Daniel 4:20
Adapun pohon kayu yang telah tuanku lihat, yang makin besar dan kuat, sehingga tingginya sampai ke langit dan kelihatanlah ia pada seluruh muka bumi,
Adapun pohon kayu yang telah tuanku lihat, yang makin besar dan kuat, sehingga tingginya sampai ke langit dan kelihatanlah ia pada seluruh muka bumi,
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
9Hai Beltsazar, penghulu segala sastrawan! yang kuketahui akan hal roh dewata mulia raya adalah di dalammu, dan barang suatu rahasiapun tiada terlalu sukar bagimu, berilah tahu aku tabir khayal mimpi yang sudah kulihat itu.
10Maka inilah segala khayal kepalaku di atas peraduanku: Bahwa sesungguhnya kulihat adalah pohon kayu sebatang di tengah-tengah bumi, dan amat besar tingginya.
11Maka pohon itu makin besar dan makin kuat, sehingga tingginya sampai ke langit dan kelihatanlah ia sampai kepada ujung bumi.
12Maka permailah segala daunnya dan banyaklah buahnya, dan padanya adalah makanan bagi segala makhluk dan di bawahnyapun bernaunglah segala margasatwa, dan pada cabang-cabangnya berhinggaplah segala unggas dari udara, dan dari padanya juga segala yang keadaan daging mendapat makan.
13Dan lagi kulihat dalam khayal kepalaku di atas peraduanku, sesungguhnya turunlah seorang utusan, seorang suci dari langit,
14yang berseru dengan kuat, demikianlah bunyinya: Buanglah mercu pohon ini, potonglah cabang-cabangnya, gentaslah daun-daunnya, hamburkanlah segala buahnya, supaya segala margasatwa lari dari bawahnya dan segala unggaspun terbang dari cabang-cabangnya.
15Tetapi biarkanlah batangnya, yang berakar itu, dalam tanah terikat dengan besi dan tembaga dalam rumput di padang, supaya ia dibasahkan oleh air embun dari langit dan bahagiannya dari pada tumbuh-tumbuhan di tanah bersama-sama dengan segala binatang.
21dan yang permai segala daunnya dan banyaklah buahnya dan padanya ada makanan bagi segala makhluk dan di bawahnya duduklah segala margasatwa dari padang dan pada cabang-cabangnya bersaranglah segala unggas dari udara,
22itulah tuanku juga, yang sudah jadi besar dan berkuasa begitu, dan kuasa tuankupun makin bertambah-tambah, sehingga tuanku hampir sampai ke langit dan kerajaan tuankupun sampai ke ujung bumi.
23Maka adapun tuanku sudah melihat seorang utusan, seorang yang suci itu, turun dari langit sambil katanya: Buanglah mercu pohon kayu ini, binasakanlah dia, tetapi biarkanlah batangnya dengan akarnya dalam tanah dan dengan pengikat besi dan tembaga dalam rumput di padang, biarlah ia dibasahkan oleh air embun dari langit dan bahagiannyapun serta dengan segala binatang di bumi, sampai sudah berlaku atasnya tujuh masa;
24maka inilah, ya tuanku! tabirnya, dan inilah takdir Allah taala yang akan berlaku atas tuanku!
3Bahwa sesungguhnya Asyur dahulu seperti pohon araz di atas Libanon, elok cabang-cabangnya dan banyak naung daun-daunnya dan tinggi batangnya, sehingga mercunya sampai di awan-awan.
4Maka oleh airpun ia tumbuh dan oleh pancaran airpun ia makin tinggi, maka sungai-sungainya mengalirlah keliling tempat ia tertanam itu, dijalankannya anak-anak sungainya sampai kepada segala pohon kayu yang di padang.
5Maka sebab itu batangnya tinggi dari pada segala pohon kayu yang di padang, dan cabang-cabangnyapun makin besar dan ranting-rantingnyapun banyak, sebab dalam bertumbuh iapun berkelimpahan air.
6Pada cabang-cabangnya bersaranglah segala unggas dari udara dan dalam naungnyapun duduklah beberapa bangsa yang besar-besar.
7Demikianlah amat permai ia oleh besarnya dan oleh kebanyakan cabang-cabangnya, sebab akarnya adalah di tepi kelimpahan air.
8Maka segala pohon araz di taman Allah tiada dapat memadamkan kemuliaannya; tiadalah pohon eru yang setara dengan dia dalam bercabang-cabang, dan tiada pohon berangan yang sama dengan dia dalam bertaruk-taruk, maka dalam taman Allah sebatang pohon kayupun tiada yang dapat dibanding dengan keelokannya.
