Pengkhotbah 12:11
Adapun perkataan orang alim itu seperti tempuling adanya dan seperti pasak yang dipukul mati dan yang menghubungkan semuanya, maka sekalian itu dijadikan oleh Gembala yang esa itu.
Adapun perkataan orang alim itu seperti tempuling adanya dan seperti pasak yang dipukul mati dan yang menghubungkan semuanya, maka sekalian itu dijadikan oleh Gembala yang esa itu.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
9Kesudahan, maka sekadar hikmat yang pada al-Khatib itu diajarkannya selalu orang kebanyakan beberapa ilmu dan ditimbangnya dan diselidiknya dan dikarangkannya beberapa berapa amsal.
10Maka dicoba al-Khatib itu mendapat perkataan yang sedap manis, dan menyuratkan barang yang betul dan perkataan yang benar.
12Tetapi adapun barang yang di luar itu, hai anakku! peliharakanlah dirimu, karena akan hal menghimpunkan kitab itu tiadalah kesudahannya dan membaca banyak-banyak itu memenatkan tubuh.
7Bahwa tukang besi menolong pandai emas dan orang yang mengupam dengan catuk menolong orang yang menempa pada landasan, katanya akan pateri: Baiklah ini! atau diikatnya dengan paku, supaya jangan ia itu tergoncang.
11Perkataan yang dikenakan dengan sepertinya itu laksana buah kasturi keemasan dalam rantang perak adanya.
12Seperti anting-anting keemasan berpatutan dengan kalung yang dari pada emas sepuluh matu, demikianpun telinga yang suka mendengar itu berpatutan dengan penegur yang berbudi.
18Adalah orang yang punya perkataan kurang ditimbang, seperti keris yang menikam tajamnya, tetapi lidah orang yang berbudi itu seumpama obat adanya.
9Barangsiapa yang mengangkut batu, iapun akan kena luka olehnya, dan barang siapa yang membelah kayu, iapun dalam bahaya olehnya.
10Jikalau besi sudah tumpul, tiada lagi tajamnya, baiklah diasah akan dia, maka besarlah kuasanya kelak; demikianlah peri hikmat, istimewa pula ia akan membetulkan barang sesuatu.
17Perkataan orang alim patut didengar dengan berdiam diri, terlebih dari pada teriak seorang pemerintah yang jahil.
11Bukankah telinga akan mencoba segala perkataan, seperti langitan mulut merasai segala makanan?
12Hikmat patut dicahari kepada orang tua-tua dan akal budi kepada yang banyak umurnya.
23Bahwa hati orang yang berpengetahuan itu menjadikan petah lidahnya, serta menambahkan pengajaran kepada bibirnya.
24Perkataan yang manis-manis itu seperti air madu adanya, ia itu sedap kepada hati dan obat kepada tulang-tulang.
5Barangsiapa yang berbudi itu akan mendengar dan padanya akan bertambah-tambah pengetahuan yang berguna, dan orang yang berakal itupun akan beroleh bicara yang berbudi.
6Akan mengerti perumpamaan dan ibarat, yaitu perkataan orang-orang alim dan segala rahasianya.
9sebab itu, hai gembala-gembala! dengarlah olehmu firman Tuhan!
15Setelah itu, maka firman Tuhan kepadaku: Ambillah akan dirimu perkakasan seorang gembala yang bodoh.
9Seperti tongkat yang berduri diangkat oleh tangan orang mabuk, demikianlah peri perumpamaan dalam mulut orang bodoh.
7Sebab itu, hai kamu gembala-gembala, dengarlah olehmu firman Tuhan!
19Bahwa orang alim dikuatkan oleh hikmat terlebih dari pada kota benteng dikuatkan oleh sepuluh orang panglima perang.
13Pada lidah orang yang berbudi itu didapati orang akan hikmat, tetapi rotan itu patut pada belakang orang yang tiada berakal.
14Adapun orang yang berbudi itu menaruh pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh itu hampir kepada kebinasaan.
