Amsal 29:8

Terjemahan Lama

Orang pengolok-olok dapat menyalakan sebuah negeri, tetapi orang yang berbudi itu memadamkan marah.

Sumber Tambahan

Ayat Rujukan

  • Ams 11:11 : 11 Dengan berkat orang saleh negeripun diramaikan, tetapi oleh mulut orang jahat negeripun dirobohkan.
  • Ams 16:14 : 14 Bahwa kehangatan murka raja itu seperti malak-almaut; maka sebab itu orang yang berbudi akan memadamkan dia.
  • Yes 28:14-22 : 14 Maka sebab itu dengarlah olehmu firman Tuhan, hai orang pengolok-olok! hai kamu pemerintah bangsa ini yang di Yeruzalem! 15 Yang berkata demikian: Kami sudah berjanji-janjian dengan maut dan dengan alam barzakhpun kami sudah berteguhan janji; kendatilah cemeti yang membinasakan itu limpah atas sekaliannya, tiada juga ia akan sampai kepada kami; karena dusta telah kami jadikan perlindungan kami dan tipu dayapun telah kami jadikan tempat kami bersembunyi. 16 Maka sebab itu firman Tuhan Hua demikian: Bahwa sesungguhnya Aku membubuh sebuah batu alas di Sion, sebuah batu yang telah dicoba, sebuah batu penjuru yang indah-indah, yang teperalas dengan tetap teguhnya, maka barangsiapa yang percaya akan dia, ia itu tiada akan dipermalukan; 17 tetapi Aku juga akan melakukan hukum menurut tali sipat, dan keadilan menurut benang arang, maka pada masa itu hujan air beku akan menghapuskan perlindungan dusta, dan airpun akan meliputi tempat sembunyiannya; 18 dan perjanjian kamu dengan maut itu akan ditiadakan, dan janjimu dengan alam barzakh itu tiada akan teguh; apabila cemeti yang membinasakan itu limpah atas sekaliannya, maka kamupun akan dihancurluluhkan olehnya. 19 Ditangkapnya akan kamu kelak semenjak dan selamanya ia bergelora, maka iapun akan bergelora pada tiap-tiap pagi, baik siang baik malam; barangsiapa yang mendengar kabarnya sahaja itu kelak kegentaran belaka. 20 Pada masa itu tempat tidurpun akan kurang panjang bagi orang yang berbaring di atasnya, dan gebarpun akan kurang lebar bagi orang akan menyelubungkan dirinya dengan dia; 21 karena Tuhan akan bangkit seperti di atas gunung Perazim, dan murka-Nya akan bernyala-nyala seperti di lembah Gibeon; apabila dikerjakan-Nya pekerjaan-Nya, maka pekerjaan-Nya itu akan ajaib; apabila dilakukan-Nya perbuatan-Nya, maka perbuatan-Nya itupun akan ajaib. 22 Maka sekarangpun janganlah kamu membuat olok-olok, asal jangan kamu menerikkan pula tali pengikatmu, karena telah kudengar dari pada Hua, Tuhan serwa sekalian alam, bahwa suatu kebinasaan yang tertentu akan datang atas seluruh tanah itu.
  • Yer 15:1 : 1 Tetapi firman Tuhan kepadaku: Jikalau kiranya Musa dan Semuel sekalipun menghadap hadirat-Ku, tiada juga hati-Ku cenderung kepada bangsa ini; nyahkanlah mereka itu dari hadapan hadirat-Ku, suruhlah mereka itu pergi.
  • Yeh 22:30 : 30 Maka di antaranya Kucahari akan seorang yang membangunkan pagar tembok, dan yang berdiri di celah pagar di hadapan hadirat-Ku akan baiknya negeri itu, supaya jangan Aku membinasakan dia, tetapi akan seorangpun tiada Kudapati.
