Hakim-hakim 13:22
Maka kata Manoakh kepada bininya: Tak dapat tiada kita akan mati kelak, tegal kita sudah melihat Allah.
Maka kata Manoakh kepada bininya: Tak dapat tiada kita akan mati kelak, tegal kita sudah melihat Allah.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
15Lalu kata Manoakh kepada Malaekat Tuhan: Biarkanlah kiranya kami menahankan Dikau, supaya kami sajikan seekor anak kambing di hadapan-Mu.
16Tetapi kata Malaekat Tuhan kepada Manoakh: Jikalau engkau menahankan daku sekalipun, maka tiada juga Aku akan makan dari pada makananmu, tetapi jikalau engkau hendak menyajikan apa-apa, baiklah engkau persembahkan dia kepada Tuhan akan korban bakaran. Maka tiada diketahui Manoakh akan dia Malaekat Tuhan adanya.
17Maka kata Manoakh kepada Malaekat Tuhan: Siapakah nama-Mu? supaya kami dapat mempermuliakan Dikau apabila janjimu itu sampai.
18Maka sahut Malaekat Tuhan kepadanya: Mengapa maka engkau bertanyakan nama-Ku? Ia itu Ajaib juga.
19Maka diambil Manoakh seekor anak kambing akan persembahan makanan, lalu dipersembahkannya kepada Tuhan di atas batu gunung. Maka kelakuannya orang itu amat ajaib sementara Manoakh dan bininya memandang akan dia.
20Maka sesungguhnya sementara nyala api itu naik dari mezbah ke langit, maka Malaekat Tuhanpun naik dalam nyala api dari mezbah itu. Serta dilihat Manoakh dan bininya akan hal itu, maka sujudlah keduanya dengan mukanya ke tanah.
21Maka tiada pula kelihatan Malaekat Tuhan kepada Manoakh kedua laki bini; maka baharu diketahui Manoakh akan dia Malaekat adanya.
23Tetapi sahut bininya: Jikalau kiranya Tuhan hendak membunuh kita, niscaya tiada diterima-Nya korban bakaran dan persembahan makanan dari pada tangan kita, dan tiada diperlihatkan-Nya sekalian ini kepada kita dan tiada diperdengarkan-Nya perkara begitu kepada kita seperti sekarang ini.
22Setelah itu maka nyatalah kepada Gideon bahwa ia itulah Malaekat Tuhan, sembahnya: Ya Tuhan Hua, maka sebab itukah hamba melihat Malaekat Tuhan muka dengan muka?
23Tetapi firman Tuhan kepadanya: Selamatlah engkau; jangan takut, tiada engkau akan mati olehnya.
6Hata, maka masuklah perempuan itu memberitahu lakinya, katanya: Bahwa telah datang kepadaku seorang suruhan Allah, rupanya seperti rupa Malaekat Allah, amat hebat, maka tiada kutanya akan dia dari mana datangnya, dan iapun tiada memberi tahu namanya kepadaku,
7melainkan katanya kepadaku: Bahwasanya engkau akan hamil kelak dan beranak laki-laki seorang, maka sebab itu jangan engkau minum air anggur atau minuman yang keras dan jangan makan barang sesuatu yang haram, karena budak itupun akan menjadi seorang nazir Allah dari pada rahim ibunya sampai kepada hari matinya.
8Lalu Manoakh meminta doa kepada Tuhan dengan segala yakin hatinya, sembahnya: Ya Tuhan! berilah kiranya utusan Allah, yang telah Kausuruh itu, datang kembali kepada kedua kami serta mengajar kami akan perihal yang patut kami pengapakan kanak-kanak, yang akan jadi itu.
9Maka didengar Allah akan permintaan doa Manoakh, lalu Malaekat Allah itu datang pula kepada perempuan itu. Maka adalah ia duduk di bendang, tetapi Manoakh, lakinya itu, tiada sertanya.
10Maka dengan segeranya berlarilah perempuan itu memberitahu lakinya, katanya: Bahwa sesungguhnya kelihatanlah pula kepadaku orang yang telah datang kepadaku pada hari itu.
11Maka bangkitlah Manoakh berdiri, lalu mengikut bininya; setelah sampai kepada orang itu, katanya: Engkaukah orang itu, yang telah berkata-kata dengan perempuan ini? Maka sahutnya: Akulah dia.
12Maka kata Manoakh: Baiklah, biarlah jadi seperti kata-Mu itu, tetapi apa gerangan perihal kanak-kanak itu, patut dipengapakan?
13Maka sahut Malaekat Tuhan kepada Manoakh: Dari pada segala sesuatu yang telah Kukatakan kepada perempuan ini, hendaklah dipeliharakannya dirinya.
24sambil katamu: Bahwasanya Tuhan, Allah kami, telah memperlihatkan kepada kami kemuliaan-Nya dan kebesaran-Nya, maka suara-Nya telah kami dengar dari tengah-tengah api, maka pada hari ini juga kami telah melihat, bahwa Allah berfirman kepada manusia serta menghidupi akan dia juga.
25Maka sekarangpun mengapa maka kami akan mati kelak, dimakan api yang besar ini? Jikalau lebih lama lagi dan selalu kami mendengar suara Tuhan, Allah kami, niscaya matilah kami kelak.
26Karena dari pada segala kejadian yang berdaging siapakah telah mendengar suara Allah yang hidup itu berfirman kepadanya dari tengah-tengah api, seperti kami ini, maka tinggallah ia hidup?
