Yeremia 8:15
Bahwa orang menantikan selamat, tetapi tiada datang barang sesuatu yang baik; orang menantikan masa kesembuhan, hanya sesungguhnya adalah kekejutan.
Bahwa orang menantikan selamat, tetapi tiada datang barang sesuatu yang baik; orang menantikan masa kesembuhan, hanya sesungguhnya adalah kekejutan.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
19Sudahkah Engkau membuang Yehuda sama sekali? Adakah hati-Mu jemu akan Sion? Mengapa kami Kaupalu sehingga tiada boleh sembuh pula? Orang menantikan selamat, tetapi satupun tiada datang yang baik; orang menantikan ketika kesembuhan, tetapi hanya kekejutan jua yang datang.
20Ya Tuhan! kami ketahui akan kejahatan kami, akan kesalahan segala nenek moyang kami, bahwa kami sudah berdosa kepada-Mu.
25Bahwa keputusannya datang; mereka itu akan mencahari perdamaian, tetapi perdamaianpun tiada.
11Maka diperobatkannya luka puteri umat-Ku dengan semudah-mudahnya, katanya: Selamat, selamat! tetapi selamatpun tiada.
14Betapa kita tinggal duduk di sini? Berhimpunlah kamu, mari kita masuk ke dalam negeri-negeri yang berkota benteng, jikalau di sana kita binasa sekalipun, karena kita telah diserahkan oleh Tuhan, Allah kita, kepada kebinasaan dan telah diberi-Nya kita minum air empedu, sebab kita sudah berdosa kepada Tuhan.
5Maka pada masa itu tiada selamat bagi orang yang keluar atau bagi orang yang masuk, melainkan huru-hara besar juga di antara segala orang isi negeri-negeri ini,
6sehingga terantuk-antuklah mereka itu, bangsa dengan bangsa dan isi negeri dengan isi negeri oleh karena dikejutkan Allah akan mereka itu dengan pelbagai kesukaran.
8Maka tiada diketahuinya akan jalan selamat, kebenaranpun tiada pada segala jalan mereka itu; bahwa mereka itu sendiri membengkokkan jalan-jalannya; barangsiapa yang menjalani dia ia itu tiada mengetahui akan selamat.
9Maka sebab itu insaf jauhlah dari pada kita dan kebenaranpun tiada sampai kepada kita; bahwa kita menantikan terang, tetapi sesungguhnya ada kegelapan juga; kita menantikan terang cuaca, tetapi kita berjalan di dalam gelap gulita.
10Bahwa kita meraba-raba ke pagar dinding selaku orang buta dan kita merayau seperti orang yang tiada bermata; pada tengah hari juga kita terantuk seperti pada waktu samar muka, bahwa dengan segala gaya kita, maka kita seperti orang mati juga.
11Bahwa kita meraung-raung seperti beruang dan kita sekalian memeram seperti merpati; kita menantikan insaf, maka ia itu tiada; kita menantikan selamat, maka ia itu tinggal jauh dari pada kita.
14Maka luka puteri umat-Ku diobatinya dengan semudah-mudahnya jua, katanya: Selamat, selamat! maka selamatpun tiada.
5Maka demikianlah firman Tuhan: Kedengaranlah bunyi yang hebat; adalah ketakutan, bukan perdamaian.
17Lagipun sampai buta mata kami merenung-renung kepada pertolongan kami yang sia-sia, dan lagi kami mengamat-amati kepada suatu bangsa yang tiada dapat membantu.
18Pada masa itu dikejar oranglah akan kami, sehingga tiada dapat kami balik ke sana ke mari; pada masa itu kesudahan kami hampirlah, dan genaplah segala hari kami; wai, kesudahan kami sudah sampai!
13Sebagaimana tersurat dalam taurat Musa, segala celaka itu sudah berlaku atas kami dan tiada kami coba memadamkan murka dari hadirat Tuhan, Allah kami, dengan bertobat dari pada segala kesalahan kami, atau dengan berbuat barang yang lebih baik dan dengan setia kepada-Mu.
14Maka sebab itu serta berjagalah Tuhan, didatangkan-Nya atas kami celaka ini, karena adillah Tuhan, Allah kami, dalam segala perbuatan-Nya yang telah diadakan-Nya, tetapi kami sudah enggan mendengar akan bunyi suara-Nya.
21Melainkan ia akan mengembara di tanah itu dengan melaratnya dan dengan laparnya; maka akan jadi apabila lapar itu membangkitkan amarahnya, bahwa iapun akan mengutuki rajanya dan Allahnya! Maka apabila matanya menengadah ke langit,
22atau tunduk ke bumi, sesungguhnya adalah kepicikan dan kegelapan juga, ia akan dibingungkan oleh kesesakan dan dihalaukan ke dalam kegelapan. (8:23)Tetapi tanah yang kepicikan begitu tiada akan tinggal di dalam kegelapan selalu; seperti pada zaman dahulu dikejikannya akan dia, yaitu akan tanah Zebulon dan Naftali, demikianpun akan dipermuliakannya pada akhir zaman, pada jalan dekat ke tasik, yang di seberang Yarden, yaitu Galilea orang kafir.
26Bahwa aku sudah menantikan perkara yang baik, tetapi yang jahat berlaku atasku; aku sudah harap akan terang, tetapi gelap sudah datang.
8Maka oleh sebab itu besarlah murka Tuhan akan orang Yehuda dan akan orang isi Yeruzalem, dijadikannya mereka itu suatu kecengangan dan kebinasaan dan kecelaan, seperti kamu melihat dia dengan matamu sendiri.
