14Maka apabila patik sekalian mati, adalah patik juga seperti air tercurah kepada bumi, yang tiada terkumpulkan; maka sebab itu tiada diambil Allah akan nyawa kelak, melainkan niat-Nya juga jangan sampai orang yang terbuang itu tinggal terbuang selalu dari pada patik sekalian.
15Maka adapun patik ini telah datang mempersembahkan segala perkataan ini kepada tuanku, yaitu sebab orang banyak itu sudah menakuti patik, lalu kata patik tuanku ini: Baiklah patik pergi mempersembahkan hal itu kepada baginda, mudah-mudahan baginda menurut sembah patik.
16Karena baginda kelak mendengar akan dia hendak melepaskan patik dari pada tangan orang yang mau menumpas patik serta dengan anak patik sekali dari pada warisan Allah.
17Dan lagi kata patik tuanku demikian: Bahwa titah baginda kelak akan menyenangkan hati, karena seperti seorang malaekat Allah demikianlah baginda tuanku hendak mendengar akan baik jahatnya; maka dalam itupun hendaklah kiranya Tuhan, Allah tuanku, menyertai akan tuanku.
18Maka sahut baginda serta titahnya kepada perempuan itu: Sekarang jangan engkau menyembunyikan dari padaku barang yang hendak kutanyakan kepadamu. Maka sembah perempuan itu: Segala titah tuanku patik junjung.
19Maka titah baginda: Adakah tangan Yoab menyertai akan dikau dalam segala perkara ini? Maka sembah perempuan itu, katanya: Daulat tuanku! sesungguh-sungguh hiduplah nyawa tuanku, seorangpun tiada dapat menyimpang ke kiri atau ke kanan dari pada segala titah tuanku; sebenarnya patik tuanku Yoab juga sudah menyuruhkan patik dan sudah membubuh segala perkataan ini pada lidah patik tuanku.
20Adapun akan rupa perkara itu diubahkan demikian, yaitu dengan pesan patik tuanku Yoab juga, tetapi tuanku juga berbudi seperti budi seorang malaekat Allah, serta dapat mengetahui akan segala sesuatu yang jadi dalam negeri.
21Setelah itu maka titah baginda kepada Yoab: Bahwasanya ridlalah aku akan perkara ini; pergilah engkau menyambut kembali akan si Absalom, orang muda itu.