2 Samuel 14:12
Maka sembah perempuan itu: Berilah kiranya patik tuanku ini mempersembahkan sepatah kata lagi kepada tuanku. Maka titah baginda: Katakanlah dia.
Maka sembah perempuan itu: Berilah kiranya patik tuanku ini mempersembahkan sepatah kata lagi kepada tuanku. Maka titah baginda: Katakanlah dia.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
15Maka adapun patik ini telah datang mempersembahkan segala perkataan ini kepada tuanku, yaitu sebab orang banyak itu sudah menakuti patik, lalu kata patik tuanku ini: Baiklah patik pergi mempersembahkan hal itu kepada baginda, mudah-mudahan baginda menurut sembah patik.
16Karena baginda kelak mendengar akan dia hendak melepaskan patik dari pada tangan orang yang mau menumpas patik serta dengan anak patik sekali dari pada warisan Allah.
17Dan lagi kata patik tuanku demikian: Bahwa titah baginda kelak akan menyenangkan hati, karena seperti seorang malaekat Allah demikianlah baginda tuanku hendak mendengar akan baik jahatnya; maka dalam itupun hendaklah kiranya Tuhan, Allah tuanku, menyertai akan tuanku.
18Maka sahut baginda serta titahnya kepada perempuan itu: Sekarang jangan engkau menyembunyikan dari padaku barang yang hendak kutanyakan kepadamu. Maka sembah perempuan itu: Segala titah tuanku patik junjung.
19Maka titah baginda: Adakah tangan Yoab menyertai akan dikau dalam segala perkara ini? Maka sembah perempuan itu, katanya: Daulat tuanku! sesungguh-sungguh hiduplah nyawa tuanku, seorangpun tiada dapat menyimpang ke kiri atau ke kanan dari pada segala titah tuanku; sebenarnya patik tuanku Yoab juga sudah menyuruhkan patik dan sudah membubuh segala perkataan ini pada lidah patik tuanku.
3maka hendaklah engkau pergi menghadap baginda, persembahkanlah kepada baginda perkataan ini. Maka oleh Yoab dibubuh segala perkataan itu pada lidah perempuan itu.
4Maka bersembah perempuan Tekoi itu kepada baginda sambil menyembah sujud dengan mukanya sampai ke bumi, sembahnya: Ya tuanku! tolong apalah akan patik.
5Maka titah baginda kepadanya: Apa kurang engkau? Maka sembahnya: Bahwa patik ini seorang perempuan janda, laki patik sudah mati.
6Maka pada patik tuanku adalah dua orang anaknya laki-laki, maka keduanya itupun berkelahilah di padang dan seorang lainpun tiada yang menceraikan keduanya, lalu dipalu seorang akan seorang, dibunuhnya akan dia.
7Maka sesungguhnya segenap bangsa itu sudah berbangkit melawan patik tuanku ini, katanya: Bawalah ke mari akan si pembunuh saudaranya itu, supaya kami membunuh dia akan bela saudaranya, yang sudah dibunuhnya dan kami membinasakan lagi waris itupun. Maka dalam hal yang demikian mereka itu hendak memadamkan bara api yang lagi tinggal itu, sehingga tiada ditinggalkannya bagi laki patik nama atau anak buah di atas bumi ini.
8Maka titah baginda kepada perempuan itu: Pulang juga engkau, maka aku kelak membenarkan halmu.
9Maka sembah perempuan Tekoi itu kepada baginda: Ya tuanku! segala salah itu kiranya atas patik dan atas isi rumah bapa patik, melainkan tuanku dan takhta kerajaan tuanku juga suci dari pada salah.
10Maka titah baginda: Barangsiapa yang berbantah-bantah dengan dikau, bawalah akan dia ke mari kepadaku, niscaya tiada ia mengusik dikau lagi.
11Maka sembah perempuan itu: Hendaklah kiranya tuanku ingat akan Tuhan, Allah tuanku, asal jangan segala penuntut bela itu bertambah-tambah akan membinasakan dan jangan ditumpasnya akan anak patik itu. Maka titah baginda: Demi Tuhan yang hidup, sehelai rambutpun tiada akan gugur dari pada kepala anakmu ke bumi!
13Maka sembah perempuan itu: Betapa gerangan tuanku sengajakan perkara yang demikian atas segala umat Allah? karena dalam bertitah begitu tuanku juga seolah-olah orang yang bersalah, sebab tiada diberi tuanku orangnya yang terbuang itu datang kembali.
14Setelah itu maka katanya: Adalah sepatah kata hendak hamba sampaikan kepada tuan. Maka sahut Batsyeba: Katakanlah dia.