3Cemeti adalah bagi kuda, dan kekang adalah bagi keledai, tetapi rotan bagi belakang orang jahil.
15Bahwa jalan orang bodoh itu betul kepada pemandangan matanya sendiri, tetapi orang yang menurur nasehat ia itu berbudi.
25Bagaimana manis segala perkataan yang benar, tetapi apa gerangan gunanya peneguran yang dari pada kamu itu?
23Belajarlah baik-baik mengenal segala dombamu dan perhatikanlah hal segala kawan kambingmu,
5Baiklah mendengar tegur orang alim dari pada mendengar nyanyi orang jahil.
3Bahwa dalam mulut orang bodoh adalah cemeti congkak, tetapi lidah orang yang berbudi itu memeliharakan dia.
2Bahwa lidah orang yang berbudi itu menyedapkan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh memancarkan perkara bodoh dengan limpahnya.
12Karena firman Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua, dan makan dalam sehingga menceraikan nyawa dan roh, serta sendi dan sumsum, dan tahu menyelidik segala ingatan dan niat hati.
10Sekali punya tegur itu lebih masuk ke dalam hati orang yang berbudi dari pada palu seratus sebat ke dalam orang bodoh.
11Maka terutamalah ia dari pada emas, bahkan, dari pada banyak emas halus, dan terlebih manis dari pada air madu dan dari pada titisan sarang lebah adanya.
12Jikalau engkau ditegur, taruhlah hatimu akan dia, dan cenderungkanlah telingamu kepada pengajaran pengetahuan.
14Bahwa pengajaran orang yang berbudi itulah mata air selamat, akan melepaskan orang dari pada jerat maut.
6Maka firman Tuhan: Sebab kesukaran orang yang teraniaya, dan sebab pengeluh orang yang papa Aku hendak bangkit sekarang, dan Aku mengadakan keluasan bagi orang yang dihembus oleh mereka itu.
11Hikmat disertakan milik pusaka itu baik dan ia itu suatu harta besar bagi orang yang memandang matahari.
12Adapun perkataan yang terbit dari pada mulut orang alim, ia itu mendatangkan keridlaan kepadanya, tetapi lidah orang bodoh membawa akan dia kepada kebinasaan.
15Bahwa hati orang yang berakal itu menuntut pengetahuan dan telinga orang yang berbudi itu mencahari pengetahuan.
24Maka orang yang berbudi itu memilih jalan selamat yang menuju ke atas, dan dijauhkannya dirinya dari pada jalan yang turun ke neraka.
31Barangsiapa yang memberi telinga akan tegur selamat, ia itu boleh bermalam di antara orang yang berbudi.
4Perkataan beberapa orang adalah seperti air yang dalam-dalam, tetapi mata air hikmat itu memancarkan anak sungai yang jernih.
11Bahwa aku mengajar engkau akan jalan hikmat, aku memimpin akan dikau pada jalan yang betul.
5dan kamu sudah lupa akan nasehat yang mengingatkan kamu seperti mengingatkan anak-anak, katanya: Hai anakku, janganlah engkau meringankan ajaran Tuhan, dan jangan tawar hati apabila engkau terkena hukuman-Nya;
14Jikalau tiada bicara yang baik, maka binasalah sebangsa, tetapi dalam kebanyakan pembicara adalah selamatnya.
11Karena hikmat itu terlebih baik dari pada mutiara, maka segala permata intanpun tiada dapat dibanding dengan dia.
2akan mengetahui pengajaran hikmat dan akan mengerti syarat budi.
14Bahwa kehangatan murka raja itu seperti malak-almaut; maka sebab itu orang yang berbudi akan memadamkan dia.
19Bahwa jalan orang pemalas itu seperti pagar duri, tetapi jalan orang benar itu rata adanya.
31Bahwa mulut orang yang benar itu berkelimpahan akal budi, tetapi lidah yang membinasakan itu akan dikerat.