18Maka ditegahkannya raja Uzia, serta katanya kepadanya: Hai Uzia! tiada halal kepadamu membakar dupa bagi Tuhan, melainkan halal itu hanya kepada segala imam, yaitu bani Harun, yang telah disucikan akan membakar dupa itu. Keluarlah engkau dari dalam tempat yang suci ini, karena engkau sudah berbuat salah dan perkara ini bukan menjadi kepujianmu di hadapan Tuhan Allah.
19Maka murkalah Uzia, dan bokor pedupaanpun adalah dalam tangannya hendak membakar dupa, maka sementara berbangkitlah murkanya akan segala imam itu tiba-tiba tumbuhlah bala kusta pada dahinya di hadapan segala imam di dalam rumah Tuhan dari atas meja pedupaan itu.
20Demi dipandang Azarya, imam besar, dan segala imam yang lainpun akan dia, heran, maka adalah bala kusta pada dahinya, maka bersegera-segera ditolaknya akan dia dari sana, bahkan, ia sendiripun membiarkan dirinya dihalau ke luar, sebab didatangkan Tuhan bala itu atasnya.
21Hata, maka berpenyakit kustalah raja Uzia sampai kepada hari matinya, dan oleh sebab kustanya itu duduklah ia di dalam sebuah rumah perasingan, karena terkeratlah ia dari pada rumah Tuhan; maka Yotam, puteranya, lalu memerintahkan istana baginda dan menghukumkan segala orang isi negeri itu.
22Adapun barang yang lagi tinggal dari pada segala kisah Uzia, yang mula dan yang kemudian, ia itu sudah tersurat oleh nabi Yesaya bin Amoz.