Yakobus 3:15
Maka kebijakan itu bukan kebijakan yang datang dari atas, melainkan dari dunia, yaitu yang berasal daripada hawa nafsu, dan kehendak Iblis.
Maka kebijakan itu bukan kebijakan yang datang dari atas, melainkan dari dunia, yaitu yang berasal daripada hawa nafsu, dan kehendak Iblis.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
16Karena barang di mana ada perasaan yang dengki dan perbantahan, di situlah huru-hara dan segala perbuatan yang jahat.
17Tetapi kebijakan yang dari atas itu pertama-tama suci, kemudian suka berdamai, manis lakunya, seturut, penuh dengan belas kasihan dan buah-buahan yang baik, dengan tiada syak, dan dengan tiada munafik.
13Siapakah di antara kamu yang bijak dan berpengetahuan? Biarlah ia menunjukkan segala perbuatannya daripada kelakuan yang baik, dengan kebijakan yang lemah lembut.
14Tetapi jikalau ada kamu menaruh perasaan yang dengki sangat dan perbantahan di dalam hatimu, janganlah meninggikan diri dan janganlah mendusta dengan melawan yang benar.
18Janganlah seorang pun menipu diri. Jikalau barang seorang di antara kamu menyangka dirinya sendiri bijak di dalam dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya boleh ia menjadi pandai.
19Karena hikmat dunia ini menjadi kebodohan kepada Allah. Karena adalah tersurat: Bahwa Tuhan menangkap orang yang berhikmat itu di dalam cerdik orang itu sendiri.
20Dan lagi: Bahwa Tuhan mengetahui akan pikiran orang yang berhikmat itu sia-sia semuanya.
15Janganlah kamu mengasihi dunia atau barang yang ada di dalam dunia. Jikalau barang seorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa itu tiadalah ada di dalam dia.
16Karena segala yang ada di dalam dunia, yang keinginan tubuh dan keinginan mata, dan hidup dengan jemawa itu bukannya daripada Bapa, melainkan daripada dunia.
3maka kamu minta, tetapi tiada beroleh, sebab salah permintaanmu, yaitu sebab kamu hendak menghabiskan menurut hawa nafsumu.
4Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? Sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah.
5Atau sia-siakah, pada sangkamu, yang dikatakan oleh kitab: Roh yang didudukkan-Nya di dalam kita gemar akan kedengkian?
13Seorang pun jangan, apabila ia terkena pencobaan, berkata, "Bahwa aku terkena pencobaan Allah," karena Allah tiada tercoba dengan kejahatan, dan Ia sendiri tiada mencoba seorang jua pun;
14tetapi tiap-tiap orang terkena pencobaan apabila ia ditarik dan diperdayakan oleh hawa nafsunya sendiri.
15Kemudian hawa nafsu itu setelah sudah mengandung, lalu memperanakkan dosa, dan dosa itu setelah sudah cukup besarnya akan memperanakkan maut.
16Janganlah kamu sesat, hai saudara-saudara yang kukasihi.
5Jikalau ada orang di antara kamu yang kurang bijak, hendaklah ia memohonkan kepada Allah, yang mengaruniakan dengan murahnya kepada tiap-tiap orang dengan tiada membangkit-bangkitkan, niscaya dikaruniakan-Nya kelak kepadanya.
3sebab kamu lagi di dalam tabiat duniawi. Karena jikalau ada dengki dan pertengkaran di antara kamu, bukankah kamu di dalam tabiat duniawi serta melakukan cara orang dunia?
6Adapun hikmat itu kami katakan di antara orang yang sempurna. Tetapi bukannya hikmat dunia ini, dan bukannya hikmat raja-raja dunia ini, yang ditiadakan kelak,
1Dari manakah datang peperangan, dan dari manakah datang perkelahian di antara kamu? Bukankah datangnya daripada segala hawa nafsumu yang berlawan-lawanan di dalam segala anggotamu?
13Maka barang yang kami katakan itu pun bukannya dengan pengajaran manusia, melainkan dengan pengajaran Roh, sambil membandingkan barang rohani dengan rohani.
14Tetapi orang duniawi tiada menerima barang yang daripada Roh Allah itu, karena perkara itu menjadi kebodohan kepadanya, dan tiada dapat mengenalnya, sebab perkara itu diselidik dengan peri rohani.