  • Am 7:2-6 : 2 Maka jadi apabila hampir-hampir dimakannya habis segala tumbuh-tumbuhan yang di tanah itu, maka sembahku: Ya Tuhan Hua! ampunilah kiranya! Bagaimana boleh Yakub lagi tetap berdiri, yang begitu kecil adanya? 3 Maka bersesallah Tuhan akan hal itu, lalu firman Tuhan: Tiada akan jadi itu. 4 Maka demikianlah diberi lihat Tuhan kepadaku: Bahwa Tuhan Hua menyuruh api melakukan hukum-Nya, maka dikeringkannya segala mata air, setelah sudah dimakannya habis dahulu segala perhumaan. 5 Lalu sembahku: Ya Tuhan Hua, berhentilah kiranya! bagaimana boleh Yakub lagi tetap berdiri, yang begitu kecil adanya? 6 Maka bersesallah Tuhan akan hal itu, lalu firman Tuhan Hua: Bahwa perkara ini juga tiada akan jadi.
  • Mat 27:39-43 : 39 Maka orang yang lalu-lalang di situ mencercai Dia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, 40 katanya, "Cih, Engkau yang meruntuhkan Bait Allah dan membangunkan dia pula di dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu sendiri. Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari kayu salib itu!" 41 Demikian juga segala kepala imam dan ahli Taurat dan orang tua-tua itu mengolok-olokkan Dia serta berkata, 42 "Orang lain sudah diselamatkan-Nya, tetapi tiada dapat menyelamatkan diri-Nya sendiri. Ia Raja orang Israel, sekarang hendaklah Ia turun dari salib, baharulah kita percaya akan Dia. 43 Ia sudah harap kepada Allah, biarlah sekarang Allah juga menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenankan Dia; karena Ia berkata: Aku Anak Allah."
  • Yoh 9:40-41 : 40 Maka beberapa orang Parisi yang beserta dengan Yesus, mendengar perkataan ini, lalu berkata kepada-Nya, "Kami pun butakah?" 41 Lalu kata Yesus kepada mereka itu, "Jikalau kamu buta, tiadalah kamu berdosa; tetapi sebab kamu berkata: Kami nampak, kekallah dosamu itu."
  • Yoh 11:47-50 : 47 Oleh sebab itu segala kepala imam dan orang Parisi menghimpunkan orang Majelis Besar, lalu berkata, "Apakah daya kita perbuat, sebab orang itu mengadakan banyak tanda ajaib? 48 Jikalau kita membiarkan Dia demikian kelak segala orang percaya akan Dia, lalu orang Rum akan datang mengambil tempat kita, dan bangsa kita pun ditawannya." 49 Maka di antara mereka itu adalah seorang bernama Kayafas, yaitu Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka itu, "Kamu ini tiada mengetahui barang apa pun, 50 tiada juga kamu memikirkan bahwa berfaedah bagi kamu, jikalau satu orang mati menggantikan kaum, asalkan jangan segenap bangsa akan binasa."
  • 1Tes 2:15-16 : 15 yang sudah membunuh Tuhan Yesus dan juga beberapa nabi, dan sudah menghambat kami ke luar. Maka mereka itu tiada menyukakan Allah dan melawan segala manusia, 16 serta melarangkan kami daripada berkata kepada orang kafir supaya mereka itu beroleh selamat; maka orang Yahudi itu senantiasalah menggenapkan dosa-dosanya; tetapi murka Allah sudah datang ke atasnya dengan sepenuh-penuhnya.
  • Yak 3:5-6 : 5 Demikianlah juga lidah, suatu anggota yang kecil, tetapi sangatlah ia membesarkan dirinya. Tengoklah berapa besarnya hutan dibakar oleh api yang kecil. 6 Adapun lidah itu suatu api; maka di antara segala anggota kita lidah itulah suatu dunia kejahatan, maka ialah yang mencacatkan segenap tubuh dan menghanguskan segala gerakan hidup kita, sedang ia sendiri dihanguskan oleh api neraka.
