Matius 24:32
Ambillah ibaratnya daripada pohon ara: Pada ketika carangnya lembut dan daunnya bertunas, memang kamu ketahui, bahwa musim panas sudah hampir.
Ambillah ibaratnya daripada pohon ara: Pada ketika carangnya lembut dan daunnya bertunas, memang kamu ketahui, bahwa musim panas sudah hampir.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
27Kemudian Ia akan menyuruhkan segala malaekat-Nya akan menghimpunkan sekalian orang yang terpilih itu daripada keempat penjuru alam, yaitu dari ujung bumi sampai ke ujung langit.
28Ambillah ibaratnya daripada pohon ara. Pada ketika carangnya lembut, dan daunnya bertunas, memang kamu ketahui, bahwa musim panas sudah hampir.
29Demikian juga hal kamu ini, pada masa kamu nampak segala sesuatu itu jadi, ketahuilah olehmu, bahwa hal itu sudah dekat di muka pintu.
30Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa bangsa ini tiada akan lenyap, sebelum segala perkara itu jadi.
28Tetapi apabila segala perkara ini mulai berlaku, tegaklah kamu serta menengadah, karena kelepasan bagimu sudah dekat."
29Maka dikatakan-Nya kepada mereka itu suatu perumpamaan, "Tengoklah pohon ara dan segala pohon lain!
30Apabila kamu melihat pohon itu baharu bertunas, kamu sendiri ketahui bahwa musim panas sudah hampir.
31Demikian juga hal kamu ini pada masa kamu nampak segala sesuatu itu jadi, ketahuilah olehmu bahwa kerajaan Allah sudah dekat.
32Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa bangsa ini tiada akan lenyap sebelum segala perkara itu jadi.
33Demikian juga kamu: Pada masa kamu nampak segala sesuatu itu jadi, ketahuilah olehmu, bahwa hal itu sudah dekat di muka pintu.
34Dengan sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bahwa bangsa ini tiada akan lenyap, sebelum segala perkara itu jadi.
13Demi terpandang dari jauh sepohon ara yang berdaun, pergilah Ia melihat kalau-kalau boleh dapat apa-apa padanya; tatkala Ia sampai ke situ, suatu pun tiada dijumpai-Nya, melainkan daun sahaja; karena belum sampai musim buah ara.
14Maka kata Yesus padanya, "Janganlah barang seorang pun makan lagi buah daripadamu selama-lamanya." Maka murid-murid-Nya mendengar perkataan ini.
19Serta dipandang-Nya sepohon ara di sisi jalan, pergilah Ia ke situ, dan didapati-Nya satu apa pun tiada di pohon itu, melainkan daun sahaja. Lalu berkatalah Ia kepadanya, "Janganlah jadi buah daripadamu lagi selama-lamanya." Maka dengan seketika itu juga layulah pohon ara itu.
20Apabila murid-murid itu melihat hal yang demikian, maka mereka itu pun heranlah, serta berkata, "Bagaimanakah pohon ara ini telah layu dengan seketika itu juga?"
28Maka bumi itu mengeluarkan buah dari dirinya sendiri, mula-mula kecambah, kemudian mayangnya, akhirnya butir gandum yang sepenuh-penuhnya di dalam mayang itu.
29Maka pada masa buahnya masak, lalu segera disuruhnya orang membawa sabit, sebab sudah sampai musim menuai."
6Maka dikatakan-Nya perumpamaan ini, "Adalah seorang mempunyai sepohon ara ditanam di dalam kebun anggurnya; maka datanglah ia mencari buahnya pada pohon itu, tetapi tiada didapatinya.
7Lalu katanya kepada penunggu kebun itu: Tengoklah, sudah tiga tahun lamanya aku datang mencari buah pada pohon ara ini, tiada dapat; tebanglah dia, apa gunanya lagi ia menyempitkan tanah itu?
32tetapi setelah sudah ditabur, tumbuhlah ia, lalu menjadi lebih besar daripada segala pokok sayur-sayuran serta mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara pun dapat bersarang di bawah daun yang rindang itu."
30Setelah itu kelak kelihatan tanda Anak manusia di langit; maka segala bangsa manusia yang di bumi akan meratap, lalu mereka itu akan memandang Anak manusia datang di atas awan dari langit, dengan kuasa dan kemuliaan yang besar.
31Maka Ia pun akan menyuruhkan malaekat-Nya meniup sangkakala yang besar bunyinya, dan akan menghimpunkan sekalian orang-Nya yang terpilih daripada keempat penjuru alam, yaitu dari tepi langit sampai ke tepinya yang lain.
