Mazmur 16:8
Maka pada sedekala aku melihat Tuhan di hadapanku, sebab adalah Ia pada kananku, maka tiada aku akan tergelincuh.
Maka pada sedekala aku melihat Tuhan di hadapanku, sebab adalah Ia pada kananku, maka tiada aku akan tergelincuh.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
25Karena Daud mengatakan tentang Dia demikian: Bahwa Aku terpandang-pandang akan Tuhan senantiasa di hadapanku, karena Ia ada pada kananku, supaya jangan aku bergoyang.
9Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwakupun bergemar, dan lagi tubuhkupun akan tidur dengan senangnya.
16Bahwa tangan kanan Tuhan itu amat tinggi adanya, dan tangan kanan Tuhanpun mengerjakan pekerjaan orang perkasa.
17Maka tiada aku akan mati, melainkan hidup, dan akupun akan menceriterakan segala perbuatan Tuhan.
12Maka dengan ini boleh kuketahui bahwa Engkau berkenan akan daku jikalau seteruku tiada bertempik sorak akan halku.
23Maka sebab itu senantiasa aku hendak hampir dengan Dikau, maka Engkau juga yang memegang tanganku kanan.
11Maka Engkau memberitahu aku jalan yang menuju kehidupan; kekenyangan dengan sukacita adalah di hadapan hadirat-Mu dan kesedapan pada kanan-Mu sampai selama-lamanya!
1Surat peringatan Daud. -- Peliharakanlah aku, ya Allah! karena aku harap akan Dikau.
6Bahwa Tuhan adalah menyertai aku, maka tiada aku akan takut; apa gerangan manusia pengapakan daku?
7Bahwa Tuhan adalah sertaku di antara segala penolongku, maka sebab itu aku memandang akan segala pembenciku.
6Bahwasanya pada selama-lamanya tiada ia tergelincir, dan peringatan akan orang yang benar itu kekal selama-lamanya.
15Bahwa selalu mataku menengadah kepada Tuhan, karena Ia juga akan mengeluarkan kakiku dari dalam jaring.
7Bahwa aku hendak memuji-muji Tuhan, yang telah memberi bicara akan daku; maka bagi yang demikian rindu hatiku akan mengajar aku pada tiap-tiap malam juga.
8Karena Engkau telah menjadi penolongku, maka di bawah naung sayap-Mu aku akan menyanyi dengan sukacita.
8Maka Engkau, ya Tuhan! telah melepaskan jiwaku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakikupun dari pada kesentuhan.
9Maka sekarang aku akan berjalan kelak di hadapan hadirat Tuhan dalam negeri orang hidup.
5Bahwa Tuhan itu Penunggumu, dan Tuhanpun naungmu pada tanganmu kanan.
5Bahwa Tuhanlah bahagianku pusaka dan pialaku; Engkau telah mengaruniai aku dengan suatu milik yang luas.
6Karena murka-Nya sesaat jua lamanya, tetapi keridlaan-Nya tahan seumur hidup; maka pada malam hari adalah tangisan, tetapi pada pagi hari tempik sorak!
6Tetapi engkau, hai jiwaku! berdiamlah dirimu bagi Allah, karena dari pada-Nya juga adalah pengharapanku.
1Mazmur Daud dari hal diubahkannya kelakuannya di hadapan Abimelekh, yang menghalaukan dia, sehingga iapun terlepas.
5Maka Tuhan adalah pada kananmu, dan Iapun akan memarangkan raja-raja pada masa murka-Nya.
6Maka sesungguhnya kebajikan dan kemurahan akan mengikut aku pada segala hari umur hidupku, maka aku akan masuk selalu ke dalam bait Tuhan sampai selama-lamanya.
168Dan aku memeliharakan segala firman-Mu dan kesaksian-Mu, karena segala jalanku adalah di hadapan hadirat-Mu.
7Bahwa Tuhan itu kuatku dan perisaiku, pada-Nya haraplah hatiku, maka aku sudah ditolong! Sebab itu berbangkitlah sukacita dalam hatiku dan aku memuji-muji akan Dia dengan nyanyiku.
