1 Samuel 4:20
Maka apabila ia hendak mati, kata segala perempuan yang membidan dia: Janganlah kiranya putus harapmu, karena engkau sudah beranak laki-laki. Tetapi tiada ia menyahut dan tiada ia memperhatikannya.
Maka apabila ia hendak mati, kata segala perempuan yang membidan dia: Janganlah kiranya putus harapmu, karena engkau sudah beranak laki-laki. Tetapi tiada ia menyahut dan tiada ia memperhatikannya.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
16Maka sembah orang itu kepada Eli: Adapun sahaya ini datang dari medan peperangan, maka pada hari ini juga sahaya sudah lari dari medan peperangan itu. Lalu kata Eli: Bagaimana hal perkara di sana, hai anakku?
17Maka sahut orang yang berkabar itu, katanya: Bahwa orang Israel sudah lari dari hadapan orang Filistin, lagipun kealahan besar telah jadi di antara segala rakyat itu, tambahan pula kedua anak tuan Hofni dan Pinehaspun sudah mati dan tabut Allahpun sudah dirampas musuh.
18Maka sesungguhnya demi diceriterakannya dari hal tabut Allah itu, maka rebahlah Eli dari atas kursinya terlentang pada sebelah pintu gerbang, patah batang lehernya, lalu mati; karena sudah tua ia, lagi orang gemuk, maka telah diperintahkannya orang Israel empat puluh tahun lamanya.
19Maka menantunya, yaitu bini Pinehas, pada masa itu bunting sarat; serta kedengaranlah kabar kepadanya, mengatakan tabut Allah sudah dirampas musuh dan mentuanyapun sudah mati, demikianpun lakinya, maka berlingkarlah ia, lalu bersalin, karena sekonyong-konyong berlakulah sakit beranak atasnya.
21Melainkan dinamainya akan kanak-kanak itu Ikabod, katanya: Kemuliaan Israel sudah dibawa dengan tertawan, sebab tabut Allah sudah dirampas, dan sebab mentuanya dan lakinyapun sudah mati.
22Maka sebab itu katanya: Kemuliaan Israel sudah dibawa dengan tertawan, karena tabut Allah sudah dirampas adanya.
17Maka dalam merasai terlalu payah beranak itu kata bidan itu kepadanya: Janganlah engkau takut, karena engkau mendapat seorang anak laki-laki pula.
19Maka anak orang ini sudah mati malam tadi, sebab ditindih olehnya;
20lalu bangunlah perempuan ini pada tengah malam, diangkatnya anak patik dari sisi patik sementara patik tuanku ini tidur, dibaringkannya anak patik dalam pangkunya dan anaknya sendiri, yang mati itu, dibaringkannya dalam pangku patik.
21Setelah bangun patik pada pagi hari hendak menyusui anak patik, bahwa sesungguhnya sudah mati ia, tetapi setelah patik mengamat-amati akan dia pada pagi itu, heran, maka nyatalah bukan ia ini anak patik, yang telah patik peranakkan itu.
22Maka pada masa itu kata perempuan yang lain itu: Bukan, melainkan yang hidup itu anakku dan yang mati itu anakmu! tetapi kata perempuan ini: Bukan, melainkan yang mati itulah anakmu dan yang hidup itu anakku! Demikian berbantah-bantahlah keduanya di hadapan baginda.
20Maka diangkatnya, dibawanya akan dia kepada emaknya, maka duduklah budak itu pada ribaannya sampai tengah hari, lalu matilah ia.
26Maka kata Hanna: Ya tuan! sesungguh-sungguh tuan hidup, ya tuan! sahaya ini perempuan itu, yang dahulu berdiri hampir dengan tuan, serta yang meminta doa kepada Tuhan.
27Maka sahaya sudah meminta budak ini, dan Tuhan telah mengaruniakan barang yang telah sahaya pinta kepadanya.
30Tetapi kata emaknya budak itu: Demi Tuhan yang hidup dan nyawamupun hidup, tiada sahaya mau meninggalkan tuan! Maka sebab itu berbangkitlah Elisa lalu mengikut dia.
16Maka kata Elisa: Betul pada masa begini, lepas setahun umur hidup, engkau akan memeluk seorang anakmu laki-laki. Maka sembah perempuan itu: Jangan tuan, ya aziz Allah! jangan apalah tuan berdusta kepada sahaya ini.
17Hata, maka perempuan itupun hamillah, lalu beranaklah ia laki-laki, betul pada masa yang telah ditentukan, yaitu setelah sudah lalu genap setahun umur hidup, setuju dengan sabda Elisa itu kepadanya.
12Jangan apalah ia seperti guguran, yang dagingnya sudah separuh busuk pada masa ia keluar dari dalam rahim ibunya!
18Hata, selang tujuh hari matilah kanak-kanak itu, maka takutlah segala hamba Daud memaklumkan kepada baginda hal kanak-kanak itu sudah mati, karena katanya: Bahwasanya pada masa kanak-kanak itu lagi hidup jikalau kita bersembah kepada baginda, tiada baginda mau dengar akan sembah kita, entah bagaimana dapat kita sembahkan kepada baginda kanak-kanak itu sudah mati? kalau-kalau ia itu mendatangkan jahat.
16Maka oleh Naomi diambil akan kanak-kanak itu, diribanya dan iapun menjadi pengasuhnya.
17Maka oleh orang perempuan yang sekampungnya diberikan nama akan dia, katanya: Bagi Naomi telah diperanakkan seorang laki-laki, maka dinamainya akan dia Obed, ia inilah bapa Isai, bapa Daud.
