1 Korintus 14:8
Karena jikalau nafiri berbunyi tiada berketentuan, siapakah gerangan bersiap akan berperang?
Karena jikalau nafiri berbunyi tiada berketentuan, siapakah gerangan bersiap akan berperang?
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
6Tetapi jikalau demikian, hai saudara-saudaraku, jikalau kiranya aku datang berkata-kata kepadamu dengan karunia lidah, apakah aku menguntungkan kamu, jikalau tiada aku berkata-kata kepadamu dengan kenyataan atau dengan pengetahuan atau dengan nubuat atau dengan pengajaran?
7Walaupun benda yang tiada bernyawa, tetapi yang berbunyi, baik suling atau kecapi, jikalau tiada berlainan bunyinya, bagaimanakah dapat dikenal yang mana bunyi suling, yang mana bunyi kecapi itu?
9Demikianlah juga kamu ini dengan lidahmu itu, jikalau tiada kamu melafalkan perkataan yang mudah dierti, bagaimanakah orang dapat mengerti barang yang dikatakan? Karena hal itu seolah-olah kamu membuangkan perkataan ke dalam angin.
10Adalah di dalam dunia ini sebegitu banyak jenis bahasa, dan satu pun tiada yang tiada bermakna.
11Sebab itu jikalau aku tiada mengetahui arti bahasa itu, maka aku menjadi kepada yang berkata-kata itu orang asing, dan yang berkata-kata itu menjadi orang asing kepadaku.
12Demikianlah juga kamu, sedang kamu mengusahakan dirimu akan beroleh karunia rohani, carilah supaya kamu berkelimpahan di dalam hal meneguhkan iman sidang jemaat.
13Sebab itu, hendaklah orang yang berkata-kata dengan karunia lidah itu berdoa, supaya ia dapat mengertikan bahasa itu.
14Karena jikalau aku berdoa dengan karunia lidah, maka rohku berdoa, tetapi akalku tiada mendatangkan faedah.
15Sekarang apakah halnya? Bahwa aku hendak berdoa dengan roh itu, dan aku hendak juga berdoa dengan akal itu; dan aku hendak menyanyi dengan roh itu, dan aku hendak juga menyanyi dengan akal itu.
16Jikalau tiada demikian, apabila engkau mengucapkan syukur dengan roh, bagaimanakah orang, yang tiada berkarunia itu, boleh mengaminkan ucapan syukurmu, sedang ia tiada mengerti apa katamu?
14Mereka itu meniup nafiri, tetapi tiadalah beraninya; sekaliannya itu disiapkan, tetapi seorangpun tiada yang pergi perang; karena kehangatan murka-Ku adalah atas milik orang sekalian!
3maka oleh orang itu, apabila dilihatnya pedang datang ke negeri itu, lalu ditiupnya nafiri akan memberitahu orang itu;
4maka jikalau kiranya ada orang mendengar juga bunyi nafiri, tetapi tiada diperhatikannya, lalu datanglah pedang membinasakan dia, maka darahnya tertanggunglah atasnya.
5Karena didengarnya bunyi nafiri maka tiada juga diindahkannya; darahnyapun tertanggunglah atasnya, karena jikalau kiranya diindahkannya, maka boleh juga diluputkannya nyawanya.
6Maka ketujuh malaekat yang memegang ketujuh sangkakala itu bersedialah hendak meniup.
21Berapa lamakah lagi aku melihat alamat itu dan mendengar bunyi nafiri?
20dari tempat manapun kamu mendengar bunyi nafiri, hendaklah kamu berhimpun ke sana kepada kami, maka Allah kitapun akan berperang akan ganti kita.
38Tetapi jikalau barang seorang tiada hendak mengetahuinya, biarlah ia tiada mengetahui.
39Sebab itu, hai saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu akan bernubuat, dan janganlah menahan orang berkata-kata dengan karunia lidah.
40Tetapi segala perkara itu hendaklah dilakukan dengan senonoh dan dengan peraturannya.
7Tetapi apabila dihimpunkan sidang itu bolehlah engkau bertiup, tetapi jangan dengan bunyi yang seru-seru.
23Oleh yang demikian, jikalau segenap sidang jemaat berhimpun bersama-sama, dan sekalian sedang berkata-kata dengan karunia lidah, lalu masuk orang yang tiada berkarunia atau orang yang tiada beriman, tiadakah mereka itu mengatakan, bahwa kamu ini gila?
24Tetapi jikalau sekaliannya sedang bernubuat, lalu masuk seorang yang tiada beriman atau tiada berkarunia itu, maka orang itu akan ditempelak oleh sekaliannya, dan dikira-kirakan oleh sekaliannya itu,
26Sekarang bagaimanakah halnya, hai saudara-saudaraku? Bahwa apabila kamu berhimpun, biarlah masing-masing ada dengan mazmur, ada dengan pengajaran, ada dengan kenyataan, ada dengan karunia lidah, ada dengan pengetahuan mengertikan makna lidah itu. Maka hendaklah segala hal itu meneguhkan iman.
