1 Samuel 1:8
Maka kata Elkana, lakinya: Hai Hanna, mengapa engkau menangis? apa sebab engkau tiada mau makan? dan karena apa susah hatimu? Bukankah aku ini bagimu terlebih baik dari pada anak laki-laki sepuluh orang?
Maka kata Elkana, lakinya: Hai Hanna, mengapa engkau menangis? apa sebab engkau tiada mau makan? dan karena apa susah hatimu? Bukankah aku ini bagimu terlebih baik dari pada anak laki-laki sepuluh orang?
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
1Sebermula, maka adalah seorang laki-laki dari Ramatayim Zofim, yaitu dari pegunungan Efrayim, namanya Elkana bin Yerokham bin Elihu bin Tuhu bin Zuf, seorang Eferati.
2Maka adalah padanya dua orang bininya, seorang bernama Hanna dan seorang bernama Penina, maka Penina itupun beranak, tetapi Hanna tiada beranak.
3Maka pada sebilang tahun pergilah orang itu dari negerinya ke hulu, hendak sembahyang dan mempersembahkan korban kepada Tuhan serwa sekalian alam di Silo; maka di sana adalah imam Tuhan, yaitu Hofni dan Pinehas, kedua anak laki-laki Eli.
4Maka sesungguhnya pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah bahagian akan Penina, bininya, dan akan segala anak-anaknya, laki-laki dan perempuan.
5Tetapi akan Hanna diberikannya suatu bahagian yang pilihan dan terutama, karena kasihlah ia akan Hanna, tetapi telah dimandulkan Tuhan akan rahimnya.
6Maka madunyapun mempersakiti hatinya dengan kepahitan hendak memanaskan hatinya, sebab Tuhan telah memandulkan rahimnya.
7Maka demikianlah halnya pada tiap-tiap tahun, setiap kali ia pergi ke hulu, ke rumah Tuhan, dipersakitinya hatinya, sehingga menangislah ia dan tiada mau makan.
9Setelah sudah orang makan minum di Silo, bangkitlah Hanna lalu berdiri, maka Eli, imam itu, adalah duduk pada kursi dekat dengan jenang kaabah Tuhan.
10Maka sebab sangatlah susah hatinya, dipinta oleh Hanna doa kepada Tuhan sambil menangis tersedih-sedih.
11Maka bernazarlah ia, katanya: Ya Tuhan serwa sekalian alam! jikalau kiranya sekali jua Engkau menilik akan kesukaran hamba-Mu ini dan Engkau ingat akan daku dan tiada melupakan hamba-Mu, melainkan Engkau mengaruniai hamba-Mu dengan seorang anak laki-laki, niscaya aku mempersembahkan dia kelak kepada Tuhan pada segala hari umur hidupnya dan pisau cukurpun tiada akan terkena kepada kepalanya.
12Arakian, maka sementara lambat ia meminta doa di hadapan hadirat Tuhan, maka diamat-amati Eli akan mulutnya.
13Karena Hanna itupun berkata-kata dalam hatinya, bibirnya sahaja bergerak, tetapi tiada kedengaran bunyi suaranya, maka sebab itu pada sangka Eli mabuklah ia.
14Maka kata Eli kepadanya: Berapa lama gerangan seperti mabuklah lakumu? buanglah mabukmu itu dari padamu.
15Tetapi sahut Hanna, katanya: Bukan begitu, ya tuan! melainkan sahaya ini seorang perempuan yang berdukacita, bukan sahaya sudah minum air anggur atau minuman yang keras, melainkan sahaya sudah mencurahkan segala kepikiran hati sahaya di hadapan hadirat Tuhan.
16Jangan apalah tuan sangkakan sahaya seorang perempuan yang jahat, karena sampai sekarang sahaya sudah berkata-kata dari pada kebanyakan pengaduh dan dukacita hatiku.
17Maka sahut Eli, katanya: Pergilah engkau dengan selamat! bahwa Allah orang Israel akan mengaruniakan kepadamu kelak barang yang telah kaupinta kepadanya.
18Maka kata Hanna: Biarlah kiranya hambamu ini beroleh kasihan kepada pemandangan tuan! Setelah itu maka pergilah perempuan itu, lalu iapun makanlah dan rupa mukanyapun tiada muram lagi.
