Daniel 4:9
Hai Beltsazar, penghulu segala sastrawan! yang kuketahui akan hal roh dewata mulia raya adalah di dalammu, dan barang suatu rahasiapun tiada terlalu sukar bagimu, berilah tahu aku tabir khayal mimpi yang sudah kulihat itu.
Hai Beltsazar, penghulu segala sastrawan! yang kuketahui akan hal roh dewata mulia raya adalah di dalammu, dan barang suatu rahasiapun tiada terlalu sukar bagimu, berilah tahu aku tabir khayal mimpi yang sudah kulihat itu.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
18Maka aku ini raja Nebukadnezar sudah melihat mimpi ini, sekarang, hai Beltsazar, ceriterakanlah tabirnya! karena segala orang alim dalam kerajaanku tiada dapat memberitahu akan tabirnya, tetapi engkau juga dapat, sebab roh dewata mulia raya adalah di dalammu.
19Pada masa itu heranlah Daniel, yang bernama Beltsazar, dan tercengang-cengang ia kira-kira sejam lamanya dan kepikirannya mendebarkan hatinya! Maka titah baginda kepadanya: Hai Beltsazar! janganlah mimpi dan tabirnya itu memberi dahsyat engkau! Maka sahut Beltsazar, sembahnya: Ya tuanku! baiklah kiranya mimpi itu berlaku atas segala pembenci tuanku dan tabirnya atas segala musuh tuanku!
20Adapun pohon kayu yang telah tuanku lihat, yang makin besar dan kuat, sehingga tingginya sampai ke langit dan kelihatanlah ia pada seluruh muka bumi,
5Maka kulihat suatu mimpi yang sudah menggentari aku dan kepikiranku di atas peraduanku dan segala khayal kepalaku sudah mengejutkan daku.
6Maka bertitahlah aku, dan kusuruh orang membawa menghadap aku segala orang alim yang di Babil, supaya diberinya tahu aku tabir mimpi itu.
7Pada masa itu datanglah segala sastrawan dan ahlulnujum dan orang Kasdim dan orang petenung, lalu kuceriterakan mimpiku kepadanya, tetapi tiada dapat diberinya tahu aku tabirnya.
8Maka kemudian datanglah Daniel menghadap aku; adapun namanya Beltsazar turut nama dewaku, dan dalamnya adalah roh dewata mulia raya, maka kuceriterakanlah mimpiku kepadanya.
24Hata, maka pergilah Daniel mendapatkan Ariokh, yang telah dititahkan oleh baginda membunuh segala orang alim yang di Babil itu; maka pergilah ia, lalu katanya kepadanya: Janganlah tuan bunuh segala orang alim yang di Babil itu! Bawalah akan hamba menghadap baginda juga, maka hamba kelak memaklumkan kepada baginda tabirnya.
25Maka dengan segeranya dibawa Ariokh akan Daniel menghadap baginda, sambil sembahnya kepada baginda: Bahwa patik sudah mendapat seorang laki-laki di antara segala orang yang sudah dipindahkan dengan tertawan itu, yaitu seorang Yahudi yang akan memaklumkan kepada tuanku tabir mimpi itu kelak.
26Maka sahut baginda, titahnya kepada Daniel, yang bergelar Beltsazar: Dapatkah engkau maklumkan kepadaku khayal mimpi yang telah kulihat, serta dengan tabirnya sekali?
27Maka sahut Daniel di hadapan hadirat baginda, sembahnya: Adapun rahasia yang hendak diketahui oleh tuanku, seorang alim atau sastrawan atau ahlulnujum atau petenungpun tiada yang dapat menyatakan dia kepada tuanku.
28Tetapi adalah Allah di dalam sorga, yang boleh menyatakan segala rahasia dan memberitahu kepada tuanku Nebukadnezar barang yang akan jadi pada kemudian hari; adapun mimpi tuanku dan segala khayal yang tuanku lihat pada peraduan tuanku inilah dia:
29Adapun akan hal tuanku, pada masa tuanku dalam peraduan terbitlah kepikiran dalam hati tuanku akan barang yang akan jadi kemudian, maka Ia, yang boleh menyatakan segala rahasia, sudah memberitahu tuanku barang yang akan jadi.
30Adapun akan patik ini, bukan sebab di dalam patik adalah barang hikmat terlebih dari pada segala orang lain, maka rahasia ini dinyatakan kepada patik, melainkan supaya tabirnya dimaklumkan kepada tuanku dan supaya diketahui oleh tuanku akan segala kepikiran hati tuanku itu.
31Ya tuanku! dalam tuanku melihat itu tiba-tiba adalah suatu patung besar, maka sempurnalah patung itu lagi amat indah-indah, adalah ia itu terdiri di hadapan tuanku dengan sangat hebat rupanya.
