Pengkhotbah 2:23

Terjemahan Lama

Inilah: bahwa segala harinya ia dalam sengsara dan syugul dan nestapa; jikalau pada malam sekalipun hatinya tiada berhenti; maka ini juga perkara yang sia-sia adanya.

Sumber Tambahan

Ayat Rujukan

  • Ayb 14:1 : 1 Adapun manusia yang diperanakkan oleh perempuan itu sedikit jua hari hidupnya dan berpuas-puas ia dengan kesukaran.
  • Ayb 5:7 : 7 Tetapi manusia diperanakkan akan kesusahan, seperti bunga bara api berbangkit akan beterbang.
  • Ayb 7:13-14 : 13 Jikalau kataku: Bahwa tempat tidurku kelak menghiburkan daku dan tempat pembaringanku akan mengurangi kesusahanku, 14 maka engkau juga mengejutkan daku dengan mimpi, dan engkau mendahsyatkan daku dengan khayal;
  • Mzm 127:2 : 2 Cuma-cuma kamu bangun pagi-pagi, dan pergi tidur jauh malam, dan makan rezekimu dengan percintaan, karena sesungguhnya seolah-olah dikaruniakan-Nya itu kepada kekasih-Nya sementara tidurlah mereka itu.
  • Pkh 1:18 : 18 Karena dalam kebanyakan hikmat adalah banyak nestapa, dan barangsiapa yang menambahkan ilmu, ia itupun menambahkan sengsara.
  • Pkh 5:12 : 12 Bahwa adalah suatu celaka yang mempersakiti orang kulihat di bawah langit; yaitu kekayaan yang ditaruh oleh orang yang empunya dia akan kebinasaan dirinya;
  • Dan 6:18 : 18 Kemudian dibawa oranglah akan sebuah batu, dibubuhnya pada mulut keleburan itu dan dimeteraikan baginda akan dia dengan cincinnya dan dengan cincin segala menterinya, supaya karena sebab Daniel itu satupun tiada dilainkan.
  • Kis 14:22 : 22 sambil menetapkan hati murid-murid dan menyuruh bertekun di dalam iman dengan katanya, bahwa tak dapat tiada kita masuk kerajaan Allah dengan menanggung beberapa banyak sengsara.
  • Kej 47:9 : 9 Maka sahut Yakub kepada Firaun: Adapun banyak tahun dagang beta ini ada seratus tiga puluh tahun, bahwa sedikit lagi jahat telah jadi segala umur beta hidup, tiada ia itu sama dengan umur hidup nenek moyang beta, tatkala dagang mereka itu.
  • Est 6:1 : 1 Hata, pada malam itu juga lenyaplah pengantuk dari pada baginda, maka dititah baginda bawa hadir akan kitab tadzkirat, yaitu tawarikh, lalu ia itu dibacakan di hadapan hadirat baginda.
  • Mzm 6:6-7 : 6 Karena pada tempat maut itu tiadalah barang peringatan akan Dikau, dan dalam alam barzakh itu siapakah yang memuji akan Dikau? 7 Penatlah sudah aku dari pada berkeluh, sepanjang malam aku merendamkan tempat tidurku; dengan air mataku aku membasahkan katilku.
  • Mzm 32:4 : 4 Karena pada siang dan malam tangan-Mu beratlah menekan aku dan airku telah kekeringanlah seperti pada musim kemarau adanya. -- Selah.
  • Mzm 77:2-4 : 2 Bahwa suaraku adalah kepada Allah serta aku berseru, bahkan, suaraku adalah kepada Allah, maka Iapun akan mencenderungkan telinga-Nya kepadaku kelak. 3 Maka pada hari kepicikanku aku mencahari akan Tuhan; telah kutadahkan tanganku pada malam dengan tiada berkeputusan dan hatikupun enggan dihiburkan. 4 Apabila aku terkenangkan Allah, maka bergaduhlah aku, dan apabila aku berpikir-pikir, maka gundahlah hatiku. -- Selah.
  • Mzm 90:7-9 : 7 Bahkan, oleh murka-Mu kami binasalah, dan oleh amarah-Mupun kami terkejut. 8 Bahwa Engkau menaruh segala kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi itu Kautaruh dalam terang hadirat-Mu. 9 Maka segala hari umur hidup kami lenyaplah oleh murka-Mu, dan kami menghabiskan segala tahun kami seperti senafas jua adanya. 10 Adapun segala hari umur hidup kami itu tujuh puluh tahun, maka jikalau kami amat kuat delapan puluh tahun; maka kelebihannya sekalian itu susah dan kesukaran jua, karena dengan segeranya ia itu dikerat dan kamipun lenyaplah.
  • Mzm 90:15 : 15 Sukakanlah kami sekadar segala hari Engkau telah menyengsarakan kami, sekadar segala tahun yang telah kami melihat jahat dalamnya.

