2 Raja-raja 4:12
Maka katanya kepada Gehazi, hambanya: Panggillah olehmu perempuan Sunami itu. Maka dipanggilnyalah, lalu berdirilah ia di hadapannya.
Maka katanya kepada Gehazi, hambanya: Panggillah olehmu perempuan Sunami itu. Maka dipanggilnyalah, lalu berdirilah ia di hadapannya.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
13Maka kata Elisa kepada hambanya: Sekarang katakanlah kepadanya ini: Bahwasanya engkau sudah memeliharakan kami dengan sebesar-besar susahmu, maka sekarang apa gerangan boleh dibuat karenamu? adakah sesuatu perkaramu yang boleh dipersembahkan kepada baginda, atau kepada panglima perangnya? Maka sahut perempuan itu: Bahwa adalah sahaya duduk di tengah-tengah kaum sahaya.
14Maka katanya: Entah apa boleh dibuat karena perempuan itu? Maka kata Gehazi: Bahwasanya tiada ia beranak laki-laki dan suaminyapun sudah tua.
15Maka kata Elisa: Pangillah dia! Maka dipanggilnyalah, lalu berdirilah ia di pintu.
16Maka kata Elisa: Betul pada masa begini, lepas setahun umur hidup, engkau akan memeluk seorang anakmu laki-laki. Maka sembah perempuan itu: Jangan tuan, ya aziz Allah! jangan apalah tuan berdusta kepada sahaya ini.
17Hata, maka perempuan itupun hamillah, lalu beranaklah ia laki-laki, betul pada masa yang telah ditentukan, yaitu setelah sudah lalu genap setahun umur hidup, setuju dengan sabda Elisa itu kepadanya.
18Arakian, maka anak itupun makin besar, maka sekali peristiwa pada suatu hari keluarlah budak itu pergi mendapatkan bapanya, yang dengan segala orang menuai itu.
36Maka dipanggil Elisa Gehazi, katanya: Panggillah olehmu perempuan Sunami itu. Maka dipanggilnyalah; setelah ia datang maka kata Elisa kepadanya: Angkatlah anakmu ini.
37Maka datanglah ia menyembah sujud kepada kakinya serta tunduk sampai ke bumi, lalu diangkatnya anaknya, dibawanya ke luar.
21Maka naiklah perempuan itu ke atas, dibaringkannya anaknya pada tempat tidur aziz Allah, dan dikancingkannya pintu di belakangnya, lalu iapun keluar.
22Maka dipanggilnya suaminya serta katanya: Suruhkanlah seorang dari pada segala hamba itu kepadaku dan lagi seekor keledai betina, supaya dengan segera boleh aku pergi mendapatkan aziz Allah itu, kemudian aku akan balik kelak.
23Maka kata suaminya: Mengapa maka pada hari ini engkau pergi kepadanya? Bukannya bulan baharu atau hari sabat. Maka sahutnya: Jangan engkau susahkan.
24Maka dikenakannya pelana kepada keledai betina itu, lalu katanya kepada hambanya: Buru-buru sahaja jalannya, jangan ia berhenti melainkan dengan kataku.
25Hata, maka iapun berjalanlah, lalu sampai kepada aziz Allah di atas gunung Karmel. Demi dilihat aziz Allah akan dia sudah dekat, maka katanya kepada Gehazi, hambanya: Lihatlah olehmu perempuan Sunami itu datang.
26Maka sekarangpun pergilah engkau dengan segera mendapatkan dia dan katakanlah kepadanya: Selamatkah encik? selamatkah suami encik? selamatkah anak encik? Maka sahutnya: Selamat.
27Setelah sampai ia kepada aziz Allah di atas gunung itu, maka dipeluknya kakinya, tetapi datanglah Gehazi hampir hendak menolak akan dia. Maka kata aziz Allah: Biarkanlah dia, karena besar dukacita dalam hatinya, maka dilindungkan Tuhan hal itu dari padaku, tiada dinyatakan-Nya kepadaku.
28Maka sembah perempuan itu: Adakah sahaya sudah minta seorang anak kepada tuan? Bukankah kata sahaya begini: Jangan apalah tuan mendustai sahaya?
29Maka kata Elisa kepada Gehazi: Ikatlah pinggangmu, ambillah akan tongkatku pada tanganmu, lalu pergi; maka jikalau barang seorang bertemu dengan dikau jangan engkau bersalam-salaman dengan dia, dan jikalau barang seorang memberi salam kepadamu, jangan kaubalas salamnya, dan letakkanlah tongkatku ini pada muka budak itu.