19Maka bangunlah mereka itu pagi-pagi, dipintanya doa di hadapan hadirat Tuhan, lalu kembali mereka itu sekalian pulang ke rumahnya di negeri Rama. Maka Elkana bersetubuhlah dengan Hanna, bininya, dan Tuhanpun ingat akan dia.
20Karena sesungguhnya selang beberapa hari lamanya hamillah Hanna, lalu beranaklah ia laki-laki seorang, yang dinamainya Semuel, karena katanya: Sudah kupinta dia kepada Tuhan.
21Hata, maka Elkana, orang laki-laki itu, pergilah ke hulu serta dengan segala orang isi rumahnya hendak mempersembahkan kepada Tuhan korban tahun dan segala nazarnya.
22Tetapi Hanna tiada pergi ke hulu, melainkan katanya kepada lakinya: Apabila kanak-kanak ini lepas susu kelak aku hendak membawa akan dia, supaya ia menghadap hadirat Tuhan dan tinggal di sana selalu.
23Maka kata Elkana, lakinya, kepadanya: Buatlah barang yang baik kepada pemandanganmu; tinggal juga sampai sudah engkau lepas susu akan dia; sahaja biarlah Tuhan juga menyampaikan firman-Nya. Demikian tinggallah perempuan itu sambil menyusui anaknya sampai dilepasnya susu akan dia.
20Maka Elipun memberkati akan Elkana kedua laki bini, katanya: Dikaruniakan Tuhan apalah kepadamu benih dari pada perempuan ini sebab permintaan doa yang telah dipinta olehnya kepada Tuhan. Hata, maka pulanglah keduanya ke tempat kedudukannya.
21Hata, ditilik Tuhan akan Hanna, maka mengandunglah ia pula, lalu beranak laki-laki tiga orang dan perempuan dua orang; maka Semuel, budak itu, makin besar di hadapan hadirat Tuhan.
26Maka kata Hanna: Ya tuan! sesungguh-sungguh tuan hidup, ya tuan! sahaya ini perempuan itu, yang dahulu berdiri hampir dengan tuan, serta yang meminta doa kepada Tuhan.
27Maka sahaya sudah meminta budak ini, dan Tuhan telah mengaruniakan barang yang telah sahaya pinta kepadanya.
11Tetapi kata Naomi: Pulanglah juga, hai anakku! karena sebab apa kiranya kamu hendak berjalan sertaku? adakah lagi anak laki-laki di dalam rahimku, supaya ia itu boleh menjadi lakimu?
12Pulang juga, hai anakku! pergi sahaja, karena sudah terlalu tua aku akan berlaki. Maka jikalau kiranya kataku sekalipun: Adalah harap bagiku; bahkan, jikalau pada malam ini juga aku berlaki atau beranak laki-laki sekalipun;
13manakah boleh kamu bernanti-nanti sampai ia itu sudah menjadi besar; manakah boleh kamu bertangguh-tangguh sebabnya, sehingga tiada kamu berlaki? Janganlah begitu, hai anakku, karena sangatlah susah rasa hatiku dari sebab hal kamu. Bahwa sesungguhnya tangan Tuhan juga telah keluar akan melawan aku.
16Maka bini Simsonpun menangis-nangis, serta katanya: Bahwa nyatalah engkau benci juga akan daku dan tiada engkau mengasihi akan daku, karena engkau sudah mengatakan suatu penerka kepada bani bangsaku, maka tiada engkau memberitahu aku artinya. Maka sahutnya: Bahwasanya aku tiada memberitahu artinya jikalau kepada ibu bapaku sekalipun, masakan aku memberitahu dia kepadamu!
17Maka tujuh hari lamanya mereka itu berjamu itu menangis-nangislah ia, sehingga pada hari yang ketujuh dikatakannya juga artinya kepadanya, sebab iapun merenggek-renggek akan dia; lalu oleh perempuan itu dikatakan artinya kepada bani bangsanya.
1Maka Hannapun meminta doa, katanya: Bahwa dalam hatiku berbangkitlah sukacita akan Tuhan; tandukkupun telah ditinggikan dalam Tuhan dan mulutkupun terbuka lebar atas segala seteruku, karena sukacitalah hatiku akan selamat yang dari padamu.
