Daniel 2:36
Maka ia itulah mimpi tuanku; sekarang patik hendak menceriterakan kepada tuanku tabirnya.
Maka ia itulah mimpi tuanku; sekarang patik hendak menceriterakan kepada tuanku tabirnya.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
44Maka pada zaman raja-raja itu oleh Allah yang di sorga akan diadakan sebuah kerajaan yang pada selama-lamanya tiada dapat dibinasakan, maka kerajaan itu tiada akan diserahkan kepada salah suatu bangsa yang lain, dan ia itupun akan menghancurkan dan meniadakan segala kerajaan itu, tetapi ia sendiri akan kekal sampai selama-lamanya.
45Maka itulah sebabnya tuanku sudah melihat sebuah batu gunung gugur sendirinya dengan tiada tolongan tangan, lalu dihancurluluhkannya besi dan tembaga dan tanah liat dan perak dan emas. Bahwa Allah taala sudah memaklumkan kepada tuanku, barang yang akan jadi pada kemudian hari; bahwa sesungguhnya inilah mimpi tuanku dan tentulah tabirnya.
25Maka dengan segeranya dibawa Ariokh akan Daniel menghadap baginda, sambil sembahnya kepada baginda: Bahwa patik sudah mendapat seorang laki-laki di antara segala orang yang sudah dipindahkan dengan tertawan itu, yaitu seorang Yahudi yang akan memaklumkan kepada tuanku tabir mimpi itu kelak.
26Maka sahut baginda, titahnya kepada Daniel, yang bergelar Beltsazar: Dapatkah engkau maklumkan kepadaku khayal mimpi yang telah kulihat, serta dengan tabirnya sekali?
27Maka sahut Daniel di hadapan hadirat baginda, sembahnya: Adapun rahasia yang hendak diketahui oleh tuanku, seorang alim atau sastrawan atau ahlulnujum atau petenungpun tiada yang dapat menyatakan dia kepada tuanku.
28Tetapi adalah Allah di dalam sorga, yang boleh menyatakan segala rahasia dan memberitahu kepada tuanku Nebukadnezar barang yang akan jadi pada kemudian hari; adapun mimpi tuanku dan segala khayal yang tuanku lihat pada peraduan tuanku inilah dia:
29Adapun akan hal tuanku, pada masa tuanku dalam peraduan terbitlah kepikiran dalam hati tuanku akan barang yang akan jadi kemudian, maka Ia, yang boleh menyatakan segala rahasia, sudah memberitahu tuanku barang yang akan jadi.
30Adapun akan patik ini, bukan sebab di dalam patik adalah barang hikmat terlebih dari pada segala orang lain, maka rahasia ini dinyatakan kepada patik, melainkan supaya tabirnya dimaklumkan kepada tuanku dan supaya diketahui oleh tuanku akan segala kepikiran hati tuanku itu.
31Ya tuanku! dalam tuanku melihat itu tiba-tiba adalah suatu patung besar, maka sempurnalah patung itu lagi amat indah-indah, adalah ia itu terdiri di hadapan tuanku dengan sangat hebat rupanya.
32Maka kepala patung itu dari pada emas tua, dadanya dan lengannya dari pada perak, perutnya dan pahanya dari pada tembaga.
33Paha belalangnya dari pada besi dan kakinya separuh dari pada besi dan separuh dari pada tanah liat.
34Maka dalam tuanku merenung-renung kepadanya tiba-tiba gugurlah sebuah batu gunung tiada dengan tolongan tangan, lalu menimpa patung itu pada kakinya yang dari pada besi bercampur tanah liat, dihancurkannya akan dia.
35Maka pada masa itu serempak sekali dihancurkan besi dan tanah liat dan tembaga dan perak dan emas, semuanya itu jadi seperti sekam yang di tempat pengirik gandum pada musim kemarau; maka diterbangkan angin akan dia, sehingga tiada di dapati lagi akan tempatnya; maka batu gunung yang sudah menghancurluluhkan patung itu, ia itu jadi sebuah gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.
1Hata, maka pada tahun yang kedua dari pada kerajaan Nebukadnezar bermimpilah baginda Nebukadnezar suatu mimpi yang berkhayal, maka sangat berdebarlah hati baginda, sehingga hilanglah tidur dari padanya.