30Tetapi kata emaknya budak itu: Demi Tuhan yang hidup dan nyawamupun hidup, tiada sahaya mau meninggalkan tuan! Maka sebab itu berbangkitlah Elisa lalu mengikut dia.
31Adapun Gehazi itu sudah berjalan dahulu dari pada keduanya dan sudah diletakkannya tongkat itu pada muka budak itu, tetapi bunyi suarapun tiada, tanda pendengarpun tiada. Maka kembalilah ia, serta ia bertemu dengan Elisa diberinya tahu hal itu kepadanya, katanya: Budak itu tiada bersemangat pula.
32Setelah Elisa masuk ke dalam rumah, sesungguhnya didapatinya akan budak itu sudah mati, terhantar pada tempat tidurnya.
7Maka pergilah perempuan itu memberitahu hal itu kepada aziz Allah, lalu katanya: Pergilah engkau, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan lebihnya jadikanlah penghidupanmu dan penghidupan anak-anakmu.
8Bermula, maka pada sekali peristiwa, yaitu pada suatu hari anu, berjalanlah Elisa terus dari pada negeri Sunem; maka adalah di sana seorang perempuan bangsawan, yang mengajak akan dia singgah makan; kemudian tiap-tiap kali ia berjalan terus dari pada negeri itu singgahlah ia kepadanya lalu duduk makan.
9Maka kata perempuan itu kepada suaminya: Bahwasanya kuketahui akan aziz Allah yang terkadang-kadang berjalan terus dari pada negeri kita itu sucilah adanya.
10Baiklah kita memperbuat akan dia suatu alayat kecil dengan dindingnya, dan dalamnya kita taruh akan dia tempat tidur dan meja dan kursi dan kaki dian, supaya apabila ia singgah kepada kita kelak, bolehlah ia menumpang di situ.
11Hata, maka pada suatu hari anu datanglah ia ke sana, lalu menumpanglah ia dalam alayat itu, dan tidurlah ia di sana.
3Maka sesungguhnya pada kesudahan tujuh tahun itu pulanglah perempuan itu dari negeri orang Filistin, lalu keluarlah ia pergi mengadukan halnya kepada baginda dari sebab rumahnya dan dari sebab bendangnya.
4Maka bagindapun lagi dalam bertitah kepada Gehazi, hamba aziz Allah itu, titahnya: Ceriterakanlah kepadaku segala perkara besar-besar yang telah diadakan oleh Elisa itu.
5Maka sementara diceriterakannya kepada baginda bagaimana telah dihidupkannya pula seorang mati, tiba-tiba datanglah perempuan yang punya anak telah dihidupkannya pula itu, mengadukan halnya kepada baginda dari sebab rumahnya dan dari sebab bendangnya. Maka sembah Gehazi: Ya tuanku, inilah perempuan itu dan inilah anaknya, yang telah dihidupkan pula oleh Elisa itu.
6Maka bagindapun bertanyakanlah perempuan itu, lalu diceriterakannyalah kepada baginda segala hal ihwalnya. Maka disuruhkan baginda seorang penjawat istana sertanya, titahnya: Pulangkanlah kepadanya segala yang dia punya, lagipun segala hasil tanahnya dari pada hari ditinggalkannya negeri itu datang kepada hari ini.
2Maka pada sekali peristiwa, setelah beberapa pasukan sudah keluar dari benua Syam, dibawanya dari tanah Israel akan seorang anak dara dengan tertawan, maka anak dara itupun menjadi sahaya kepada isteri Naaman itu.
3Maka sembahnya kepada enciknya: Jikalau kiranya tuan sahaya adalah di hadapan nabi yang di Samaria itu, niscaya disembuhkannya tuan sahaya dari pada sakit kustanya.
4Maka pergilah Naaman memberitahu kata itu kepada baginda tuannya, sembahnya: Begitu begini kata anak dara yang dari negeri Israel itu.
24Setelah sampai Gehazi kepada bukit itu, maka diambilnya segala barang-barang itu dari pada tangan mereka itu, lalu ditaruhnya dalam sebuah rumah dan dilepaskannya kedua orang itu pergi, maka keduanyapun berjalanlah.
