Daniel 5:15
Maka tegal sudah dibawa akan segala orang alim, yaitu segala orang sastrawan, menghadap aku, supaya dibacanya akan suratan ini dan diberinya tahu aku artinya, dan tiada mereka itu dapat menyatakan artinya kepadaku;
Maka tegal sudah dibawa akan segala orang alim, yaitu segala orang sastrawan, menghadap aku, supaya dibacanya akan suratan ini dan diberinya tahu aku artinya, dan tiada mereka itu dapat menyatakan artinya kepadaku;
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
5Maka pada waktu itu juga tiba-tiba datanglah jari tangan manusia menyurat pada kapur dinding istana baginda, berbetulan dengan kaki dian, maka terlihatlah baginda akan ujung tangan yang menyurat itu.
6Pada masa itu berubahlah seri muka baginda dan kepikirannya mendebarkan hatinya dan segala pengikat pinggangnyapun terurailah dan lututnyapun berantuk-antuklah.
7Maka berserulah baginda dengan kuat, disuruhnya orang membawa masuk akan ahlulnujum dan orang Kasdim dan orang petenung. Maka titah baginda kepada segala orang alim di Babil itu: Bahwa barangsiapa yang dapat membaca suratan ini dan memberitahu aku artinya, ia itu akan dikenakan pakaian ungu dan kalung emas pada lehernya dan iapun akan memegang perintah dalam kerajaan ini pada pangkat yang ketiga.
8Maka datanglah segala orang alim baginda, tetapi tiada mereka itu dapat membaca suratan itu atau memberitahu baginda artinya.
9Maka pada masa itu baginda raja Belsyazar sangat berdebarlah hatinya dan seri wajah bagindapun berubahlah dan segala menteri bagindapun dahsyatlah.
10Serta kedengaranlah kepada permaisuri segala perkara yang telah jadi pada baginda dan segala menteri baginda, lalu langsung permaisuri ke tempat perjamuan itu, serta sembahnya: Daulat tuanku! jangan apalah kepikiran tuanku mendebarkan kalbu tuanku dan jangan seri wajah tuanku berubah begitu.
11Karena dalam kerajaan tuanku adalah seorang, yang dalamnya adalah roh dewata mulia raya dan pada zaman paduka ayahanda tuanku didapati dalamnya akan terang dan akal dan hikmat, seperti hikmat dewata, maka diangkat baginda raja Nebukadnezar, paduka ayahanda tuanku, akan dia menjadi penghulu segala orang sastrawan dan ahlulnujum dan orang Kasdim dan orang petenung, ya tuanku!
12Karena dalamnya didapati akan roh indah-indah dan akal dan hikmat akan mentabirkan mimpi dan membuka penerka dan menguraikan simpulan, yaitu dalam Daniel, yang dinamai oleh baginda Beltsazar; sebab itu baiklah Daniel itu dipanggil, supaya diberinya tahu artinya ini.
6Maka bertitahlah aku, dan kusuruh orang membawa menghadap aku segala orang alim yang di Babil, supaya diberinya tahu aku tabir mimpi itu.
7Pada masa itu datanglah segala sastrawan dan ahlulnujum dan orang Kasdim dan orang petenung, lalu kuceriterakan mimpiku kepadanya, tetapi tiada dapat diberinya tahu aku tabirnya.
8Maka kemudian datanglah Daniel menghadap aku; adapun namanya Beltsazar turut nama dewaku, dan dalamnya adalah roh dewata mulia raya, maka kuceriterakanlah mimpiku kepadanya.
9Hai Beltsazar, penghulu segala sastrawan! yang kuketahui akan hal roh dewata mulia raya adalah di dalammu, dan barang suatu rahasiapun tiada terlalu sukar bagimu, berilah tahu aku tabir khayal mimpi yang sudah kulihat itu.
16dan tegal aku sudah mendengar akan halmu, bahwa engkau dapat memberi arti yang begitu, dan menguraikan simpulan, sebab itu, jikalau engkau dapat membaca suratan ini dan memberitahu aku artinya, niscaya engkau akan dikenakan pakaian ungu dan kalung emas pada lehermu dan engkau akan memerintahkan kerajaan pada pangkat yang ketiga.
