Amsal 11:14

Terjemahan Lama

Jikalau tiada bicara yang baik, maka binasalah sebangsa, tetapi dalam kebanyakan pembicara adalah selamatnya.

Sumber Tambahan

Ayat Rujukan

  • Ams 15:22 : 22 Bahwa maksudpun batallah dengan tiada bicara, tetapi sampailah ia dengan kelimpahan bicara yang baik.
  • Ams 24:6 : 6 Maka sebab itu lakukanlah perang dengan memakai akal budi, karena pada pihak pembicara yang terutama itu akan ada kemenangan.
  • Ams 20:18 : 18 Segala maksud disampaikan dengan bicara, maka sebab itu lakukanlah perang dengan memakai budi bicara.
  • 1Raj 12:1-9 : 1 Sebermula, maka Rehabeampun berangkat ke Sikhem, karena segenap orang Israel sudah datang ke Sikhem hendak merajakan dia. 2 Maka sesungguhnya, serta kedengaranlah hal itu kepada Yerobeam bin Nebat, pada masa ia lagi di Mesir, karena ia sudah lari ke sana dari hadapan baginda raja Sulaiman, lalu kembalilah ia dari Mesir. 3 Karena telah disuruhkan orang ke sana memanggil dia. Maka datanglah Yerobeam dan segenap sidang orang Israel, lalu mereka itu berkata-kata dengan Rehabeam, sembahnya: 4 Bahwa paduka ayahanda sudah memberatkan tanggungan patik sekalian ini, maka sekarang hendaklah kiranya tuanku meringankan pekerjaan paduka ayahanda yang berat itu dan tanggungan yang berat yang telah ditanggungkannya atas patik ini, maka patik sekalian menjadi hamba tuanku. 5 Maka titah baginda kepada mereka itu: Pulanglah kamu dahulu, maka selang tiga hari hendaklah kamu kembali kepadaku. Lalu pulanglah mereka itu. 6 Maka baginda raja Rehabeampun membicarakan hal itu dengan segala tua-tua, yang dahulu menghadap hadirat Sulaiman, ayahanda baginda, pada masa hidupnya, maka titah baginda: Apa bicara kamu; bagaimana patut disahut akan orang banyak itu? 7 Maka sembah mereka itu kepadanya: Jikalau kiranya sekarang satu hari jua tuanku memperhambakan diri tuanku kepada orang banyak itu dan menurut kehendaknya serta memberi jawab dan perkataan yang baik, niscaya mereka itu sekalian menjadi hamba tuanku selama-lamanya. 8 Tetapi ditinggalkan baginda akan bicara yang dipersembahkan segala tua-tua itu kepadanya, lalu berbicaralah baginda dengan orang muda-muda, yang telah menjadi besar sertanya dan yang berdiri di hadapannya. 9 Maka titah baginda kepadanya: Apa bicara kamu; bagaimana patut kita menyahut akan orang banyak ini, yang telah bersembah kepadaku demikian: Hendaklah tuanku meringankan tanggungan yang telah ditanggungakn oleh paduka ayahanda atas patik ini. 10 Maka segala orang muda-muda, yang telah menjadi besar sertanya itu, menyahut kepadanya, sembahnya: Begini hendaklah tuanku titahkan kepada mereka itu, yang telah bersembah kepada tuanku demikian: Bahwa paduka ayahanda sudah memberatkan tanggungan patik ini, maka hendaklah tuanku meringankan dia; tuanku titahkan apalah kepada mereka itu demikian: Bahwa kelingkingku ini akan lebih besar dari pada pinggang ayahku. 11 Maka jikalau kiranya ayahku sudah menanggungkan atasmu suatu tanggungan yang berat, niscaya aku menambahi akan tanggungan kamu itu lagi; dan jikalau ayahku sudah menyiksai kamu dengan cemeti, niscaya aku akan menyiksai kamu kelak dengan kalajengking. 12 Arakian, maka datanglah Yerobeam serta dengan segala orang itu menghadap raja Rehabeam pada hari yang ketiga, setuju dengan titah baginda ini: Selang tiga hari hendaklah kamu kembali menghadap aku. 13 Maka sahut baginda akan orang banyak itu dengan geramnya, karena telah ditinggalkannya bicara yang telah diberi oleh segala tua-tua itu kepadanya, 14 dan bertitahlah baginda kepada mereka itu setuju dengan bicara orang muda-muda itu, titahnya: Bahwa ayahku sudah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambahi dia lagi; ayahku sudah menyiksai kamu dengan cemeti, tetapi aku akan menyiksai kamu dengan kalajengking. 