Yesaya 64:4
Bahwa dari dahulukala tiada pernah didengar orang atau didapat tahu dengan telinga dan tiada pernah dilihat oleh mata, melainkan Engkau juga, ya Allah! barang yang dibuat kelak akan mereka itu yang menantikan Dia.
Bahwa dari dahulukala tiada pernah didengar orang atau didapat tahu dengan telinga dan tiada pernah dilihat oleh mata, melainkan Engkau juga, ya Allah! barang yang dibuat kelak akan mereka itu yang menantikan Dia.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
9melainkan seperti yang tersurat: Barang yang mata tiada tampak, dan telinga tiada mendengar, dan yang tiada timbul di dalam hati manusia, itulah yang disediakan Allah bagi orang yang mengasihi Dia.
3Tatkala Engkau mengadakan perkara yang hebat, yang tiada kami sangkakan, tatkala Engkau turun dan segala bukitpun hancur meleleh di hadapan hadirat-Mu.
4Tetapi belum dikaruniakan Tuhan kepadamu batin akan memperhatikan dia, atau telinga akan mendengar dia, sampai sekarang ini.
32Maka bertanyakanlah juga zaman-zaman dahulukala, yang dahulu dari pada kamu, yaitu dari pada hari tatkala dijadikan Allah akan manusia di atas bumi, dan dari pada ujung langit kepada ujung langit yang lain, jikalau pernah jadi sesuatu perkara yang seperti perkara besar ini, atau jikalau kedengaran barang sesuatu yang sebagainya;
5Bahwa Engkau juga bertemu dengan orang yang berbuat baik dengan suka hatinya, yang ingat akan Dikau pada segala jalan-Mu; bahwasanya Engkau sudah murka sangat, sebab kami sesat dari padanya, jikalau kiranya selalu kami tetap padanya, niscaya terpeliharalah kami.
6Kamu sudah mendengarnya, perhatikanlah kiranya sekalian ini: Bukankah patut kamu mengaku bahwa benarlah yang demikian? Mulai dari pada sekarang Aku memperdengarkan kepadamu perkara-perkara baharu dan rahasia, yang tiada kamu ketahui dahulu.
7Baharu sekarang ia itu diadakan, bukannya dahulu-dahulu, sebelum hari ini tiada pernah kamu mendengar dia, supaya jangan katamu: Bahwasanya ia itu sudah kuketahui.
20Ya Tuhan! tiadalah sama-Mu dan tiada juga Allah melainkan Engkau, sekadar segala sesuatu yang telah kami dengar dengan telinga kami.
18Kendatilah demikian, Tuhan juga bernanti-nanti hendak mengasihankan kamu dan Iapun akan bangkit juga, supaya disayangi-Nya akan kamu, karena Tuhan itulah Allah yang berbuat insaf; berbahagialah segala orang yang menantikan Dia!
5Bahwa dengan pendengaran telingaku sudah kudengar bunyi-Mu, tetapi sekarang aku melihat Engkau dengan mataku.
21Tiadakah kamu tahu? Tiadakah kamu dengar? Tiadakah dimaklumkan kepadamu dari pada mula asal? Tiadakah kamu ingat akan segala alas bumi?
20Sungguhpun engkau melihat banyak perkara, tetapi tiada engkau memperhatikan dia; sungguhpun terbuka telinganya, tiada juga ia mendengar.
7Maka seorangpun tiada yang menyebut nama-Mu, yang bangun akan berpaut kepada-Mu; maka sebab itu Engkau sudah menyamarkan wajah-Mu dari pada kami dan Engkau sudah menghancurkan kami, oleh karena sebab segala kesalahan kami.
3Pada masa itu mata orang yang melihat itu tiada lagi menoleh ke belakang, dan telinga orang yang mendengar itu akan memperhatikan.
1Suatu pengajaran bagi biduan besar di antara bani Korah.
22Adakah di antara dewata orang kafir yang sia-sia itu barang seorang yang dapat menurunkan hujan? Bolehkah langit bertitik-titik dari sendirinya? Bukan Engkau juga yang membuatnya, ya Tuhan, Allah kami! bahwa kami bernanti akan Dikau, karena Engkau yang mengadakan sekalian itu.
18karena kami tiada memandang barang yang kelihatan itu, melainkan yang tiada kelihatan, sebab barang yang kelihatan itu sementara sahaja; tetapi barang yang tiada kelihatan itu kekal adanya.
22Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah! karena tiada yang dapat disamakan dengan Dikau, dan tiada Allah melainkan Engkau sekadar segala yang telah kami dengar telinga kami.
4adakah pada-Mu mata kedagingan? lihatkah Engkau selaku manusia melihat?
25Segala manusia melihat dia, dan segala anak Adam memandang akan dia dari jauh.
14Jikalau katamu bahwa tiada diindahkan-Nya kita, maka hakmu adalah juga di hadapan hadirat-Nya, nantilah juga akan Dia.