16Maka sekarang hamba minta kepada tuan barang seperkara jua; jangan apalah tuan enggankan permintaan hamba itu. Maka sahut Batsyeba: Katakanlah dia.
17Maka katanya: Hendaklah kiranya tuan berkata-kata dengan baginda raja Sulaiman, karena tiada dienggankannya pinta tuan, supaya Abisaj, perempuan Sunami itu, dikaruniakan oleh baginda kepada hamba akan isteri hamba.
18Maka sahut Batsyeba: Baiklah; nanti aku berkata-kata dengan baginda akan perkaramu itu.
20Maka kata Batsyeba: Bahwa aku hendak minta kepadamu hanya satu perkara yang kecil jua, janganlah kiranya anakku enggankan permintaanku. Maka kata baginda kepada bunda baginda: Pintalah juga, ya bundaku! maka tiada aku enggankan permintaan bunda.
16Maka Batsyebapun tunduk dirinya, lalu sujud di hadapan baginda; maka titah baginda: Apa kurang?
17Lalu sembahnya kepadanya: Ya tuanku! bukankah tuanku sudah bersumpah kepada patik demi Tuhan, Allah tuanku, titah tuanku: Tak akan jangan Sulaiman, anakmu itu, akan menjadi raja kelak kemudian dari padaku dan iapun akan duduk di atas takhta kerajaanku ini!
21Maka datanglah perempuan itu kepada Saul, serta dilihatnya akan dia sangat terkejut adanya, maka sembahnya: Bahwasanya patik ini sudah menurut titah tuanku dan patik sudah mengambil nyawa patik dalam tapak tangan patik, apabila patik mendengar akan titah tuanku yang tuanku sampaikan kepada patik.
22Maka sekarangpun hendaklah tuanku juga menurut akan sembah patik, dan biarkan apalah patik sajikan barang sepotong roti di hadapan tuanku, silakanlah tuanku santap, maka tuanku kelak beroleh kuat akan berjalan pula.
26Maka kata Hanna: Ya tuan! sesungguh-sungguh tuan hidup, ya tuan! sahaya ini perempuan itu, yang dahulu berdiri hampir dengan tuan, serta yang meminta doa kepada Tuhan.
12Maka katanya kepada Gehazi, hambanya: Panggillah olehmu perempuan Sunami itu. Maka dipanggilnyalah, lalu berdirilah ia di hadapannya.
13Maka kata Elisa kepada hambanya: Sekarang katakanlah kepadanya ini: Bahwasanya engkau sudah memeliharakan kami dengan sebesar-besar susahmu, maka sekarang apa gerangan boleh dibuat karenamu? adakah sesuatu perkaramu yang boleh dipersembahkan kepada baginda, atau kepada panglima perangnya? Maka sahut perempuan itu: Bahwa adalah sahaya duduk di tengah-tengah kaum sahaya.
13Maka kata Rut: Biarlah sahaya mendapat keridlaan dari pada tuan! bagaimana tuan telah menghiburkan sahaya, bagaimana segala kata tuan telah menyenangkan hati hamba tuan ini, jikalau sahaya tiada sama dengan salah seorang dari pada segala hamba tuan itu sekalipun.
24Maka sujudlah ia pada kakinya sambil sembahnya: Atas sahayalah, ya tuan! atas sahayalah segala salah; sahaja berilah kiranya sahaya berkata-kata dengan tuan dan dengar apalah akan kata sahaya tuan ini.
27Maka adapun berkat yang sahaya persembahkan kepada tuan ini, ia itu hendaklah diberikan kepada orang muda-muda yang menurut kesan kaki tuan.
28Ampunilah kiranya salah sahaya tuan, karena sesungguhnya Tuhan akan memperbuatkan tuan sebuah rumah yang kekal, sebab tuan melakukan perang sabil Tuhan, dan barang sesuatu kejahatanpun tiada didapati dalam tuan seumur hidup tuan!
12Maka sekarangpun mari, aku hendak memberi nasehat kepadamu, supaya engkau meluputkan nyawamu sendiri dan nyawa anakmu Sulaimanpun.
13Pergilah engkau masuk ke dalam menghadap baginda raja Daud, lalu bersembahlah kepadanya demikian: Bukankah tuanku sudah bersumpah kepada patik serta titah tuanku: Tak akan jangan anakmu Sulaiman itu menjadi raja kelak kemudian dari padaku, dan iapun akan duduk di atas takhta kerajaanku! mengapa maka sekarang Adonia itu sudah naik raja?