17Maka sahut Daniel, sembahnya kepada baginda: Bahwa segala anugerah itu tinggal pada tuanku dan hendaklah tuanku mengaruniakan anugerah tuanku kepada orang lain, maka patik juga membacakan suratan ini kepada tuanku serta memaklumkan artinya kepada tuanku.
24Hata, maka pergilah Daniel mendapatkan Ariokh, yang telah dititahkan oleh baginda membunuh segala orang alim yang di Babil itu; maka pergilah ia, lalu katanya kepadanya: Janganlah tuan bunuh segala orang alim yang di Babil itu! Bawalah akan hamba menghadap baginda juga, maka hamba kelak memaklumkan kepada baginda tabirnya.
25Maka dengan segeranya dibawa Ariokh akan Daniel menghadap baginda, sambil sembahnya kepada baginda: Bahwa patik sudah mendapat seorang laki-laki di antara segala orang yang sudah dipindahkan dengan tertawan itu, yaitu seorang Yahudi yang akan memaklumkan kepada tuanku tabir mimpi itu kelak.
26Maka sahut baginda, titahnya kepada Daniel, yang bergelar Beltsazar: Dapatkah engkau maklumkan kepadaku khayal mimpi yang telah kulihat, serta dengan tabirnya sekali?
27Maka sahut Daniel di hadapan hadirat baginda, sembahnya: Adapun rahasia yang hendak diketahui oleh tuanku, seorang alim atau sastrawan atau ahlulnujum atau petenungpun tiada yang dapat menyatakan dia kepada tuanku.
28Tetapi adalah Allah di dalam sorga, yang boleh menyatakan segala rahasia dan memberitahu kepada tuanku Nebukadnezar barang yang akan jadi pada kemudian hari; adapun mimpi tuanku dan segala khayal yang tuanku lihat pada peraduan tuanku inilah dia:
29Adapun akan hal tuanku, pada masa tuanku dalam peraduan terbitlah kepikiran dalam hati tuanku akan barang yang akan jadi kemudian, maka Ia, yang boleh menyatakan segala rahasia, sudah memberitahu tuanku barang yang akan jadi.
30Adapun akan patik ini, bukan sebab di dalam patik adalah barang hikmat terlebih dari pada segala orang lain, maka rahasia ini dinyatakan kepada patik, melainkan supaya tabirnya dimaklumkan kepada tuanku dan supaya diketahui oleh tuanku akan segala kepikiran hati tuanku itu.
5Maka sahut baginda, titahnya kepada orang Kasdim itu: Kisahnya sudah lesap dari padaku; jikalau kamu tiada dapat memberitahu aku mimpi itu serta dengan tabirnya sekali, niscaya kamu akan ditetak berpenggal-penggal dan rumah-rumahmupun akan dijadikan suatu kerobohan batu!
6Tetapi jikalau kamu memberitahu mimpi itu dengan tabirnya sekali, niscaya kamu akan berolah dari padaku beberapa anugerah dan karunia dan hormat yang besar; sebab itu, sekarang berilah tahu aku mimpi itu dengan tabirnya sekali.
7Maka sahut mereka itu pada kedua kalinya, sembahnya: Hendaklah kiranya tuanku menceriterakan mimpi itu kepada patik ini, maka patik maklumkan tabirnya kelak.
8Maka sahut baginda, titahnya: Nyatalah kepadaku kamu bertangguh-tangguh juga, sedang kamu melihat bahwa kisanya sudah lesap dari padaku.
9Tetapi jikalau kiranya kamu tiada memberitahu aku mimpi itu, maka hukumanmu akan tentu juga; maka sebab itu kamu mereka perkataan dusta dan penipu di hadapanku, sehingga waktunya juga mendatangkan perubahan; maka sekarang katakanlah mimpi itu kepadaku, maka boleh aku tahu, bahwa kamu dapat memaklumkan tabirnya juga.
10Maka sahut orang Kasdim itu di hadapan hadirat baginda, sembahnya: Bahwa di atas seluruh muka bumi seorangpun tiada yang dapat memaklumkan perkara yang tuanku titahkan; maka sebab itu tiada pernah seorang raja, jikalau besar dan berkuasa sekalipun, yang menitahkan perkara sebagainya kepada barang seorang sastrawan atau ahlulnujum atau Kasdim.
11Karena perkara yang tuanku titahkan itu terlalu sukar sulit, sehingga seorangpun tiada yang dapat memaklumkan dia kepada tuanku, melainkan segala dewata juga, yang kedudukannya bukan di antara manusia.