15 Maka dalam hal ini tiada baginda mendengar akan sembah orang banyak itu, karena perubahan ini dengan takdir Tuhan juga, hendak menyampaikan barang yang telah Ia berfirman kepada Yerobeam bin Nebat dengan lidah Ahia, orang Siloni itu. 16 Hata, apabila dilihat oleh segenap orang Israel akan hal baginda tiada mau mendengar akan sembah mereka itu, maka sahut mereka itu akan baginda: Apakah bahagian kita dari pada Daud? Bahwa tiada pada kita barang pusaka dari pada bin Isai itu! Hai orang Israel, pulanglah juga kamu ke kemah-kemahmu! Sekarang ingatlah akan isi rumahmu sendiri, hai Daud! Hata, maka pulanglah segala orang Israel itu ke kemah-kemahnya. 17 Tetapi adapun segala bani Israel yang duduk dalam negeri-negeri Yehuda itu, ia itu juga berajakan Rehabeam. 18 Maka disuruhkan baginda raja Rehabeam akan Adoram, penghulu bendahari, tetapi segenap orang Israel melontari dia dengan batu, sehingga matilah ia, maka baginda raja Rehabeampun dengan gopoh-gopoh naik ke atas sebuah rata, lalu lari ke Yeruzalem. 19 Demikianlah peri hal orang Israel mendurhaka kepada orang isi istana Daud datang kepada hari ini.
  • Ams 16:22 : 22 Bahwa pengetahuan itu menjadi suatu mata air selamat kepada orang yang mempunyai dia; tetapi pengajaran orang bodoh ia itu kebodohan juga.
  • Yes 19:11-14 : 11 Aduh, segala penghulu Zoan sudah digilakan; bicara segala hakim dan menteri Firaun sudah dibodohkan; maka bagaimana kamu dapat bersembah kepada Firaun demikian: Patik ini anak hakim, patik ini anak raja dahulukala? 12 Di manakah sekarang segala hakimmu itu? Biarlah sekarang dimaklumkannya dan diberitahunya kamu barang yang telah ditakdirkan oleh Tuhan serwa sekalian alam atas Mesir. 13 Segala penghulu Zoan sudah digilakan; segala penghulu Nof sudah dibingungkan, segala kepala suku bangsa menyesatkan Mesir. 14 Bahwa Tuhan sudah menuangkan ke dalam mereka itu kepikiran yang membingungkan, sehingga disesatkannya Mesir dalam segala perbuatannya, seperti seorang mabuk menggelumang dalam mutahnya.
  • Kis 15:6-9 : 6 Maka rasul-rasul dan ketua-ketua itu pun berhimpunlah hendak menimbangkan hal itu. 7 Apabila mereka itu sedang bertengkar-tengkar sangat, bangkitlah Petrus serta berkata kepada mereka itu, "Hai Tuan-tuan dan Saudara-saudara, kamu ketahui bahwa sudah lama Allah memilih aku di antara kamu, supaya dengan lidahku orang kafir harus mendengar firman Injil, lalu percaya. 8 Maka Allah, yang mengetahui hati orang, menyaksikan bagi mereka itu dengan mengaruniakan mereka itu Rohulkudus sama seperti Ia mengaruniai kita; 9 maka suatu pun tiada diperbuat-Nya perbedaan di antara kita dengan mereka itu, sesudah hati mereka itu disucikan-Nya oleh sebab iman. 10 Jikalau begitu apakah sebabnya kamu mencobai Allah dengan meletakkan suatu kuk ke atas tengkuk murid-murid itu yang tiada tertanggung oleh nenek moyang kita atau oleh kita ini? 11 Tetapi yakinlah kita bahwa oleh sebab anugerah Tuhan Yesus, kita akan diselamatkan serupa dengan mereka itu juga." 12 Maka sekalian orang banyak itu pun diamlah, lalu mendengar Barnabas dan Paulus menceriterakan segala tanda ajaib dan mujizat yang diadakan Allah di antara orang kafir oleh keduanya itu. 13 Setelah habis keduanya berkata-kata itu, maka menyahutlah Yakub serta berkata, "Hai Tuan-tuan dan Saudara-saudara, dengarlah aku! 14 Bahwa sudah diceriterakan oleh Simon atas peri bagaimana pada mulanya Allah menilik orang kafir serta memilih daripadanya suatu kaum untuk nama-Nya. 15 Maka hal itu bersetuju dengan segala sabda nabi-nabi, seperti yang tersurat ini: 16 Kemudian daripada itu Aku akan kembali, dan membangunkan pula kemah Daud yang sudah runtuh itu, dan pecah-pecahannya kelak Aku bangunkan pula, dan Aku akan menegakkan dia, 17 supaya orang yang tertinggal itu mencari Tuhan, dan segala orang kafir yang ke atasnya sudah disebutkan nama-Ku, demikianlah firman Tuhan yang membuat segala perkara itu, 18 seperti yang nyata daripada awal dunia ini. 19 Sebab itu pada timbanganku ini: Jangan menyusahkan orang yang daripada pihak kafir berpaling kepada Allah, 20 melainkan menyurat kepada mereka itu, supaya mereka itu menjauhkan dirinya daripada najis berhala, daripada zinah, daripada binatang yang mati darah tertahan, dan daripada darah. 21 Karena Musa daripada zaman purbakala ada orang yang memasyhurkan dia di dalam tiap-tiap negeri dengan membacakan Tauratnya di dalam rumah-rumah sembahyang pada tiap-tiap hari Sabbat."