Ayat Serupa (AI)

Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.

  • 86%

    17Maka sebab itu bencilah aku akan hidup ini, karena jemulah aku akan segala sesuatu yang diperbuat di bawah langit, sebab semuanya itu sia-sialah adanya dan memenatkan hati.

    18Lagipun aku benci akan segala pekerjaanku, yang telah kuusahakan di bawah langit, sebab tak dapat tiada aku meninggalkan dia kelak kepada orang yang kemudian dari padaku.

    19Karena siapa tahu kalau ia bodoh atau berbudi? Kendatilah, ia juga akan menjadi tuan atas segala sesuatu yang telah kuperbuat di bawah langit dengan begitu banyak usaha dan begitu banyak akal. Maka ini juga sia-sialah adanya.

    20Maka oleh sebab itu berbaliklah aku akan putus harap hatiku dari karena segala pekerjaan, yang sudah kukerjakan di bawah langit.

    21Karena jikalau diusahakan orang pekerjaannya dengan hikmat dan pengetahuan dan selamat sekalipun, tak dapat tiada ditinggalkannya juga menjadi bahagian orang yang tiada tahu mengusahakan dia; maka ini juga perkara yang sia-sia adanya dan dukacita besar.

    22Apa gerangan perolehan manusia dari pada segala pekerjaannya dan segala syugul hatinya, yang ditanggungnya di bawah langit?

  • 81%

    16Itukah sebabnya maka dihabiskannya segala harinya dalam kegelapan dan dirasainya banyak kesukaran dan lagi beberapa penyakit dan beberapa nafsu yang bergelora?

    17Maka inilah dia, yang telah kulihat baik dan indah adanya: yaitu orang makan minum dan merasai baiknya dari pada segala usahanya, yang diusahakannya di bawah langit sepanjang umur hidup, yang dikaruniakan Allah kepadanya, karena itulah bahagiannya.

    18Demikianpun barangsiapa yang dikaruniai Allah dengan kekayaan dan banyak harta, jikalau dianugerahkannya lagi kepadanya kuasa akan makan dari padanya, dan akan mengambil bahagiannya, dan akan menyukakan dirinya dengan usahanya, maka ia itu lagi suatu karunia Allah adanya.

  • 81%

    10Barang sesuatu yang dikehendaki mataku itu tiada kutahankan dari padanya, dan tiada kutegahkan hatiku dari pada barang sesuatu kesukaan; bahkan, hatiku bersukacita akan segala perbuatanku; maka hanya inilah bahagianku dari pada segala usahaku.

    11Karena apabila aku menoleh kepada segala perbuatanku, yang telah kuperbuat dengan tanganku, dan kepada segala pekerjaan yang telah kukerjakan dengan tekun itu, maka sesungguhnya semuanya itu sia-sialah adanya dan kepenatan hati, tiadalah faedah dalamnya di bawah langit.

  • Pkh 1:2-3
    2 ayat
    79%

    2Kesia-siaan atas segala kesia-siaan, kata al-Khatib; kesia-siaan atas segala kesia-siaan, semuanya juga sia-sia adanya.

    3Apakah faedahnya kepada manusia dalam segala usahanya, dalam segala yang diusahakannya di bawah langit?

  • 4Dan lagi telah kulihat bagaimana segala pekerjaan, yang dibuat dengan usaha dan yang jadi dengan selamat, itu mendatangkan kedengkian kepada orang dari pada pihak kawannya; maka ini juga suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang memenatkan hati.

  • Pkh 4:7-8
    2 ayat
    79%

    7Kemudian kulihat pula suatu perkara yang sia-sia adanya di bawah langit;

    8yaitu: seorang yang berasing, yang tiada kawannya, lagipun tiada padanya anak atau saudara, kendatilah demikian, tiada juga berkesudahan segala pekerjaannya, dan matanyapun tiada puas melihat segala kekayaannya; maka tiada ia berkata demikian: Entah karena siapa gerangan aku bekerja dan kubiarkan diriku kekurangan perkara yang baik? Maka ini lagi sia-sia adanya dan percintaan yang amat syugul.

