Amsal 31:2
Apa, hai anakku, dan apa, hai anak rahimku, dan apa, hai anak nazarku!
Apa, hai anakku, dan apa, hai anak rahimku, dan apa, hai anak nazarku!
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
1Bahwa inilah perkataan raja Lemuil, yang diajarkan kepadanya oleh bundanya.
3Janganlah engkau menyerahkan kuatmu kepada perempuan dan jangan pula jalanmu kepada mereka yang membinasakan raja-raja.
25maka sebab itu hendaklah engkau menyukakan ibu bapamu, supaya orang tuamu merasai kesukaan yang demikian.
26Hai anakku! serahkanlah hatimu kepadaku, dan biarlah matamu memandang baik-baik kepada jalanku;
20Hai anakku! peliharakanlah hukum bapamu dan janganlah engkau meninggalkan pesan ibumu.
3Akan daku, maka aku seorang anak bapaku yang lembut, lagi anak kekasih kepada pemandangan ibuku.
8Hai anakku! dengarlah akan pengajaran bapamu dan jangan kautinggalkan pesan ibumu.
10Wai bagi orang yang berkata kepada bapanya demikian: Apakah kaujadikan? atau kepada ibunya: Apakah kauperanak?
18(karena dari pada kecilku aku memeliharakan dia seperti kalau akulah bapanya, dan dari pada rahim ibuku akulah kepadanya akan seorang pemimpin);
8Sebab itu sekarangpun, hai anakku, dengarlah akan kataku dan buatlah barang, yang kupesan akan dikau:
21Setelah bangun patik pada pagi hari hendak menyusui anak patik, bahwa sesungguhnya sudah mati ia, tetapi setelah patik mengamat-amati akan dia pada pagi itu, heran, maka nyatalah bukan ia ini anak patik, yang telah patik peranakkan itu.
22Maka pada masa itu kata perempuan yang lain itu: Bukan, melainkan yang hidup itu anakku dan yang mati itu anakmu! tetapi kata perempuan ini: Bukan, melainkan yang mati itulah anakmu dan yang hidup itu anakku! Demikian berbantah-bantahlah keduanya di hadapan baginda.
23Lalu titah baginda: Kata seorang: Inilah anakku yang hidup itu, tetapi anakmu itu yang sudah mati; dan kata seorangnya: Bukan, melainkan yang mati itu anakmu dan yang hidup itu anakku.
20Betapa gerangan, hai anakku! engkau membuang dirimu kepada perempuan jalang, serta meriba akan orang yang tiada ketahuan?
28Dan lagi titah baginda kepadanya: Apakah perkaramu? Maka sembahnya: Bahwa perempuan ini telah berkata kepada patik demikian: Berikanlah anakmu, supaya kita makan dia pada hari ini, maka esok hari kita akan makan anakku.
1Bahwa inilah amsal Sulaiman. Adapun seorang anak yang bebudi, ia itu menyukakan hati bapanya, tetapi anak yang bodoh itu medukacitakan hati ibunya.
11Hai anakku! hendaklah engkau berbudi, dan sukakanlah hatiku, supaya dapat aku memberi jawab akan orang yang mencelakan daku.
7Maka sebab itu, hai anak-anakku, dengarlah kiranya akan daku, dan janganlah lalui perkataan mulutku.
1Hai anakku! janganlah kiranya engkau melupakan hukumku, melainkan hendaklah hatimu memeliharakan segala pesanku.
26Tetapi bersembah perempuan yang ibunya anak hidup itu, sebab belas kasihan hatinya akan anaknya, sembahnya kepada baginda: Ya tuanku! berikanlah juga anak yang hidup itu kepadanya, janganlah kiranya tuanku bunuh akan dia! Tetapi kata perempuan yang lain itu: Biarlah anak itu bukan engkau punya bukan aku punya, baiklah dipenggal juga.
27Maka pada masa itu sahut baginda, titahnya: Berikanlah olehmu anak yang hidup itu kepada perempuan itu, janganlah kamu bunuh, karena ia itulah emaknya.
15Hai anakku! jikalau hatimu berbudi, niscaya bersukacitalah hatiku, bahkan, hatiku,
1Hai anakku! jikalau engkau menerima perkataanku serta menaruh hukum-hukumku dalam hatimu,
25Seorang anak bodoh menjadi kedukaan kepada bapanya, dan kepahitan kepada ibunya, yang telah memperanakkan dia.
3Bahwasanya anak-anak itulah bahagian pusaka dari pada Tuhan, dan perihal baik itulah suatu anugerah adanya.