  • Yak 5:15-18 : 15 Maka doa yang disertai iman akan menyembuhkan orang sakit itu, dan Tuhan akan membangkitkan dia; dan jikalau ia sudah berbuat dosa, maka ia akan diampunkan dosanya. 16 Oleh sebab itu, hendaklah kamu masing-masing mengaku-akui dosamu di antara sama sendiri dan mendoa-doakan sama sendirimu, supaya kamu selamat. Adapun doa orang yang benar, dengan bersungguh-sungguh hati itu besar khasiatnya. 17 Adapun Elias itu sama sifatnya dengan kita, maka ia berdoa dengan yakin supaya jangan turun hujan, maka tiadalah turun hujan di tanah itu tiga tahun enam bulan lamanya. 18 Maka berdoa pula ia, lalu langit pun menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan isinya.
  • Kel 32:10-14 : 10 Maka sekarang biarkanlah Aku menyalakan murka-Ku akan dia serta menghanguskan dia, maka Aku akan menjadikan dikau suatu bangsa yang besar. 11 Tetapi Musa menyembah sujudlah di hadapan hadirat Tuhan, Allahnya, sambil sembahnya: Ya Tuhan! mengapa gerangan murka-Mu dinyalakan atas umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari negeri Mesir dengan kodrat-Mu yang besar serta dengan tangan yang kuat? 12 Mengapa gerangan orang Mesir berkata demikian: Dengan niat jahat telah dihantarkannya mereka itu keluar, hendak dibunuhnya mereka itu di antara gunung-gunung serta dibinasakannya mereka itu dari atas muka bumi? Berhentikan apalah kehangatan murka-Mu dan sayangkanlah kiranya umat-Mu dari pada dibinasakan! 13 Ingat apalah akan hamba-Mu Ibrahim dan Ishak dan Israel, yang telah Kaujanji dengan bersumpah demi diri-Mu, sambil firman-Mu: Aku akan memperbanyakkan benihmu sebanyak bintang di langit adanya, dan seluruh tanah yang telah Aku berfirman kepadamu akan halnya itu Kukaruniakan kelak kepada benihmu, menjadi miliknya pusaka selama-lamanya. 14 Maka pada masa itu bersesallah Tuhan akan celaka yang hendak didatangkan-Nya atas segala umat-Nya, seperti firman-Nya.
  • Bil 16:48 : 48 Maka berdirilah ia di antara orang mati dengan orang hidup, lalu berhentilah bala itu.
  • Bil 25:11 : 11 Bahwa Pinehas bin Eliazar bin Harun, yang imam itu, telah mengundurkan murka-Ku dari atas bani Israel, sebab telah dituntutnya bela cemburuan-Ku di tengah-tengah mereka itu, sehingga tiada Aku membinasakan bani Israel dengan cemburuan-Ku.
  • Ul 9:18-20 : 18 Setelah itu maka menyembah sujudlah aku di hadapan hadirat Tuhan, seperti dahulu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya, rotipun tiada kumakan, airpun tiada kuminum, karena sebab segala dosamu, yang telah kamu perbuat dengan melakukan perkara yang jahat kepada pemandangan Tuhan, hendak menggalakkan murka-Nya. 19 Karena adalah aku dalam ketakutan sangat dari sebab kehangatan dan kepanasan murka Tuhan akan kamu, sehingga hendak dibinasakan-Nya kamu sekalian; tetapi didengar Tuhan akan daku lagi pada sekali ini. 20 Maka akan Harunpun sangatlah murka Tuhan, sehingga hendak dibinasakan-Nya ia, tetapi akan hal Harunpun aku meminta doa pada masa itu.
  • 2Sam 24:16-17 : 16 Maka apabila malaekat itu mengedangkan tangannya ke atas Yeruzalem hendak membinasakan dia, bersesallah Tuhan akan jahat itu, lalu firman-Nya kepada malaekat yang mengadakan kebinasaan di antara orang banyak itu: Cukuplah begitu; sekarang undurkanlah tanganmu. Adapun pada ketika itu adalah malaekat Tuhan itu hampir ke tempat mengirik Arauna, orang Yebuzi itu. 17 Demi terlihat Daud akan malaekat yang memalu orang banyak itu, maka sembahnya kepada Tuhan: Bahwa aku, bahkan aku juga yang berdosa dan aku yang sudah berbuat perkara yang tiada baik, tetapi entah apa gerangan perbuatan segala kambing domba ini? Biar apalah tangan-Mu lawan aku dan lawan segala isi rumah bapaku!

