Daniel 2:15
Serta bertanyalah ia akan Ariokh, penglima raja itu, katanya: Mengapa gerangan keluarlah titah yang keras begitu dari pada baginda? Maka oleh Ariokh diberitahu hal itu kepada Daniel.
Serta bertanyalah ia akan Ariokh, penglima raja itu, katanya: Mengapa gerangan keluarlah titah yang keras begitu dari pada baginda? Maka oleh Ariokh diberitahu hal itu kepada Daniel.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
12Maka sebab itu sangatlah murka dan geramlah baginda, lalu dititahkannya orang membunuh segala orang alim yang di Babil.
13Maka keluarlah titah itu, bahwa segala orang alim akan dibunuh, lalu dicahari oranglah akan Daniel dan segala taulannya, hendak dibunuhnya akan mereka itupun.
14Maka pada masa itu berkata-kata Daniel dengan tetap hatinya dan dengan akal budinya kepada Ariokh, penghulu biduanda baginda, yang sudah keluar hendak membunuh segala orang alim yang di Babil itu.
23Kepada-Mu, ya Allah nenek moyangku! aku memuji-muji dan mengucap syukur! sebab Engkau sudah mengaruniakan kepadaku hikmat dan kuasa, dan Engkaupun sudah memberitahu aku barang yang telah kami pinta dari pada-Mu itu; sebab Engkau sudah menyatakan kepada kami hal raja itu!
24Hata, maka pergilah Daniel mendapatkan Ariokh, yang telah dititahkan oleh baginda membunuh segala orang alim yang di Babil itu; maka pergilah ia, lalu katanya kepadanya: Janganlah tuan bunuh segala orang alim yang di Babil itu! Bawalah akan hamba menghadap baginda juga, maka hamba kelak memaklumkan kepada baginda tabirnya.
25Maka dengan segeranya dibawa Ariokh akan Daniel menghadap baginda, sambil sembahnya kepada baginda: Bahwa patik sudah mendapat seorang laki-laki di antara segala orang yang sudah dipindahkan dengan tertawan itu, yaitu seorang Yahudi yang akan memaklumkan kepada tuanku tabir mimpi itu kelak.
26Maka sahut baginda, titahnya kepada Daniel, yang bergelar Beltsazar: Dapatkah engkau maklumkan kepadaku khayal mimpi yang telah kulihat, serta dengan tabirnya sekali?
27Maka sahut Daniel di hadapan hadirat baginda, sembahnya: Adapun rahasia yang hendak diketahui oleh tuanku, seorang alim atau sastrawan atau ahlulnujum atau petenungpun tiada yang dapat menyatakan dia kepada tuanku.
28Tetapi adalah Allah di dalam sorga, yang boleh menyatakan segala rahasia dan memberitahu kepada tuanku Nebukadnezar barang yang akan jadi pada kemudian hari; adapun mimpi tuanku dan segala khayal yang tuanku lihat pada peraduan tuanku inilah dia:
16Maka pergilah Daniel meminta kepada baginda pertangguhkan waktunya, supaya boleh dimaklumkannya kepada baginda tabir mimpi itu.
17Lalu pulanglah Daniel ke rumahnya, diberinya tahu hal itu kepada Hananya dan Misail dan Azarya, taulannya,
18supaya dipintanya rahmat dari pada Allah yang di sorga, akan rahasia ini, supaya jangan Daniel dan segala taulannyapun binasalah serta dengan segala orang alim yang di Babil itu.
19Hata maka rahasia itu dinyatakan kepada Daniel dalam khayal pada malam, lalu dipuji-puji Daniel akan Allah yang di sorga!
12Lalu menyergaplah orang itu akan Daniel, didapatinya akan dia dalam meminta doa dan memohon-mohon di hadapan hadirat Allahnya.
13Maka datanglah mereka itu hampir, lalu bersembah kepada baginda akan hal firman baginda itu, sembahnya: Bukankah sudah tuanku meteraikan firman, bunyinya, bahwa barangsiapa yang akan meminta barang sesuatu kepada dewa atau manusia dalam tiga puluh hari ini, melainkan kepada tuanku, niscaya orang itu dicampak ke dalam keleburan singa? Maka sahut baginda, titahnya: Sudah tentulah perkara itu seperti hukum orang Medi dan Farsi, yang tiada terubahkan!
14Maka ujar mereka itu kepada baginda, sembahnya: Bahwa Daniel, seorang dari pada mereka sekalian yang sudah dipindahkan dari Yehuda dengan tertawan, itu tiada mengindahkan titah tuanku, atau akan firman yang telah tuanku meteraikan, melainkan pada sehari tiga kali ia meminta doa.