26Siapakah sudah memberitahunya dari mula-mula? kita hendak mengetahui dia, atau dahulu dari pada datangnya, supaya kata kita: Benarlah ia! Tetapi seorangpun tiada yang memberitahu perkara itu; bahkan, seorangpun tiada yang memperdengarkan barang sesuatu; bahkan, seorangpun tiada yang mendengar barang sepatah katamu.
19Maka ia itu akan disuratkan bagi bangsa yang kemudian, maka bangsa yang akan jadi itu akan memuji-muji Tuhan.
2Bahwasanya seperti mata seorang hamba memandang kepada tangan tuannya, dan seperti mata seorang sahaya memandang kepada tangan enciknya, demikianlah peri mata kita menengadah kepada Tuhan, Allah kita, sampai dikasihankan-Nya kita.
17Karena sesungguhnya Aku menjadikan langit yang baharu dan bumi yang baharu; maka tiada peringatan lagi akan segala perkara yang dahulu itu, dan tiada ia itu akan terbit dalam hati.
27Maka sebab itu, hai Yakub! mengapa katamu, hai Israel! mengapakah tuturmu: Bahwa jalanku terlindung dari pada Tuhan dan hakku lalulah dari pada Allahku?
28Tiadakah engkau mengetahuinya? Belumkah engkau mendengarnya, bahwa Tuhan itulah Allah yang kekal, Khalik segala ujung bumi, yang tiada tahu penat atau lemah, dan lagi tiada terduga hikmat-Nya.
2Bahwa kata orang bebal dalam hatinya: Tiadalah Allah! Begitu rusak mereka itu, begitu busuk perbuatannya. Seorangpun tiada yang berbuat baik.
2Maka Tuhan menilik dari dalam sorga akan segala anak Adam, hendak melihat kalau ada orang yang berbudi, yang mencahari Allah.
9Masakan Ia, yang telah menanam telinga itu, tiada mendengar! Masakan Ia, yang telah merupakan mata itu, tiada melihat!
19Biarkanlah segala bibir dusta menjadi kelu, yang berkata-kata keras akan orang yang benar dengan congkaknya dan dengan sombongnya.
18Dengarlah olehmu, hai orang tuli! lihatlah dan pandanglah baik-baik, hai orang buta!
8Engkaukah sudah mendengar rahasia Allah dan sudah menarik segala hikmat kepada dirimu.
24Ya, Tuhan Hua! Engkau telah mulai menunjukkan kepada hamba-Mu kebesaran-Mu dan tangan kodrat-Mu! maka dewa yang mana adalah dalam langit atau di atas bumi, yang dapat berbuat sebagai perbuatan-Mu dan sebagai segala kodrat-Mu?
1Bahwasanya lengan Tuhan tiada singkat, sehingga tiada dapat Ia menolong kamu, dan telinga-Nyapun tiada menjadi terlalu berat, sehingga tiada Ia dapat mendengar.
21Dengarlah olehmu akan ini, hai bangsa yang bodoh dan tiada berakal! yang bermata, tiada juga melihat, yang bertelinga, tiada juga mendengar!
18Bahwa mereka itu tiada berpengetahuan dan tiada berpengertian, karena mata mereka itu terkatup lekat-lekat, sehingga tiada ia melihat, dan hatinyapun sehingga tiada ia mengerti.
2Maka dahulu dari pada segala gunung dijadikan, dahulu dari pada bumi dan dunia menerbitkan barang sesuatu, bahkan, dari pada kekal datang kepada kekal Engkau juga Allah.
8Segala perkara itu bergerak dengan tiada berhentinya, terlebih dari pada dapat dikatakan orang, maka matapun tiada puas melihat dan telingapun tiada jemu akan mendengar.
10Ialah yang mengadakan perkara besar-besar yang tiada terselidik dan perbuatan ajaib yang tiada tepermanai.
32Semenjak awal dunia ini belum pernah kedengaran halnya orang mencelikkan mata manusia, yang buta dari mula jadinya.
1Hendaklah kiranya Engkau membelahkan segala langit dan Engkau turun dan segala bukitpun hancur meleleh di hadapan hadirat-Mu,
12Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, keduanya itu telah dijadikan oleh Tuhan.
25Baiklah Tuhan kepada barangsiapa yang menantikan Dia, dan kepada hati yang mencahari Dia.
15Lihat apalah dari dalam sorga dan pandang apalah dari dalam tempat kedudukan-Mu yang suci dan mulia; di mana gerangan kasih-Mu yang cemburuan dan segala kuasa-Mu? Adakah segala rahmat-Mu dan kasihan-Mu ditegahkan dari padaku?
16Maka berdirilah ia, tetapi tiada kuketahui rupanya, hanya adalah suatu lembaga di hadapan mataku, dan adalah sunyi senyap, lalu kudengar bunyi suara mengatakan:
5Allah yang berguruh dengan suara-Nya amat hebat; Iapun berbuat perkara yang besar-besar, yang tiada dapat kita ketahui.
11Karena telinga yang mendengar kataku itu membilang aku berbahagia, dan mata yang melihat aku itu membenarkan kataku.
8Bawalah ke mari akan bangsa yang buta, jikalau ia bermata sekalipun, akan orang yang tuli, jikalau ia bertelinga sekalipun.