7Maka berserulah baginda dengan kuat, disuruhnya orang membawa masuk akan ahlulnujum dan orang Kasdim dan orang petenung. Maka titah baginda kepada segala orang alim di Babil itu: Bahwa barangsiapa yang dapat membaca suratan ini dan memberitahu aku artinya, ia itu akan dikenakan pakaian ungu dan kalung emas pada lehernya dan iapun akan memegang perintah dalam kerajaan ini pada pangkat yang ketiga.
8Maka datanglah segala orang alim baginda, tetapi tiada mereka itu dapat membaca suratan itu atau memberitahu baginda artinya.
9Maka pada masa itu baginda raja Belsyazar sangat berdebarlah hatinya dan seri wajah bagindapun berubahlah dan segala menteri bagindapun dahsyatlah.
10Serta kedengaranlah kepada permaisuri segala perkara yang telah jadi pada baginda dan segala menteri baginda, lalu langsung permaisuri ke tempat perjamuan itu, serta sembahnya: Daulat tuanku! jangan apalah kepikiran tuanku mendebarkan kalbu tuanku dan jangan seri wajah tuanku berubah begitu.
11Karena dalam kerajaan tuanku adalah seorang, yang dalamnya adalah roh dewata mulia raya dan pada zaman paduka ayahanda tuanku didapati dalamnya akan terang dan akal dan hikmat, seperti hikmat dewata, maka diangkat baginda raja Nebukadnezar, paduka ayahanda tuanku, akan dia menjadi penghulu segala orang sastrawan dan ahlulnujum dan orang Kasdim dan orang petenung, ya tuanku!
12Karena dalamnya didapati akan roh indah-indah dan akal dan hikmat akan mentabirkan mimpi dan membuka penerka dan menguraikan simpulan, yaitu dalam Daniel, yang dinamai oleh baginda Beltsazar; sebab itu baiklah Daniel itu dipanggil, supaya diberinya tahu artinya ini.
1Hata, maka pada tahun yang kedua dari pada kerajaan Nebukadnezar bermimpilah baginda Nebukadnezar suatu mimpi yang berkhayal, maka sangat berdebarlah hati baginda, sehingga hilanglah tidur dari padanya.
2Lalu baginda menitah memanggil segala orang satrawan dan ahlulnujum dan tukang sulap dan orang Kasdim, supaya dimaklumkannya kepada baginda mimpinya yang berkhayal itu; maka datanglah mereka itu sekalian menghadap hadirat baginda.
3Lalu titah baginda kepadanya: Bahwa aku sudah bermimpi suatu mimpi, maka berdebarlah hatiku hendak mengetahui mimpi itu.
4Maka sembah segala orang Kasdim itu kepada baginda dengan bahasa Arami: Daulat tuanku! hendaklah kiranya tuanku menceriterakan mimpi itu kepada patik, maka patik akan memaklumkan tabirnya kepada tuanku kelak.
5Maka sahut baginda, titahnya kepada orang Kasdim itu: Kisahnya sudah lesap dari padaku; jikalau kamu tiada dapat memberitahu aku mimpi itu serta dengan tabirnya sekali, niscaya kamu akan ditetak berpenggal-penggal dan rumah-rumahmupun akan dijadikan suatu kerobohan batu!
6Tetapi jikalau kamu memberitahu mimpi itu dengan tabirnya sekali, niscaya kamu akan berolah dari padaku beberapa anugerah dan karunia dan hormat yang besar; sebab itu, sekarang berilah tahu aku mimpi itu dengan tabirnya sekali.
7Maka sahut mereka itu pada kedua kalinya, sembahnya: Hendaklah kiranya tuanku menceriterakan mimpi itu kepada patik ini, maka patik maklumkan tabirnya kelak.
8Maka sahut baginda, titahnya: Nyatalah kepadaku kamu bertangguh-tangguh juga, sedang kamu melihat bahwa kisanya sudah lesap dari padaku.
9Tetapi jikalau kiranya kamu tiada memberitahu aku mimpi itu, maka hukumanmu akan tentu juga; maka sebab itu kamu mereka perkataan dusta dan penipu di hadapanku, sehingga waktunya juga mendatangkan perubahan; maka sekarang katakanlah mimpi itu kepadaku, maka boleh aku tahu, bahwa kamu dapat memaklumkan tabirnya juga.
10Maka sahut orang Kasdim itu di hadapan hadirat baginda, sembahnya: Bahwa di atas seluruh muka bumi seorangpun tiada yang dapat memaklumkan perkara yang tuanku titahkan; maka sebab itu tiada pernah seorang raja, jikalau besar dan berkuasa sekalipun, yang menitahkan perkara sebagainya kepada barang seorang sastrawan atau ahlulnujum atau Kasdim.