2Lalu baginda menitah memanggil segala orang satrawan dan ahlulnujum dan tukang sulap dan orang Kasdim, supaya dimaklumkannya kepada baginda mimpinya yang berkhayal itu; maka datanglah mereka itu sekalian menghadap hadirat baginda.
3Lalu titah baginda kepadanya: Bahwa aku sudah bermimpi suatu mimpi, maka berdebarlah hatiku hendak mengetahui mimpi itu.
4Maka sembah segala orang Kasdim itu kepada baginda dengan bahasa Arami: Daulat tuanku! hendaklah kiranya tuanku menceriterakan mimpi itu kepada patik, maka patik akan memaklumkan tabirnya kepada tuanku kelak.
5Maka sahut baginda, titahnya kepada orang Kasdim itu: Kisahnya sudah lesap dari padaku; jikalau kamu tiada dapat memberitahu aku mimpi itu serta dengan tabirnya sekali, niscaya kamu akan ditetak berpenggal-penggal dan rumah-rumahmupun akan dijadikan suatu kerobohan batu!
6Tetapi jikalau kamu memberitahu mimpi itu dengan tabirnya sekali, niscaya kamu akan berolah dari padaku beberapa anugerah dan karunia dan hormat yang besar; sebab itu, sekarang berilah tahu aku mimpi itu dengan tabirnya sekali.
7Maka sahut mereka itu pada kedua kalinya, sembahnya: Hendaklah kiranya tuanku menceriterakan mimpi itu kepada patik ini, maka patik maklumkan tabirnya kelak.
8Maka sahut baginda, titahnya: Nyatalah kepadaku kamu bertangguh-tangguh juga, sedang kamu melihat bahwa kisanya sudah lesap dari padaku.
9Tetapi jikalau kiranya kamu tiada memberitahu aku mimpi itu, maka hukumanmu akan tentu juga; maka sebab itu kamu mereka perkataan dusta dan penipu di hadapanku, sehingga waktunya juga mendatangkan perubahan; maka sekarang katakanlah mimpi itu kepadaku, maka boleh aku tahu, bahwa kamu dapat memaklumkan tabirnya juga.
10Maka sahut orang Kasdim itu di hadapan hadirat baginda, sembahnya: Bahwa di atas seluruh muka bumi seorangpun tiada yang dapat memaklumkan perkara yang tuanku titahkan; maka sebab itu tiada pernah seorang raja, jikalau besar dan berkuasa sekalipun, yang menitahkan perkara sebagainya kepada barang seorang sastrawan atau ahlulnujum atau Kasdim.
17Maka perkara ini sudah ditentukan oleh segala utusan dan segala hal ihwal ini dengan firman mereka yang suci, supaya diaku oleh segala orang yang hidup, bahwa Allah taala dipertuhan atas segala kerajaan manusia dan dikaruniakan-Nya kepada barangsiapa yang dikehendaki-Nya, bahkan, boleh diangkat-Nya atasnya akan orang yang terkecil sekali.
18Maka aku ini raja Nebukadnezar sudah melihat mimpi ini, sekarang, hai Beltsazar, ceriterakanlah tabirnya! karena segala orang alim dalam kerajaanku tiada dapat memberitahu akan tabirnya, tetapi engkau juga dapat, sebab roh dewata mulia raya adalah di dalammu.
19Pada masa itu heranlah Daniel, yang bernama Beltsazar, dan tercengang-cengang ia kira-kira sejam lamanya dan kepikirannya mendebarkan hatinya! Maka titah baginda kepadanya: Hai Beltsazar! janganlah mimpi dan tabirnya itu memberi dahsyat engkau! Maka sahut Beltsazar, sembahnya: Ya tuanku! baiklah kiranya mimpi itu berlaku atas segala pembenci tuanku dan tabirnya atas segala musuh tuanku!
37Ya tuanku! bahwa tuanku juga raja di atas segala raja; karena Allah yang di sorga sudah mengaruniakan kepada tuanku suatu kerajaan yang luas lagi dengan kuatnya serta kemuliaannya.
38Maka barang di mana duduk manusia dan barang di mana ada binatang di tanah atau unggas di udara, sekalian itu sudah diserahkan-Nya kepada tangan tuanku dan ditaklukkan-Nya kepada pemerintah tuanku; bahwa tuanku juga kepala yang dari pada emas itu!