15Demi didengar baginda sembah ini, maka amarahlah baginda akan dirinya, ditentukannya dalam hatinya hendak meluputkan Daniel juga, bahkan, sampai waktu masuk matahari bagindapun mencahari upaya hendak meluputkan Daniel.
16Lalu orang itu mendedasi baginda, sembahnya kepada baginda: Ya tuanku, maklumlah kepada tuanku, inilah suatu hukum orang Medi dan Farsi, bahwa suatu titah dan firman seperti yang telah dimeteraikan oleh tuanku, itu tiada terubahkan lagi.
10Tetapi kata juga penghulu segala penjawat istana kepada Daniel: Takutlah aku akan baginda yang dipertuan, yang sudah menentukan bahagian makanan dan minumanmu, karena mengapa kiranya seri mukamu akan kurang dari pada seri muka segala orang muda-muda yang sebaya dengan dikau? Demikianlah engkau akan menjunjungkan salah di atas kepalaku di hadapan baginda.
11Lalu kata Daniel kepada penjawat santapan yang telah diangkat oleh penghulu segala penjawat istana atas Daniel, Hananya, Misail dan Azarya.
15Maka tegal sudah dibawa akan segala orang alim, yaitu segala orang sastrawan, menghadap aku, supaya dibacanya akan suratan ini dan diberinya tahu aku artinya, dan tiada mereka itu dapat menyatakan artinya kepadaku;
16dan tegal aku sudah mendengar akan halmu, bahwa engkau dapat memberi arti yang begitu, dan menguraikan simpulan, sebab itu, jikalau engkau dapat membaca suratan ini dan memberitahu aku artinya, niscaya engkau akan dikenakan pakaian ungu dan kalung emas pada lehermu dan engkau akan memerintahkan kerajaan pada pangkat yang ketiga.
17Maka sahut Daniel, sembahnya kepada baginda: Bahwa segala anugerah itu tinggal pada tuanku dan hendaklah tuanku mengaruniakan anugerah tuanku kepada orang lain, maka patik juga membacakan suratan ini kepada tuanku serta memaklumkan artinya kepada tuanku.
11Karena dalam kerajaan tuanku adalah seorang, yang dalamnya adalah roh dewata mulia raya dan pada zaman paduka ayahanda tuanku didapati dalamnya akan terang dan akal dan hikmat, seperti hikmat dewata, maka diangkat baginda raja Nebukadnezar, paduka ayahanda tuanku, akan dia menjadi penghulu segala orang sastrawan dan ahlulnujum dan orang Kasdim dan orang petenung, ya tuanku!
12Karena dalamnya didapati akan roh indah-indah dan akal dan hikmat akan mentabirkan mimpi dan membuka penerka dan menguraikan simpulan, yaitu dalam Daniel, yang dinamai oleh baginda Beltsazar; sebab itu baiklah Daniel itu dipanggil, supaya diberinya tahu artinya ini.
13Maka dibawa oranglah akan Daniel menghadap baginda, lalu titah baginda kepada Daniel demikian: Engkaukah Daniel itu, seorang dari pada mereka yang sudah dipindahkan dengan tertawan dari negeri Yehuda, yang sudah dibawa ke mari dari antara orang Yahudi oleh paduka marhum?
7Maka sahut mereka itu pada kedua kalinya, sembahnya: Hendaklah kiranya tuanku menceriterakan mimpi itu kepada patik ini, maka patik maklumkan tabirnya kelak.
8Maka sahut baginda, titahnya: Nyatalah kepadaku kamu bertangguh-tangguh juga, sedang kamu melihat bahwa kisanya sudah lesap dari padaku.
9Tetapi jikalau kiranya kamu tiada memberitahu aku mimpi itu, maka hukumanmu akan tentu juga; maka sebab itu kamu mereka perkataan dusta dan penipu di hadapanku, sehingga waktunya juga mendatangkan perubahan; maka sekarang katakanlah mimpi itu kepadaku, maka boleh aku tahu, bahwa kamu dapat memaklumkan tabirnya juga.
10Maka sahut orang Kasdim itu di hadapan hadirat baginda, sembahnya: Bahwa di atas seluruh muka bumi seorangpun tiada yang dapat memaklumkan perkara yang tuanku titahkan; maka sebab itu tiada pernah seorang raja, jikalau besar dan berkuasa sekalipun, yang menitahkan perkara sebagainya kepada barang seorang sastrawan atau ahlulnujum atau Kasdim.
7Hata, maka pergilah segala menteri dan perdana menteri itu bersama-sama menghadap baginda, lalu sembahnya: Daulat tuanku, ya raja Darius!
8Segala perdana menteri kerajaan ini dan segala penghulu dan menteri dan orang bicara dan pemerintah negeri itu sudah bermusyawarat hendak mengadakan suatu titah kerajaan dan menentukan suatu firman, supaya barangsiapa yang dalam tiga puluh hari ini meminta barang sesuatu kepada seorang dewa atau manusia, melainkan kepada tuanku juga, ya tuanku! tak akan jangan orang itu dicampak ke dalam keleburan singa.
