Ayub 11:2
Masakan kebanyakan perkataan ini tiada dibalas; masakan orang peleter itu benar;
Masakan kebanyakan perkataan ini tiada dibalas; masakan orang peleter itu benar;
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
1Maka disahut Zofar, orang Naamati itu, katanya:
3masakan dustamu mendiamkan segala orang; masakan engkau membuat olok-olok dan seorangpun tiada mempermaklumkan dikau.
3Tiadakah kesudahannya segala perkataan sombong ini? apakah yang mengajak kamu akan menyahut?
1Lalu disahut Zofar, orang Naamati itu, katanya:
2Bahwa segala sangka-sangka hatiku memaksakan daku akan memberi jawab, akan memadamkan nafsu yang di dalam aku.
1Maka disahut Elifaz, orang Temani itu, katanya:
2Patutkah seorang yang berbudi memberi perkataan cakap angin akan jawabnya? patutkah dipenuhinya perutnya dengan angin timur?
3sambil berbantah-bantah dengan perkataan yang tiada berguna dan dengan petuturan yang tiada berfaedah?
1Lalu disahut Bildad, orang Suhi itu, katanya:
2Berapa lama kiranya maka tiada engkau putuskan perkataan ini? Hendaklah engkau berbudi dan biarkanlah kamipun berkata-kata.
1Maka disahut Bildad, orang Suhi itu, katanya:
2Berapa lamakah engkau bertutur demikian, dan segala perkataan mulutmu seperti ribut adanya?
1Maka disahut Elifaz, orang Temani itu, katanya:
2Jikalau kiranya kami coba berkata-kata kepadamu, maka engkau akan berdukacita pula, tetapi siapa gerangan dapat menahan akan dirinya dari pada berkata-kata?
2Sekarangpun ikatlah pinggangmu seperti seorang laki-laki, maka Aku hendak bertanyakan dikau; sahutlah akan Daku.
3Maukah engkau meniadakan hukum-Ku? maukah engkau menyalahkan Daku, supaya engkau dapat membenarkan dirimu?
20Bagaimana dimaklumkan kepadanya jikalau aku hendak berkata-kata, maka jikalau orang hendak berkata-kata sekalipun, niscaya perkataannya tertelan dalam kerongkongannya.
16maka dibuka Ayub akan mulutnya dengan perkataan yang sia-sia, diperbanyakkannya perkataan dengan tiada berpengetahuan.
3Sabarkanlah aku sementara aku lagi berkata-kata; setelah sudah putus segala perkataanku, baharu hendaklah kamu membuat olok-olok.
4Akan daku, sekarang pengaduhanku kepada manusiakah? maka jikalau kiranya demikian, mengapa tiada boleh aku berdukacita?
32Jikalau kiranya adalah dalih padamu, sahutlah akan daku; katakanlah dia, karena sukalah aku membenarkan dikau.
14Maka bagaimana gerangan dapat aku melawan Dia? apa perkataan dapat kupilih akan memberi jawab kepada-Nya?
14Bahwasanya tiada ia menegur aku, maka akupun tiada hendak menyahut akan dia dengan perkataan yang seperti perkataan kamu itu.
13Maka engkau beranikah amarah akan Allah dan bolehkah engkau mengeluarkan perkataan yang begitu dari mulutmu?
25Bagaimana manis segala perkataan yang benar, tetapi apa gerangan gunanya peneguran yang dari pada kamu itu?
26Maukah kamu membelah rambut? adakah perkataan orang yang putus harap itu bagimu akan angin?
19Dalam kebanyakan perkataan tiada kurang salah, tetapi barangsiapa yang menahankan lidahnya, ia itu orang bijaksana.
2Karena seperti mimpi datang oleh banyak syugul, demikianpun bunyi suara orang bodoh oleh kebanyakan perkataan.
3Apabila engkau menazarkan kepada Allah barang sesuatu nazar, jangan bertangguh-tangguh menyampaikan dia, karena tiada Ia berkenan akan orang jahil; sebab itu sampaikanlah olehmu barang yang telah kaunazarkan itu.
1Lalu disahut Elifaz, orang Temani itu, katanya:
2Bolehkah seorang manusia berguna kepada Allah? Tidak boleh; melainkan orang yang berakal itu hanya berguna kepada dirinya sendiri jua.
3Jikalau dikehendakinya berhukum dengan dia, dalam seribu tiada satu yang dapat disahut olehnya kepadanya.
2Siapakah dia, yang menggelapkan bicara dengan perkataan yang tiada disertai pengetahuan?
9Adakah baik bagimu jikalau disaksamainya akan kamu? Bolehkah pada sangkamu dibuat olok-olok akan Dia, seperti dibuat olok-olok akan manusia?
1Lalu disahut Ayub, katanya:
2Benarkah pada sangkamu, maka engkau sudah berkata demikian: Perkaraku terlebih benar dari pada Allah?
12Bahwasanya dalam perkara ini engkau tiada terbenarkan, demikianlah kataku kepadamu; karena Allah amat tinggi dari pada manusia!
13Mengapa maka engkau berbantah-bantah dengan Dia, karena tiada Ia memberi jawab dari pada segala perbuatannya.
17Masakan manusia adil dari pada Allah; masakan seorang laki-laki suci dari pada Yang menjadikan dia!
34Hendaklah orang yang berakal itu menyahut akan daku, baiklah orang yang berbudi itu memberi telinga akan kataku.
3Bagaimana engkau sudah memberi nasehat kepada orang yang kurang akal, dan sudah menyatakan kelimpahan hikmat?
5Tetapi kehendakku Allah juga berfirman dan membuka bibir mulut-Nya kepadamu,
7Patutkah kamu mengatakan barang yang tiada benar di hadapan Allah? patutkah kamu mengatakan dusta di hadapan-Nya?
7Melainkan kataku: Biarlah kelimpahan segala hari itu berkata-kata! biarlah kebanyakan tahun itu memaklumkam hikmat.
1Lalu disahut Ayub, katanya:
2Berapa lama kiranya kamu mendukakan hatiku, dan menghancurkan daku dengan perkataan?
5Berilah jawab akan orang bodoh seperti patut kepada bodohnya, supaya jangan ia pandai pada sangkanya sendiri.
1Maka disahut Ayub, katanya:
1Lalu disahut Ayub, katanya:
32Bahwasanya bukan Ia manusia adanya seperti aku ini, sehingga aku dapat memberi jawab kepadanya, dan menghadap hukum bersama-sama dengan Dia.