  • 79%

    24Dalam segala perkara yang dituntut oleh manusia satupun tiada yang baik! Hendaklah ia makan minum dan menyedapkan hatinya dengan hasil usahanya yang baik. Maka ini juga telah kulihat dari pada tangan Allah datangnya.

    25Karena siapakah sudah boleh makan dan menyedapkan hatinya terlebih dari pada aku ini?

    26Karena kepada orang yang baik di hadapan hadirat-Nya dikaruniakan-Nya hikmat dan pengetahuan dan kesukaan, tetapi kepada orang yang berdosa diberikan-Nya percintaan dan syugul dalam mengumpulkan dan menghimpunkan, supaya diberikan-Nya kepada orang yang baik di hadapan hadirat Allah; maka ini juga perkara yang sia-sialah adanya dan yang memenatkan hati.

  • 78%

    13Maka kutentukan dalam hatiku hendak dengan akalku memeriksa dan menyelidik segala sesuatu yang diperbuat di bawah langit; maka pekerjaan yang sukar ini telah diberikan Allah kepada segala anak Adam akan bersyugul dalamnya.

    14Bahwa telah kulihat segala pekerjaan yang diperbuat di bawah langit, maka sesungguhnya semuanya itu sia-sialah adanya dan tahi angin belaka.

  • 8maka jikalau kiranya orang hidup beberapa berapa tahun lamanya, baiklah hatinya bersukacita akan sekalian itu, tetapi hendaklah ia ingat juga akan segala hari kegelapan, yang boleh menjadi banyak! Segala perkara yang jadi itu sia-sia adanya.

  • 16Dengan tiada berkeputusan segala orang datang menghadap dia, hanya segala orang yang kemudian dari padanya itu tiada lagi bergemar akan dia; bahwa sesungguhnya ini juga suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang memenatkan hati. (4:17)Ingat-ingatlah olehmu akan kakimu apabila engkau masuk ke dalam bait-Ullah, karena sedia akan menurut itu baik dari pada segala korban, yang dipersembahkan oleh orang bodoh, karena sesungguhnya dibuatnya jahat dengan tiada diketahuinya sendiri.

  • 78%

    14Maka adalah pula suatu perkara yang sia-sia, yang jadi di atas bumi, yaitu: Adalah orang benar yang mendapat pembalasan seperti patut akan perbuatan orang fasik, dan adalah orang fasik yang mendapat pembalasan seperti patut akan perbuatan orang benar. Maka sebab itu kataku: Ini suatu perkara yang sia-sia adanya.

    15Lalu kupuji akan kesukaan, karena di bawah langit satupun tiada bagi manusia yang terlebih baik dari pada makan minum dan bersuka-sukaan; maka ini juga tinggal padanya dari pada segala kelelahan sepanjang umur hidup, yang dikaruniakan Allah kepadanya di bawah langit ini.

    16Maka pada masa yakin hatiku hendak mengetahui hikmat dan melihat segala syugul yang jadi di atas bumi, sehingga kerap kali mata orang tiada merasai tidur baik siang baik malam,

    17pada masa itu juga kulihat segala perbuatan Allah, yang tiada terduga oleh manusia, segala perbuatan yang jadi di bawah langit; jikalau manusia mengusahakan dirinya dalam mencahari dia sekalipun, tiada juga didapatinya akan dia kelak; bahkan, jikalau kata seorang alim sekalipun ia hendak mengetahui dia, tiada juga boleh didapatinya akan dia.

  • 7Segala kelelahan manusia itu karena mulutnya, maka tiada juga nafsunya tahu puas-puas.

  • 8Kesia-siaan atas segala kesia-siaan, kata al-Khatib, semuanya juga sia-sia adanya!

  • 22Maka sebab itu telah kulihat tiada yang terutama dari pada ini; manusia bersukacita akan segala pekerjaannya, karena inilah bahagiannya, maka siapa gerangan membawa akan dia ke sana, supaya dilihatnya barang yang akan jadi kemudian dari padanya?