9Maka Aku yang sudah menjadikan dia permai begitu dengan besar cabang-cabangnya, sehingga dengkilah akan dia segala pohon kayu yang di Eden, yaitu di taman Allah.
10Maka sebab itu, demikianlah firman Tuhan Hua: Tegal ia sudah jadi tinggi begitu, dan dinaikkannya mercunya sampai di awan-awan, dan hatinya membesarkan dirinya akan hal itu,
26Maka adapun yang dikatakan dari hal batangnya dengan akar pohon itu ditinggalkan; bahwa kerajaan tuanku akan dikekalkan juga pada tuanku, apabila sudah tuanku mengaku, bahwa Tuhan yang di sorga juga yang dipertuhanlah.
11Maka adalah padanya cabang-cabang yang mulia, terpakai kepada tongkat kerajaan, dan batangnyapun tumbuh tinggi di tengah-tengah ranting-ranting yang lebat, maka kelihatanlah ia dengan tingginya dan kebanyakan ranting-rantingnya.
4Pucuk yang kepala sekali digentasnya, lalu dibawanya akan dia kepada suatu negeri perniagaan, ditaruhnya akan dia di dalam suatu negeri orang saudagar-saudagar.
5Dan diambilnya dari pada biji-bijian tanah itu, ditanamnya dalam bendang yang ditentukannya tempatnya pada tanah yang banyak airnya.
6Maka tumbuhlah ia itu lalu menjadi pokok anggur yang merambat dengan suburnya, tetapi rendah juga pokoknya dengan segala cabangnya cenderung kepadanya dan akarnyapun di bawahnya. Demikian jadilah ia itu suatu pokok anggur yang bercabang-cabang dan berpucuk-pucuk.
7Dan lagi adalah pula seekor burung nasar besar, yang besar sayapnya dan penuh sesak bulunya, heran, maka pokok anggur itu meraitkanlah akarnya kepadanya dan dari pada petak tempat ia tertanam itu dicenderungkannya cabangnya kepadanya hendak didiriskan olehnya.
8Maka ia itulah dia, yang sudah ditanam dalam tanah yang baik pada tempat yang banyak airnya, di tempat yang ia dapat berpucuk-pucuk dan berbuah-buah banyak dan boleh menjadi suatu pokok anggur yang amat permai.
9Katakanlah olehmu: Demikianlah firman Tuhan Hua: Bolehkah ia selamat? bukankah dicabutkannya akarnya dan dikeratnya segala buahnya, sehingga keringlah segala daunnya dan layulah segala pucuknya, bahkan, supaya keringlah ia sama sekali? dan lagi tiada tangan yang kuat atau bangsa yang berkuasa akan datang membantu dia, akan memeliharakan dia dari pada dicabut akarnya.
45Maka itulah sebabnya tuanku sudah melihat sebuah batu gunung gugur sendirinya dengan tiada tolongan tangan, lalu dihancurluluhkannya besi dan tembaga dan tanah liat dan perak dan emas. Bahwa Allah taala sudah memaklumkan kepada tuanku, barang yang akan jadi pada kemudian hari; bahwa sesungguhnya inilah mimpi tuanku dan tentulah tabirnya.
31Ya tuanku! dalam tuanku melihat itu tiba-tiba adalah suatu patung besar, maka sempurnalah patung itu lagi amat indah-indah, adalah ia itu terdiri di hadapan tuanku dengan sangat hebat rupanya.
10Maka tanah itu telah Kausediakan baginya, sehingga boleh ia berakar dalam-dalam dan memenuhi segala tanah itu.
18Maka aku ini raja Nebukadnezar sudah melihat mimpi ini, sekarang, hai Beltsazar, ceriterakanlah tabirnya! karena segala orang alim dalam kerajaanku tiada dapat memberitahu akan tabirnya, tetapi engkau juga dapat, sebab roh dewata mulia raya adalah di dalammu.
19Pada masa itu heranlah Daniel, yang bernama Beltsazar, dan tercengang-cengang ia kira-kira sejam lamanya dan kepikirannya mendebarkan hatinya! Maka titah baginda kepadanya: Hai Beltsazar! janganlah mimpi dan tabirnya itu memberi dahsyat engkau! Maka sahut Beltsazar, sembahnya: Ya tuanku! baiklah kiranya mimpi itu berlaku atas segala pembenci tuanku dan tabirnya atas segala musuh tuanku!
