2 Raja-raja 4:10
Baiklah kita memperbuat akan dia suatu alayat kecil dengan dindingnya, dan dalamnya kita taruh akan dia tempat tidur dan meja dan kursi dan kaki dian, supaya apabila ia singgah kepada kita kelak, bolehlah ia menumpang di situ.
Baiklah kita memperbuat akan dia suatu alayat kecil dengan dindingnya, dan dalamnya kita taruh akan dia tempat tidur dan meja dan kursi dan kaki dian, supaya apabila ia singgah kepada kita kelak, bolehlah ia menumpang di situ.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
11Hata, maka pada suatu hari anu datanglah ia ke sana, lalu menumpanglah ia dalam alayat itu, dan tidurlah ia di sana.
12Maka katanya kepada Gehazi, hambanya: Panggillah olehmu perempuan Sunami itu. Maka dipanggilnyalah, lalu berdirilah ia di hadapannya.
13Maka kata Elisa kepada hambanya: Sekarang katakanlah kepadanya ini: Bahwasanya engkau sudah memeliharakan kami dengan sebesar-besar susahmu, maka sekarang apa gerangan boleh dibuat karenamu? adakah sesuatu perkaramu yang boleh dipersembahkan kepada baginda, atau kepada panglima perangnya? Maka sahut perempuan itu: Bahwa adalah sahaya duduk di tengah-tengah kaum sahaya.
8Bermula, maka pada sekali peristiwa, yaitu pada suatu hari anu, berjalanlah Elisa terus dari pada negeri Sunem; maka adalah di sana seorang perempuan bangsawan, yang mengajak akan dia singgah makan; kemudian tiap-tiap kali ia berjalan terus dari pada negeri itu singgahlah ia kepadanya lalu duduk makan.
9Maka kata perempuan itu kepada suaminya: Bahwasanya kuketahui akan aziz Allah yang terkadang-kadang berjalan terus dari pada negeri kita itu sucilah adanya.
4Maka akan jadi kelak apabila ia pergi berbaring, hendaklah dicamkan olehmu akan tempat ia berbaring itu, lalu pergilah engkau, bukakanlah selimut kakinya dan berbaringlah engkaupun; maka orang itupun akan memberitahu kepadamu barang yang patut kauperbuat.
17Maka apabila diangkatnya matanya terlihatlah ia akan orang perjalanan itu pada lorong negeri, lalu kata orang tua itu: Engkau hendak ke mana? dan engkau dari mana?
18Maka sahutnya kepadanya: Kami tengah berjalan dari Betlehem-Yehuda ke jajahan pegunungan Efrayim, tempat asalku, maka dari sana aku telah pergi ke Betlehem-Yehuda, maka sekarang aku hendak ke Bait-Ullah, tetapi seorangpun tiada yang menjemput akan daku ke dalam rumahnya.
19Maka adalah padaku jerami dan makanan akan kedua ekor keledai kami dan lagi adalah padaku roti dan air anggur akan daku dan akan hambamu perempuan ini dan akan budak yang serta dengan hambamu ini; tiada kami kekurangan barang sesuatu jua.
20Lalu kata orang tua itu: Salam alaikum! Barang apa yang kurang padamu hamba juga mencukupkannya, sahaja jangan engkau bermalam di lorong ini.
21Lalu dibawanya akan dia masuk ke dalam rumahnya, diberikannya makan akan keledainya; maka mereka itupun membasuh kakinya, lalu makan minumlah ketiganya.
13Dan lagi kata orang itu kepada hambanya: Bangatkanlah jalanmu, supaya kita sampai kepada salah sebuah negeri itu dan dapat bermalam di Gibea atau di Rama.
4biarlah kiranya dibawakan orang sedikit air akan pembasuh kakimu dan duduklah di bawah pohon kayu ini.
5Maka hamba akan membawakan sedikit roti, supaya segarlah hatimu, kemudian dari pada itu bolehlah Tuhan berjalan pula. Bukankah sebab itu juga senyampang Tuhan lalu dari pada rumah hamba ini? Maka sahut mereka itu: Perbuatlah olehmu seperti katamu itu.