Ayat Serupa (AI)

Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.

  • 85%

    21Perkara yang bodoh menjadi kesukaan orang gila, tetapi orang yang berakal betul itu menurut jalan yang rata.

    22Bahwa maksudpun batallah dengan tiada bicara, tetapi sampailah ia dengan kelimpahan bicara yang baik.

  • 81%

    6Maka sebab itu lakukanlah perang dengan memakai akal budi, karena pada pihak pembicara yang terutama itu akan ada kemenangan.

    7Bahwa terlalu payah bagi orang bodoh memutuskan perselisihan, sebab itu janganlah ia membuka mulutnya dalam majelis bicara yang di pintu gerbang.

  • 15Barangsiapa yang telah menjadi pengaku akan orang dagang, adalah ia itu selalu dalam hal ketakutan; tetapi orang yang benci akan bertampar tangan itu senanglah ia.

  • 28Dalam kebanyakan orang isi negeri adalah kemuliaan raja, tetapi dalam kekurangan orang isi negeri adalah kebinasaan raja.

  • 18Jikalau agama dihalai-balaikan, maka orang banyak kelak mendurhaka, tetapi jikalau taurat diindahkan maka orang banyakpun selamatlah.

  • 15Bahwa jalan orang bodoh itu betul kepada pemandangan matanya sendiri, tetapi orang yang menurur nasehat ia itu berbudi.

  • 3Bagaimana engkau sudah memberi nasehat kepada orang yang kurang akal, dan sudah menyatakan kelimpahan hikmat?

  • 18Segala maksud disampaikan dengan bicara, maka sebab itu lakukanlah perang dengan memakai budi bicara.

  • 19Dalam kebanyakan perkataan tiada kurang salah, tetapi barangsiapa yang menahankan lidahnya, ia itu orang bijaksana.

  • 30Tak adalah hikmat, tak adalah akal, tak adalah bicara akan melawan Tuhan!

  • 10Maka jikalau jatuh, seorang dapat membangkitkan seorangnya; tetapi wai bagi dia yang seorang orang sahaja apabila ia jatuh, karena tiada jodohnya akan membangkitkan dia pula.

  • 14Adapun orang yang berbudi itu menaruh pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh itu hampir kepada kebinasaan.

  • 13Barangsiapa yang membawa mulut itu, ia itu membuka rahasia, tetapi orang yang setiawan hatinya itu melindungkan perkara itu.

  • 28Sekarang Kulihat berkeliling, tetapi tiada orang; di antara mereka itu seorangpun tiada yang tahu bicara, yang dapat memberi jawab apabila Aku bertanya.

  • 69%

    20Dengarlah akan nasihat dan terimalah akan pengajaran, supaya pada akhirnya engkau boleh menjadi orang berbudi.

    21Banyaklah niat dalam hati orang, tetapi tak dapat tiada hanya takdir Tuhan juga akan jadi.

  • 28Karena mereka itulah suatu bangsa yang hilang bicaranya dan budipun tiadalah dalamnya.

  • 34Maka apabila mereka itu hendak dijatuhkan orang demikian, mereka itu akan ditolong dengan pertolongan yang sedikit; maka banyak orang akan berpaut pada mereka itu pada masa yang sangat kepicikan.

  • 24Akan orang yang berbudi maka kekayaan juga menjadi makotanya, tetapi orang bodoh makin tinggi makin gila.