22Demikianlah firman Tuhan Hua: Pada sekali Aku akan mengambil suatu cabang kepala dari pada pohon araz yang tinggi dan Kutetapkan dia; dari pada pucuk-pucuknya yang kepala itu Kugentas sepucuk yang lembut, lalu Kutanam dia di atas kemuncak sebuah gunung yang tinggi lagi dengan besarnya.
23Di atas pegunungan Israel yang tinggi itu akan Kutanam ia, maka iapun akan bercabang-cabang dan berbuah dan menjadi sebatang pohon araz yang permai, dan di bawahnya akan bersarang burung dengan pelbagai warna sayapnya, di bawah naung cabang-cabangnya iapun akan bersarang.
24Maka akan diketahui oleh segala pohon kayu di padang, bahwa Aku ini Tuhan, merendahkan segala pohon yang tinggi dan meninggikan segala pohon yang rendah, bahwa Aku mengeringkan pohon yang hijau dan memperbungakan pohon yang kering itu; bahwa Aku ini, Tuhan, sudah berfirman, dan Aku juga akan menyampaikan dia.
32tetapi setelah sudah ditabur, tumbuhlah ia, lalu menjadi lebih besar daripada segala pokok sayur-sayuran serta mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara pun dapat bersarang di bawah daun yang rindang itu."
34Maka dalam tuanku merenung-renung kepadanya tiba-tiba gugurlah sebuah batu gunung tiada dengan tolongan tangan, lalu menimpa patung itu pada kakinya yang dari pada besi bercampur tanah liat, dihancurkannya akan dia.
35Maka pada masa itu serempak sekali dihancurkan besi dan tanah liat dan tembaga dan perak dan emas, semuanya itu jadi seperti sekam yang di tempat pengirik gandum pada musim kemarau; maka diterbangkan angin akan dia, sehingga tiada di dapati lagi akan tempatnya; maka batu gunung yang sudah menghancurluluhkan patung itu, ia itu jadi sebuah gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.
36Maka ia itulah mimpi tuanku; sekarang patik hendak menceriterakan kepada tuanku tabirnya.
13Maka segala unggas yang di udara lalu berhinggaplah pada batangnya yang tumbang itu, dan segala margasatwa dari padangpun dalam ranting-rantingnya.
14Maka ia itu supaya jangan lagi pohon kayu yang berkelimpahan air itu membesarkan dirinya sebab lembaganya dan tiada lagi dinaikannya mercunya sampai di awan-awan, dan jangan segala pohon yang kekurangan air itu berkerumun kepadanya sebab besarnya; karena semuanya itu sudah ditentukan kepada mati, kepada alam barzakh, sama seperti manusia yang terhina sekalipun, dengan segala yang turun ke dalam kubur.
31Maka titah ini ada lagi pada lidah baginda tiba-tiba turunlah suatu bunyi suara dari langit, mengatakan: Maklumlah kepadamu, hai raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan itu sudah lalu dari padamu!
8Jikalau akarnya menjadi tua di dalam tanah dan batangnya mati di dalam duli sekalipun,
28Tetapi adalah Allah di dalam sorga, yang boleh menyatakan segala rahasia dan memberitahu kepada tuanku Nebukadnezar barang yang akan jadi pada kemudian hari; adapun mimpi tuanku dan segala khayal yang tuanku lihat pada peraduan tuanku inilah dia:
28Hata, maka segala perkara inipun sudah berlaku atas baginda raja Nebukadnezar.
17Adapun binatang yang amat besar ini, yang empat ekor bilangannya, ia itu empat orang raja yang akan berbangkit dari dalam bumi.
29Maka dikatakan-Nya kepada mereka itu suatu perumpamaan, "Tengoklah pohon ara dan segala pohon lain!
5Maka kulihat suatu mimpi yang sudah menggentari aku dan kepikiranku di atas peraduanku dan segala khayal kepalaku sudah mengejutkan daku.
32Sungguhpun ia itu tampak terlebih kecil daripada segala jenis benih, tetapi apabila ia tumbuh, besarlah ia daripada sekalian pokok sayur-sayuran, dan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara pun datang bersarang di cabang-cabangnya."
34Tetapi pada kesudahan segala hari itu menengadahlah aku ini, Nebukadnezar, dengan mataku ke langit, lalu akalku balik pula ke dalam aku dan akupun memujilah Allah taala, dan akupun membesarkanlah dan memuliakanlah Tuhan yang hidup selama-lamanya, yang punya kerajaan suatu kerajaan yang kekal adanya dan Iapun yang dipertuhan atas sekaliannya turun-temurun.