  • 75%

    11Maka tegal segala perkara itu sia-sialah adanya, entah apa gerangan untungnya bagi manusia?

    12Siapa gerangan tahu mana yang baik bagi manusia dalam hidup ini, selama bilangan segala hari hidupnya yang sia-sia, yang dihabiskannya seperti bayang-bayang adanya? karena siapa dapat memberitahu kepada manusia akhirnya apakah akan berlaku atasnya di bawah langit?

  • 2Cuma-cuma kamu bangun pagi-pagi, dan pergi tidur jauh malam, dan makan rezekimu dengan percintaan, karena sesungguhnya seolah-olah dikaruniakan-Nya itu kepada kekasih-Nya sementara tidurlah mereka itu.

  • 75%

    9Apakah faedahnya bagi orang yang berlelah itu dari pada barang yang diusahakannya?

    10Bahwa aku sudah melihat syugul, yang sudah diberi Allah kepada segala anak Adam, supaya mereka itu bersyugul dengan dia.

  • 5Bahkan, sebab tiada pernah ia melihat matahari atau sadar akan dirinya, maka senanglah anak guguran terlebih dari pada orang itu.

  • 6Bahwa sesungguhnya Engkau telah menjadikan umurku setelempap jua lanjutnya, dan umurku seperti satupun tiada apa di hadapan hadirat-Mu; bahwasanya tiap-tiap orang, jikalau berdiri tetap sekalipun, maka sia-sia belaka adanya. -- Selah.

  • 22Tetapi daging tubuhnya merasai sakit dan nyawa di dalamnya berdukacita adanya.

  • 9Hendaklah engkau hidup bersenang-senang dengan bini yang kaukasihi pada segala hari umur hidupmu yang sia-sia adanya, yang telah dikaruniakan Allah kepadamu di bawah langit ini, segala harimu yang sia-sia itu, karena ia itulah bahagianmu dari pada hidup ini dan dari pada segala pekerjaan yang kaukerjakan di bawah langit.

  • 3demikianlah aku sudah beroleh pusaka kesia-siaan dan disediakan bagiku beberapa malam yang berkesukaran.

  • 9Baiklah pemandangan mata dari pada perjalanan nafsu. Maka ini lagi suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang memenatkan hati.

  • 2yaitu orang yang dikaruniai Allah dengan kekayaan dan harta benda dan kemuliaan, sehingga satupun tiada kurang padanya dari pada segala kehendak hatinya, tetapi tiada dianugerahkan Allah kepadanya kuasa akan makan dari padanya, melainkan orang lain juga makan habis akan dia. Maka ini lagi suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang menyakiti hati.

  • 12Maka tentulah sudah kepadaku bahwa dalam segala perkara itu satupun tiada yang baik, melainkan manusia menyukakan dan membuat baik akan dirinya sepanjang umur hidupnya.

  • 20- - -

  • 3Maka inilah jahat yang besar dari pada segala sesuatu yang jadi di bawah langit, yaitu sama juga untung berlaku atas sekaliannya; tambahan pula hati segala anak Adam penuhlah dengan kejahatan dan seumur hidupnya adalah segala macam sasaran di dalam hatinya, kesudahannya mereka itu sekalian menuju tempat orang mati.

  • 19Karena barang yang berlaku atas segala anak Adam ia itu juga berlaku atas segala binatang, maka satu jua untung pada keduanya; seperti mati ini, demikianpun mati itu, satu jua nafas pada sekaliannya, tiada barang kelebihan manusia dari pada binatang, karena semuanya itu sia-sialah adanya.

  • 23Maka keluarlah manusia kepada pekerjaannya dan kepada perhumaannya sampai malam.

  • 9Maka sekalian ini telah kulihat tatkala kucamkan segala perbuatan yang diperbuat di bawah langit, pada masa seorang manusia memerintahkan orang akan jahatnya.

  • 17Tetapi serta kutentukan dalam hatiku hendak mengetahui akan hikmat dan ilmu, akan kebodohan dan kebebalan, kudapati bahwa ia itu juga memenatkan hati.

  • 15Maka berkatalah aku dalam hatiku: Barang yang berlaku atas orang bodoh itupun boleh berlaku atasku juga; entah apa gunanya aku sudah terlebih menuntut hikmat? sebab itu kataku dalam hatiku: Ini juga sia-sia adanya.