Yesaya 37:3
maka kata mereka itu kepadanya: Demikianlah titah raja Hizkia: Bahwa hari inilah hari kesukaran dan siksa dan kecelaan, karena anak-anak hampir akan keluar, tetapi tiadalah kuat akan beranak.
maka kata mereka itu kepadanya: Demikianlah titah raja Hizkia: Bahwa hari inilah hari kesukaran dan siksa dan kecelaan, karena anak-anak hampir akan keluar, tetapi tiadalah kuat akan beranak.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
1Demi didengar baginda raja Hizkia akan hal yang demikian, maka dikoyak-koyakkannya pakaiannya dan baginda berpakaikan kain karung, lalu masuklah baginda ke dalam rumah Tuhan.
2Setelah itu maka disuruhkan baginda akan Elyakim, pemerintah istana, dan Sibna, jurutulis, dan segala tua-tua imam dengan berpakaikan kain karung, pergi mendapatkan nabi Yesaya bin Amoz,
3mengatakan: Demikianlah titah raja Hizkia: Bahwa hari inilah hari kepicikan dan nista dan hujat, karena anak-anak hampir akan keluar, tetapi tiadalah kuat akan beranak.
4Mudahan-mudahan didengar Tuhan, Allahmu, akan segala perkataan Rabsaki, yang disuruhkan oleh tuannya, yaitu oleh raja Asyur, supaya dicelakannya Allah yang hidup dan dinistakannya dengan perkataan yang sudah didengar oleh Tuhan, Allahmu; maka sekarangpun hendaklah engkau meminta doa akan orang yang lagi tinggal, yang terdapat itu.
5Hata, maka sampailah hamba raja Hizkia itu kepada Yesaya,
6lalu kata Yesaya kepadanya: Demikian kata hendaklah kamu persembahkan kepada tuanmu: Bahwa inilah firman Tuhan: Jangan engkau takut akan segala perkataan yang telah kaudengar, yang dikatakan oleh hamba-hamba raja Asyur itu akan mencelakan Daku.
1Hata, serta raja Hizkiapun mendengar dia, dikoyak-koyakkan baginda pakaiannya dan bagindapun berpakaikan kain kambeli, lalu masuk ke dalam kaabah Tuhan.
2Setelah itu, maka disuruh baginda akan Elyakim, pemerintah istana, dan Sebna, karkun itu, dan akan segala tua-tua imam dengan berpakaikan kain kambeli, mendapatkan nabi Yesaya bin Amos;
4Mudah-mudahan didengar Tuhan, Allahmu, akan segala perkataan Rabsake, yang disuruhkan oleh tuannya, yaitu oleh raja Asyur, supaya dicelakannya Allah yang hidup dan dinistakannya dengan perkataan, yang sudah didengar oleh Tuhan, Allahmu; maka sekarangpun hendaklah engkau meminta doa akan orang yang lagi tinggal, yang lagi terdapat itu.
5Hata, maka sampailah hamba raja Hizkia itu kepada Yesaya,
6lalu kata Yesaya kepadanya: Demikian kata hendaklah kamu persembahkan kepada tuanmu: Inilah firman Tuhan: Jangan engkau takut akan segala perkataan yang telah kaudengar, yang dikatakan oleh hamba raja Asyur itu hendak menghujat Aku.
5Lalu kata Yesaya kepada Hizkia: Sekarang dengarlah olehmu firman Tuhan serwa sekalian alam.
4Maka datanglah firman Tuhan kepada Yesaya, bunyinya:
13Maka berdirilah Rabsake sambil berseru-seru dengan suara yang nyaring dan dengan pakai bahasa Yehudi, bunyinya: Dengarlah olehmu akan titah raja besar, yaitu raja Asyur!
14Demikianlah titah raja itu: Janganlah kamu ditipu oleh Hizkia, karena tiada ia dapat meluputkan kamu.
15Dan jangan kamu dibujuk Hizkia akan menaruh harapmu pada Tuhan, katanya: Niscaya Tuhan juga kelak meluputkan kita, dan negeri ini tiada akan diserahkan ke tangan raja Asyur.
21Hata, maka mereka itupun berdiamlah dirinya, sepatah katapun tiada disahutnya akan dia; karena titah baginda kepada mereka itu demikian: Jangan kamu sahut akan dia.
