1 Yohanes 4:21
Maka hukum ini telah kita dapat daripada-Nya, bahwa orang yang mengasihi Allah, hendaklah mengasihi saudaranya juga.
Maka hukum ini telah kita dapat daripada-Nya, bahwa orang yang mengasihi Allah, hendaklah mengasihi saudaranya juga.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
19Maka kita menaruh kasih, oleh sebab Ia mula-mula mengasihi kita.
20Jikalau barang seorang berkata, "Aku mengasihi Allah," dan membenci saudaranya, maka orang itu pendusta, karena orang yang tiada mengasihi saudaranya yang ia tampak, tiadalah dapat ia mengasihi Allah yang belum ia tampak.
7Hai segala kekasihku, hendaklah kita berkasih-kasihan sama sendiri, karena kasih itu daripada Allah; dan barangsiapa yang menaruh kasih, ialah asalnya daripada Allah dan mengenal Allah,
8maka orang yang tiada menaruh kasih itu tiada mengenal Allah; karena Allah itu kasih adanya.
9Di dalam inilah kasih Allah itu sudah diberi nyata kepada kita, bahwa Allah sudah menyuruhkan anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia ini, supaya dengan Dia itu kita boleh hidup.
10Di dalam hal inilah kasih, yaitu bukannya kita yang sudah mengasihi Allah, melainkan Allah yang sudah mengasihi kita, dan yang sudah menyuruhkan anak-Nya menjadi korban perdamaian karena segala dosa kita.
11Hai segala kekasihku, jikalau sebegitu Allah sudah mengasihi kita, maka kita pun patutlah berkasih-kasihan sama sendiri.
12Maka seorang pun belum pernah memandang Allah; jikalau kita berkasih-kasihan sama sendiri, Allah tinggal di dalam kita, dan kasih-Nya sempurnalah di dalam kita.
13Dengan inilah dapat kita mengetahui bahwa kita tinggal di dalam Dia, dan Ia pun di dalam kita, oleh sebab Ia telah mengaruniakan kita daripada Roh-Nya.
10Di dalam hal ini telah nyata segala Anak Allah dengan anak Iblis: Barangsiapa yang tiada berbuat barang yang benar itu bukannya daripada Allah, demikianlah juga orang yang tiada mengasihi saudaranya.
11Karena inilah pesan yang sudah kamu dengar dari mulanya: Bahwa patut kita berkasih-kasihan sama sendiri;
12bukannya seperti Kain, yang berasal daripada si Jahat, membunuh saudaranya. Apakah sebabnya ia membunuh dia? Sebab segala perbuatannya jahat, dan perbuatan saudaranya itu benar adanya.
13Hai saudara-saudaraku, janganlah heran, jikalau dunia ini membenci kamu.
14Maka kita ini mengetahui bahwa kita telah lepas daripada mati menuju hidup, karena kita mengasihi segala saudara. Maka orang yang tiada mengasihi, tinggallah di dalam maut.
15Barangsiapa yang membenci saudaranya, ialah seorang pembunuh; dan kamu mengetahui bahwa kepada seorang pembunuh tiada ada hidup yang kekal di dalam dirinya.
16Dengan yang demikian kita sudah mengetahui kasih yang benar, oleh sebab Ia sudah menyerahkan nyawa-Nya karena kita; maka patutlah kita pun menyerahkan nyawa kita karena segala saudara.
17Tetapi barangsiapa ada berharta dunia dan tampak saudaranya di dalam kekurangan, lalu menutup pintu hatinya daripada orang itu, bagaimanakah boleh kasih Allah tinggal di dalamnya?
18Hai anak-anakku, jangan kita mengasihi dengan perkataan atau dengan lidah, melainkan dengan perbuatan dan dengan sesungguhnya.
23Inilah hukum-Nya, yang wajib kita percaya akan nama anak-Nya Yesus Kristus, sambil berkasih-kasihan sama sendiri, sebagaimana Ia sudah mengaruniakan kita hukum.
24Maka orang yang menurut segala hukum-Nya, ialah tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam dia. Dengan ini kita mengetahui bahwa Tuhan tinggal di dalam kita, dengan Roh yang sudah dikaruniakan-Nya kepada kita.
1Barangsiapa yang percaya bahwa Yesus itu Kristus, maka orang itu berasal daripada Allah; dan barangsiapa yang mengasihi Allah, yang telah menjadikan dia, ia pun mengasihi orang yang berasal daripada-Nya.
2Dengan inilah kita mengetahui, bahwa kita mengasihi segala Anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah sambil melakukan hukum-hukum-Nya,
3karena inilah kasih akan Allah, yaitu menurut hukum-hukum-Nya; maka hukum-hukum-Nya itu bukannya berat.
9Barangsiapa yang mengatakan dirinya di dalam terang, tetapi membenci saudaranya, ialah di dalam gelap sampai sekarang ini.
