Zakharia 6:5
Maka sahut malaekat itu, katanya kepadaku: Bahwa inilah keempat angin di langit, yang keluar setelah sudah ia menghadap dahulu hadirat Tuhan seluruh bumi.
Maka sahut malaekat itu, katanya kepadaku: Bahwa inilah keempat angin di langit, yang keluar setelah sudah ia menghadap dahulu hadirat Tuhan seluruh bumi.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
1Maka kembali pula kuangkat mataku dan kulihat, bahwasanya adalah keluar empat buah rata dari antara dua buah gunung, maka gunung itu dari pada tembaga.
2Pada rata yang pertama adalah kuda merah dan pada rata yang kedua adalah kuda hitam,
3dan pada rata yang ketiga adalah kuda putih, dan pada rata yang keempat adalah kuda dauk, semua kuda teji.
4Maka ujar aku, kataku kepada malaekat yang berkata dengan aku: Apakah artinya ini, tuan?
6Adapun raja yang berkuda hitam itu, ia itu keluar ke tanah Utara, dan yang putih itu keluar kemudian ke Barat, dan yang dauk itu keluar ke Selatan.
7Dan yang merah itu keluar sambil berjalan sambil mencahari berkeliling di bumi itu; karena sudah katanya: Pergilah, berjalanlah keliling di bumi. Lalu berjalanlah ia berkeliling di bumi itu.
8Lalu berserulah ia kepadaku, katanya kepadaku: Bahwasanya adapun yang sudah pergi ke tanah Utara itu, ia itu sudah menaruh Roh-Ku pada tanah Utara itu.
1Kemudian daripada itu aku tampak empat malaekat terdiri pada keempat penjuru alam, memegang keempat mata angin, supaya jangan angin bertiup di bumi atau di laut atau di atas sesuatu pohon kayu.
2Maka aku tampak pula ada seorang malaekat lain naik daripada matahari hidup, memegang meterai Allah yang hidup itu; maka malaekat itu pun berteriaklah dengan suara besar kepada keempat malaekat itu, yang sudah dikaruniakan kuasa merusakkan bumi dan laut itu,
9Maka sembahku: Apakah artinya sekalian ini, ya tuan? Maka sahut malaekat yang berkata kepadaku itu: Bahwa Aku akan menyatakan kepadamu artinya sekalian ini.
10Lalu sahut orang yang berdiri di tengah-tengah pokok murd itu, katanya: Inilah dia, yang disuruhkan Tuhan keluar akan berjalan keliling pada seluruh bumi.
11Maka sahutlah mereka itu kepada Malaekat Tuhan, yang berdiri di tengah-tengah pokok murd itu, katanya: Bahwa kami sudah berkeliling di atas bumi, maka sesungguhnya seluruh bumi itu selamat sentosa.
4Maka sahutlah aku, kataku kepada malaekat yang berkata dengan aku itu: Ya tuan! Apakah artinya ini?
5Maka sahut malaekat yang berkata dengan aku itu, katanya kepadaku: Tiadakah engkau tahu artinya ini? Maka kataku: Tidak tuan!
13Maka malaekat yang keenam itu pun meniup sangkakalanya, lalu aku dengar suatu suara keluar dari keempat tanduk tempat persembahan emas yang di hadirat Allah itu,
14mengatakan kepada malaekat yang keenam yang memegang sangkakala itu, "Lepaskanlah keempat malaekat yang terikat dekat sungai yang besar, yaitu Sungai Ferat."
5Maka kembali pula datanglah malaekat yang berkata dengan aku itu, katanya kepadaku: Sekarang angkatlah matamu dan lihatlah barang yang akan keluar sekarang.
6Maka kataku: Apakah ini? Maka sahutnya: Barang yang keluar sekarang, ia itu sebuah efa, dan lagi katanya: Inilah perbuatan mereka yang jahat dalam segenap negeri itu.
5Maka keluarlah dari dalam arasy itu kilat dan beberapa suara dan guruh; dan ada tujuh buah pelita berpasang di hadapan arasy itu; yaitu ketujuh Roh Allah.
6Dan di hadapan arasy itu seolah-olah laut kaca, seperti hablur rupanya dan di tengah arasy serta berkeliling arasy itu ada empat zat yang hidup, penuh dengan mata di hadapan dan di belakang.
7Adapun zat yang hidup yang pertama itu seperti rupa singa, dan zat yang hidup yang kedua seperti anak lembu, dan zat yang hidup yang ketiga seperti muka manusia, dan zat yang hidup yang keempat seperti burung nasar yang terbang.
8Maka keempat zat yang hidup itu masing-masing ada bersayap enam, penuh dengan mata sekeliling di luar dan di dalam; maka keempatnya dengan tiada berhenti siang malam menyebut, "Kudus, kudus, kudus Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, Yang sudah sedia ada, dan Yang ada, dan Yang akan datang kelak."