25Setelah itu maka masuklah Gehazi, lalu berdiri menghadap tuannya. Maka kata Elisa kepadanya: Hai Gehazi, engkau dari mana? Maka sahutnya: Tiada sahaya pergi ke mana-mana.
26Tetapi kata Elisa kepadanya: Bukankah seolah-olah hilang hatiku, tatkala orang itu turun dari atas ratanya dengan segera, lalu mendapatkan dikau? Inikah masa yang patut diambil akan perak atau pakaian atau pohon zait atau kebun anggur atau lembu domba dan hamba sahaya?
12Maka sembah perempuan itu: Berilah kiranya patik tuanku ini mempersembahkan sepatah kata lagi kepada tuanku. Maka titah baginda: Katakanlah dia.
1Sebermula, maka adalah seorang perempuan anu dari pada bini segala murid nabi itu, maka berserulah ia kepada Elisa, katanya: Bahwa hamba tuan, laki sahaya itu, sudah mati, maka tuan juga tahu bahwa dahulu hamba tuan itu beribadatlah kepada Tuhan, maka sekarang orang piutang sudah datang hendak mengambil kedua orang anak sahaya akan hambanya.
2Maka kata Elisa kepadanya: Apakah boleh kuperbuat karena engkau? Berilah tahu aku barang apa yang di dalam rumahmu. Maka sahutnya: Satupun tiada pada sahaya dalam rumah melainkan sebuah buli-buli berisi minyak.
28Maka sahut baginda raja Daud, titahnya: Panggilkanlah aku Batsyeba. Maka datanglah ia menghadap baginda, lalu berdirilah ia di hadapan baginda.
9Arakian, maka datanglah Naaman serta dengan segala kudanya dan ratanya, lalu berhenti di hadapan pintu rumah Elisa.
21Maka Gehazipun mengikutlah akan Naaman dari belakang. Demi dilihat Naaman akan dia mengikut maka turunlah ia dari atas ratanya, lalu pergi mendapatkan dia sambil katanya: Adakah baik?
11Maka sementara perempuan itu pergi hendak mengambil dia, berserulah Elia pula kepadanya, katanya: Ambil apalah akan daku sesuap apampun pada tanganmu!
12Maka sembah seorang hambanya: Bukannya demikian, ya tuanku! melainkan nabi Elisa, yang di antara orang Israel itu, ia memberitahu kepada raja orang Israel segala titah yang dikatakan tuanku jikalau dalam bilik peraduan tuanku sekalipun.
15Maka adapun patik ini telah datang mempersembahkan segala perkataan ini kepada tuanku, yaitu sebab orang banyak itu sudah menakuti patik, lalu kata patik tuanku ini: Baiklah patik pergi mempersembahkan hal itu kepada baginda, mudah-mudahan baginda menurut sembah patik.
18Maka kata perempuan itu kepada Elia: Apa gerangan perkaraku dengan dikau, hai aziz Allah? Sudahkah engkau singgah kepadaku hendak mengingatkan salahku dan membunuh anakku?
10Maka datanglah Tuhan berdiri di sana serta memanggil dia seperti dahulu: Hai Semuel, Semuel! Maka sahut Semuel: Berfirmanlah juga, ya Tuhan! karena hamba-Mu ini ada mendengar.
6Hata, maka disampaikannyalah surat kiriman itu kepada baginda raja orang Israel, bunyinya: Bahwa apabila sampai surat kiriman ini kepada adinda, ketahuilah oleh adinda bahwa kakanda sudah menyuruhkan Naaman, hamba kakanda, menghadap adinda, supaya adinda menyembuhkan dia dari pada penyakit kustanya.
26Maka kata Hanna: Ya tuan! sesungguh-sungguh tuan hidup, ya tuan! sahaya ini perempuan itu, yang dahulu berdiri hampir dengan tuan, serta yang meminta doa kepada Tuhan.
11Maka kata raja Yosafat: Tiadakah di sini seorang nabi Tuhan, supaya boleh kita bertanyakan Tuhan olehnya? Maka sahut seorang hamba raja Israel, sembahnya: Adalah di sini Elisa bin Safat, yang dahulu mencucurkan air pembasuh kepada tangan Elia.
12Maka sahut mereka itu: Ada; lihat, adalah ia di sana di hadapanmu; baiklah kamu bersegera-segera, karena pada hari ini juga ia telah datang ke dalam negeri, sebab hari ini adalah korban karena orang banyak di tempat yang tinggi itu.