Bilangan 4:6
Lalu hendaklah dibubuhnya di atasnya suatu tudung dari pada kulit gajah mina, setelah sudah dihamparkannya dahulu di atasnya sehelai kain biru laut sama sekali, kemudian hendaklah dikenakannyalah kayu pengusungnya.
Lalu hendaklah dibubuhnya di atasnya suatu tudung dari pada kulit gajah mina, setelah sudah dihamparkannya dahulu di atasnya sehelai kain biru laut sama sekali, kemudian hendaklah dikenakannyalah kayu pengusungnya.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
7Dan lagi di atas meja roti tunjukanpun hendaklah dihamparkannya sehelai kain biru laut dan diletakkannya di atasnya segala pinggan dan bokor dan ceper dupa dan ceper pencurah dan lagi roti yang selalu itu akan di atasnya.
8Setelah itu hendaklah dihamparkannyalah sehelai kain kirmizi di atasnya dan ditudungkannya dengan suatu tudung dari pada kulit gajah mina, kemudian hendaklah dikenakannya kayu pengusungnya.
9Lagipun hendaklah diambilnya sehelai kain biru laut, ditudungkannya kaki pelita itu serta segala pelitanya dan segala penjepitnya dan segala pemadamnya dan segala bekas minyaknya yang terpakai kepada pekerjaan itu.
10Lalu hendaklah dibungkuskannya kaki pelita itu serta segala perkakasnya dengan kain tudung yang dari pada kulit gajah mina, serta diletakkannya di atas usungan.
11Dan lagi di atas meja yang dari pada emas itu hendaklah dihamparkannya sehelai kain biru laut dan ditudungkannya dengan tudung kulit gajah mina dan dikenakannya kayu pengusungnya.
12Setelah itu hendaklah diambilnya segala serba yang terpakai kepada pekerjaan dalam tempat suci itu, dibungkuskannya dengan kain biru laut dan ditudungkannya dengan tudung kulit gajah mina dan diletakkannya di atas usungan.
13Kemudian hendaklah disucikannya mezbah itu dari pada abu dan dihamparkannya sehelai kain kirmizi di atasnya.
14Dan lagi dimasukkan ke dalamnya segala perkakasnya yang terpakai kepada pekerjaan itu, yaitu segala tempat bara api dan serampang dan penyodok dan bokor percikan dan segala perkakas mezbah itu, lalu ditudungkannya dengan tudung yang dari pada kulit gajah mina dan dikenakannya kayu pengusungnya.
15Setelah sudah ditudungkan Harun dan anak-anaknya akan tempat yang suci dan segala perkakas tempat yang suci itu apabila tentara itu hendak berangkat, maka hendaklah anak-anak laki-laki Kehat itu datang hampir akan mengusung dia, tetapi jangan dijabatnya akan barang yang suci itu, supaya jangan mereka itu dibunuh. Maka dari pada kemah perhimpunan itu sekalian inilah yang hendak diusung oleh anak-anak laki-laki Kehat.
34dan lagi akan tudung yang dari pada kulit domba jantan celupan merah dan akan tudung yang dari pada kulit gajah mina dan kain tirai dinding itu,
35dan akan tabut assyahadat serta dengan kayu pengusungnya dan tutupan gafirat itu,
5Maka apabila tentara itu berangkat hendaklah Harun serta dengan anak-anaknya laki-lakipun datang hampir dan menurunkan tirai dinding itu dan menudungkan tabut assyahadat dengan dia.
14Dan lagi hendaklah kauperbuat akan kemah itu suatu tudung dari pada kulit kambing celupan merah, dan di atas itulah suatu tudung dari pada kulit mina gajah.
11yaitu tempat sembahyang serta dengan kemahnya dan tudungnya dan segala kait-kaitnya dan segala papannya dan segala kayu palangnya dan segala tiangnya dan segala kakinya,
12dan tabut serta dengan kayu pengusungnya dan tutupan gafirat itu dan tirai dinding tudung,
25Maka hendaklah dipikulnya segala kelambu kemah sembahyang dan kemah perhimpunan dan tudung yang di atasnya dan tudung yang dari pada kulit gajah mina yang di atas sekali dan tabir pintu kemah perhimpunan,
19Lalu diperbuatkannya akan teratak itu suatu tudungan dari pada kulit domba jantan celupan merah dan di atasnya suatu tudung dari pada kulit gajah mina.
4Dan diperbuatkannya pengusung dari pada kayu penaga, lalu disalutkannya dengan emas.
5Maka kayu pengusung itu dimasukkannya ke dalam gelangnya pada kiri kanan tabut, supaya tabut itu dapat diusung.
3Maka di dalamnya hendaklah engkau menaruhkan tabut assyahadat itu, lalu tudungilah tabut itu dengan tirai dinding.