12Maka sebab itu sangatlah murka dan geramlah baginda, lalu dititahkannya orang membunuh segala orang alim yang di Babil.
13Maka keluarlah titah itu, bahwa segala orang alim akan dibunuh, lalu dicahari oranglah akan Daniel dan segala taulannya, hendak dibunuhnya akan mereka itupun.
18Maka aku ini raja Nebukadnezar sudah melihat mimpi ini, sekarang, hai Beltsazar, ceriterakanlah tabirnya! karena segala orang alim dalam kerajaanku tiada dapat memberitahu akan tabirnya, tetapi engkau juga dapat, sebab roh dewata mulia raya adalah di dalammu.
19Pada masa itu heranlah Daniel, yang bernama Beltsazar, dan tercengang-cengang ia kira-kira sejam lamanya dan kepikirannya mendebarkan hatinya! Maka titah baginda kepadanya: Hai Beltsazar! janganlah mimpi dan tabirnya itu memberi dahsyat engkau! Maka sahut Beltsazar, sembahnya: Ya tuanku! baiklah kiranya mimpi itu berlaku atas segala pembenci tuanku dan tabirnya atas segala musuh tuanku!
2Lalu baginda menitah memanggil segala orang satrawan dan ahlulnujum dan tukang sulap dan orang Kasdim, supaya dimaklumkannya kepada baginda mimpinya yang berkhayal itu; maka datanglah mereka itu sekalian menghadap hadirat baginda.
3Lalu titah baginda kepadanya: Bahwa aku sudah bermimpi suatu mimpi, maka berdebarlah hatiku hendak mengetahui mimpi itu.
18Hata, setelah genap segala hari yang dititah baginda kemudiannya patut dibawa oranglah akan mereka itu masuk, maka oleh penghulu segala penjawat istana dibawa akan mereka itu menghadap hadirat baginda raja Nebukadnezar.
19Maka dalam baginda bertitah kepada mereka itu tiada didapati antara mereka itu sekalian akan orang yang seperti Daniel, Hananya, Misail dan Azarya; maka menghadaplah mereka itu hadirat baginda.
20Maka adapun dalam hal segala ilmu dan pengetahuan yang ditanyakan baginda akan mereka itu, didapati baginda akan mereka itu sepuluh kali lebih alim dari pada segala orang sastrawan dan segala ahlulnujum yang dalam seluruh kerajaannya.
14Maka sekarang sudah kudengar akan halmu, bahwa roh dewata adalah di dalammu dan didapati akan terang dan akal dan hikmat yang indah-indah dalammu.
13Maka titah baginda kepada segala hakim yang tahu akan barang yang patut dalam hal ini (karena demikianlah adat dibicarakan segala hal ihwal kerajaan dalam majelis segala orang yang mengetahui hukum dan syarat;
14adapun orang yang terhampir kepada baginda itu, ia itu Karsena dan Setar dan Admata dan Tarsis dan Meresy dan Marsena dan Memukhan, ketujuh penghulu Farsi dan Medi, yang menghadap hadirat baginda dan duduk pada tempat yang mulia-mulia dalam kerajaan itu);
24Sebab itu disuruhkan-Nya ujung tangan ini dan dari padanya juga datanglah suratan ini.
25Maka inilah bunyi suratan yang tertulis di situ: MENAI, MENAI, TEKAIL, UFARSIN.
13Jikalau engkau sudah penat dari pada kebanyakan bicaramu, baiklah sekarang bangkit berdiri segala orang yang mengamat-amati peridaran langit, yang melihat dalam nujum dan yang membilang pada bulan baharu barang yang akan jadi; baiklah mereka itu melepaskan dikau dari pada barang yang akan berlaku atasmu kelak.
36Maka ia itulah mimpi tuanku; sekarang patik hendak menceriterakan kepada tuanku tabirnya.
16Maka pergilah Daniel meminta kepada baginda pertangguhkan waktunya, supaya boleh dimaklumkannya kepada baginda tabir mimpi itu.
18supaya dipintanya rahmat dari pada Allah yang di sorga, akan rahasia ini, supaya jangan Daniel dan segala taulannyapun binasalah serta dengan segala orang alim yang di Babil itu.
24maka inilah, ya tuanku! tabirnya, dan inilah takdir Allah taala yang akan berlaku atas tuanku!