Lukas 8:6

Terjemahan Lama

Ada separuh jatuh di atas batu; setelah tumbuh, layulah ia sebab tiada lembab.

Sumber Tambahan

Ayat Rujukan

  • Mrk 4:5-6 : 5 Ada separuh jatuh di tempat yang berbatu-batu, yang tiada banyak tanahnya, maka dengan segera benih itu tumbuh, sebab tanahnya tiada dalam. 6 Akan tetapi ketika matahari naik, layulah ia, lalu keringlah, sebab tiada berakar.
  • Luk 8:13 : 13 Dan yang di atas batu itu, ialah orang, serta mendengar, menyambut Perkataan itu dengan sukacita; maka orang itu tiada berakar; mereka itu percaya untuk seketika sahaja, dan pada masa pencobaan undurlah mereka itu.
  • Ibr 3:7-8 : 7 Sebab itu seperti firman Rohulkudus itu, "Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suara-Nya, 8 janganlah kamu mengeraskan hatimu seperti pada masa Penggusaran, pada hari pencobaan di padang belantara itu,
  • Ibr 3:15 : 15 sedangkan sudah tersurat: Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suaranya, janganlah kamu mengeraskan hatimu seperti pada masa Penggusaran.
  • Rm 2:4-5 : 4 Atau engkau hinakankah kemurahan-Nya yang limpah dan sabar dan panjang hati-Nya, dengan tiada mengetahui bahwa kemurahan Allah itu menarik engkau kepada hal bertobat? 5 Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan ke atas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil.
  • Mrk 4:16-17 : 16 Demikian pula, yang ditabur pada tempat yang berbatu-batu, yaitu apabila mereka itu mendengar Perkataan itu, segeralah disambutnya dengan bersukacita hatinya. 17 Tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja, lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecillah hati mereka itu.
  • Yer 5:3 : 3 Ya Tuhan, bukankah mata-Mu menilik akan yang benar? Bahwa sudah Kausesah mereka itu, tetapi tiada mereka itu merasai sakitnya; sudah Kauhabiskan setengahnya, tetapi tiada mereka itu menerima pengajaran; mereka itu sudah mengeraskan mukanya terlebih dari pada batu bukit dan engganlah mereka itu bertobat.
  • Yeh 11:19 : 19 Maka Aku akan mengaruniakan kepadanya satu hati juga dan mengadakan dalam batinnya suatu roh yang baharu, maka hati kebatuan itu akan Kulalukan dari dalam tubuhnya dan Kuberikan mereka itu hati kedagingan.
  • Yeh 36:26 : 26 dan Aku akan mengaruniakan kepadamu hati yang baharu, dan roh yang baharupun akan Kukaruniakan di dalam batinmu, dan hati batu itu akan Kulalukan dari dalam tubuhmu, dan hati dagingpun akan Kukaruniakan kepadamu.
  • Am 6:12 : 12 Bolehkah kuda berlari-lari di atas batu bukit? Bolehkah orang menenggala dengan dia seperti dengan lembu? Bahwa sesungguhnya kamu sudah mengubahkan insaf sehingga menjadi empedu dan buah keadilan menjadi hia.
  • Mat 13:5-6 : 5 Ada separuh jatuh di tempat yang berbatu-batu, yang tiada banyak tanahnya; maka dengan segera benih itu tumbuh, sebab tanahnya tiada dalam. 6 Akan tetapi, ketika matahari naik, layulah ia, dan sebab tiada berakar, keringlah ia.
  • Mat 13:20-21 : 20 Tetapi yang tertabur di tempat berbatu-batu, itulah orang yang mendengar Perkataan itu, lalu segeralah menyambut dia dengan sukacitanya; 21 tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja. Lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecil hati mereka itu.

Ayat Serupa (AI)

Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.

  • Luk 8:7-9
    3 ayat
    89%

    7Ada juga separuh jatuh di tengah-tengah semak duri; maka duri itu pun tumbuh bersama-sama, serta membantutkan benih itu.

    8Dan ada pula separuh jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh sehingga mengeluarkan buah seratus kali ganda." Sedang Ia berkata demikian ini, maka berserulah Ia, "Barangsiapa yang bertelinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar."

    9Maka murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya apa arti perumpamaan ini.

  • Mrk 4:3-8
    6 ayat
    87%

    3"Dengarlah olehmu! Adalah seorang penabur keluar hendak menabur benih.

