempuan yang baharu beranak sulungnya, bunyi hai hui seperti dari pada perempuan yang baharu beranak, yaitu bunyi suara puteri Sion, bahwa ia berkeluh kesah dan ditadahkannya tangannya, katanya: Wai bagiku, karena nyawaku hampir akan putus di bawah tangan segala pembunuh itu!
9Maka sebab itu menangislah aku, dan aku menangisi Yaezar dan pokok anggur Sibma; bahwa aku membasahkan Hezbon dan Eleala dengan air mataku, sebab tiada lagi kedengaran sorak ramai-ramai dari karena segala pungutan buah-buahmu dan penuaianmu.
20Ya Tuhan, lihat apalah bagaimana kepicikan aku! segala isi perutku gementarlah dan hatikupun terbaliklah dalam dadaku, sebab aku sudah mendurhaka sangat begitu. Di luar adalah pedang membuluskan orang, dan di dalam adalah kematian belaka.
9Masakan tiada Aku membalas kepada mereka itu segala perkara ini; demikianlah firman Tuhan. Masakan hati-Ku tiada mendatangkan pembalasan atas bangsa yang begini?
10Atas segala gunung Kunyaringkan kelak tangis dan pengaduh, atas segala pondok gembala di padang belantara suatu biji ratap, karena sekalian itu sudah dibakar habis, sehingga seorangpun tiada lalu dari sana dan bunyi binatangpun tiada kedengaran lagi; baik segala unggas di udara baik segala binatangpun sudah lari, semuanya sudah lenyap!
18Mengapa maka sengsaraku tiada berkesudahan dan penyakitku pedih begitu, sehingga engganlah ia itu disembuhkan? Bahwa Engkaulah bagiku selaku anak sungai yang kekeringan, selaku air yang tiada tentu jalannya!
18Bahwa Tuhan juga adil, karena aku sudah mendurhaka kepada firman-Nya; dengarlah olehmu, hai segala bangsa! Dan lihatlah kesukaranku; bahwa segala anak daraku dan segala orang terunaku sudah dibawa dengan tertawan.
17Maka jikalau engganlah kamu mendengar akan inipun, maka hatiku akan menangis pada tempat-tempat sembunyi sebab congkakmu itu, iapun akan menangis tersedih-sedih dan air matapun akan berlinang-linang dari pada mataku, apabila kawan domba Tuhan dipindahkan dengan tertawan kelak.
24Karena adalah pengeluhku akan ganti roti dan pengaduhku akan ganti air minum.
23Aduh, hendaklah kiranya sekarang perkataanku disuratkan; hendaklah kiranya ia itu disuratkan dalam sebuah kitab!
9Wah, luka parahnya tiada terobatkan! Wah, Yehuda juga yang kena; maka datanglah ia sampai ke pintu gerbang umat-Ku, sampai ke Yeruzalem.
26Hai puteri umat-Ku! kenakanlah kain karung pada pinggangmu dan bergelumanglah dalam abu, berkabunglah seperti kalau kematian anak tunggal dan berbiji rataplah dengan tersedih-sedih, karena sekonyong-konyong si pembinasa itu akan datang atasmu.
8Hendaklah orang berkabung seperti pengantin muda yang berpakaikan kain perkabungan karena tunangan pada masa mudanya.
12Jikalau Engkau mengajari seorang dengan hardik oleh karena kesalahannya, maka Engkau membinasakan segala keelokannya seperti dimakan gegat; bahwasanya tiap-tiap manusia sia-sia jua adanya. -- Selah.
9Karena sesungguhnya bapa-bapa kita sudah rebah mati dimakan pedang, dan oleh sebab itu juga anak-anak kita laki-laki dan perempuan dan segala bini kitapun sudah tertawan.
9Pada sebilang hari segala seteruku mencelakan daku, maka dengan gagahnya mereka itu mengutuki dengan celakaku.
8Aduh, biarlah kiranya sampai kehendakku dan dikaruniakan Allah kiranya barang yang kuharap;
2Bahwa negeri Yehuda berdukacita dan segala pintu gerbangnyapun lemahlah adanya; dengan pakaian perkabungan duduklah masing-masing di bumi dan tangis Yeruzalempun naiklah ke langit.