27Jikalau barang seorang berkata-kata dengan karunia lidah, biarlah dua orang atau sebanyak-banyaknya tiga orang, tetapi seorang lepas seorang, dan biarlah seorang mengertikan maknanya.
28Tetapi jikalau tiada orang yang tahu mengertikan, biarlah ia berdiam diri di dalam sidang jemaat itu, hanya berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
2Karena orang yang berkata-kata dengan karunia lidah itu, bukannya berkata kepada manusia, melainkan kepada Allah, karena tiada seorang pun mengerti, melainkan dengan Roh ia mengatakan rahasia.
3Maka apabila kedua buah nafiri itu ditiup oranglah, segenap sidang itu akan berhimpun kepadamu di hadapan pintu kemah perhimpunan.
4Maka apabila ditiup orang hanya sebuah jua, hendaklah segala penghulu dan segala kepala atas beribu-ribu orang Israel berhimpun kepadamu.
5Tetapi apabila ditiup olehmu seru-seru, maka segala tentara akan berangkat yang duduk pada sebelah timur.
9Maka apabila dalam negerimu kamu masuk perang hendak melawan musuh yang mengimpit kamu serta kamu meniup nafiri ini, niscaya diingatlah akan kamu di hadapan hadirat Tuhan, Allahmu, dan kamu akan mengalahkan musuhmu.
25ditertawakannya segala takut, tiada tahu ia gemetar dan tiada undur ia dari pada pedang.
18Apabila aku meniupkan nafiri, yaitu aku dan segala orang yang sertaku, hendaklah kamu sekalianpun meniupkan nafiri keliling balatentara itu dan hendaklah kamu berseru-seru demikian: Karena Tuhan dan karena Gideon!
1Jikalau aku berkata-kata dengan segala bahasa manusia dan malaekat sekalipun, tetapi aku tiada menaruh kasih, niscaya aku sudah menjadi seperti gong yang berbunyi, atau genta yang gemerincing.
9Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengar.
1Tiuplah olehmu nafiri di Sion dan bersoraklah di atas bukit kesucian-Ku; hendaklah segala orang isi negeri gementar, karena datanglah hari Tuhan, karena hampirlah ia.
6Jikalau ditiup nafiri di dalam negeri, masakan tiada gemetar orang isinya; bolehkah negeri kena celaka, jikalau tiada dengan kehendak Tuhan?
19Tetapi di dalam sidang jemaat aku lebih suka mengatakan lima perkataan dengan akalku, supaya aku mengajar orang lain daripada sepuluh ribu perkataan dengan karunia lidah.
31Atau raja manakah hendak pergi melanggar berperang dengan seorang raja lain, yang tiada duduk dahulu bermusyawarat kalau-kalau ia boleh tahan dengan sepuluh ribu orang menghadap dua puluh ribu musuh?
5Wartakanlah ini di Yehuda, perdengarkanlah ini di Yeruzalem, beritakanlah ini, bahkan, tiupkanlah nafiri di dalam negeri dan berseru-serulah dengan nyaring suaramu: Hendaklah kamu berhimpun, hendaklah kita masuk ke dalam negeri-negeri yang berkota benteng.
15Tiuplah olehmu nafiri di Sion, sucikanlah suatu puasa! serukanlah suatu hari larangan!
3Hai kamu sekalian yang menduduki bumi, hai semua kamu orang isi dunia! apabila didirikan alamat di atas pegunungan hendaklah kamu melihat, dan apabila orang meniup nafiri, hendaklah kamu mendengar;
4Maka orang yang berkata-kata dengan karunia lidah itu meneguhkan imannya sendiri, tetapi orang yang bernubuat itu meneguhkan iman sidang jemaat.
11Maka sebab itu Iapun akan berfirman kepada bangsa ini dengan lidah yang ajaib dan dengan bahasa yang lain.
18Karena segala orang yang berusaha itu masing-masing sudah menyandangkan pedangnya, demikianlah mereka itu bekerja dan seorang yang meniup nafiri itu adalah sertaku.
14Sekarang bagaimanakah pula mereka itu hendak menyeru yang belum dipercayainya? Dan bagaimanakah mereka itu hendak percaya akan yang belum didengarnya, dan bagaimanakah mereka itu dapat mendengar, jikalau tiada seorang yang memberitakan?
19dan kepada bunyi nafiri, dan suara firman, sehingga orang yang mendengar itu sudah memohonkan jangan diturunkan firman lagi.
16Karena Tuhan sendiri akan turun dari surga dengan suatu sorak, dengan suara penghulu malaekat, dan dengan bunyi sangkakala Allah; maka segala orang yang telah mati di dalam Kristus akan bangkit dahulu,
17Jikalau segenap tubuh itu menjadi mata, di manakah pendengaran itu? Dan jikalau semuanya itu menjadi pendengaran, di manakah pencium itu?
6Dengan serunai dan bunyi nafiri; bersorkalah di hadapan hadirat Tuhan, yan Raja!