    4Maka sedang ia menabur, ada separuh jatuh di tepi jalan, lalu datanglah burung-burung makan sehingga habis benih itu.

    5Ada separuh jatuh di tempat yang berbatu-batu, yang tiada banyak tanahnya, maka dengan segera benih itu tumbuh, sebab tanahnya tiada dalam.

    6Akan tetapi ketika matahari naik, layulah ia, lalu keringlah, sebab tiada berakar.

    7Ada juga separuh jatuh di tengah semak duri, maka duri itu pun tumbuh serta membantutkan benih itu, sehingga tiadalah ia berbuah.

    8Dan ada pula separuh jatuh di tanah yang baik, sehingga dikeluarkannya buah, yang tumbuh dan makin bertambah-tambah buahnya, yaitu: Ada yang tiga puluh, ada yang enam puluh dan ada yang seratus kali gandanya."

  • 86%

    3Maka dikatakan-Nyalah kepada mereka itu banyak perkara dengan perumpamaan, kata-Nya, "Adalah seorang penabur keluar hendak menabur benih;

    4maka sedang ia menabur, ada separuh jatuh di tepi jalan, lalu datanglah burung-burung makan sehingga habis benih itu.

    5Ada separuh jatuh di tempat yang berbatu-batu, yang tiada banyak tanahnya; maka dengan segera benih itu tumbuh, sebab tanahnya tiada dalam.

    6Akan tetapi, ketika matahari naik, layulah ia, dan sebab tiada berakar, keringlah ia.

    7Ada juga separuh jatuh di tengah semak duri, maka duri itu pun tumbuh serta membantutkan benih itu.

    8Dan ada pula separuh jatuh di tanah yang baik, sehingga mengeluarkan buah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali ganda banyaknya.

  • 5"Adalah seorang penabur keluar hendak menabur benihnya; maka sedang ia menabur, ada separuh jatuh di tepi jalan, lalu dipijak-pijak orang, dan burung-burung dari udara pun makan sehingga habis benih itu.

  • 80%

    11Maka inilah arti perumpamaan itu: Adapun benih itulah Perkataan Allah.

    12Maka yang di tepi jalan itu, ialah orang yang mendengar, kemudian datanglah Iblis mengambil Perkataan itu dari dalam hatinya, supaya jangan mereka itu percaya dan diselamatkan.

    13Dan yang di atas batu itu, ialah orang, serta mendengar, menyambut Perkataan itu dengan sukacita; maka orang itu tiada berakar; mereka itu percaya untuk seketika sahaja, dan pada masa pencobaan undurlah mereka itu.

    14Maka yang jatuh di tengah-tengah semak duri itu, ialah orang yang sudah mendengar, dan serta berjalan dibantutkan oleh kuatir dan kekayaan dan kesukaan dunia ini, maka tiadalah mengeluarkan buah dengan sempurnanya.

    15Tetapi yang di tanah yang baik itu, ialah orang, yang sesudahnya mendengar Perkataan itu, berpegang teguh di dalam hati yang tulus dan baik, lalu mengeluarkan buah dengan bertekun.

  • 78%

    14Adapun penabur itu, ialah yang menabur Perkataan.

    15Maka inilah yang di tepi jalan, di tempat Perkataan itu ditabur, yaitu apabila mereka itu mendengar, maka dengan seketika itu juga datanglah Iblis mengambil Perkataan, yang tertabur di dalam hatinya.

    16Demikian pula, yang ditabur pada tempat yang berbatu-batu, yaitu apabila mereka itu mendengar Perkataan itu, segeralah disambutnya dengan bersukacita hatinya.

    17Tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja, lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecillah hati mereka itu.

    18Maka yang ditabur di tengah semak duri itu pula, ialah orang yang sudah mendengar Perkataan itu,

    19lalu masuk ke dalam hatinya segala percintaan dunia ini beserta segala tipu daya kekayaan dan keinginan akan berbagai-bagai perkara yang lain sambil membantutkan Perkataan itu, sehingga tiada ia berbuah.

    20Tetapi inilah, yang ditabur pada tanah yang baik, yaitu orang yang mendengar Perkataan itu serta menerima dia, lalu berbuahlah ia, ada yang tiga puluh ganda, ada yang enam puluh, ada yang seratus kali gandanya."