1Sebermula, maka pada sekali peristiwa kata segala murid nabi itu kepada Elisa: Lihat apalah olehmu akan tempat kedudukan kami di hadapanmu itu terlalu sempit bagi kami sekalian.
2Biarkanlah kiranya kami pergi ke Yarden, masing-masing meramu kayu bakal rumah di sana, supaya di sanalah kami membuat suatu tempat kedudukan kami. Maka kata Elisa: Pergilah.
2sambil sembahnya: Baiklah sekarang tuan singgah apalah ke rumah hamba dan bermalamlah di sana, biar kaki tuan dibasuh, maka esok pagi-pagi hari kelak bolehlah tuan berjalan pula menurut jalan tuan. Maka sahut mereka itu: Tidak, melainkan kami hendak bermalam di luar ini.
3Maka berturut-turut dibujuknya mereka itu, sehingga mereka itu singgah kepadanya dan masuk ke dalam rumahnya, lalu dijamunya akan mereka itu, diperbuatkannyalah roti yang tiada beragi. Maka mereka itupun makanlah.
20Dan lagi kata Sisera kepadanya: Berdirilah engkau di pintu kemah, maka kalau kiranya ada orang datang bertanyakan dikau demikian: Adakah orang di sini? hendaklah kausahut: Tiada orang.
21Maka naiklah perempuan itu ke atas, dibaringkannya anaknya pada tempat tidur aziz Allah, dan dikancingkannya pintu di belakangnya, lalu iapun keluar.
22Maka dipanggilnya suaminya serta katanya: Suruhkanlah seorang dari pada segala hamba itu kepadaku dan lagi seekor keledai betina, supaya dengan segera boleh aku pergi mendapatkan aziz Allah itu, kemudian aku akan balik kelak.
23Maka kata suaminya: Mengapa maka pada hari ini engkau pergi kepadanya? Bukannya bulan baharu atau hari sabat. Maka sahutnya: Jangan engkau susahkan.
31Maka kata Laban: Silakanlah masuk tuan hamba yang diberkati oleh Tuhan. Mengapa maka tuan hamba berdiri di luar, karena sudah hamba sediakan rumah dan tempat akan segala unta ini.
32Maka masuklah orang itu ke dalam rumah, lalu diuraikan oranglah akan tali segala untanya, diberikannya rumput kering dan makanan dan dibawakannya air pembasuh kaki orang itu dan kaki segala orang yang sertanya.
15Maka kata Elisa: Pangillah dia! Maka dipanggilnyalah, lalu berdirilah ia di pintu.
15Maka katanya kepadanya: Marilah sertaku singgahlah ke rumahku dan makanlah roti.
4Dan meja itupun hendaklah kaubawa ke dalamnya dan letakkanlah di atasnya barang yang patut kauletakkan, dan hendaklah engkau membawa kaki pelita itupun ke dalamnya, lalu pasanglah segala pelitanya.
11Setelah hampir mereka itu kepada Yebus haripun telah amat lingsir, lalu kata hamba itu kepada tuannya: Baiklah tuan berjalan juga, biarlah kami singgah kepada negeri orang Yebuzi ini dan bermalam di dalam negeri itu.
15Maka singgahlah mereka itu ke sana, lalu masuk hendak bermalam di dalam negeri Gibea. Setelah sudah masuk maka duduklah ia pada suatu lorong negeri, karena seorangpun tiada yang menjemput akan mereka itu ke dalam rumahnya akan bermalam.
23Tetapi dienggankannya, titahnya: Aku tak mau makan. Maka dibujuk oleh hambanya dan oleh perempuan itu akan dia, maka diturutnya bujuk mereka itu, dan berbangkitlah ia dari pada tanah, lalu duduk di atas gerai.