12Maka sembah bani Israel kepada Musa, katanya: Bahwa sesungguhnya kami sekalian akan putus nyawa kelak dan akan binasa, bahkan, kami sekalian akan binasa.
13Orang yang berani menghampiri kemah Tuhan itu, biarlah mati dibunuh! Mengapa kami sekalian akan putus nyawa kelak?
20Dan lagi firman Tuhan: Tiada boleh engkau memandang wajah-Ku, karena seorang manusiapun tiada dapat memandang Aku serta tinggal hidup.
2Hata, maka adalah seorang laki-laki, asal dari Zora, dari pada bangsa orang Dan, yang bernama Manoakh, maka bininya mandul, tiada beranak.
3Maka kelihatanlah Malaekat Tuhan kepada perempuan itu, yang berkata kepadanya demikian: Bahwasanya engkau mandul, tiada beranak, tetapi engkau akan mengandung kelak serta beranak laki-laki seorang.
9Maka kata perempuan itu kepada suaminya: Bahwasanya kuketahui akan aziz Allah yang terkadang-kadang berjalan terus dari pada negeri kita itu sucilah adanya.
19sambil katanya kepada Musa: Hendaklah engkau sahaja berkata-kata dengan kami, maka kami akan dengar, tetapi jangan Allah berfirman kepada kami, asal jangan kami mati kelak!
30Maka kata Israel kepada Yusuf: Sekarangpun baiklah aku mati, sedang telah kupandang mukamu, maka engkau lagi hidup.
22Maka firman Tuhan Allah: Bahwasanya manusia ini telah menjadi bagaikan seorang Kita, sebab diketahuinya akan baik dan jahat; maka sekarangpun jangan ia mengedangkan tangannya lalu mengambil lagi buah pohon alhayat itu dan makan dia dan ia hidup selama-lamanya.
22Maka jikalau kiranya didapati akan seorang tengah berseketiduran dengan bini orang, tak akan jangan keduanya mati dibunuh, baik orang laki-laki yang berseketiduran dengan perempuan itu baik perempuan itu; demikian patutlah kamu membuang yang jahat itu dari tengah Israel.
10Maka takutlah orang itu amat sangat, lalu katanya kepadanya: Apakah perbuatanmu? karena ketahuilah orang itu akan hal ia sudah lari dari hadapan hadirat Tuhan, sebab telah diberinya tahu hal itu kepada mereka itu.
11Maka sahut Ibrahim: Karena pada sangkaku, jikalau dengan sebenarnya dalam negeri ini tiada takut akan Allah, niscaya dibunuh oleh mereka itu akan daku kelak karena sebab isteriku itu.
12Maka pada ketika itu kelihatanlah Malaekat Tuhan itu kepadanya, yang berkata kepadanya demikian: Bahwa Tuhan adalah serta dengan dikau, hai pahlawan yang perkasa!
27Kemudian daripada sekaliannya, matilah pula perempuan itu.
21maka sebegitu dahsyat penglihatan itu, sehingga Musa berkata: Aku menggeletar dengan ketakutan.
28Maka sahut mereka itu: Sesungguhnya kami melihat dengan nyata-nyata bahwa Tuhan menyertai akan dikau, lalu kata kami: Hendaklah kiranya ada suatu sumpah setia di antara kedua pihak kita, yaitu antara kami dengan dikau, dan hendaklah kami membuat suatu perjanjian dengan dikau:
11Maka Abimelekhpun memberi titah kepada segenap bangsa itu, katanya: Barangsiapa menyentuh akan orang ini atau akan isterinya, tak dapat tiada ia itu akan mati dibunuh.
30Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu Peniel, karena katanya: Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah.
4Lalu kata ular kepada perempuan itu: Niscaya tiada kamu akan mati,
17tetapi buah pohon pengetahuan akan hal baik dan jahat itu janganlah engkau makan, karena pada hari engkau makan dari padanya engkau akan mati.
31Maka dahsyatlah jikalau jatuh ke tangan Allah yang hidup itu.
6sehingga dengan yakin kita dapat berkata: Bahwa Tuhanlah Penolong aku, tiadalah aku takut kelak. Apakah gerangan manusia boleh buat ke atasku?
7Maka sekarangpun hendaklah engkau kembalikan isteri orang itu, karena suaminya itu seorang nabi adanya, maka iapun akan memintakan doa, supaya engkau tinggal hidup; tetapi jikalau kiranya tiada engkau mengembalikan dia, ketahuilah olehmu dengan sesungguhnya engkau akan mati kelak serta dengan segala sesuatu yang ada padamu.
9Maka pada masa itu kata bininya kepadanya: Lagikah engkau bertetap dalam tulus hatimu? hujatlah olehmu akan Allah lalu matilah!
16Tetapi titah baginda: Hai Akhimelekh! tak akan jangan engkau mati dibunuh, baik engkau baik segenap orang isi rumah bapamu!
9Bahkan, kami sendiri menetapkan di dalam diri kami itulah hukum mati, supaya jangan kami harap akan diri kami sendiri, melainkan akan Allah yang membangkitkan orang mati;
20Karena kami ini mustahil akan berhenti mengatakan barang yang sudah kami tampak dan kami dengar itu."
31Maka pada waktu dicelikkan Tuhan mata Bileam, sehingga terlihatlah ia akan Malaekat Tuhan, yang berdiri di jalan dengan pedang terhunus pada tangannya, maka turunlah ia, lalu sujud dengan mukanya ke tanah.