2Asal jangan Aku mengupaskan pakaiannya sampai ia telanjang dan Kutaruh akan dia seperti pada hari jadinya; asal jangan Kujadikan dia akan tanah pasir dan Kutaruh ia akan tanah yang kering dan Kubiarkan ia mati oleh dahaga.
17Lalu sembahnya kepadanya: Ya tuanku! bukankah tuanku sudah bersumpah kepada patik demi Tuhan, Allah tuanku, titah tuanku: Tak akan jangan Sulaiman, anakmu itu, akan menjadi raja kelak kemudian dari padaku dan iapun akan duduk di atas takhta kerajaanku ini!
1Hai anakku! perhatikanlah kiranya hikmatku, dan cenderungkanlah telingamu kepada akal budiku,
1Dan lagi datanglah firman Tuhan kepadaku, bunyinya:
2Hai anak Adam! adalah dua orang perempuan, anak seibu juga;
24Maka sekarangpun, hai anak-anakku! dengarlah kiranya olehmu akan daku dan perhatikanlah perkataan mulutku.
3Tetapi adapun seorang perempuan, apabila ia bernazar kepada Tuhan atau berjanji hendak menjauhkan dirinya dari pada barang sesuatu pada masa ia lagi dalam rumah bapanya seperti anak dara,
1Hai anakku! peliharakanlah kiranya segala perkataanku dan taruhlah akan segala pesanku dalam hatimu.
56Adapun orang perempuan di antara kamu yang lemah lembut dan berlezat, sehingga tiada biasa ia menjejakkan tapak kakinya pada bumi sebab lezatnya dan lembutnya, ia itu akan menjeling dengan dengki akan laki ribaannya dan akan anaknya laki-laki dan akan anaknya perempuan,
22Dengarlah olehmu akan kata bapamu, yang telah menjadikan dikau, dan jangan engkau mencelakan ibumu pada masa tuanya.
18Maka jikalau pada barang seorang ada anak laki-laki yang nakal dan durhaka, yang tiada mau dengar akan kata bapanya atau akan kata ibunya, maka telah disiksakannya akan dia tiada juga ia mau dengar,
20lalu pinggangnya tiada mendoakan berkat atasku sebab bulu anak dombaku sudah memberi suhu kepadanya;
2Maka katanya kepada ibunya: Adapun seribu seratus keping perak, yang telah dicuri dari pada ibuku dan yang telah ibuku sumpahkan di hadapan pendengaranku, sesungguhnya segala uang itu adalah padaku, karena aku yang telah mengambil dia. Maka kata ibunya: Diberkatilah kiranya Tuhan akan dikau, hai anakku!
13Penyakit datang atasnya seperti atas perempuan yang hendak beranak; bahwa ialah seperti anak yang tiada berbudi, apabila genaplah harinya tiada diberinya dirinya diperanakkan.
20Hai anakku! perhatikanlah segala perkataanku dan cenderungkanlah telingamu kepada pengajaranku.
27Hai anakku, jikalau engkau berhenti dari pada mendengar akan pengajaran, maka sesatlah engkau kelak dari pada jalan pengetahuan.
17Maka sembah seorang: Ya tuanku! bahwa patik dan perempuan ini duduk serumah, dan patik kedua ini sudah beranak dalam rumah itu.
22Maka sahut baginda raja Sulaiman kepada bunda baginda, katanya: Mengapa bundaku minta Abisaj, perempuan Sunami itu, akan Adonia? Pintalah juga sekerajaan ini akan dia, karena iapun abangku, yang tua dari padaku; bahkan, akan dia dan akan imam Abyatar dan akan Yoab bin Zeruyapun.
13Maka kata ibunya kepadanya: Pulanglah laknatmu itu kepadaku, hai anakku! melainkan dengarlah juga akan kataku dan pergilah ambil dia akan daku.
20Ya Tuhan, lihatlah kiranya dan pandanglah! siapakah dia yang sudah Kauperbuat demikian? Patutkah perempuan makan anak buahnya, yaitu anak-anak yang diribanya? Patutkah imam dan nabipun dibunuh di dalam tempat kesucian Tuhan?
14apa gerangan kuperbuat apabila bangkit berdiri Allah, apabila Ia datang menghukumkan kedua kami? apa gerangan kujawab kepadanya?
15Adapun Yang menjadikan daku di dalam rahim ibuku, bukankah Ia sudah menjadikan diapun? Bukankah Esa jua adanya yang menjadikan kedua kami di dalam rahim?
27Maka sahaya sudah meminta budak ini, dan Tuhan telah mengaruniakan barang yang telah sahaya pinta kepadanya.
28Dan lagi tiada kauberi aku mencium anak-anakku laki-laki dan perempuan? Bahwa dengan demikian telah kauperbuat suatu pekerjaan yang bodoh.