  • 12Orang bijaksana itu, serta dilihatnya jahat, maka disembunikannya dirinya, tetapi orang bodoh melangsung juga, lalu kena.

  • 28Barangsiapa yang harap pada kekayaannya, ia itu akan jatuh kelak, tetapi segala orang yang benar itu akan bertunas seperti pokok muda-muda.

  • 19Bahwa orang alim dikuatkan oleh hikmat terlebih dari pada kota benteng dikuatkan oleh sepuluh orang panglima perang.

  • 14serta dengan segala raja-raja dan menteri-menteri di bumi yang telah membuat makam akan dirinya;

  • 68%

    3Bahwa dalam mulut orang bodoh adalah cemeti congkak, tetapi lidah orang yang berbudi itu memeliharakan dia.

    4Barang di mana tiada lembu, di sanapun bersihlah kandang, tetapi oleh kuat lembu bertambah-tambahlah hasil.

  • 33Bahwa hikmat duduk dalam hati orang yang budiman, tetapi barang yang dalam hati orang bodoh itu kelak akan nyata.

  • 8Adapun hikmat orang yang berbudi itu, ia itu diketahuinya jalannya sendiri, tetapi bebalnya orang bodoh itu penipu adanya.

  • 16Bahwa seorang rajapun tiada menang oleh karena kebanyakan balatentaranya, dan seorang hulubalangpun tiada diluputkan oleh kebesaran kuatnya;

  • 15Bahwa orang bodoh percaya segala perkataan, tetapi orang bijaksana mencamkan jalannya baik-baik.

  • 5Barangsiapa yang berbudi itu akan mendengar dan padanya akan bertambah-tambah pengetahuan yang berguna, dan orang yang berakal itupun akan beroleh bicara yang berbudi.

  • 5Jikalau niat dalam hati orang bagaikan air yang dalam-dalam sekalipun, maka orang yang berakal budi itu dapat mengeluarkan dia.

  • 22Orang yang berbudi itu memanjat kota benteng orang yang gagah, serta diempaskannya ke bawah kubunya yang tiada teralahkan.

  • 13Seorang orang muda yang alim, jikalau ia miskin sekalipun, ia itu baik dari pada seorang raja yang tua serta dengan bodohnya yang tiada ternasehatkan lagi,

  • 25Takut akan orang ia itu menjadi suatu jerat, tetapi orang yang percaya akan Tuhan ia itu akan ditaruh dalam perlindungan yang tinggi.

  • 14Bahwa pengajaran orang yang berbudi itulah mata air selamat, akan melepaskan orang dari pada jerat maut.

  • 20Barangsiapa yang berjinak-jinakan dengan orang berbudi, iapun menjadi berbudi juga, tetapi taulan orang bodoh itu kelak akan binasa.

  • 68%

    32Karena tak akan jangan kesalahan orang bodoh juga yang membunuh dia kelak, dan alpa orang ahmak juga yang membinasakan dia.

    33Tetapi barangsiapa yang mendengar akan daku, ia akan duduk dengan sentosa dan iapun akan senang dari pada takut akan celaka.

  • 2Jikalau durhaka orang isi negeri, maka banyaklah pemerintahnya kelak; tetapi barang di mana orang yang suka akan benar itu, maka tetap pemerintahannya.

  • 14Bahwa serta dengan aku adalah bicara yang baik dan ketetapan; aku inilah akal budi dan perkasa.

  • 1Orang yang ditegurkan kerap kali maka ditegarkannya juga tengkuknya, ia itu akan binasa dengan segeranya, sehingga tiada dapat ditolong lagi.

  • 17Perkataan orang alim patut didengar dengan berdiam diri, terlebih dari pada teriak seorang pemerintah yang jahil.

  • 11maka bijaksana akan memeliharakan dikau dan akal budipun akan menunggui akan dikau,

  • 7Bahwa jikalau tiadalah padanya penghulu atau pengerah atau pemerintah sekalipun,

  • 10Apa maksudmu kamu bicarakan, itu dibatalkan juga; barang apapun baik kamu katakan, itu tiada boleh jadi, karena Allah adalah serta dengan kami!

  • 18Bahwa kebodohan menjadi pusaka orang yang bebal, tetapi pengetahuan itulah makota orang yang berbudi.

  • 16Orang yang melarat dari pada jalan akal budi itu kelak turun ke dalam alam barzakh.

  • 8Barangsiapa yang berbudi hatinya, ia itu menerima pengajaran, tetapi orang yang gila perkataan mulutnya itu kelak akan binasa.