9Maka sekarangpun, ya tuanku! hendaklah kiranya tuanku memberi suatu firman dan meteraikan dia dengan membubuh tanda tangan tuanku, supaya jangan ia itu diubahkan, setuju dengan hukum orang Medi dan Farsi, sehingga ia itu tiada terubahkan.
13Maka titah baginda kepada segala hakim yang tahu akan barang yang patut dalam hal ini (karena demikianlah adat dibicarakan segala hal ihwal kerajaan dalam majelis segala orang yang mengetahui hukum dan syarat;
16Maka menghampirilah aku kepada seorang dari pada mereka yang berdiri di situ, lalu bertanyalah aku kepadanya akan ketentuan segala perkara ini; maka berkatalah ia kepadaku, dinyatakannya kepadaku tabir segala perkara ini.
6Maka bertitahlah aku, dan kusuruh orang membawa menghadap aku segala orang alim yang di Babil, supaya diberinya tahu aku tabir mimpi itu.
47Maka sahut baginda kepada Daniel, titahnya: Sebenarnyalah Allah kamu itulah Allah yang di atas segala dewata dan Tuhan atas segala raja, Ia yang menyatakan segala rahasia, tegal engkau dapat menyatakan rahasia ini!
48Maka sebab itu dibesarkan baginda akan Daniel, dikaruniakannya kepadanya beberapa berapa anugerah yang besar, dan diangkatnya akan dia jadi pemerintah seluruh benua Babil dan penghulu segala orang alim yang di Babil itu.
49Tetapi dipinta Daniel kepada baginda, supaya ditanggungkan pemerintahan benua Babil itu atas Saderakh dan Mesakh dan Abed-nego, maka Daniel tetap juga dalam pintu istana baginda.
18Hata, setelah genap segala hari yang dititah baginda kemudiannya patut dibawa oranglah akan mereka itu masuk, maka oleh penghulu segala penjawat istana dibawa akan mereka itu menghadap hadirat baginda raja Nebukadnezar.
19Maka dalam baginda bertitah kepada mereka itu tiada didapati antara mereka itu sekalian akan orang yang seperti Daniel, Hananya, Misail dan Azarya; maka menghadaplah mereka itu hadirat baginda.
20Maka adapun dalam hal segala ilmu dan pengetahuan yang ditanyakan baginda akan mereka itu, didapati baginda akan mereka itu sepuluh kali lebih alim dari pada segala orang sastrawan dan segala ahlulnujum yang dalam seluruh kerajaannya.
19Setelah itu maka pulanglah baginda ke istananya, lalu berbaring dengan tiada santap barang santapan dan dengan tiada dipetik bunyi-bunyian di hadapannya dan antuknyapun lenyaplah dari padanya.
24maka inilah, ya tuanku! tabirnya, dan inilah takdir Allah taala yang akan berlaku atas tuanku!
19Pada masa itu heranlah Daniel, yang bernama Beltsazar, dan tercengang-cengang ia kira-kira sejam lamanya dan kepikirannya mendebarkan hatinya! Maka titah baginda kepadanya: Hai Beltsazar! janganlah mimpi dan tabirnya itu memberi dahsyat engkau! Maka sahut Beltsazar, sembahnya: Ya tuanku! baiklah kiranya mimpi itu berlaku atas segala pembenci tuanku dan tabirnya atas segala musuh tuanku!
2Maka berkenanlah kepada Darius mengangkat atas kerajaan itu seratus dua puluh orang menteri yang memegang perintah dalam segenap kerajaan itu.
2Lalu baginda menitah memanggil segala orang satrawan dan ahlulnujum dan tukang sulap dan orang Kasdim, supaya dimaklumkannya kepada baginda mimpinya yang berkhayal itu; maka datanglah mereka itu sekalian menghadap hadirat baginda.
22Maka berkatalah ia, dan diajarnya aku, katanya: Hai Daniel! sekarang aku sudah datang hendak memberi akal pengertian akan dikau.
30Adapun akan patik ini, bukan sebab di dalam patik adalah barang hikmat terlebih dari pada segala orang lain, maka rahasia ini dinyatakan kepada patik, melainkan supaya tabirnya dimaklumkan kepada tuanku dan supaya diketahui oleh tuanku akan segala kepikiran hati tuanku itu.
12Lalu katanya kepadaku: Jangan takut, hai Daniel! karena dari pada hari yang pertama engkau berniat dalam hatimu hendak mengerti dan merendahkan hatimu di hadapan hadirat Allahmu, diterima juga segala sembahmu dan oleh karena sembahmu itu aku sudah datang.