Bilangan 22:31
Maka pada waktu dicelikkan Tuhan mata Bileam, sehingga terlihatlah ia akan Malaekat Tuhan, yang berdiri di jalan dengan pedang terhunus pada tangannya, maka turunlah ia, lalu sujud dengan mukanya ke tanah.
Maka pada waktu dicelikkan Tuhan mata Bileam, sehingga terlihatlah ia akan Malaekat Tuhan, yang berdiri di jalan dengan pedang terhunus pada tangannya, maka turunlah ia, lalu sujud dengan mukanya ke tanah.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
20Maka pada malam itu juga datanglah Tuhan kepada Bileam serta firman-Nya kepadanya: Sebab orang itu telah datang memanggil akan dikau, maka bangunlah, pergilah sertanya, tetapi firman yang Kukatakan kelak kepadamu itu tak akan jangan engkau turut.
21Maka pada pagi hari bangunlah Bileam, dikenakannya pelana kepada keledainya betina, lalu pergilah ia bersama-sama dengan segala penghulu Moab itu.
22Tetapi murka Allah mulai bernyala-nyala sementara ia berjalan itu dan Malaekat Tuhan Berdiri di jalan hendak melawan dia; maka iapun ada mengendarai keledainya betina dan dua orang hambanya adalah sertanya.
23Maka terlihatlah keledai itu akan Malaekat Tuhan berdiri di jalan dengan pedang yang terhunus pada tangannya, maka menyimpanglah keledai itu dari pada jalan lalu ke padang; maka dipukul Bileam akan keledainya hendak memalingkan dia kepada jalan pula.
24Tetapi Malaekat Tuhan itu adalah berdiri di jalan yang sempit di tengah kebun anggur dan pada kiri kanan adalah pagar tembok.
25Serta terlihatlah keledai itu akan Malaekat Tuhan, maka diimpitkannya dirinya kepada pagar tembok, sehingga ditindihnya kaki Bileam kepada pagar itu, maka berturut-turut dipukulnya akan dia.
26Maka pergilah Malaekat Tuhan jauh lagi, lalu berdiri pada tempat sempit yang tiada jalan akan menyimpang ke kiri atau ke kanan.
27Serta terlihatlah keledai itu akan Malaekat Tuhan, maka menderumlah ia di bawah Bileam, maka berbangkitlah amarah Bileam, sehingga dipalunya keledai itu dengan kayu.
28Maka pada masa itu juga dibukakan Tuhan mulut keledai itu, sehingga katanya kepada Bileam: Apakah salah hamba akan tuan, maka tuan memukul hamba sampai tiga kali?
29Maka kata Bileam kepada keledainya: Maka begitu, sebab engkau menghabiskan sabarku; jikalau kiranya sekarang ada pedang di tanganku, niscaya engkau kubunuh!
30Maka sahut keledai itu kepada Bileam: Bukankah hamba ini keledai tuan? Bukankah tuan mengendarai hamba dari pada mula tuan mendapat hamba sampai sekarang ini? adakah pernah hamba berbuat demikian akan tuan? Maka sahut Bileam: Bukan!
32Maka kata Malaekat Tuhan kepadanya: Mengapa maka engkau memukul keledaimu sekarang sudah tiga kali? Bahwa sesungguhnya Aku telah keluar hendak melawan akan dikau, dan pada tempat curam jalan tadi tiada Aku beri engkau lalu dari pada-Ku.
33Maka keledai itu telah melihat Aku, lalu menyimpang dari hadapan-Ku sekarang sudah tiga kali, maka jikalau kiranya tiada ia menyimpang dari hadapan-Ku, niscaya engkau Kubunuh, jikalau keledai itu Kuhidupi sekalipun.
34Maka sembah Bileam kepada Malaekat Tuhan: Bahwa hamba telah berdosa, tetapi tiada hamba ketahui akan Tuan berdiri di jalan ini hendak mendatangi hamba; maka sekarangpun jikalau jahatlah ini kepada pemandangan Tuan, baiklah hamba pulang juga.