6atau benang biru laut atau ungu atau kirmizi warnanya atau bisus atau bulu kambing,
7atau kulit domba jantan celupan merah atau kulit gajah mina atau kayu penaga,
4Dan lagi perbuatkanlah padanya dua bentuk gelang emas, di bawah karangan itu pada kedua sisinya, kiri kanan, ia itu akan tempat kayu pengusung, supaya dapat diusung oranglah akan dia.
5Maka kayu pengusung itu hendaklah kauperbuat dari pada kayu penaga, lalu salutkanlah dia dengan emas.
6Maka meja itu hendaklah kautaruh di hadapan tirai yang menudungi tabut assyahadat, di hadapan tutupan gafirat yang di atas assyahadat itu, yaitu di tempat Aku datang mendapatkan kamu kelak.
13Dan perbuatkanlah kayu pengusung dari pada kayu penaga dan salutkanlah dia dengan emas.
14Lalu masukkanlah kayu pengusung itu ke dalam gelang yang di kiri-kanan peti itu, supaya dengan dia juga peti itu dapat diusung oranglah.
15Maka hendaklah kayu pengusung itu selalu dalam gelang peti itu, tiada boleh ia itu dicabut.
16Kemudian hendaklah kaububuh dalam peti itu akan assyahadat, yang Kuberikan dikau kelak.
4Dan lagi benang warna biru laut dan ungu dan kirmizi dan kain halus dan bulu kambing.
5Dan kulit domba jantan celupan merah dan kulit mina gajah dan kayu penaga.
31Dan lagi hendaklah kauperbuat suatu tirai dari pada benang bisus yang dipintal, berwarna biru laut dan ungu dan kirmizi, tenunan berkerubiun, yaitu suatu perbuatan yang amat kepandaian;
32dan gantungkanlah dia dengan pengait emas pada empat batang tiang dari pada kayu penaga, yang tersalut dengan emas, serta dengan empat kakinya dari pada perak.
33Dan lagi hendaklah kaugantungkan tirai itu di bawah pengaitnya, lalu bawalah masuk peti assyahadat di belakang tirai itu, maka tirai itulah akan suatu dinding bagimu di antara tempat yang suci dengan tempat yang mahasuci.
7Karena kedua kerubiun itu mengembangkan sayapnya atas tempat tabut itu, dan kedua kerubiun itupun menudungi tabut dan kayu pengusungnya dari atas.
8Karena kedua kerubiun itu mengembangkan sayapnya atas tempat tabut itu, dan kedua kerubiun itupun menudungi tabut dan kayu pengusungnya dari atas.
34Maka segala jenang itu disalutkannya dengan emas, dan diperbuatkannya segala gelang pada tempat palang itupun dari pada emas, dan segala palang itupun disalutkannya dengan emas.
35Maka diperbuatkannya lagi suatu tirai dari pada benang bisus yang dipintal, berwarna biru laut dan ungu dan kirmizi, tenunan berkerubiun, yaitu suatu perbuatan yang amat kepandaian.
36Maka diperbuatkannya akan dia empat batang tiang dari pada kayu penaga, yang disalutkannya dengan emas; kait-kaitnyapun dari pada emas, dan dituangnya akan dia empat kaki dari pada perak.
20Maka diambilnya akan syahadat itu, diletakkannya dalam tabut dan dikenakannyalah kayu pengusung pada tabut itu dan dibubuhnya tutupan gafirat di atas tabut itu.
21Maka tabut itupun dibawanya masuk ke dalam kemah sembahyang, lalu digantungkannyalah tirai dinding itu, ditudunginya tabut assyahadat, setuju dengan firman Tuhan yang kepada Musa.
15Maka diperbuatkannya pengusung itu dari pada kayu penaga, lalu disalutkannya dengan emas akan mengusung meja itu.
6Maka kayu pengusung itu diperbuatkannya dari pada kayu penaga, lalu disalutkannya dengan tembaga.
28Maka kayu pengusung itu hendaklah kauperbuat dari pada kayu penaga dan salutkanlah dia dengan emas, lalu meja itu diusung dengan dia itu.
27Dan lagi diperbuatkannya padanya dua bentuk gelang dari pada emas di bawah karangan itu, pada kedua sisinya pada kiri kanannya, akan tempat kayu pengusung, supaya ia itu dapat diusung oranglah.
28Maka kayu pengusung itu diperbuatkannya dari pada kayu penaga, lalu disalutkannya dengan emas.
7yaitu kemah perhimpunan dan peti assyahadat dan tutupan gafirat yang di atasnya dan segala perkakas kemah itu,
31Dan lagi hendaklah kauperbuat baju selimut efod itu sama sekali biru laut warnanya.
6Dan lagi hendaklah kauperbuat akan mezbah itu kayu pengusungnya dari pada kayu penaga dan salutkanlah dia dengan tembaga.
36Maka pada pintu kemah itu hendaklah kauperbuat suatu tabir dari pada benang bisus yang dipintal, berwarna biru laut dan ungu dan kirmizi, suatu perbuatan bersuji.