22Setelah itu, maka datanglah Elyakim bin Hilkia, pemerintah istana itu, dan Sebna, karkun itu, dan Yoah bin Asaf, penyurat silsilah itu, menghadap Hizkia dengan koyak-koyak pakaiannya, lalu disampaikannyalah kepada baginda segala perkataan Rabsake itu.
37Maka datanglah Elyakim bin Hilkia, pemerintah istana, dan Sibna, jurutulis, dan Yoah bin Asaf, katib, menghadap raja Hizkia dengan berpakaikan pakaian koyak-koyak, lalu dipersembahkannya kepada baginda segala perkataan Rabsaki itu.
16Maka sembah Yesaya kepada Hizkia: Sekarang hendaklah tuanku dengar akan firman Tuhan:
21Maka pada masa itu disuruhkan Yesaya bin Amos utusan Hizkia, mengatakan: Demikianlah firman Tuhan, Allah orang Israel: Barang yang telah kaupinta kepada-Ku akan Sanherib, raja Asyur itu, ia itu sudah Kudengar.
22Maka inilah firman yang dikatakan Tuhan kepadanya: Bahwa tuan puteri, yaitu puteri Sion, mencelakan dikau dan mengolok-olokkan dikau, puteri Yeruzalem itu menggeleng kepala di belakang engkau.
18Maka berseru-serulah mereka itu kepada baginda; sebab itu keluarlah Elyakim bin Hilkia, pemerintah istana, dan Sibna, jurutulis dan Yoah bin Asaf, katib.
19Lalu kata Rabsaki kepadanya: Katakanlah olehmu kepada Hizkia: Demikianlah titah raja yang mahabesar, yaitu baginda raja Asyur: Apa macam percaya ini, yang kautaruh itu?
20Bahwa katamu, tetapi kata bibir mulut belaka: Adalah bicara dan kuasa akan berperang! Kepada siapa gerangan engkau percaya, maka engkau mendurhaka kepadaku?
28Demikianlah peri Rabsaki itu berdiri sambil berseru-seru dengan suara yang nyaring, katanya dengan bahasa Yahudi: Dengarlah olehmu akan titah raja yang mahabesar, yaitu raja benua Asyur!
29Titah baginda demikian: Jangan kamu ditipu oleh Hizkia, karena tiada ia dapat melepaskan kamu dari pada tangan tuanku.
30Lagipun jangan kamu dibujuk Hizkia akan menaruh harapmu kepada Tuhan, serta katanya: Bahwa Tuhan juga akan menolong kita kelak dan negeri ini tiada akan diserahkan kepada tangan raja benua Asyur.
3Maka pada masa itu datanglah nabi Yesaya mendapatkan raja Hizkia serta katanya kepadanya: Apa kata orang-orang itu dan dari mana datangnya mendapatkan dikau? Maka sahut Hizkia: Adapun mereka itu sudah datang kepadaku itu dari negeri yang jauh, yaitu dari Babil.
9Maka di sana didengarnya kata orang akan hal Tirhaka, raja Kusy itu, demikian: Bahwa ia sudah keluar hendak berperang dengan tuanku! demi didengarnya kata itu disuruhkannya pula utusan kepada Hizkia, mengatakan:
10Kata ini hendaklah kamu sampaikan kepada Hizkia, raja orang Yehuda: Jangan engkau ditipu oleh Allahmu, yang engkau harap pada-Nya, serta katamu: Bahwa Yeruzalem tiada akan diserahkan kepada tangan raja Asyur.
4Maka kata Rabsake kepada mereka itu: Katakanlah olehmu kepada Hizkia: Demikianlah titah raja besar, yaitu raja Asyur: Apa macam percaya yang kaupercayakan ini?
5Katamu (tetapi perkataan bibir belaka) adalah bicara dan kuatpun akan berperang! tetapi pada siapa gerangan kautaruh harapmu, maka engkau hendak melawan aku?
9Hata, maka kemudian dari pada itu disuruhkan Sanherib, raja Asyur, akan hamba-hambanya ke Yeruzalem, sementara ia sendiri tinggal di hadapan Lakhis, dan tentara besarnyapun sertanya, mendapatkan Yehizkia, raja Yehuda, dan segala orang Yehuda yang di dalam Yeruzalem, mengatakan:
16Ya Tuhan! beri apalah telinga dan dengarlah; ya Tuhan, bukakan apalah mata-Mu dan lihatlah dan dengarlah kiranya segala perkataan Sanherib, yang sudah menyuruhkan orang itu, supaya dicelakannya Allah yang hidup.