35Tetapi kata Malaekat Tuhan kepada Bileam: Pergi juga serta dengan orang ini, tetapi sepatah katapun jangan kaukatakan, kecuali firman yang akan Kukatakan kelak kepadamu. Hata, maka berjalanlah Bileam serta dengan segala penghulu Balak itu.
36Serta kedengaranlah kabar kepada Balak mengatakan Bileam akan datang, maka pergilah ia menyambut dia sampai ke sebuah negeri Moab, kedudukannya di tepi Arnon pada perhinggaan tanahnya.
1Hata, maka apabila dilihat Bileam bahwa baiklah kepada pemandangan Tuhan diberkatinya Israel, maka tiada ia pergi seperti pada bermula kali dan pada kedua kali akan mengambil pesona seranah, melainkan dipalingkannya mukanya arah ke padang belantara.
2Serta diangkat Bileam matanya, dilihatnya Israel dengan kedudukannya seturut suku-suku bangsanya, maka Roh Allahpun datang atasnya,
3lalu iapun mulai mengatakan misalnya demikian bunyinya: Bahwa Bileam bin Beor bersabda dan orang yang telah dicelikkan matanya itu berkata-kata!
4Maka yang bersabda ia itu yang mendengar firman Allah dan yang melihat wajah Allah Mahakuasa, ia itu orang yang terjerumus dan yang dibukai matanya.
15Maka mulailah ia mengatakan misalnya, katanya: Bahwa Bileam bin Beor yang berkata, dan orang yang mencelikkan matanya itu bersabda!
16Maka yang berkata ia itu orang yang mendengar firman Allah dan yang mengetahui akan hikmat Allah taala dan yang melihat wajah Allah Mahakuasa, ia itu orang yang telah terjerumus dan yang dicelikkan matanya.
15Maka sembah Bileam, kepada Balak: Berdiri apalah tuanku di sini hampir dengan korban bakaran tuanku, maka patik hendak ke sana bertemu dengan Dia.
16Maka Bileampun bertemulah dengan Tuhan, lalu dibubuh Tuhan firman-Nya pada lidahnya sambil kata-Nya: Kembalilah engkau kepada Balak dan berkatalah demikian ini.
17Lalu pergilah ia mendapatkan dia, maka sesungguhnya adalah baginda lagi berdiri hampir dengan korban bakarannya, dan segala penghulu Moabpun sertanya. Maka titah Balak kepadanya: Apakah firman Tuhan kepadamu?
41Maka sesungguhnya pada pagi hari diambil Balak akan Bileam sertanya, dibawanya akan dia ke atas bukit Baal, supaya dari sana dilihatnya segenap bangsa itu.
2Maka oleh Balak diperbuatlah setuju dengan kata Bileam, lalu Balak dan Bileam keduanyapun mempersembahkanlah seekor lembu muda dan seekor domba jantan di atas tiap-tiap mezbah.
3Maka sembah Bileam kepada Balak: Tuanku apalah berdiri hampir dengan korban bakaran tuanku, maka patik hendak pergi, barangkali patik bertemu dengan Tuhan, maka firman yang akan dinyatakan-Nya kepada patik, ia itu patik sampaikan kelak kepada tuanku. Hata, maka pergilah ia ke tempat yang tinggi.
4Maka bertemulah Bileam dengan Allah, lalu sembahnya kepada-Nya: Bahwa hamba telah mendirikan tujuh buah mezbah dan di atas tiap-tiap mezbah itu hamba telah mempersembahkan seekor lembu muda dan seekor domba jantan.
5Maka dibubuh Tuhan firman-Nya pada lidah Bileam sambil kata-Nya: Kembalilah engkau kepada Balak, maka di sanalah engkau akan berkata-kata kelak.
22Setelah itu maka nyatalah kepada Gideon bahwa ia itulah Malaekat Tuhan, sembahnya: Ya Tuhan Hua, maka sebab itukah hamba melihat Malaekat Tuhan muka dengan muka?
11Arakian, maka titah Balak kepada Bileam: Apakah engkau perbuat akan daku? Aku telah menjemput akan dikau, supaya engkau mengutuki musuhku, maka sesungguhnya engkau telah memberkati itu berturut-turut.