39Maka kemudian dari pada tuanku akan terbit sebuah kerajaan yang lain, yang kurang mulia dari pada kerajaan tuanku, lalu sebuah kerajaan pula, yaitu yang ketiga, yang dari pada tembaga, dan yang akan memerintahkan seluruh bumi.
40Maka kerajaan yang keempat itu akan keras seperti besi, maka tegal segala sesuatu dipecahkan dan dihancurkan oleh besi, maka kerajaan itu juga akan memecahkan dan menghancurluluhkan semuanya.
41Maka adapun tuanku sudah melihat kaki dan jari-jari kaki separuh dari pada tanah liat penjunan, separuh dari pada besi, maka kerajaan itu akan terbahagi-bahagi dan dalamnya akan ada kuat besi; itulah artinya tuanku sudah melihat besi bercampur dengan tanah liat.
42Dan adapun jari kaki itu separuh dari pada besi dan separuh dari pada tanah liat, artinya kerajaan itu akan separuh keras dan separuh rapuh.
23Maka adapun tuanku sudah melihat seorang utusan, seorang yang suci itu, turun dari langit sambil katanya: Buanglah mercu pohon kayu ini, binasakanlah dia, tetapi biarkanlah batangnya dengan akarnya dalam tanah dan dengan pengikat besi dan tembaga dalam rumput di padang, biarlah ia dibasahkan oleh air embun dari langit dan bahagiannyapun serta dengan segala binatang di bumi, sampai sudah berlaku atasnya tujuh masa;
24maka inilah, ya tuanku! tabirnya, dan inilah takdir Allah taala yang akan berlaku atas tuanku!
5Maka kulihat suatu mimpi yang sudah menggentari aku dan kepikiranku di atas peraduanku dan segala khayal kepalaku sudah mengejutkan daku.
6Maka bertitahlah aku, dan kusuruh orang membawa menghadap aku segala orang alim yang di Babil, supaya diberinya tahu aku tabir mimpi itu.
7Pada masa itu datanglah segala sastrawan dan ahlulnujum dan orang Kasdim dan orang petenung, lalu kuceriterakan mimpiku kepadanya, tetapi tiada dapat diberinya tahu aku tabirnya.
8Maka kemudian datanglah Daniel menghadap aku; adapun namanya Beltsazar turut nama dewaku, dan dalamnya adalah roh dewata mulia raya, maka kuceriterakanlah mimpiku kepadanya.
9Hai Beltsazar, penghulu segala sastrawan! yang kuketahui akan hal roh dewata mulia raya adalah di dalammu, dan barang suatu rahasiapun tiada terlalu sukar bagimu, berilah tahu aku tabir khayal mimpi yang sudah kulihat itu.
10Maka inilah segala khayal kepalaku di atas peraduanku: Bahwa sesungguhnya kulihat adalah pohon kayu sebatang di tengah-tengah bumi, dan amat besar tingginya.
15Maka tegal sudah dibawa akan segala orang alim, yaitu segala orang sastrawan, menghadap aku, supaya dibacanya akan suratan ini dan diberinya tahu aku artinya, dan tiada mereka itu dapat menyatakan artinya kepadaku;
17Maka sahut Daniel, sembahnya kepada baginda: Bahwa segala anugerah itu tinggal pada tuanku dan hendaklah tuanku mengaruniakan anugerah tuanku kepada orang lain, maka patik juga membacakan suratan ini kepada tuanku serta memaklumkan artinya kepada tuanku.
31Maka titah ini ada lagi pada lidah baginda tiba-tiba turunlah suatu bunyi suara dari langit, mengatakan: Maklumlah kepadamu, hai raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan itu sudah lalu dari padamu!
19Hata maka rahasia itu dinyatakan kepada Daniel dalam khayal pada malam, lalu dipuji-puji Daniel akan Allah yang di sorga!
16Maka pergilah Daniel meminta kepada baginda pertangguhkan waktunya, supaya boleh dimaklumkannya kepada baginda tabir mimpi itu.
6Pada masa itu berubahlah seri muka baginda dan kepikirannya mendebarkan hatinya dan segala pengikat pinggangnyapun terurailah dan lututnyapun berantuk-antuklah.
12Maka serta dengan patik adalah di sana seorang orang muda Ibrani, hamba penghulu biduanda itu, maka mimpi itu patik katakan kepadanya, lalu ditabirkannya mimpi patik, maka seperti mimpi masing-masing demikianlahpun ditabirkannya.