Yesaya 33:7
Bahwasanya segala orang sombongnya adalah berseru-seru di luar; segala utusan yang menyorong damai itu menangis tersedih-sedih.
Bahwasanya segala orang sombongnya adalah berseru-seru di luar; segala utusan yang menyorong damai itu menangis tersedih-sedih.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
8Segala jalan raya sudah rusak, seorang perjalananpun tiada lalu dari pada jalan itu; sudah dirombaknya perjanjian, tiada disayangnya akan negeri; barang seorang manusiapun tiada diindahkannya!
9Bahwa tanah itu muramlah dan lemahlah; Libanonpun malu dan layu, Saronpun seperti belukar adanya dan Bazan dan Karmelpun tiada lagi berdaun!
18Supaya segera-segera diangkatnya sebiji ratap akan kami, biar air mata berlinang-linang dari pada mata kami, dan kelopak mata kamipun mengalirkan air.
30Di sana diperdengarkannya suaranya akan halmu, serta meraung dengan kepahitan hatinya, disiraminya kepalanya dengan duli dan bergelumanglah mereka itu dalam abu.
31Dan digundulkannya dirinya oleh karenamu, dan ia berpakaikan kain karung dan menangisi engkau dengan kepahitan hatinya dan dengan ratap yang amat pahit.
32Sambil meraung diangkatnya sebiji ratap akan dikau dan berkabung akan dikau, katanya: Siapa gerangan setara dengan Tsur, sebuah negeri yang bersentosa di tengah-tengah laut?
25Bahwa keputusannya datang; mereka itu akan mencahari perdamaian, tetapi perdamaianpun tiada.
25Segala laki-laki kamu akan rebah mati dimakan pedang dan segala pahlawanmupun akan mati dalam perang.
26Maka isi segala pintu gerbangnya akan meratap dan berkabung dan mereka itu akan duduk di bumi dengan hampanya.
3Pada lorong-lorongnya mereka itu berjalan dengan berpakaikan kain kambeli, di atas segala sotohnya dan pada segala pasarnya mereka itupun bertangis-tangisan dan berlinang-linang air matanya.
5Maka demikianlah firman Tuhan: Kedengaranlah bunyi yang hebat; adalah ketakutan, bukan perdamaian.
4Maka sebab itu kataku: Biarkanlah akan daku, supaya aku menangis tersedih-sedih; janganlah kamu paksa hendak menghiburkan daku dari pada kebinasaan puteri bangsaku.
5Karena itulah hari huru-hara dan kepicikan dan kebingungan dari pada Hua, Tuhan serwa sekalian alam di lembah al Khayal. Seorang membaiki pagar tembok, seorang berteriak: Ke pegunungan!
1Bermula, maka bagaimana sudah duduklah sunyi negeri yang dahulu ramai begitu! ia telah menjadi seperti seorang perempuan janda; yang dahulu besar di antara segala orang kafir, seperti permaisuri di antara segala negeri, sekarang ia sudah takluk dan membawa upeti.
2Sepanjang malam ia menangis dan air matapun selalu berlinang-linang pada pipinya; seorang penghiburpun tiada padanya di antara segala orang yang dahulu kekasihnya, segala sahabatnya berbuatlah khianat akan dia, dan telah menjadi seterunya.
16Sebab itu, demikianlah firman Tuhan, Allah serwa sekalian alam, yaitu Tuhan: Pada segala lorong akan ada peratap dan dalam segala kampung akan orang berkata demikian: Aduh! Aduh, dan dipanggilnya orang dusun akan menangis dan orang yang tahu akan meratap.
15Bahwa orang menantikan selamat, tetapi tiada datang barang sesuatu yang baik; orang menantikan masa kesembuhan, hanya sesungguhnya adalah kekejutan.
17Sebab itu katakanlah ini kepada mereka itu: Bahwa dengan tiada berkeputusan baik siang baik malam berhamburanlah air mata dari pada mataku, sebab anak dara puteri bangsaku sudah kena luka, ia itu luka parah dan kena suatu bala yang sangat pedih.
17Maka jikalau engganlah kamu mendengar akan inipun, maka hatiku akan menangis pada tempat-tempat sembunyi sebab congkakmu itu, iapun akan menangis tersedih-sedih dan air matapun akan berlinang-linang dari pada mataku, apabila kawan domba Tuhan dipindahkan dengan tertawan kelak.
2Bahwa negeri Yehuda berdukacita dan segala pintu gerbangnyapun lemahlah adanya; dengan pakaian perkabungan duduklah masing-masing di bumi dan tangis Yeruzalempun naiklah ke langit.
3Orang besar-besarnya menyuruhkan orangnya hina dina mencahari air, setelah sampai kepada perigi tiada didapatinya akan air di dalamnya; mereka itu datang kembali dengan hampa segala bejananya; mereka itu malu sampai bera mukanya, diselubungkannya kepalanya.
4Bahwa segala jalan Sion itu muramlah, karena seorangpun tiada yang datang memuliakan masa raya; segala pintu gerbangnya sudah rusak, segala imamnya berkeluh kesah, segala anak daranya berdukacita dan ia sendiripun dalam kepahitan hatinya.
16Maka sebab sekalian ini matakupun menangislah senantisa, air matapun berlinang-linanglah dari pada mataku, karena jauhlah dari padaku penghibur, yang boleh mempersenangkan hatiku! segala anak-anakku sudah binasa sebab musuhpun berkelebihan!
11Penggagahan itu sudah sampai tinggi akan menjadi cemeti durhaka itu; bukan dari pada mereka itu dan bukan pula karena kuasanya, dan bukan pula oleh gemparnya, karena tiadalah kuat dalam mereka itu.
36Akan ada bunyi teriak segala gembala dan bunyi raung segala kepala kawan domba, sebab tanahnya sudah dibinasakan olah Tuhan.