12Maka sahut Bileam sambil sembahnya: Bukankah patut patik ingat baik-baik, supaya patik mengatakan barang yang dibubuh Tuhan pada lidah patik?
38Maka sembah Bileam kepada Balak: Bahwasanya patik telah datang menghadap tuanku, tetapi sekarang bolehkah patik berkata-kata dengan tuanku? Bahwa firman yang diletakkan Tuhan kelak pada lidah patik, ia itu akan patik katakan.
39Hata, maka pergilah Bileam serta dengan Balak, lalu sampailah keduanya ke Kiryat-Huzzot.
10Hata, maka murka Balak mulai bernyala-nyala akan Bileam, lalu titah Balak kepada Bileam sambil dilipatkannya tangannya: Adapun aku memanggil engkau kemari ini, yaitu supaya engkau mengutuki musuhku, heran, maka sekarang sudah tiga kali engkau memberkati mereka itu berturut-turut!
16Serta Daud menengadah terlihatlah ia akan malaekat Tuhan itu berdiri di antara langit dengan bumi dan pedang yang terhunuspun pada tangannya dilayamkan kepada Yeruzalem; maka pada ketika itu sujudlah Daud dan segala tua-tuapun sertanya dengan mukanya sampai ke bumi dan mereka itupun berpakaikan kain karung.
2Setelah dilihat Balak bin Zippor segala perkara yang dibuat Israel akan orang Amori,
25Hata, maka bangkitlah Bileam berdiri, lalu pergi dan kembalilah ia ke tempatnya, maka Balakpun pergilah kepada jalannya.
9Maka datanglah Allah kepada Bileam serta firman-Nya: Siapakah segala orang laki-laki yang ada sertamu itu?
10Maka sembah Bileam kepada Allah: Bahwa Balak bin Zippor, raja Moab, telah menyuruhkan utusan mendapatkan hamba-Mu ini,
7Hata, maka segala tua-tua Moab dan segala tua-tua Midianpun pergilah, maka upah petenung adalah di tangannya, lalu datanglah mereka itu kepada Bileam, disampaikannyalah segala titah Balak itu kepadanya.
26Maka sahut Bileam kepada Balak, sembahnya: Bukankah patik telah bersembah kepada tuanku demikian: barang apa firman Tuhan kepada patik kelak, niscaya ia itu patik turut?
27Maka titah Balak kepada Bileam: Marilah kiranya, biar aku membawa akan dikau ke tempat yang lain, kalau-kalau benar kepada pemandangan Allah, jikalau engkau mengutuki bangsa itu bagiku dari sana.
28Maka dibawa Balak akan Bilaem sertanya ke kemuncak Peor, yang arah ke padang belantara.
5Maka disuruhkannya utusan mendapatkan Bileam bin Beor, ke Petor yang di tepi sungai, di tanah anak-anak bangsanya, akan memanggil dia, katanya: Bahwasanya adalah suatu bangsa telah keluar dari Mesir, maka sesungguhnya ditudunginya muka tanah serta berhentilah mereka itu bertentangan dengan aku.
18Tetapi sahut Bileam kepada hamba-hamba Balak itu, katanya: Jikalau kiranya dikaruniakan Balak kepadaku seistananya penuh dengan emas dan perak sekalipun, tiada juga boleh aku melalui firman Tuhan, yaitu Allahku, dengan berbuat barang sesuatu yang besar atau kecil.
13Maka pada pagi hari bangunlah Bileam, lalu katanya kepada penghulu-penghulu Balak: Pulanglah kamu ke negerimu, karena engganlah Tuhan memberi aku pergi serta dengan kamu.
2Maka diangkatnya matanya, dilihatnya bahwa tiga orang ada berdiri di hadapannya; serta terlihatlah ia akan dia, maka berlarilah ia dari pada pintu kemahnya pergi mendapatkan mereka itu, lalu tunduklah ia sampai ke bumi,
7Maka dimulai Bileam mengatakan misalnya, sabdanya: Bahwa Balak, raja Moab itu, telah menyuruh aku datang dari Aram, dari gunung-gunung yang di sebelah timur, titahnya: Marilah engkau, kutukilah bagiku akan Yakub! marilah engkau, serahkanlah Israel kepada kebinasaan!