Ayub 28:20
Maka dari mana gerangan datangnya hikmat itu? dan di mana gerangan tempat akal budi?
Maka dari mana gerangan datangnya hikmat itu? dan di mana gerangan tempat akal budi?
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
12Tetapi adapun hikmat itu, di mana gerangan boleh didapati akan dia? di mana gerangan tempat akal budi?
13Manusia tiada tahu menilai harganya, dan tiada didapati akan dia di dalam negeri orang hidup ini.
14Kata tubir: Di dalam aku tiada ia, dan kata lautan: Tiada ia duduk sertaku.
15Tiada ia itu dapat dibeli, jikalau dengan emas tua sekalipun, dan harganyapun tiada dapat ditimbang dengan perak.
18Sudahkah dengan akalmu engkau sampai kepada lebar bumi? katakanlah olehmu jikalau engkau mengetahuinya.
19Manakah jalan yang menuju tempat kediaman terang, dan di manakah tempat kegelapan itu,
20sehingga engkau dapat menunjuk perhinggaan masing-masingnya dan tahu akan segala lorong yang membawa ke rumahnya?
1Bukankah Hikmat itu berseru-seru? bukankah akal budi itu menyaringkan suaranya?
2Maka di atas kemuncak tempat yang tinggi-tinggi, yaitu di tempat bertemu segala jalan, berdirilah ia.
17Tiada emas atau hablur yang boleh disamakan dengan dia, dan tiada ia boleh ditukar dengan benda yang dari pada emas tempawan.
18Merjan dan hablur satupun tidak, jikalau dibanding dengan dia, karena perolehan hikmat itu meliputi segala mutiara.
19Ratna cempaka dari Kusy tiada ternilai dengan dia dan emas yang amat sucipun tiada tertimbang dengan dia.
21Bahwa terlindunglah ia dari pada mata segala sesuatu yang hidup, dan tersembunyilah ia dari pada segala unggas yang di udara.
36Siapakah sudah menaruh hikmat di dalam batin orang manusia, dan siapa gerangan sudah mengaruniakan akal budi dalam hatinya?
28Tetapi kepada manusia adalah firman-Nya: Bahwa takut akan Tuhan itulah hikmat adanya, dan menjauhkan diri dari pada jahat itulah akal budi.
5maka engkau kelak mengerti hal takut akan Tuhan serta mendapat pengetahuan akan Allah.
6Karena Tuhan juga yang mengaruniakan hikmat, dan dari pada firman-Nya datanglah pengetahuan dan akal.
24Barang yang jauh dan amat dalam, siapa gerangan akan mendapat dia?
11Karena hikmat itu terlebih baik dari pada mutiara, maka segala permata intanpun tiada dapat dibanding dengan dia.
12Bahwa aku ini, Hikmat, adalah duduk bersama-sama dengan akal tajam, dan aku telah mendapat segala pengetahuan dan kepandaian.
23Bahwa Allah juga yang mengerti jalannya dan yang mengetahui tempatnya.
8Engkaukah sudah mendengar rahasia Allah dan sudah menarik segala hikmat kepada dirimu.
9Apakah diketahui olehmu yang tiada kami ketahui? engkau mengerti apakah, yang tiada serta kamipun?
20Manakah orang yang bijak itu? Manakah ahli Taurat itu? Manakah pembahas di dalam zaman ini? Bukankah Allah menjadikan hikmat dunia ini bodoh?
4Tiadakah engkau tahu bahwa dari dahulukala, dari pada masa manusia ditaruh di atas bumi,
3Siapakah dia yang telah menyembunyikan bicara dengan tiada berpengetahuan? Bahwa sesungguhnya aku sudah berkata-kata akan barang yang tiada aku mengerti, dan akan barang yang telalu ajaib bagiku dan yang tiada kuketahui.
7Adapun hikmat itu terutamalah adanya; maka sebab itu tuntutlah akan hikmat dan tuntutlah akan pengetahuan akan ganti segala sesuatu yang padamu.
12Hikmat patut dicahari kepada orang tua-tua dan akal budi kepada yang banyak umurnya.
13Dengan Dia adalah hikmat dan kuasa dan padanya adalah bicara dan akal.
4Di manakah engkau tatkala Aku mengalaskan bumi? Berilah tahu itu jikalau kiranya cukup akalmu.
6Di tempat batunya permata nilam dam gumpal-gumpalnya emas berbongkal-bongkal adanya.
7Bahwa unggas yang liar tiada mengetahui akan jalan ke sana, dan mata burung elangpun tiada tahu melihat dia.
16Alangkah baiknya mendapat hikmat dari pada mendapat emas, dan baiknya mendapat akal dari pada memilih perak.
13Bukankah aku sunyi dari pada segala pertolongan? bukankah segala jalan selamat tersakat bagiku?
1Bahwasanya bagi perak adalah aluran cebakan dan bagi emas adalah tempat akan dilebur.
13Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, dan manusia yang mendapat pengetahuan.
14Karena perniagaanya itu terlebih baik dari pada berniagakan perak dan hasilnyapun terlebih baik dari pada emas tua.
7Pada sangkamukah engkau boleh menduga akan takdir Allah? engkau boleh mendapati kesempurnaan Allah yang Mahakuasa?
8Adalah Ia tinggi dari pada segala langit, apakah boleh engkau perbuat? bahwa lebih dalam Ia dari pada mereka; bagaimana engkau dapat mengetahuinya?
2Siapakah dia, yang menggelapkan bicara dengan perkataan yang tiada disertai pengetahuan?
2akan mengetahui pengajaran hikmat dan akan mengerti syarat budi.
20Bahwa Hikmat yang Mahatinggi itu berseru-seru di luar dan dinyaringkannyalah suaranya di lebuh pekan.
16Betapa uang pembelian itu pada tangan orang bodoh? Hendak ia membeli kepandaian tiada dengan akal budi!
3Bahwasanya akupun berakal seperti kamu juga; tiada aku tewas olehmu; siapa gerangan tiada tahu barang yang sebagainya?
3Bagaimana engkau sudah memberi nasehat kepada orang yang kurang akal, dan sudah menyatakan kelimpahan hikmat?
3Dan lagi tiada aku belajar hikmat, dan tiada aku mengerti pengetahuan Tuhan, yang mahasuci.
3jikalau engkau berseru-seru minta pengetahuan serta menyaringkan suaramu minta akal budi;
24Bahwa hikmat adalah di hadapan mata orang yang berbudi, tetapi mata orang bodoh sampailah kepada tepi bumi.
33Bahwa hikmat duduk dalam hati orang yang budiman, tetapi barang yang dalam hati orang bodoh itu kelak akan nyata.
21Tali-tali kemahnya diputuskan, mereka itupun mati dahulu dari pada beroleh akal!