13Maka jawabnya kepadaku, katanya: Tiadakah engkau tahu artinya ini? Maka sahutku: Tidak tahu, tuan!
14Lalu katanya: Bahwa inilah kedua pucuk minyak yang berdiri di hadapan Tuhan seluruh bumi!
5Dan lagi dari tengahnya keluarlah rupa binatang empat ekor, maka inilah rupanya: Adalah padanya seperti rupa manusia juga.
6Dan tiap-tiap binatang itu bermuka empat, dan pada tiap-tiapnya adalah empat sayapnya,
2Maka aku tampak ketujuh malaekat yang berdiri di hadirat Allah itu, maka dikaruniakanlah kepada mereka itu tujuh sangkakala.
19Apabila berjalanlah binatang itu maka berpusinglah segala jentera itupun pada sisinya, dan apabila binatang itu naik dari atas bumi, maka segala jentera itupun naiklah.
20Barang ke manapun dikehendaki oleh roh, ke sanapun perginya; apabila roh itu hendak berjalan, lalu segala jentera itu terangkat sertanya, karena roh binatang itu adalah di dalam segala jentera itu.
21Apabila ini berjalan, lalu itupun berpusinglah; apabila ini berhenti, lalu itupun berhentilah; apabila ia naik dari atas bumi, segala jentera itupun terangkatlah sertanya, karena roh binatang itu adalah di dalam segala jentera itu.
1Maka aku tampak bagaimana Anak domba itu membuka satu dari antara ketujuh meterai itu, lalu aku dengar satu dari antara keempat zat yang hidup itu berkata seperti bunyi guruh, "Marilah."
7Tatkala Anak domba itu membuka meterai yang keempat itu, aku dengar suara zat yang hidup yang keempat itu berkata, "Marilah."
19Maka kataku kepada malaekat yang berkata dengan aku itu: Apakah artinya ini? Maka sahutnya kepadaku: Bahwa tanduk inilah dia yang sudah menganiayakan Yehuda dan Israel dan Yeruzalem.
6Maka aku tampak di tengah-tengah arasy, di antara keempat zat yang hidup, dan di tengah segala ketua-ketua itu terdirilah seekor anak domba seperti sudah tersembelih rupanya, yang bertanduk tujuh, dan bermata tujuh, yaitu ketujuh Roh Allah, yang sudah disuruhkan ke seluruh bumi ini.
15Maka bila kulihat binatang itu sesungguhnya di tanah adalah suatu jentera pada sisi tiap-tiapnya, yang ada empat tepinya.
2Maka jawab Daniel, katanya: Bahwa kulihat dalam khayal pada malam, sesungguhnya turunlah keempat angin dari langit menimpa lautan besar.
10Maka kataku kepada malaekat yang berkata dengan aku itu: Ke mana hendak dibawa orang ini akan efa itu?
12Demikianlah masing-masingnya berjalan menuju tempat yang di hadapan mukanya; barang ke mana yang dikehendaki oleh Roh, ke sanapun berjalanlah ia, maka dalam berjalan itu tiada ia berpaling dirinya.
8Dan di bawah sayapnya adalah tangan manusia pada keempat pihaknya, dan satu muka dan satu sayap adalah pada tiap-tiap keempat pihaknya itu.
3Maka sesungguhnya berjalanlah malaekat yang berkata dengan aku itu, lalu keluarlah seorang malaekat yang lain bertemu dengan dia.
11Apabila ia berjalan maka berjalanlah ia pada keempat pihaknya, dan dalam berjalan itu tiada ia berpaling dirinya; karena ke tempat yang dituju kepalanya ke sana juga ia mengikut, tiada ia berpaling dirinya dalam berjalan itu.
6Maka ketujuh malaekat yang memegang ketujuh sangkakala itu bersedialah hendak meniup.
6lalu keluarlah dari dalam Rumah Allah itu ketujuh malaekat yang memegang ketujuh bala itu, berkainkan kain kasa bersih yang bercahaya, dan bergetangdadakan cindai daripada emas.
7Maka satu daripada keempat zat yang hidup itu mengunjukkan kepada ketujuh malaekat itu tujuh buah bokor emas, penuh dengan murka Allah yang hidup selama-lamanya.
2Dan aku tampak pula seorang malaekat yang gagah memberitakan dengan suara besar, katanya, "Siapakah berlayak membuka kitab itu dan mengoyakkan meterainya?"
17Apabila berpusing, maka berpusinglah ia kepada keempat pihaknya, tiada ia berpaling dirinya apabila ia berpusing itu.
17Adapun binatang yang amat besar ini, yang empat ekor bilangannya, ia itu empat orang raja yang akan berbangkit dari dalam bumi.