26Hata, apabila kedengaranlah kepada bini Uria hal lakinya sudah mati, maka merataplah ia akan lakinya.
16titahnya; Apabila kamu membidan perempuan Ibrani itu beranak, dan kamu lihat ketika beranak sudah sampai, jikalau laki-laki anaknya, hendaklah kamu bunuh ia, tetapi jikalau perempuan, biarlah ia hidup.
23Adapun Mikhal, anak Saul itu, sampai kepada hari matinya tiada ia tahu beranak.
20Dan lagi kata Sisera kepadanya: Berdirilah engkau di pintu kemah, maka kalau kiranya ada orang datang bertanyakan dikau demikian: Adakah orang di sini? hendaklah kausahut: Tiada orang.
3Maka kelihatanlah Malaekat Tuhan kepada perempuan itu, yang berkata kepadanya demikian: Bahwasanya engkau mandul, tiada beranak, tetapi engkau akan mengandung kelak serta beranak laki-laki seorang.
18Setelah dilihat Naomi akan tetap hatinya hendak berjalan sertanya, maka berhentilah ia dari pada berkata-kata dengan dia.
5Maka titah baginda kepadanya: Apa kurang engkau? Maka sembahnya: Bahwa patik ini seorang perempuan janda, laki patik sudah mati.
27Maka pada masa itu sahut baginda, titahnya: Berikanlah olehmu anak yang hidup itu kepada perempuan itu, janganlah kamu bunuh, karena ia itulah emaknya.
37Maka datanglah ia menyembah sujud kepada kakinya serta tunduk sampai ke bumi, lalu diangkatnya anaknya, dibawanya ke luar.
14Maka katanya: Entah apa boleh dibuat karena perempuan itu? Maka kata Gehazi: Bahwasanya tiada ia beranak laki-laki dan suaminyapun sudah tua.
22Tetapi Hanna tiada pergi ke hulu, melainkan katanya kepada lakinya: Apabila kanak-kanak ini lepas susu kelak aku hendak membawa akan dia, supaya ia menghadap hadirat Tuhan dan tinggal di sana selalu.
23Maka kata Elkana, lakinya, kepadanya: Buatlah barang yang baik kepada pemandanganmu; tinggal juga sampai sudah engkau lepas susu akan dia; sahaja biarlah Tuhan juga menyampaikan firman-Nya. Demikian tinggallah perempuan itu sambil menyusui anaknya sampai dilepasnya susu akan dia.
17Maka sembah seorang: Ya tuanku! bahwa patik dan perempuan ini duduk serumah, dan patik kedua ini sudah beranak dalam rumah itu.
14Maka terdengarlah bunyi raung itu kepada Eli, lalu katanya: Apakah bunyi huru-hara ini? Lalu bersegeralah orang itu datang menyampaikan kabar itu kepada Elipun.
35Maka mengandunglah ia pula, lalu beranaklah laki-laki seorang, maka katanya: Pada sekali ini aku hendak memuji Tuhan; maka oleh sebab itulah dinamainya akan kanak-kanak itu Yehuda. Maka berhentilah ia dari pada beranak.
18Maka kata Hanna: Biarlah kiranya hambamu ini beroleh kasihan kepada pemandangan tuan! Setelah itu maka pergilah perempuan itu, lalu iapun makanlah dan rupa mukanyapun tiada muram lagi.
13manakah boleh kamu bernanti-nanti sampai ia itu sudah menjadi besar; manakah boleh kamu bertangguh-tangguh sebabnya, sehingga tiada kamu berlaki? Janganlah begitu, hai anakku, karena sangatlah susah rasa hatiku dari sebab hal kamu. Bahwa sesungguhnya tangan Tuhan juga telah keluar akan melawan aku.
15Maka adapun patik ini telah datang mempersembahkan segala perkataan ini kepada tuanku, yaitu sebab orang banyak itu sudah menakuti patik, lalu kata patik tuanku ini: Baiklah patik pergi mempersembahkan hal itu kepada baginda, mudah-mudahan baginda menurut sembah patik.
10Maka sebab sangatlah susah hatinya, dipinta oleh Hanna doa kepada Tuhan sambil menangis tersedih-sedih.
5Maka keduanya Makhlon dan Khilyonpun matilah, maka dalam hal yang demikian tinggallah perempuan itu kemudian dari pada mati lakinya dan kedua anaknya laki-laki.
16Maka sayap apakah yang berkepak-kepak demikian dengan kesukaannya? Sayap bangaukah atau sayap burung untakah?
26Maka sekarangpun pergilah engkau dengan segera mendapatkan dia dan katakanlah kepadanya: Selamatkah encik? selamatkah suami encik? selamatkah anak encik? Maka sahutnya: Selamat.
14Maka pada masa itu kata segala orang perempuan kepada Naomi: Segala puji bagi Tuhan, yang tiada menahankan dari padamu seorang penebus, yang akan termasyhur namanya di antara segala orang Israel.
20Karena sesungguhnya selang beberapa hari lamanya hamillah Hanna, lalu beranaklah ia laki-laki seorang, yang dinamainya Semuel, karena katanya: Sudah kupinta dia kepada Tuhan.
11Maka sembah perempuan itu: Hendaklah kiranya tuanku ingat akan Tuhan, Allah tuanku, asal jangan segala penuntut bela itu bertambah-tambah akan membinasakan dan jangan ditumpasnya akan anak patik itu. Maka titah baginda: Demi Tuhan yang hidup, sehelai rambutpun tiada akan gugur dari pada kepala anakmu ke bumi!