Ayub 15:22
Tiada ia harap bahwa ia boleh terlepas dari pada kegelapan, melainkan pada sangkanya ia tertaruh akan dimakan pedang.
Tiada ia harap bahwa ia boleh terlepas dari pada kegelapan, melainkan pada sangkanya ia tertaruh akan dimakan pedang.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
23Ia mengembara ke sana ke mari hendak mencahari makan, diketahuinya bahwa beberapa hari kegelapan sudah ditentukan baginya.
24Bahwa kesusahan dan kepicikan mengejuti dia, dan mendatangi dia seperti seorang raja yang siap akan berperang.
21Bunyi kegentaran adalah selalu di dalam telinganya dan pada masa selamat sentosa juga datanglah kebinasaan atasnya.
28maka duduklah ia di dalam rumah yang sudah ditinggalkan oleh orang isinya, yang sedia akan menjadi suatu kerobohan batu.
29Tiada ia akan menjadi kaya, dan harta bendanyapun tiada akan kekal, dan miliknyapun tiada akan bertambah-tambah di atas bumi.
30Tiada ia akan keluar dari dalam kegelapan, dan apipun akan makan habis segala taruknya, dan nafas dari pada mulut Allahpun akan menghembuskan dia.
31Janganlah ia harap akan barang sia-sia, yang menipukan dia, karena barang yang sia-siapun akan balasannya.
17Peringatan akan dia hilanglah dari atas bumi dan tiada lagi nama baginya di lorong-lorong.
18Ditolak oranglah akan dia dari dalam terang ke dalam gelap dan dibuangnya akan dia dari atas bumi.
22Engkaukah yang sudah memberi kuat akan kuda, dan yang sudah mengenakan keelokan pada lehernya?
23Bolehkah engkau mengejutkan dia seperti seekor belalang? Bahwa caritnya yang hebat itu mengejutkan orang.
24Dengan kukunya dikoreknya tanah, disukainya akan kuatnya, maka keluarlah ia menampil kepada segala alat senjata musuh;
18hendak melepaskan nyawanya dari pada kebinasaan dan jiwanya dari pada disambar maut.
21yaitu dahulu dari pada aku pergi ke negeri yang gelap gulita dan yang berbayang-bayang maut, akan tiada balik kembali,
22ke negeri yang amat gelap, tempat malam dan bayang-bayang maut kekal sampai selama-lamanya, tempat tiada sinar terang, dan tempat siang hari seperti malam juga adanya.
24Jikalau kiranya ia lari luput dari pada senjata besi, maka panah besi kersani kelak menerusi dia;
25ia itu akan terus tembus dari pada tubuhnya dan keluar dari pada empedunya dengan gemerlapan, maka perkara yang hebatpun akan berlaku atasnya.
26Segala harta bendanya sudah ditentukan bagi kebinasaan, maka api yang tiada dihembus orang akan makan dia, dan makan habis juga akan barang yang tinggal dari pada kemahnya.
2Sudah dihantar-Nya dan dijalankan-Nya aku dalam gelap dan bukannya dalam terang.
6Terang di dalam kemahnyapun akan berubah menjadi gelap dan damarpun dipadamkan dari atasnya.
17Maka inilah dia, yang telah kulihat baik dan indah adanya: yaitu orang makan minum dan merasai baiknya dari pada segala usahanya, yang diusahakannya di bawah langit sepanjang umur hidup, yang dikaruniakan Allah kepadanya, karena itulah bahagiannya.
22Perkara yang dalam-dalam diterbitkan-Nya dari pada kegelapan, dan bayang-bayang maut didatangkan-Nya kepada terang.
19Jikalau ia memberkati jiwanya pada masa hidupnya sekalipun dan dipujinya akan dikau, apabila engkau berbuat baik akan dirimu,
4Karena cuma-cuma datang keduanya ke dalam dunia, dan keduanyapun masuklah ke dalam kegelapan dan dengan kegelapanpun nama keduanya tertudung.