19Maka mereka itulah yang membuat penceraian, yaitu orang yang menurut hawa nafsu dan yang tiada berisi Roh.
3Karena ia membujuk dirinya sendiri apabila didapati akan salahnya yang kebencian.
21Karena dari dalam, yaitu dari dalam hati orang, keluar pikiran yang jahat, zinah, curi, bunuhan,
22permukahan, kekikiran, kejahatan, tipu, hawa nafsu jahat, mata jahat, hujat, congkak, kebodohan.
23Segala perkara yang jahat ini keluar dari dalam hati, dan menajiskan orang."
4maka orang itu membesarkan diri dengan tiada mengetahui apa-apa, melainkan gila bersoal-soal dan berbalah-balah, yang mendatangkan dengki, perkelahian, berbagai-bagai umpat, sangka-sangka yang jahat,
29penuh dengan segala kelaliman, kejahatan, loba, dendam, sarat dengan kedengkian, perbunuhan, perkelahian, tipu daya, khianat, penghasut,
10Dengan congkak diadakan orang tengkar belaka, tetapi hikmat adalah serta dengan orang yang mendapat ikhtiar yang baik.
3Apabila orang masuk ke dalam celaka oleh sebab kebodohannya sendiri, maka hatinya bersungut-sungut akan luput.
20Karena amarah manusia itu bukannya mengerjakan yang benar kepada Allah.
10Akan tetapi segala orang ini mengeji barang apa yang tiada diketahuinya, dan barang yang mereka itu mengerti dengan sebab keadaannya seperti makhluk yang tiada berakal, maka di dalam perkara itulah mereka itu binasa.
16Tetapi dengan hal yang demikian kamu memegahkan dirimu dengan jemawamu itu; maka semua kemegahan yang demikian itu jahat.
2Apabila datang congkak, maka malupun datanglah kelak, tetapi dengan orang yang rendah hatinya adalah hikmat.
31Adapun Yang datang dari atas, ada di atas sekalian; maka yang daripada bumi ini, terhisab kepada bumi, tetapi Yang datang dari surga, Ia lebih daripada sekalian.
33Bahwa hikmat duduk dalam hati orang yang budiman, tetapi barang yang dalam hati orang bodoh itu kelak akan nyata.
19Karena dari dalam hati itu pun keluar pikiran yang jahat, bunuhan, zinah, persundalan, pencurian, saksi dusta, hujat;
6Biarlah jangan orang memperdayakan kamu dengan perkataan yang sia-sia; karena itulah sebabnya datang murka Allah atas anak-anak durhaka.
10Di dalam hal ini telah nyata segala Anak Allah dengan anak Iblis: Barangsiapa yang tiada berbuat barang yang benar itu bukannya daripada Allah, demikianlah juga orang yang tiada mengasihi saudaranya.
10Daripada mulut itu juga keluar puji-pujian dan kutuk. Perkara yang demikian ini, hai saudara-saudaraku, tiadalah patut.
14dan mulutnya penuh dengan kutuk dan kebengisan,
47Maka manusia yang pertama itu berasal daripada bumi, yaitu tanah, manusia yang kedua itu berasal dari surga.
1Barangsiapa yang berasing dirinya itu menurut kehendaknya sendiri dan iapun melawan segala akal budi.
20Maka dari mana gerangan datangnya hikmat itu? dan di mana gerangan tempat akal budi?
20Manakah orang yang bijak itu? Manakah ahli Taurat itu? Manakah pembahas di dalam zaman ini? Bukankah Allah menjadikan hikmat dunia ini bodoh?
3Barang di mana masuklah dosa, di sanapun masuklah kehinaan, karena arang di muka itu selalu disertakan malu.
7Janganlah engkau pandang pandai akan dirimu, melainkan takutlah akan Tuhan dan jauhkanlah dirimu dari pada yang jahat.
3karena kita pun dahulu jahil, tiada taat, sesat, menjadi hamba kepada berbagai-bagai hawa nafsu dan kesukaan dunia, hidup di dalam kejahatan dan dengki, dan kebencian, dan berbenci-bencian satu kepada yang lain.
19Maka perbuatan menurut hawa nafsu itu telah nyata, yaitu zinah, kecemaran, percabulan,