Ratapan 3:28
Hendaklah ia duduk pada tempat yang sunyi dan berdiam dirinya, sebab Tuhan sudah menanggungkan dia padanya.
Hendaklah ia duduk pada tempat yang sunyi dan berdiam dirinya, sebab Tuhan sudah menanggungkan dia padanya.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
26Baiklah orang harap akan selamat dari pada Tuhan dengan berdiam diri.
27Baiklah pada orang jikalau ia menanggung kuk dari pada masa mudanya.
29Baiklah ditundukkannya mukanya dalam abu, mudah-mudahan adalah pengharapan.
30Baiklah dibiarkannya pipinya kepada orang yang menampar dia; baiklah ia kenyang-kenyang dengan kecelaan.
2Bahwa kataku: Aku hendak memeliharakan jalanku, supaya dengan lidahku jangan aku berdosa, maka aku hendak menahankan mulutku dengan kang selagi orang jahat berhadapan dengan aku.
15Maka sekarang apakah hendak kukatakan? Barang yang dijanji-Nya itu telah disampaikan-Nya, maka aku akan berjalan perlahan-lahan sementara lalu segala tahunku dari karena kepahitan hatiku.
13Biarkanlah akan daku, maka aku hendak berkata-kata, kendatilah berlaku atasku barang apapun baik!
29Apabila ia mendiamkan, siapa gerangan akan mengharukan? Apabila ia menyamarkan wajah-Nya, siapa gerangan dapat melihat Dia? baik genap sebangsa baik manusia seorang.
3Sementara aku lagi berdiam diriku maka tulang-tulangku menjadi tua dalam peraungku pada segenap hari.
19Siapa gerangan hendak mendakwa akan daku? Jikalau kiranya sekarang aku diam, niscaya putuslah nyawaku kelak.
22Tetapi daging tubuhnya merasai sakit dan nyawa di dalamnya berdukacita adanya.
13Maka duduklah mereka itu sertanya di tanah tujuh hari tujuh malam lamanya, maka seorangpun tiada mengatakan kepadanya barang sepatah kata juapun, karena dilihatnya sangat besarlah kesukarannya itu.
23Sebab itu tiada tertanggung atas manusia masuk berhukum dengan Allah.
13Karena jikalau kiranya tidak begitu, niscaya sekarang aku berbaring dengan selamat dan aku tidur dengan kesenangan,
7Apabila ia itu ditagih maka iapun disengsarakan, tetapi tiada dibukakannya mulutnya; seperti seekor anak domba ia dihantar akan dibantai dan seperti seekor kambing biri-biri kelu di hadapan orang yang mengguntingi bulunya, demikianpun tiada dibukakannya mulutnya.
18hendak melepaskan nyawanya dari pada kebinasaan dan jiwanya dari pada disambar maut.
19Lalu dari sebab segala penyakit yang menambatkan dia pada petidurannya, dan dari sebab segala tulangnya seolah-olah dicerai-ceraikan,
1Bahwa aku ini seorang yang sudah merasai kesukaran oleh cemeti geram-Nya.
7Bahwa orang dapat mengangkat dia ke atas bahunya, dibawa lalu akan dia atau ditaruh akan dia pada tempatnya: Di sana tinggallah ia terdiri, tiada boleh bergerak dari pada tempatnya! Biarlah orang berseru-seru kepadanya dengan nyaring suaranya, tiada juga ia menyahut dan tiada ia dapat melepaskan dari dalam kepicikan.
11Segala jalanku sudah dilekak-lekukkan-Nya dan disesatkan-Nya aku pada tempat yang sunyi, dijadikan-Nya aku seorang ketinggalan.
20Tetapi Tuhan adalah dalam kaabah kesucian-Nya, maka berdiamlah dirimu di hadapan hadirat-Nya, hai isi segenap bumi!
5Mengapa kamu tiada berdiam dirimu sekali, supaya ia itu bagimu akan hikmat.
6Didudukan-Nya aku di dalam gua-gua yang gelap, seperti orang yang sudah lama mati.
7Sudah dikepung-Nya aku berkeliling, sehingga tiada boleh aku keluar, dan rantaiku tembaga itu diberatkan-Nya pula.
27Jikalau kataku: Aku hendak melupakan kesukaranku, dan meninggalkan muram mukaku, dan menyegarkan diriku;
31Perhatikanlah ini, hai Ayub! dengarlah akan daku, diamlah, maka aku hendak berkata-kata.