9Dikaruniakan Tuhan apalah kamu mendapat perhentian masing-masing di dalam rumah lakimu! Maka diciumnya akan keduanya, lalu mereka itupun menangislah dengan nyaring suaranya,
27yang beranak Eliab, yang beranak Yeroham, yang beranak Elkana.
21Maka sebab itu sembah segala hambanya kepadanya: Betapa gerangan kelakuan tuanku ini? Karena sebab kanak-kanak yang lagi hidup itu tuanku berpuasa dan menangis; setelah sudah mati kanak-kanak itu, maka tuanku bangkit berdiri lalu santap!
22Maka titah baginda: Adapun aku berpuasa dan menangis pada masa kanak-kanak itu lagi hidup, yaitu sebab kataku: Siapa tahu, barangkali Tuhan hendak mengasihani akan daku serta menghidupi kanak-kanak itu.
28Dan lagi titah baginda kepadanya: Apakah perkaramu? Maka sembahnya: Bahwa perempuan ini telah berkata kepada patik demikian: Berikanlah anakmu, supaya kita makan dia pada hari ini, maka esok hari kita akan makan anakku.
13Maka kata Rut: Biarlah sahaya mendapat keridlaan dari pada tuan! bagaimana tuan telah menghiburkan sahaya, bagaimana segala kata tuan telah menyenangkan hati hamba tuan ini, jikalau sahaya tiada sama dengan salah seorang dari pada segala hamba tuan itu sekalipun.
16Maka kata Elisa: Betul pada masa begini, lepas setahun umur hidup, engkau akan memeluk seorang anakmu laki-laki. Maka sembah perempuan itu: Jangan tuan, ya aziz Allah! jangan apalah tuan berdusta kepada sahaya ini.
5Maka titah baginda kepadanya: Apa kurang engkau? Maka sembahnya: Bahwa patik ini seorang perempuan janda, laki patik sudah mati.
5Maka datanglah Izebel, isterinya, kepadanya sambil katanya: Apa mulanya maka hati kakanda murung dan tiada kakanda santap roti?
2Apa, hai anakku, dan apa, hai anak rahimku, dan apa, hai anak nazarku!
18Maka kata perempuan itu kepada Elia: Apa gerangan perkaraku dengan dikau, hai aziz Allah? Sudahkah engkau singgah kepadaku hendak mengingatkan salahku dan membunuh anakku?
14Maka katanya: Entah apa boleh dibuat karena perempuan itu? Maka kata Gehazi: Bahwasanya tiada ia beranak laki-laki dan suaminyapun sudah tua.
22Maka sekarangpun hendaklah tuanku juga menurut akan sembah patik, dan biarkan apalah patik sajikan barang sepotong roti di hadapan tuanku, silakanlah tuanku santap, maka tuanku kelak beroleh kuat akan berjalan pula.
7Maka sesungguhnya segenap bangsa itu sudah berbangkit melawan patik tuanku ini, katanya: Bawalah ke mari akan si pembunuh saudaranya itu, supaya kami membunuh dia akan bela saudaranya, yang sudah dibunuhnya dan kami membinasakan lagi waris itupun. Maka dalam hal yang demikian mereka itu hendak memadamkan bara api yang lagi tinggal itu, sehingga tiada ditinggalkannya bagi laki patik nama atau anak buah di atas bumi ini.
16Maka sembah orang itu kepada Eli: Adapun sahaya ini datang dari medan peperangan, maka pada hari ini juga sahaya sudah lari dari medan peperangan itu. Lalu kata Eli: Bagaimana hal perkara di sana, hai anakku?
2karena kata bapanya: Bahwasanya pada sangkaku engkau benci akan dia konon, maka sebab itu sudah kuberikan dia akan kawanmu. Bukankah adiknya terelok dari padanya? Biarlah ia bagimu akan gantinya.
21Dengan sepenuh-penuhku aku telah berjalan dari sini, tetapi dikembalikan Tuhan akan daku dengan hampaku. Betapa gerangan kamu menamai akan daku Naomi, sedang Tuhan sudah naik saksi atasku dan yang Mahakuasa itu sudah mengadakan jahat padaku.
15Hendaklah ia menjadi penghibur hatimu dan pemeliharaan pada masa tuamu, sebab ia telah diperanakkan oleh menantumu, yang kasih akan dikau dan yang lebih baik bagimu dari pada anak laki-laki tujuh orang.