Ayat Serupa (AI)

Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.

  • 9Bahwa orang berbudi dengan orang bodoh berbantah-bantah selalu, baik dengan amarah baik dengan tertawa, tiada juga berhentinya.

  • Ams 9:7-8
    2 ayat
    75%

    7Barangsiapa yang menegurkan orang pengolok-olok, ia itu mendapat malu bagi dirinya sendiri, dan orang yang menggusar akan orang jahat itu mendapat cela bagi dirinya sendiri.

    8Janganlah menegur akan orang pengolok-olok itu, supaya jangan dibencinya akan dikau, melainkan tegurkanlah orang yang berbudi, niscaya dikasihinya akan dikau kelak.

  • 9Kepikiran bodoh itulah dosa adanya, dan si pengolok-olok itu kebencian kepada orang sekalian.

  • 6Bahwa orang pengolok-olok itu mencari hikmat pada tempat yang tiada ia, tetapi pengetahuan itu menjadi mudah kepada orang yang budiman.

  • 74%

    16Seorang yang berbudi itu takut dan undur dari pada jahat, tetapi orang bodoh berbuat dosa berlapis-lapis, maka senanglah juga hatinya.

    17Barangsiapa yang segera akan marah, ia itu kelak berbuat perkara yang bodoh, dan orang yang jahat niatnya itu akan dibenci.

  • 73%

    22Seorang pemarah itu menerbitkan perkelahian, dan orang yang angat nafsunya itu melimpahkan kesalahan.

    23Bahwa congkak itu merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hatinya itu berpegang akan kemuliaan.

  • 25Jikalau dipalu akan orang pengolok-olok maka orang bodoh akan bijak kelak, jikalau ditegur akan orang yang berakal, maka dinyatakannya pengetahuan kelak.

  • 10Halaukanlah orang pengolok-olok itu ke luar, maka perkelahianpun akan keluar sertanya, dan perselisihan dan kecelaanpun akan berhenti.

  • 73%

    11Jikalau pengolok-olok disiksa, maka orang bodoh menjadi berbudi, dan jikalau orang berbudi diajarkan, maka iapun mendapat pengetahuan.

    12Bahwa orang yang benar mencamkan baik-baik hal rumah orang jahat, bila dijatuhkannya dirinya ke dalam kebinasaan.

  • 11Orang bodoh itu mengeluarkan segala kepikiran hatinya, tetapi orang yang berbudi menahankan dia sampai kemudian kelak.

  • 22Orang yang berbudi itu memanjat kota benteng orang yang gagah, serta diempaskannya ke bawah kubunya yang tiada teralahkan.

  • 12Bahwa orang pengolok-olok tiada suka kalau orang menegurkan dia; dijauhkannya dirinya dari pada orang yang berbudi.

  • 9Patutlah malu dan terkejut segala orang alim itu, karena sudah didapati akan budi mereka itu, bahwasanya mereka itu sudah membuangkan firman Tuhan, entah hikmat apa boleh ada padanya?

  • 72%

    28Seorang fasik yang bersaksi, ia itu menghinakan hukum, dan mulut orang jahat itu menelan kejahatan.

    29Bahwa hukum siksa adalah tersedia bagi orang pengolok-olok dan palupun bagi belakang orang jahil.

  • 72%

    20Karena pada masa itu orang lalim itu tiada lagi, dan si pengolok-olokpun berkesudahan, dan segala orang yang berniat jahat belaka itu sudah ditumpas.

    21Yaitu segala orang yang menyalahkan orang sebab sepatah kata jua, dan yang memasang jerat akan orang yang mencahari kebenaran di dalam pintu gerbang, dan yang memutarbalikkan perkara orang yang benar itu dengan tipunya.

  • 19Orang yang benar akan melihat kebinasaan mereka itu dengan sukahatinya dan orang yang suci dari pada salah itu akan mengolok-olok mereka itu,

  • 1Bahwa sahut yang lembut itu memadamkan amarah yang bernyala-nyala, tetapi perkataan yang tajam menggalakkan amarah.

