Mazmur 104:23
Maka keluarlah manusia kepada pekerjaannya dan kepada perhumaannya sampai malam.
Maka keluarlah manusia kepada pekerjaannya dan kepada perhumaannya sampai malam.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
22Serta terbitlah matahari maka lenyaplah ia, lalu menjungkang dalam geronggangnya.
24Bagaimana besarlah segala perbuatan-Mu, ya Tuhan! Engkau telah menjadikan sekaliannya itu dengan hikmat, maka bumipun penuhlah dengan mata benda-Mu.
5Demikianpun matahari terbit, lalu matahari masuk, maka termengeh-mengehlah ia kembali ke tempat ia terbit dahulu.
20Maka oleh sebab itu berbaliklah aku akan putus harap hatiku dari karena segala pekerjaan, yang sudah kukerjakan di bawah langit.
21Karena jikalau diusahakan orang pekerjaannya dengan hikmat dan pengetahuan dan selamat sekalipun, tak dapat tiada ditinggalkannya juga menjadi bahagian orang yang tiada tahu mengusahakan dia; maka ini juga perkara yang sia-sia adanya dan dukacita besar.
22Apa gerangan perolehan manusia dari pada segala pekerjaannya dan segala syugul hatinya, yang ditanggungnya di bawah langit?
23Inilah: bahwa segala harinya ia dalam sengsara dan syugul dan nestapa; jikalau pada malam sekalipun hatinya tiada berhenti; maka ini juga perkara yang sia-sia adanya.
24Dalam segala perkara yang dituntut oleh manusia satupun tiada yang baik! Hendaklah ia makan minum dan menyedapkan hatinya dengan hasil usahanya yang baik. Maka ini juga telah kulihat dari pada tangan Allah datangnya.
19Maka telah dijadikan-Nya bulan akan ketentuan masa, dan mataharipun mengetahui akan tempat masuknya.
20Lalu turunlah kelam dan haripun malamlah, maka pada masa itu keluarlah segala margasatwa yang di hutan.
3Apakah faedahnya kepada manusia dalam segala usahanya, dalam segala yang diusahakannya di bawah langit?
9Apakah faedahnya bagi orang yang berlelah itu dari pada barang yang diusahakannya?
10Bahwa aku sudah melihat syugul, yang sudah diberi Allah kepada segala anak Adam, supaya mereka itu bersyugul dengan dia.
11Maka telah dijadikannya segala sesuatu itu permai pada masanya, lagipun dibubuhnya peri yang kekal di dalam hati mereka itu, melainkan tiada dapat manusia menyelidik dari pada permulaan datang kepada kesudahan segala perbuatan yang diperbuat Allah itu.
4Bahwa manusia itu seumpama uap yang sia-sia dan umur hidupnyapun seperti bayang-bayang yang lalu.
15Bahwa sesungguhnya ini lagi suatu kejahatan yang menyebabkan sakit hati, yaitu dalam segala perkara seperti orang telah datang, demikianpun ia akan pergi. Maka apakah faedahnya jikalau ia sudah menyusahkan dirinya dengan angin?
16Itukah sebabnya maka dihabiskannya segala harinya dalam kegelapan dan dirasainya banyak kesukaran dan lagi beberapa penyakit dan beberapa nafsu yang bergelora?
17Maka inilah dia, yang telah kulihat baik dan indah adanya: yaitu orang makan minum dan merasai baiknya dari pada segala usahanya, yang diusahakannya di bawah langit sepanjang umur hidup, yang dikaruniakan Allah kepadanya, karena itulah bahagiannya.
18Demikianpun barangsiapa yang dikaruniai Allah dengan kekayaan dan banyak harta, jikalau dianugerahkannya lagi kepadanya kuasa akan makan dari padanya, dan akan mengambil bahagiannya, dan akan menyukakan dirinya dengan usahanya, maka ia itu lagi suatu karunia Allah adanya.
7Segala kelelahan manusia itu karena mulutnya, maka tiada juga nafsunya tahu puas-puas.
16Maka pada masa yakin hatiku hendak mengetahui hikmat dan melihat segala syugul yang jadi di atas bumi, sehingga kerap kali mata orang tiada merasai tidur baik siang baik malam,
17pada masa itu juga kulihat segala perbuatan Allah, yang tiada terduga oleh manusia, segala perbuatan yang jadi di bawah langit; jikalau manusia mengusahakan dirinya dalam mencahari dia sekalipun, tiada juga didapatinya akan dia kelak; bahkan, jikalau kata seorang alim sekalipun ia hendak mengetahui dia, tiada juga boleh didapatinya akan dia.
4Dan lagi telah kulihat bagaimana segala pekerjaan, yang dibuat dengan usaha dan yang jadi dengan selamat, itu mendatangkan kedengkian kepada orang dari pada pihak kawannya; maka ini juga suatu perkara yang sia-sia adanya dan yang memenatkan hati.