28Jikalau seorang bodoh sekalipun, selama ia diam, maka dibilang orang akan dia seorang yang berbudi, dan selama terkatuplah mulutnya dibilangnya akan dia seorang yang berakal adanya.
9Lepaskan apalah aku dari pada segala salahku dan jangan jadikan aku akan suatu kecelaan bagi orang yang bebal.
17Bahwa tiada pernah aku duduk di dalam perhimpunan orang yang bersenda gurau hendak menyukakan diriku; supaya boleh aku berkhidmat kepada-Mu, maka duduklah aku seorangku, karena Engkau sudah memenuhi aku dengan amarah.
15Aku sudah mengenakan kain karung pada kulit tubuhku, aku sudah memasukkan dahiku ke dalam duli.
21Orang sudah mendengar akan kataku sambil menanti-nanti, dan mereka itu berdiam dirinya sehingga sudah aku memberi bicara.
14Demikianpau akan disampaikan-Nya barang yang sudah ditakdirkan-Nya atasku, dan banyak perkara yang sebagainya adalah serta-Nya.
32Jikalau kiranya engkau telah membuat perkara yang bodoh sebab membesarkan dirimu, atau telah berpikir jahat, maka hendaklah engkau bertekap mulut;
17Maka inilah dia, yang telah kulihat baik dan indah adanya: yaitu orang makan minum dan merasai baiknya dari pada segala usahanya, yang diusahakannya di bawah langit sepanjang umur hidup, yang dikaruniakan Allah kepadanya, karena itulah bahagiannya.
13Maka sebab itu pada masa ini orang yang berakal itu berdiam dirinya, karena masa ini jahat adanya.
28maka duduklah ia di dalam rumah yang sudah ditinggalkan oleh orang isinya, yang sedia akan menjadi suatu kerobohan batu.
14Tetapi aku ini seumpama seorang tuli, tiada aku mendengar, seumpama seorang kelu, yang tiada membuka mulutnya.
4Sebenarnya ditanggungnya segala kelemahan kita dan diangkutnya segala penyakit kita, tetapi pada sangka kita bahwa disengsarakan dan dipalu dan direndahkan Allah akan dia.
13Mengapa maka engkau berbantah-bantah dengan Dia, karena tiada Ia memberi jawab dari pada segala perbuatannya.
20Bagaimana dimaklumkan kepadanya jikalau aku hendak berkata-kata, maka jikalau orang hendak berkata-kata sekalipun, niscaya perkataannya tertelan dalam kerongkongannya.
14Betapa kita tinggal duduk di sini? Berhimpunlah kamu, mari kita masuk ke dalam negeri-negeri yang berkota benteng, jikalau di sana kita binasa sekalipun, karena kita telah diserahkan oleh Tuhan, Allah kita, kepada kebinasaan dan telah diberi-Nya kita minum air empedu, sebab kita sudah berdosa kepada Tuhan.
17Di sana berhentilah segala orang fasik dari pada mengusik, dan di sana mereka itu memperhentikan lelahnya dari pada kurang kuat.
33jikalau kiranya sudah kutudungi salahku selaku Adam, dan kusembunyikan dosaku di dalam hatiku;
2Bahwa sesungguhnya aku telah menyenangkan dan mendiamkan hatiku seperti seorang kanak-kanak yang lepas susu hampir dengan emaknya! bahkan, hatiku di dalam aku adalah seperti kanak-kanak yang lepas susu.
2Tiada ia akan berteriak atau menyaringkan suaranya atau memperdengarkan dia di jalan.
11Maka iapun berkata dalam hatinya: bahwa Allah lupa akan dia, ditudungi-Nya wajah-Nya, tiada dilihatnya sampai selama-lamanya.
13Dari pada tempat yang tinggi telah dikirim-Nya suatu api ke dalam tulang-tulangku dan ditambahi-Nya akan dia; dibentangkan-Nya suatu jaring di hadapan kakiku, diundurkan-Nya aku ke belakang dan dijadikan-Nya aku seorang celaka yang sakit sepanjang hari.
10Hanya penghiburan ini jua yang tinggal padaku, dan ia itu menjadi kesukaanku dalam kesukaran ini, jikalau tiada ia sayang akan daku, maka tiada pernah aku mungkir hukum Yang Mahasuci!
39Mengapa maka mengaduh manusia yang hidup atau orang sebab disiksa dosanya?
7Bahwasanya segala kuatku sudah hilang, Engkau sudah membinasakan segala isi rumahku.