9Lalu bangkitlah orang itu hendak pergi, baik ia baik gundiknya dan hambanya, maka kata mentuanya, yaitu bapa perempuan muda itu: Lihat apalah olehmu, siang sudah lalu, hampir akan malam, bermalamlah kiranya di sini, bahwasanya haripun sudah lingsir, bermalamlah di sini dan biarlah hatimu bersukacita, maka esok hari hendaklah engkau bangun pagi-pagi, lalu berjalan pulang ke kemahmu.
31Maka kata Musa: Janganlah kiranya engkau meninggalkan kami, karena tegal diketahui olehmu dalam padang belantara ini mana tempat yang baik kami mendirikan kemah, maka boleh engkau akan mata bagi kami.
25Dan lagi kata dayang itu kepadanya: Adalah pada kami rumput kering dan makanan untapun cukup dan tempat tumpanganpun ada.
6Maka sahut hamba itu: Bahwasanya adalah seorang aziz Allah dalam negeri ini, ia itu seorang yang kehormatan, maka tak dapat tiada segala sabdanyapun jadilah; baiklah kita pergi mendapatkan dia, mudah-mudahan ditunjuknya kepada kita jalan yang patut kita turut.
32Bahwa orang dagangpun tiada tahu bermalam di luar, melainkan pintuku ternganga arah ke sebelah jalan;
46Maka Daudlah memperoleh anugerah daripada Allah, serta minta izin menyediakan suatu tempat kediaman bagi Tuhan Yakub.
4Maka mentuanya, yaitu bapa perempuan muda itu, membujuk akan dia, sehingga tinggallah ia dengan dia tiga hari lamanya, maka keduanyapun makan minumlah dan bermalamlah di sana.
23lalu katanya: Anak siapakah engkau? katakanlah kepadaku. Adakah di rumah bapamu tempat yang boleh kami menumpang?
4Lalu masuklah ke dalam rumah, kancingkanlah pintu di belakang engkau dan di belakang anak-anakmu, setelah itu tuanglah ke dalam segala bekas itu, mana yang penuh sebelahkanlah.
6Serta ia berpaling ke belakang dilihatnya pada sebelah kepalanya adalah sebuah apam terpanggang pada bara api dan sebuah buli-buli yang berisi air; maka iapun makan minumlah, lalu dibaringkannyalah dirinya pula.
10Maka berjalanlah Elia dari sana lalu ke Zarfat, serta sampailah ia ke pintu negeri, tiba-tiba adalah di sana seorang perempuan janda tengah memungut kayu api; maka berserulah Elia kepadanya, katanya: Ambil apalah akan daku sedikit air dalam bekas ini, supaya kuminum.
11Maka sementara perempuan itu pergi hendak mengambil dia, berserulah Elia pula kepadanya, katanya: Ambil apalah akan daku sesuap apampun pada tanganmu!
6Maka duduklah mereka itu dan keduanyapun makan minumlah bersama-sama, lalu kata bapa perempuan muda itu kepada yang laki: Baiklah kiranya bermalam lagi di sini, biarlah hatimu bersukacita.
24Maka ditaruhnya lagi akan kaki pelita itu di dalam kemah perhimpunan, bertentangan dengan meja itu pada sebelah kemah sembahyang yang arah ke selatan.
14dan kaki pelita akan dipasang serta dengan segala perkakasnya dan pelitanya dan minyak akan pelita itu,
15Maka diulurkannya keduanya dengan tali dari pada tingkap rumahnya, karena rumahnya adalah di atas dewala negeri, dan perempuan itupun diamlah di atas dewala itu.
16Maka katanya kepada orang itu: Pergilah kamu naik ke gunung, supaya jangan kamu bertemu dengan orang yang mengusir akan kamu, dan sembunikanlah dirimu di sana barang tiga hari lamanya, sampai sudah pulang orang yang disuruhkan itu, kemudian boleh kamu menurut jalanmu.
12Maka sembah seorang hambanya: Bukannya demikian, ya tuanku! melainkan nabi Elisa, yang di antara orang Israel itu, ia memberitahu kepada raja orang Israel segala titah yang dikatakan tuanku jikalau dalam bilik peraduan tuanku sekalipun.