  • 77%

    18Sebab itu dengarlah oleh kamu pengertian perumpamaan orang yang menabur benih itu!

    19Bahwa apabila orang mendengar Perkataan kerajaan itu dan tiada ia mengerti, maka datanglah si Jahat merebut barang yang tertabur di dalam hatinya itu; inilah dia yang tertabur di tepi jalan.

    20Tetapi yang tertabur di tempat berbatu-batu, itulah orang yang mendengar Perkataan itu, lalu segeralah menyambut dia dengan sukacitanya;

    21tetapi tiadalah ia berakar di dalam dirinya, hanyalah bertahan seketika sahaja. Lalu apabila datang kesusahan atau aniaya oleh sebab Perkataan itu, sebentar itu juga kecil hati mereka itu.

    22Maka yang tertabur di tengah semak duri itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu, tetapi bantutlah Perkataan itu oleh sebab percintaan dunia ini beserta segala tipu daya kekayaannya, sehingga tiada berbuah.

    23Maka yang tertabur di tanah yang baik itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu serta mengerti dia; lalu berbuahlah ia sungguh-sungguh, sehingga mengeluarkan buah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali gandanya."

  • 12Pada masa lagi hijau, tiada dipotong, maka keringlah ia dahulu dari pada segala tumbuh-tumbuhan yang lain.

  • Ibr 6:7-8
    2 ayat
    71%

    7Karena tanah, yang mengisap air hujan yang kerapkali turun ke atasnya itu dan mengeluarkan sayur-sayuran berguna bagi orang yang karenanya orang berusaha itu, beroleh berkat daripada Allah.

    8Tetapi jikalau tanah itu mengeluarkan semak duri dan onak, terbuanglah ia dan berdekat dengan laknat, maka kesudahannya akan terbakar.

  • 26Apabila tunasnya menyorong dan berbuah, baharulah lalang itu pun kelihatan.

  • 71%

    31Yaitu sebagai benih sebiji sesawi, apabila ditaburkan di tanah, nampak terlebih kecillah ia daripada segala jenis benih di bumi ini,

    32tetapi setelah sudah ditabur, tumbuhlah ia, lalu menjadi lebih besar daripada segala pokok sayur-sayuran serta mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara pun dapat bersarang di bawah daun yang rindang itu."

  • 26Maka kata-Nya lagi, "Demikianlah kerajaan Allah sebagai seorang yang menabur benih di tanah,

  • 25maka turunlah hujan lebat dan air pun bahlah, serta angin kencang bertiup dan menempuh rumah itu; tetapi tiada ia roboh, karena ia beralaskan batu.

  • 8Jikalau akarnya menjadi tua di dalam tanah dan batangnya mati di dalam duli sekalipun,

  • 28Maka bumi itu mengeluarkan buah dari dirinya sendiri, mula-mula kecambah, kemudian mayangnya, akhirnya butir gandum yang sepenuh-penuhnya di dalam mayang itu.

  • 17Bahwa segala biji-bijian sudah jadi busuk di bawah gumpal tanahnya, segala peluburpun sudah rusak, segala jelapangpun sudah dirombak, karena habislah segala gandum sudah layur.

  • 10Bahwasanya tanaman yang begitu bolehkah ia itu jadi? apabila ia itu kena angin timur, maka keringlah ia sama sekali, maka pada petak tempat ia bertunas itu, di situ juga akan jadi kering!

  • 8Maka ia itulah dia, yang sudah ditanam dalam tanah yang baik pada tempat yang banyak airnya, di tempat yang ia dapat berpucuk-pucuk dan berbuah-buah banyak dan boleh menjadi suatu pokok anggur yang amat permai.

  • 6Maka tumbuhlah ia itu lalu menjadi pokok anggur yang merambat dengan suburnya, tetapi rendah juga pokoknya dengan segala cabangnya cenderung kepadanya dan akarnyapun di bawahnya. Demikian jadilah ia itu suatu pokok anggur yang bercabang-cabang dan berpucuk-pucuk.

  • 4Sebab tanahnya berbelah-belah dan barang hujanpun tiada turun kepada bumi, segala orang yang berhuma itu malu dan menyelubungkan kepalanya.

  • 20Tatkala mereka itu lalu pada pagi-pagi, mereka itu nampak pohon ara itu sudah kering sampai ke akarnya.