10Maka orang yang mengasihi saudaranya itu, ia tinggal di dalam terang, dan di dalam orang itu tiadalah ada barang yang syak.
11Tetapi orang yang membenci saudaranya, ialah di dalam gelap dan berjalan gelap, dan tiada tentu tujuannya, karena matanya sudah digelapkan oleh gelap itu.
16Dan kita ini sudah mengetahui dan sudah percaya akan kasih Allah kepada kita. Maka Allah itu kasih, dan orang yang tinggal di dalam kasih tinggal di dalam Allah, dan Allah tinggal di dalam dia.
17Di dalam inilah kasih itu sempurna di dalam kita, supaya kita beroleh keluasan hati pada Hari hukuman, karena sebagaimana Kristus di dalam kasih, sebegitu juga kita di dalam dunia ini.
17Inilah Aku berpesan kepadamu, supaya kamu berkasih-kasih sama sendiri."
12Inilah hukum-Ku, yaitu hendaklah kamu berkasih-kasih sama sendiri sama seperti Aku sudah mengasihi kamu.
9Adapun hal kasih di antara saudara dengan saudaramu itu, tak usahlah disuratkan kepadamu, karena kamu sendiri telah diajari oleh Allah berkasih-kasihan sama sendiri.
22Sedangkan kamu sudah menyucikan jiwamu di dalam taatmu kepada yang benar, sehingga kamu kasih dengan tulusnya akan segala saudara, maka hendaklah kamu berkasih-kasihan sama sendirimu dengan bersungguh-sungguh hati,
34Suatu hukum yang baharu Aku beri kepada kamu, yaitu: Hendaklah kamu berkasih-kasih sama sendiri sama seperti Aku mengasihi kamu, supaya kamu juga berkasih-kasih sama sendiri.
35Dengan hal ini sekalian orang akan mengetahui bahwa kamu murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu menaruh kasih sama sendiri."
5Hai encik Sitti, bukannya seolah-olah hukum baharu yang kusuratkan bagimu, melainkan hukum yang sudah ada pada kita dari mulanya, sekarang aku mintalah engkau, supaya kita berkasih-kasihan sama sendiri.
6Inilah kasih, yaitu melakukan diri kita menurut hukum-Nya. Maka inilah hukum itu sebagaimana yang sudah kamu dengar dari mulanya, yaitu hendaklah kamu berjalan di dalam kasih.
1Biarlah tetap kasihmu kepada saudara-saudara.
3Dengan yang demikianlah kita mengetahui bahwa kita sudah mengenal Dia, jikalau kita menurut hukum-hukum-Nya.
4Maka orang yang berkata, "Aku kenal Dia," tetapi tiada menurut hukum-hukum-Nya, menjadi seorang pendusta, dan kebenaran itu tiada di dalam Dia.
5Tetapi barangsiapa yang menurut firman-Nya, sesungguhnya di dalam dialah kasih Allah menjadi sempurna. Dengan yang demikianlah kita mengetahui bahwa kita ada di dalam Dia.
6Maka orang yang mengatakan dirinya tinggal di dalam Dia, sepatutnyalah ia melakukan dirinya sama seperti Kristus sudah melakukan diri-Nya.
7dan ibadatmu itu ditambah dengan kasih akan segala saudara, dan kasihmu akan segala saudara itu ditambah dengan pengasihan.
21Siapa yang memeliharakan hukum-Ku serta menurut dia, ia itulah mengasihi Aku; dan siapa yang mengasihi Aku, ia pun akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku juga akan mengasihi dia sambil menyatakan diri-Ku kepadanya."
6dan jangan seorang pun melanggar hukum dan berbuat salah kepada saudaranya di dalam hal itu, karena Tuhan menjadi pembela atas segala perkara itu, seperti yang sudah kami katakan terlebih dahulu dan saksikan kepadamu.
3Tetapi jikalau barang seorang mengasihi Allah, ialah dikenal oleh Allah.
11Hai saudara-saudaraku, jangan seorang mencela orang. Adapun orang yang mencela saudaranya atau menyalahkan saudaranya, ialah mencela hukum serta menyalahkan hukum. Tetapi jikalau engkau menyalahkan hukum itu, bukannya engkau penurut hukum itu, melainkan hakimnya.
10Maka kasih itu tiada mengerjakan kejahatan atas sesama manusia. Oleh sebab itu kasih itu menjadi jalan melakukan syariat Taurat itu.
10maka di dalam berkasih-kasihan dengan saudara-saudara, hendaklah kamu bersayang-sayang satu dengan yang lain; hendaklah seorang mendahului seorang di dalam hal memberi hormat.
14Karena segenap Taurat itu telah diringkaskan dengan sepatah kata, yaitu: Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri.
11Hai kekasihku, janganlah engkau ikut teladan yang jahat, melainkan yang baik. Adapun orang yang berbuat baik itu daripada Allah; maka orang yang berbuat jahat itu belum nampak Allah.