24Bahwa kita mendengar kabarnya lalu tangan kita jadi lemah; kepicikan datanglah atas kita dan kesakitan seperti atas seorang perempuan yang hendak beranak.
25Janganlah kamu keluar ke padang dan janganlah kamu berjalan di luar, karena di sana adalah pedang musuh dan kegentaran keliling.
16Apabila ia itu kudengar maka berdebarlah hatiku, akan bunyi suara itu gemetarlah bibir mulutku, dan lemahlah segala tulang-tulangku dan berantuklah lututku. Tetapi sekarang senanglah aku pada hari kepicikan, karena Iapun akan berangkat melawan bangsa yang sudah menempuh kepada kami dengan gagahnya.
47Kegentaran dan keleburan telah menjadi bahagian kami, dan lagi kerusakan dan kebinasaan.
20Bahwa musim menuai sudah lalu, musim kemaraupun berkesudahan, maka belum lagi kita terlepas.
7Bahwasanya segala orang sombongnya adalah berseru-seru di luar; segala utusan yang menyorong damai itu menangis tersedih-sedih.
14Pada petang hari sesungguhnya adalah kegentaran, maka dahulu dari pada datang pagi sudah tiada ia itu lagi! Bahwa inilah bahagian orang yang sudah menjarahi kita dan nasib untung mereka sekalian yang sudah merampas kita.
2Ya Tuhan! kasihankanlah kiranya kami, maka kami sudah menantikan Dikau! Jadilah Penolong kami pada tiap-tiap pagi, dan Pemeliharaan kami pada masa kesukaran!
15Bahwasanya kata mereka itu kepadaku: Di manakah firman Tuhan itu? Baiklah ia itu datang sekarang.
5Kami merasai sengsara pada tengkuk kami, dan kami dikejar sampai letih lesu; tiadalah perhentian bagi kami.
16Dari Dan kedengaranlah bunyi penghembus segala kudanya, dari pada peringkik segala kuda tejinya gentarlah seisi negeri; mereka itu datang, dimakannya habis akan tanah serta dengan segala kelimpahannya, akan negeri serta dengan segala orang isinya.
8Sebab itu hendaklah kamu berpakaikan kain karung, serta meratap dan meraung-raung, karena belum lagi kehangatan murka Tuhan undur dari pada kita.
12Wah, dengan cuma-cuma perempuan penduduk Marot menantikan yang baik, karena yang jahat itu telah turun dari pada Tuhan sampai kepada pintu gerbang Yeruzalem.
19Hendaklah dari pada Sion kita mendengar bunyi ratap ini: Aduh! kami sudah rusak! kami dapat malu sangat, karena kami sudah disuruh meninggalkan negeri kami dan kami sudah dibuang ke luar dari dalam rumah-rumah kami.
15Lenyaplah sudah segala kesukaan hati kami, dan tepuk tari kami sudah berubah menjadi dukacita.
16Makota sudah gugur dari pada kepala kami! Wai bagi kami, maka kami sudah berbuat dosa begitu!
18Hanya pengaduhan dapat menyedapkan aku, dan hati yang di dalam akupun tawarlah.
10Lalu sembahku: Ya Tuhan Hua! bahwa sesungguhnya Engkau juga sudah menyesatkan sangat bangsa ini dan orang isi Yeruzalempun, pada masa dikatakan kepadanya: Kamu akan selamat sentosa, sedang pedang itu sudah makan sampai kepada hati.
20Ya Tuhan, lihat apalah bagaimana kepicikan aku! segala isi perutku gementarlah dan hatikupun terbaliklah dalam dadaku, sebab aku sudah mendurhaka sangat begitu. Di luar adalah pedang membuluskan orang, dan di dalam adalah kematian belaka.
22Maka pada orang fasik tiadalah selamat; demikianlah firman Tuhan!
14Supaya segala lembu jantan kami banyak muatannya dan jangan ada pelanggaran atau penyerangan atau tempik sorak perang pada lorong-lorong kami.
16Dari ujung bumi sekali kedengaranlah kepada kami bunyi mazmur akan mempermuliakan Yang mahaadil! -- Tetapi sekarang kataku: Bahwa aku menjadi kurus, bahkan, aku menjadi kurus; wai bagiku! karena orang khianat mendurhaka, bahkan, durhaka belaka perbuatan mereka itu yang khianat itu!
8Hamba-hambapun memerintahkan kami, maka seorangpun tiada yang menyentak kami dari dalam tangannya.
26Bahwa tiada aku senang atau diam atau lalai, maka datang juga dahsyat itu.
37Segala kandang domba yang sentosa itu sudah roboh dari karena kehangatan murka Tuhan.
15Yang berkata demikian: Kami sudah berjanji-janjian dengan maut dan dengan alam barzakhpun kami sudah berteguhan janji; kendatilah cemeti yang membinasakan itu limpah atas sekaliannya, tiada juga ia akan sampai kepada kami; karena dusta telah kami jadikan perlindungan kami dan tipu dayapun telah kami jadikan tempat kami bersembunyi.
10Maka akan jadi kelak, apabila engkau menyampaikan segala firman ini kepada bangsa itu, lalu katanya kepadamu: Mengapa maka Tuhan berfirmankan atas kami segala celaka yang besar ini? Apakah salah kami dan apakah dosa kami, yang telah kami perbuat kepada Tuhan, Allah kami?
10Karena dahulu dari pada hari itu manusia tiada mendapat upah pekerjaannya dan binatangpun tiada mendatangkan hasil, dan tiadalah kesenangan bagi orang yang keluar atau masuk, dari karena musuh dan segala manusiapun mengusik seorang akan seorang.
21Berapa lamakah lagi aku melihat alamat itu dan mendengar bunyi nafiri?