2Cuma-cuma kamu bangun pagi-pagi, dan pergi tidur jauh malam, dan makan rezekimu dengan percintaan, karena sesungguhnya seolah-olah dikaruniakan-Nya itu kepada kekasih-Nya sementara tidurlah mereka itu.
20Sekalian itu pergi kepada sama tempat jua, sekaliannya dari pada lebu asalnya, dan sekaliannyapun kembali kepada lebu pula.
21Siapa gerangan tahu kalau nyawa anak-anak Adam itu naik ke atas dan nyawa segala binatang itu turun ke dalam bumi?
22Maka sebab itu telah kulihat tiada yang terutama dari pada ini; manusia bersukacita akan segala pekerjaannya, karena inilah bahagiannya, maka siapa gerangan membawa akan dia ke sana, supaya dilihatnya barang yang akan jadi kemudian dari padanya?
27Aturkanlah pekerjaanmu di luar dahulu, dan sediakanlah bendangmu, kemudian bolehlah engkau membangunkan rumahmu.
8Maka segala margasatwapun masuklah ke dalam tempat persembunyiannya dan tinggal di dalam lobangnya.
10Segala sesuatu yang didapat oleh tanganmu akan dibuat, hendaklah kauperbuat dengan sekuat kuasamu, karena tiadalah barang pekerjaan atau kira-kira atau pengetahuan atau hikmat di dalam kubur, yang kautuju itu.
19Maka dengan berpeluh mukamu engkau akan makan rezekimu sehingga engkau kembali pula kepada tanah, karena dari padanya engkau telah diambil; bahwa abulah adamu, maka kepada abupun engkau akan kembali juga.
1Bahwasanya hal manusia di atas bumi ini seperti orang perang adanya dan hari hidupnyapun seperti hari orang upahan.
15Karena umur hidup manusia itu seperti rumput adanya, dan seperti pokok bunga di padang, demikianpun berbungalah ia.
29Bahwasanya demikianlah perbuatan Allah akan manusia dua tiga kali,
6Taburkanlah biji-bijianmu pada pagi hari dan jangan engkau lepaskan tanganmu dari padanya pada petang, karena tiada kauketahui mana yang betul, entah ini, entah itu, atau keduanya sama baik adanya.
6maka hendaklah kiranya Engkau berpaling dirimu dari padanya, supaya ia senang sedikit dan berkenan akan kesudahan harinya seperti seorang orang upahan.
24Bahwa segala langkah orang dari pada Tuhan juga asalnya, maka bagaimana gerangan orang dapat mengerti jalannya sendiri?
27Maka segala kejadian itu menantikan Dikau, supaya Engkau memberi makan akan Dia, masing-masing pada waktunya.
23Ia mengembara ke sana ke mari hendak mencahari makan, diketahuinya bahwa beberapa hari kegelapan sudah ditentukan baginya.
13Sebagai lagi bahwa seorang manusia makan minum dan merasai kebaikan dari pada segala usahanya, maka ia itu juga karunia Allah adanya.
6pada pagi hari ia itu lagi berbunga dan bertumbuh, maka pada petang hari ia itu sudah dipotong serta menjadi kering.
11Karena apabila aku menoleh kepada segala perbuatanku, yang telah kuperbuat dengan tanganku, dan kepada segala pekerjaan yang telah kukerjakan dengan tekun itu, maka sesungguhnya semuanya itu sia-sialah adanya dan kepenatan hati, tiadalah faedah dalamnya di bawah langit.
12tetapi manusia tinggal juga terhantar dan tiada ia berbangkit pula; selagi ada langit tiada ia bangun pula dan tiada ia jaga dari pada tidurnya.
15pada sesaat itu juga putuslah nyawa segala kejadian kelak dan segala manusiapun kembali kepada duli!
5Mereka itu seperti keledai hutan di gurun, yang keluar pagi hari akan mencahari makan; maka padang itu memberi makan akan dia dan akan anak-anaknyapun.
2Karena engkau akan mengenyangkan dirimu dengan hasil pekerjaan tanganmu, dan engkau akan berbahagia, dan engkaupun akan beruntung.
9Bahwa enam hari lamanya hendaklah kamu bekerja dan mengerjakan pekerjaanmu;
4Selagi hari siang wajiblah kita mengerjakan pekerjaan Allah, yang menyuruhkan Aku. Karena malam akan datang, apabila seorang pun tiada dapat bekerja.
2Ia seperti bunga sekuntum baharu berkembang lalu dipetik orang; ia lenyap seperti bayang-bayang dan tiada tahan lama.
23Maka sebab itu disuruh Tuhan Allah akan dia keluar dari dalam taman Eden, supaya diusahakannya tanah yang telah ia dijadikan dari padanya.