19Maka sekarang hendaklah kiranya tuanku mendengar akan persembahan patik ini: jikalau kiranya Tuhan yang mengajak tuanku akan melawan patik, baiklah diberi cium korban akan Dia; tetapi jikalau kiranya anak manusia, biarlah mereka itu kena laknat di hadapan hadirat Tuhan, sebab dihalaukannya patik sekarang, sehingga patik ini tiada dapat berhubung dengan bahagian pusaka Tuhan, serta katanya: Pergilah engkau, berbuatlah bakti kepada berhala!
26Tetapi bersembah perempuan yang ibunya anak hidup itu, sebab belas kasihan hatinya akan anaknya, sembahnya kepada baginda: Ya tuanku! berikanlah juga anak yang hidup itu kepadanya, janganlah kiranya tuanku bunuh akan dia! Tetapi kata perempuan yang lain itu: Biarlah anak itu bukan engkau punya bukan aku punya, baiklah dipenggal juga.
27Maka pada masa itu sahut baginda, titahnya: Berikanlah olehmu anak yang hidup itu kepada perempuan itu, janganlah kamu bunuh, karena ia itulah emaknya.
28Dan lagi titah baginda kepadanya: Apakah perkaramu? Maka sembahnya: Bahwa perempuan ini telah berkata kepada patik demikian: Berikanlah anakmu, supaya kita makan dia pada hari ini, maka esok hari kita akan makan anakku.
16Jangan apalah tuan sangkakan sahaya seorang perempuan yang jahat, karena sampai sekarang sahaya sudah berkata-kata dari pada kebanyakan pengaduh dan dukacita hatiku.
17Maka sahut Eli, katanya: Pergilah engkau dengan selamat! bahwa Allah orang Israel akan mengaruniakan kepadamu kelak barang yang telah kaupinta kepadanya.
18Maka kata Hanna: Biarlah kiranya hambamu ini beroleh kasihan kepada pemandangan tuan! Setelah itu maka pergilah perempuan itu, lalu iapun makanlah dan rupa mukanyapun tiada muram lagi.
31Maka titah baginda: Demikianlah perbuatan Allah akan daku dan dipertambahkan-Nya pula, jikalau tiada pada hari ini juga kepada Elisa bin Safat itu dipancung dari pada tubuhnya.
6Maka bagindapun bertanyakanlah perempuan itu, lalu diceriterakannyalah kepada baginda segala hal ihwalnya. Maka disuruhkan baginda seorang penjawat istana sertanya, titahnya: Pulangkanlah kepadanya segala yang dia punya, lagipun segala hasil tanahnya dari pada hari ditinggalkannya negeri itu datang kepada hari ini.
17Maka dihampirinyalah akan dia, lalu kata perempuan itu: Engkaukah Yoab? Maka sahutnya: Akulah dia. Maka kata perempuan itu: Dengar apalah akan perkataan sahaya ini. Maka sahutnya: Ya, aku dengar.
24Maka sembah Natan: Ya tuanku! Sungguhkah tuanku sudah bertitah demikian: Bahwa Adonia akan menjadi raja kemudian dari padaku, dan iapun akan duduk di atas takhta kerajaanku?
22Maka pada masa itu kata perempuan yang lain itu: Bukan, melainkan yang hidup itu anakku dan yang mati itu anakmu! tetapi kata perempuan ini: Bukan, melainkan yang mati itulah anakmu dan yang hidup itu anakku! Demikian berbantah-bantahlah keduanya di hadapan baginda.
36Maka katanya kepada bapanya: Ya bapaku! jikalau bapa telah membuka mulut kepada Tuhan, perbuatlah juga akan daku seperti yang sudah keluar dari pada mulut bapa itu, karena telah diberi Tuhan bapa membalas kepada musuh bapa, yaitu bani Ammon, dengan sepuas-puas hatimu.
28Maka sahut baginda raja Daud, titahnya: Panggilkanlah aku Batsyeba. Maka datanglah ia menghadap baginda, lalu berdirilah ia di hadapan baginda.
20Maka sekarang, ya tuanku! mata segala orang Israel adalah memandang kepada tuanku, supaya tuanku memberitahu kepadanya siapa akan duduk di atas takhta kerajaan tuanku kemudian dari pada tuanku kelak.
31niscaya perkara ini tiada menjadi bagi tuan akan batu terantuk atau akan kesentuhan hati tuan, yaitu yang tuan sudah menumpahkan darah dengan tiada semena-mena dan tuan sudah menuntut haknya sendiri. Maka apabila Tuhan berbuat baik kelak akan tuan, pada masa itu kelak tuan teringat lagi akan sahaya tuan ini!
16Maka kata Semuel kepada Saul: Diamlah engkau, supaya aku memberitahu kepadamu firman Tuhan, yang telah datang kepadaku malam tadi. Maka sahut Saul kepadanya: Katakanlah dia.