5Bahkan, sebab tiada pernah ia melihat matahari atau sadar akan dirinya, maka senanglah anak guguran terlebih dari pada orang itu.
10Tiada ia balik kembali kepada rumahnya, dan tempat kedudukannyapun tiada mengenai akan dia pula.
20Perkara yang hebat kelak datang atasnya seperti air bah, dan suatu puting beliung kelak menyambar akan dia pada tengah-tengah malam.
9Bersinnya bercahayakan terang dan matanyapun seperti kelopak fajar adanya.
6Karena adalah halnya seperti pokok kerendang di padang, yang tiada merasainya apabila datang baiknya, dan tinggallah ia di tempat-tempat kering dalam gurun, di tanah masin, yang tiada diduduki orang.
14Pada siang hari mereka itu bertemu dengan kegelapan, dan pada tengah haripun mereka itu menggagau seperti pada waktu malam.
16Pada masa kegelapan ditetasnya rumah, dan pada siang hari adalah mereka itu tersembunyi, maka tiada mereka itu mengetahui terang.
17Karena pagi hari adalah baginya seperti bayang-bayang maut, baharu dilihatnya ia itu datang, maka dirasainya takut akan mati.
26- - -
12Bahwa celaka seolah-olah membuka mulut yang berlapar kepadanya, dan kebinasaanpun lekat pada sisinya.
17Sebab tiada ditumpas-Nya aku dahulu dari pada datang kelam kabut ini, dan tiada dipeliharakan-Nya aku dari pada kegelapan ini.
20Bukankah hari Tuhan itu akan gelap dan tiada terang? bahkan, kegelapan ia sehingga tiadalah terang padanya.
14Maka iapun akan dicabut dari dalam kemah pengharapannya, dan dibawa oranglah akan dia menghadap malak alhaibani.
20Sebab gelojoh perutnya tiada tahu puas, maka tiada akan diluputkannya barang yang terlebih disukainya.
13Apakah pengharapanku? bahwa alam barzakh juga tempat kediaman aku; di sana, di dalam kegelapan, sudah kuhamparkan tilamku.
14Jikalau katamu bahwa tiada diindahkan-Nya kita, maka hakmu adalah juga di hadapan hadirat-Nya, nantilah juga akan Dia.
8Bahwa lenyaplah ia seperti mimpi, tiada didapati oranglah akan dia pula, dan terbanglah seperti suatu khayal pada malam.
8Bahwa Iapun sudah menyakat jalanku dengan pagar tembok, sehingga tiada dapat aku melantas, dan pada segala jalanku diadakannya kegelapan.
22Orang yang berkuasapun disentaknya oleh kuatnya, maka apabila ia bangkit berdiri seorangpun tiada yang tentu hidupnya.
20Orang kemudian hari tercengang-cengang kelak akan halnya dan bangsa yang akhir itu akan kena dahsyat.
22Tetapi daging tubuhnya merasai sakit dan nyawa di dalamnya berdukacita adanya.
22atau tunduk ke bumi, sesungguhnya adalah kepicikan dan kegelapan juga, ia akan dibingungkan oleh kesesakan dan dihalaukan ke dalam kegelapan. (8:23)Tetapi tanah yang kepicikan begitu tiada akan tinggal di dalam kegelapan selalu; seperti pada zaman dahulu dikejikannya akan dia, yaitu akan tanah Zebulon dan Naftali, demikianpun akan dipermuliakannya pada akhir zaman, pada jalan dekat ke tasik, yang di seberang Yarden, yaitu Galilea orang kafir.
15Bahwasanya Ia akan membunuh aku kelak, dan aku putus harap; sahaja biarlah aku membenarkan kelakuanku di hadapan-Nya.
6Didudukan-Nya aku di dalam gua-gua yang gelap, seperti orang yang sudah lama mati.
22Maka nyawanya hampir kepada kebinasaan dan jiwanya kepada mati yang tertentu.
22Di tengah-tengah kemewahan jatuhlah ia ke dalam kesusahan, segala palu celaka itu terkena kepadanya.