11Bukankah Yehizkia juga mengasut kamu, hendak menyerahkan kamu kepada kematian dengan lapar dan dahaga, katanya: Bahwa Tuhan, Allah kita, akan melepaskan kita kelak dari pada tangan raja Asyur itu?
1Bermula, maka pada masa itu juga jatuhlah Hizkia sakit payah, hampir akan mati, maka datanglah nabi Yesaya bin Amos menghadap baginda, serta katanya: Demikian ini firman Tuhan: Berwasiatlah engkau kepada orang isi istanamu, karena engkau akan mati kelak, dan tiada hidup lagi.
9Maka di sana didengarnya kata orang akan hal Tirkaha, raja Kusy itu, demikian: Bahwasanya ia sudah keluar hendak berperang dengan tuanku! Lalu disuruhkannya pula utusan kepada Hizkia, titahnya:
10Kata ini hendaklah kamu sampaikan kepada Hizkia, raja orang Yehuda: Jangan engkau ditipu oleh Allahmu, yang engkau harap padanya, serta katamu: Bahwa Yeruzalem tiada akan diserahkan kepada tangan raja Asyur!
14Setelah itu maka datanglah nabi Yesaya menghadap baginda raja Hizkia serta sembahnya kepadanya: Apakah sembah orang itu dan dari mana mereka itu datang menghadap tuanku? Maka sahut Hizkia: Mereka itu sudah datang dari negeri yang jauh, yaitu dari Babil.
15dan Hizkiapun meminta doa di hadapan hadirat Tuhan, sembahnya:
16Maka dengan beberapa perkataan lain lagi mereka itu menghujatkan Tuhan Allah dan mencelakan Yehizkia, hamba-Nya.
17Dan lagi ditulisnya beberapa surat kiriman hendak mencelakan Tuhan, Allah orang Israel, dan menghujatkan Dia, bunyinya: Seperti dewata bangsa-bangsa segala negeri itu sudah tiada dapat melepaskan umatnya dari pada tanganku, demikianpun Allah Yehizkia itu tiada akan melepaskan umat-Nya dari pada tanganku.
21Maka inilah firman yang dikatakan Tuhan kepadanya: Bahwa tuan puteri, yaitu puteri Zion, mencelakan dikau dan ia mengolok-olokkan dikau, bahwa puteri Zion itu menggeleng kepala di belakang engkau.
4Hata, maka belum sudah Yesaya keluar dari pada pagar halaman yang tengah itu, tiba-tiba datanglah firman Tuhan kepadanya, bunyinya:
26Maka kata Elyakim bin Hilkia dan Sibna dan Yoah bin Rabsaki: Hendaklah kiranya tuan berkata-kata kepada hamba ini dengan bahasa Arami, karena hamba mengerti juga bahasa itu; jangan apalah tuan berkata-kata kepada hamba dengan bahasa Yahudi, kepada pendengaran orang banyak yang di atas dewala ini.
17Ya Tuhan! beri apalah telinga dan dengarlah; ya Tuhan! bukakan apalah mata-Mu dan lihatlah dan dengarlah kiranya segala perkataan Sanherib, yang sudah menyuruhkan orang ini, supaya dicelakannya Allah yang hidup!
1Bermula, maka pada masa itu juga jatuhlah Hizkia sakit payah hampir akan mati, maka datanglah nabi Yesaya bin Amoz menghadap baginda serta katanya: Demikian ini firman Tuhan: Berwasiatlah engkau kepada orang isi istanamu, karena engkau akan mati kelak, tiada hidup lagi.
11Hata, maka kata Elyakim dan Sebna dan Yoah kepada Rabsake: Hendaklah kiranya tuan berkata-kata kepada hambamu ini dengan bahasa Arami, karena hamba juga mengerti; jangan apalah tuan berkata-kata kepada hamba dengan bahasa Yehudi di hadapan telinga segala rakyat, yang di atas dewala itu.
8Maka kata Hizkia kepada Yesaya: Benarlah firman Tuhan yang kaukatakan itu. Dan lagi katanya: Adalah juga selamat sentosa pada segala hari umur hidupku.