37Segala kandang domba yang sentosa itu sudah roboh dari karena kehangatan murka Tuhan.
9Maka sekarang, mengapa engkau menangis tersedih-sedih? Tiadakah lagi Raja di antara kamu? Sudah binasakah segala penghulumu, maka engkau kedatangan sakit seperti seorang perempuan yang hendak beranak?
12Dipanggil oranglah akan segala orang bangsawan mereka itu kepada pegangan kerajaan, tetapi mereka itu tiada, dan segala raja-rajanyapun sudah gaib.
5Bahwa dipanggilnya akan segala panglima perangnya; mereka itu tergelincuh dalam datangnya, mereka itu bersegera-segera kepada pagar temboknya dan tudung penumbuk dewala itu sudah sedia.
12Hendaklah orang bertebah-tebah dada, karena sebab segala bendang yang indah-indah itu dan karena sebab segala kebun anggur yang subur.
13Pada tanah umat-Ku tumbuhlah duri dan onak; bahkan, di dalam segala maligai negeri yang tamasya itu.
31Maka sebab itu menangislah aku akan Moab dan meraunglah aku akan seluruh Moab! patutlah orang berkeluh kesah akan hal orang Kir-Heres.
14bahwasanya segala hamba-Ku akan bersorak-sorak dari karena suka hatinya, tetapi kamu akan berteriak dari karena dukacita dan menangis dari karena luka hatimu.
11Maka diperobatkannya luka puteri umat-Ku dengan semudah-mudahnya, katanya: Selamat, selamat! tetapi selamatpun tiada.
10Batalkanlah kiranya, ya Tuhan! dan tiadakanlah bicaranya, karena aku melihat aniaya dan perbantahan di dalam negeri.
35Segala orang yang duduk di tepi laut itu tercengang-cenganglah akan dikau dan seramlah rambut segala rajanya; mukanyapun sangat pucat.
30Maka pada hari itu penderu mereka itu akan seperti menderu laut! Pada masa itu orang akan melihat berkeliling negeri, tetapi sesungguhnya akan kegelapan belaka dan kepicikan, apabila terang dari langitpun sudah menjadi gelap.
9Segala pintu gerbangnya sudah tenggelam di dalam tanah, segala kancingnya sudah dibinasakan dan dipecahkan oleh-Nya! Rajanya dan segala penghulunyapun adalah di antara orang-orang kafir! hukumpun tiadalah lagi dan segala nabinyapun tiada lagi beroleh wahyu dari pada Tuhan!
10Segala tua-tua puteri Sion duduklah di tanah, mereka itu berdiam dirinya, dan menyiram kepalanya dengan abu dan berpakaikan kain karung; segala anak dara Yeruzalem menundukan kepalanya sampai ke bumi.
23Mereka itu membawa akan busur dan tumbak sertanya; bengislah tabiatnya dan tiada mereka itu tahu sayang; bunyi suaranya gemuruh seperti laut, dan mereka itu mengendarai kuda serta mengikat perang seperti orang satu juga adanya, hendak menyerang engkau, hai puteri Sion!
24Bahwa kita mendengar kabarnya lalu tangan kita jadi lemah; kepicikan datanglah atas kita dan kesakitan seperti atas seorang perempuan yang hendak beranak.
8Berkeliling segala jajahan Moab riuhlah bunyi tempik sorak, sampai ke Ejlayim kedengaranlah penangisnya, bahkan, sampai ke Beir-Elim kedengaranlah peraungnya.
11Tangislah kamu, hai segala orang isi Makhtesy! Karena segala orang Kanani itu sudah dibinasakan, dan segala orang yang mengangkat perak itu sudah ditumpas!
11Adalah peraung di lorong-lorong karena kurang air anggur; segala kesukaan sudah hilang; segala ramai di ladang-ladang sudah terbang.
10Bahwa hampalah ia dan sudah dihampakan, dijarah semuanya; hancurlah hati tiap-tiap orang, berantuklah segala lutut dan segala pinggang merasai sakit; segala muka ketutupan merah api!
12Keluh kesah orang yang hendak mati kedengaranlah dari dalam negeri, dan hati orang yang luka berserulah minta dibalas; maka tiada diindahkan Allah akan serunya itu.
27Bahwa raja akan berkabung dan segala penghulu akan berpakaikan kebinasaan dan tangan segala anak bumipun akan gemetar; maka Aku akan berbuat kepadanya sekadar kelakuannya, dan menghukumkan mereka itu seturut hukum-hukumnya; dan akan diketahui olehnya bahwa Aku ini Tuhan.
7Maka akan jadi, apabila mereka itu bertanya akan dikau: Mengapa maka engkau berkeluh kesah begitu? hendaklah kausahut: Sebab kabar yang telah datang, karena tak dapat tiada hati tiap-tiap orang akan hancur dan segala tangan jadi lemah, dan segala nyawapun padam dan segala lutut lenyap seperti air! bahwasanya ia itu sudah sampai, sudah jadi, demikianlah firman Tuhan Hua!
14Bahwa hari besar Tuhan sudah hadir; telah hampirlah Ia dan sengajakan datang; amat pahitlah akan teriak pada hari Tuhan itu, dan orang pahlawan sekalipun akan berteriak dengan kepahitan!
17Hendaklah segala imam, yaitu khadim Tuhanpun, menangis antara serambi yang di hadapan dengan mezbah, sambil sembahnya: Ya Tuhan! sayangkan apalah umat-Mu, jangan bahagian-Mu pusaka Kauserahkan akan dicuca, sehingga orang kafir mengambil suatu perbahasaan akan halnya! mengapa di antara segala bangsa maka orang akan berkata demikian: Di manakah Allah mereka itu?