10Maka inilah segala khayal kepalaku di atas peraduanku: Bahwa sesungguhnya kulihat adalah pohon kayu sebatang di tengah-tengah bumi, dan amat besar tingginya.
14Maka sekarang sudah kudengar akan halmu, bahwa roh dewata adalah di dalammu dan didapati akan terang dan akal dan hikmat yang indah-indah dalammu.
15Maka tegal sudah dibawa akan segala orang alim, yaitu segala orang sastrawan, menghadap aku, supaya dibacanya akan suratan ini dan diberinya tahu aku artinya, dan tiada mereka itu dapat menyatakan artinya kepadaku;
16dan tegal aku sudah mendengar akan halmu, bahwa engkau dapat memberi arti yang begitu, dan menguraikan simpulan, sebab itu, jikalau engkau dapat membaca suratan ini dan memberitahu aku artinya, niscaya engkau akan dikenakan pakaian ungu dan kalung emas pada lehermu dan engkau akan memerintahkan kerajaan pada pangkat yang ketiga.
17Maka sahut Daniel, sembahnya kepada baginda: Bahwa segala anugerah itu tinggal pada tuanku dan hendaklah tuanku mengaruniakan anugerah tuanku kepada orang lain, maka patik juga membacakan suratan ini kepada tuanku serta memaklumkan artinya kepada tuanku.
36Maka ia itulah mimpi tuanku; sekarang patik hendak menceriterakan kepada tuanku tabirnya.
18supaya dipintanya rahmat dari pada Allah yang di sorga, akan rahasia ini, supaya jangan Daniel dan segala taulannyapun binasalah serta dengan segala orang alim yang di Babil itu.
19Hata maka rahasia itu dinyatakan kepada Daniel dalam khayal pada malam, lalu dipuji-puji Daniel akan Allah yang di sorga!
23Maka adapun tuanku sudah melihat seorang utusan, seorang yang suci itu, turun dari langit sambil katanya: Buanglah mercu pohon kayu ini, binasakanlah dia, tetapi biarkanlah batangnya dengan akarnya dalam tanah dan dengan pengikat besi dan tembaga dalam rumput di padang, biarlah ia dibasahkan oleh air embun dari langit dan bahagiannyapun serta dengan segala binatang di bumi, sampai sudah berlaku atasnya tujuh masa;
24maka inilah, ya tuanku! tabirnya, dan inilah takdir Allah taala yang akan berlaku atas tuanku!
1Sebermula, maka pada tahun yang pertama dari pada kerajaan Belsyazar, raja Babil, dilihatlah oleh Daniel suatu mimpi dan khayal kepalanya di atas petidurannya, lalu disuratkannya mimpi itu dengan disebutkan segala hal ihwalnya.
3Bahwasanya berbudi juga engkau terlebih dari pada Daniel! satupun rahasia tiada yang terlindung dari padamu!
47Maka sahut baginda kepada Daniel, titahnya: Sebenarnyalah Allah kamu itulah Allah yang di atas segala dewata dan Tuhan atas segala raja, Ia yang menyatakan segala rahasia, tegal engkau dapat menyatakan rahasia ini!
45Maka itulah sebabnya tuanku sudah melihat sebuah batu gunung gugur sendirinya dengan tiada tolongan tangan, lalu dihancurluluhkannya besi dan tembaga dan tanah liat dan perak dan emas. Bahwa Allah taala sudah memaklumkan kepada tuanku, barang yang akan jadi pada kemudian hari; bahwa sesungguhnya inilah mimpi tuanku dan tentulah tabirnya.
1Hata, maka pada tahun yang ketiga, dari pada kerajaan Koresy, raja orang Farsi itu, datanglah suatu wahyu kepada Daniel, yang begelar Beltsazar, suatu wahyu yang amat benar akan hal perang besar-besar, maka mengertilah ia maknanya dan diketahuinya akan khayal itu.
20Maka adapun dalam hal segala ilmu dan pengetahuan yang ditanyakan baginda akan mereka itu, didapati baginda akan mereka itu sepuluh kali lebih alim dari pada segala orang sastrawan dan segala ahlulnujum yang dalam seluruh kerajaannya.
17Maka dikaruniakan Allah kepada keempat orang muda-muda itu pengetahuan dan akal pada segala suratan dan ilmu, tambahan pula kepada Daniel dikaruniakan-Nya akal dalam segala khayal dan mimpi.
16Maka menghampirilah aku kepada seorang dari pada mereka yang berdiri di situ, lalu bertanyalah aku kepadanya akan ketentuan segala perkara ini; maka berkatalah ia kepadaku, dinyatakannya kepadaku tabir segala perkara ini.
16Maka pergilah Daniel meminta kepada baginda pertangguhkan waktunya, supaya boleh dimaklumkannya kepada baginda tabir mimpi itu.