14Karena aku telah mendengar fitnah kebanyakan orang; ketakutan ada berkeliling, karena mereka itu berbicara bersama-sama dari halku dan bermufakat hendak mengambil jiwaku.
1Mazmur Daud. -- Benarkan apalah halku, ya Tuhan! karena aku melakukan diriku dengan tiada bersalah dan aku harap akan Tuhan; janganlah beri aku tergelincuh.
16Bahwa tiada aku tahu memaksa-maksa terlebih dari pada patut kepada seorang gembala; dan lagi tiada aku menghendaki hari yang amat celaka itu; Engkau juga yang mengetahuinya; bahwa barang yang sudah keluar dari pada mulutku itu adalah di hadapan hadirat-Mu.
10Sudahkah dilupakan Allah mengasihani? Sudahkah ditutup-Nya segala rahmat-Nya dengan murka-Nya? -- Selah.
2Bahwasanya hatiku berdiam dirinya di hadapan Allah, maka dari pada Tuhan adalah selamatku.
2Maka katanya: Dengan sungguh-sungguh hati aku mengasihi akan Dikau, ya Tuhan! yang kuatku!
17Ia sudah dibakar habis dengan api serta ditebang, maka mereka itu dibinasakan oleh hardik dari hadirat-Mu.
6Maka iapun berkata dalam hatinya: Tiada aku akan tergelincuh sampai selama-lamanya; belum pernah aku kena barang sesuatu celaka.
22Karena telah kuturut segala jalan Tuhan, dan tiada aku menyimpang dengan khianat dari pada Allahku.
11Pada Allah aku akan memuji-muji firman-Nya; pada Tuhan aku akan memuji-muji firman-Nya.
21Bahwa dibalas Tuhan akan daku sekadar kebenaranku, dan dianugerahinya aku sekadar kesucian tanganku.
6Bahwa aku berbaring tidur, lalu jaga pula, karena Tuhan telah menguatkan daku.
2Karena telah dicenderungkan-Nya telinga-Nya kepadaku, maka sebab itu aku hendak berseru kepada-Nya dalam segala kesukaranku.
35Diajar-Nya tanganku berperang, sehingga lenganku dapat mengedangkan busur besi kersani.
36Maka Engkau juga yang telah mengaruniakan kepadaku perisai selamat yang dari pada-Mu itu, dan tangan kanan-Mu telah menyokong aku, dan lemah lembut-Mu telah membesarkan aku.
4Haraplah pada Tuhan sampai selama-lamanya, karena Tuhan Hua itulah bukit batu yang kekal.
7Karena Engkau menjadikan dia berkat selama-lamanya, dan Engkau menyukakan dia dengan kesukaan besar di hadapan hadirat-Mu.
117Bantulah akan daku, niscaya terpeliharalah aku; maka selalu hatiku bersukacita akan segala syariat-Mu.
1Nyanyian Hamaalot. -- Adapun orang yang harap pada Tuhan, ia itu seperti bukit Sion adanya, yang tiada bergoncang, melainkan tetaplah ia pada selama-lamanya.
31Sebab Iapun berdiri pada kanan orang yang miskin, akan melepaskan dia dari pada orang yang menghukumkan dia akan mati dibunuh.
15Maka pada masa rambutnya sudah putih mereka itu lagi akan berbuah-buah dan jadi subur dan hijau rupanya, (92:16)supaya dimasyhurkannya bahwa benarlah Tuhan; maka Ialah gunung batuku dan lalimpun tiada dalamnya.
32Karena siapakah Allah melainkan Tuhan? dan siapakah gunung batu melainkan Allah kita?
8Ya Tuhan! aku suka akan kedudukan rumah-Mu dan akan tempat kemah kemuliaan-Mu.
6sehingga dengan yakin kita dapat berkata: Bahwa Tuhanlah Penolong aku, tiadalah aku takut kelak. Apakah gerangan manusia boleh buat ke atasku?
4Pandanglah dan dengarlah kiranya akan daku, ya Tuhan, Allahku! terangkan apalah mataku, supaya jangan aku tidur mati!