  • 7Orang benar itu memperhatikan hal perkara orang miskin, tetapi orang jahat tiada peduli akan dia.

  • 16Bahwa amarah orang bodoh itu nyatalah pada sebentar juga, tetapi orang yang bijaksana itu, menudungi malu.

  • 72%

    8Adapun hikmat orang yang berbudi itu, ia itu diketahuinya jalannya sendiri, tetapi bebalnya orang bodoh itu penipu adanya.

    9Bahwa orang bodoh kelak mencahari dalih-dalih akan salahnya, tetapi antara orang benar adalah pengasihan.

  • 24Siapa gerangan orang congkak dan sombong yang kelakuannya jemawa begitu? Ia itulah pengolok-olok namanya.

  • 8Bahwa orang akan dikenangkan sebab budinya, tetapi orang yang degil hatinya itu akan dibenci.

  • 29Orang yang panjang sabar hatinya itu besarlah akal budinya, tetapi orang yang segera menurut nafsunya itu membesarkan perkara yang bodoh-bodoh.

  • 72%

    11Dengan berkat orang saleh negeripun diramaikan, tetapi oleh mulut orang jahat negeripun dirobohkan.

    12Barangsiapa yang mencelakan samanya manusia, ia itu tiada berbudi, tetapi orang yang bijaksana sangat berdiam dirinya.

  • 18Orang yang lekas marah itu membangkitkan perbantahan, tetapi panjang sabar memadamkan perbantahan.

  • 14Bahwa kehangatan murka raja itu seperti malak-almaut; maka sebab itu orang yang berbudi akan memadamkan dia.

  • 14Adapun orang yang berbudi itu menaruh pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh itu hampir kepada kebinasaan.

  • 14Maka sebab itu dengarlah olehmu firman Tuhan, hai orang pengolok-olok! hai kamu pemerintah bangsa ini yang di Yeruzalem!

  • 12Orang bijaksana itu, serta dilihatnya jahat, maka disembunikannya dirinya, tetapi orang bodoh melangsung juga, lalu kena.

  • 3Apabila orang masuk ke dalam celaka oleh sebab kebodohannya sendiri, maka hatinya bersungut-sungut akan luput.

  • 26Seorang raja yang berbudi itu menampi orang-orang yang jahat dan menjalankan jantera pengirikan dari atasnya.

  • 3Bahwa dalam mulut orang bodoh adalah cemeti congkak, tetapi lidah orang yang berbudi itu memeliharakan dia.

  • 11Seorang kaya sangka akan dirinya pandai, tetapi orang papa yang berakal itu menyelidik akan dia.

  • 19Bahwa orang alim dikuatkan oleh hikmat terlebih dari pada kota benteng dikuatkan oleh sepuluh orang panglima perang.

  • 3Barang di mana masuklah dosa, di sanapun masuklah kehinaan, karena arang di muka itu selalu disertakan malu.

  • 12Jikalau engkau berbudi maka itu karena dirimu sendiri juga; jikalau engkau seorang pengolok-olok, maka engkau juga yang akan menanggungnya.

  • 1Orang yang ditegurkan kerap kali maka ditegarkannya juga tengkuknya, ia itu akan binasa dengan segeranya, sehingga tiada dapat ditolong lagi.

  • 10Maka dicelakannya raja-raja dan dibuatnya olok-olok akan segala penghulu; ditertawakannya segala benteng, karena ditimbunkannya lebu dan diangkatnya akan dia.

  • 3Orang bijaksana itu serta dilihatnya jahat, maka disembunyikannya dirinya, tetapi orang bodoh melangsung juga lalu kena.

  • 35Orang yang budiman itu akan mempusakai kemuliaan, tetapi orang ahmak itu ketahuan oleh malunya termata-mata.

  • 1Bahwa seorang anak yang berbudi itu menurut pengajaran bapanya, tetapi seorang angkara tiada suka mendengar tegur.

  • 22Berapa lamakah, hai orang bodoh! kamu suka akan kebodohan, dan orang pengolok itu suka akan olok-olok dan orang ahmak itu benci akan pengetahuan?