20Tatkala mereka itu lalu pada pagi-pagi, mereka itu nampak pohon ara itu sudah kering sampai ke akarnya.
21Maka teringatlah Petrus akan hal itu, lalu berkata kepada-Nya, "Ya Rabbi, tengoklah, pohon ara, yang Rabbi kutuki ini, sudah layu."
5Karena dahulu dari pada pupul besar, apabila sudah luruh bunganya dan buah anggur terang terus sengajakan masak, pada masa itu dikeratnya segala ranting-ranting dengan pisau perancung dan dipotongnya dan dibuangnya segala cabang.
15Sebab itu, apabila kamu melihat kebencian yang mendatangkan kebinasaan itu terdiri di tempat kudus, seperti yang disabdakan oleh Nabi Daniel (siapa yang membaca, camkanlah hal itu),
16pada ketika itu orang yang di tanah Yudea hendaklah lari ke gunung;
13Pokok ara bermasakkan buahnya dan pokok anggurpun berbunga dan semerbaklah baunya. Bangkitlah kiranya, hai adinda, yang amat elok; marilah ke luar!
44Oleh sebab itu hendaklah kamu juga bersedia; karena Anak manusia akan tiba pada suatu saat yang tiada kamu sangka-sangka.
31Suatu perumpamaan yang lain pula dibentangkan-Nya di hadapan mereka itu, kata-Nya, "Bahwa kerajaan surga itu seumpama sebiji sesawi, yang diambil orang, ditaburkannya di ladangnya.
32Sungguhpun ia itu tampak terlebih kecil daripada segala jenis benih, tetapi apabila ia tumbuh, besarlah ia daripada sekalian pokok sayur-sayuran, dan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara pun datang bersarang di cabang-cabangnya."
32Harinya belum genap, maka ajalnya sudah sampai; cabangnyapun tiada berdaun hijau lagi.
34Apabila hampir musim buah, maka disuruhkannya segala hambanya kepada orang dusun itu akan menerima buahnya.
44sebab tiap-tiap pohon kayu dikenal daripada buahnya sendiri, karena daripada pokok duri tiada orang memetik buah ara, dan daripada semak duri tiada orang memetik buah anggur.
16Daripada buah-buahannya kamu akan mengenali dia. Pernahkah orang memetik buah anggur daripada pokok duri, atau buah ara daripada pokok onak?
13dan segala bintang di langit sudah gugur ke bumi, seperti pohon ara yang meluruhkan buah buruknya tatkala digoncang oleh angin yang besar.
26Sebab itu, jikalau kata orang kepadamu: Tengok, Ia ada di padang belantara; janganlah kamu pergi ke sana; atau: Tengok, Ia ada di dalam bilik; janganlah kamu percaya.
27Karena seperti kilat memancar dari timur, dan bercahaya sampai ke barat, demikian juga kedatangan Anak manusia.
32Demi kulihat itu maka aku memperhatikannya, dan setelah kupandang akan dia, maka aku mengambil insaf dari padanya:
13Tetapi di tengah-tengah tanah di antara segala bangsa itu didapati lagi akan orang seperti buah pohon zait yang telah digoyang, dan seperti pungutan yang kemudian setelah sudah buah anggur habis dipetik.
24Suatu perumpamaan yang lain pula dibentangkan-Nya di hadapan mereka itu, kata-Nya, "Bahwa kerajaan surga itu diumpamakan dengan seorang yang menabur benih yang baik di ladangnya;
40Oleh sebab itu hendaklah kamu juga bersedia; karena Anak manusia akan tiba pada suatu saat yang tiada kamu sangka-sangka."
33Ingatlah baik-baik, berjagalah dan berdoalah, karena tiada kamu mengetahui, bilakah waktunya itu.
42Sebab itu berjaga-jagalah kamu, karena tiada kamu ketahui, pada hari yang mana Tuhanmu akan tiba.
20Sebab itu daripada buah-buahannya kamu akan mengenali dia.
3Tatkala Ia duduk di atas Bukit Zaitun, maka murid-murid itu datang kepada-Nya ketika sama sendiri, serta berkata, "Nyatakanlah kiranya kepada kami, masa manakah perkara ini berlaku kelak, dan apakah alamat kedatangan-Mu dan kesudahan alam ini?"
11Tetapi sahut pokok ara kepadanya: Masakan aku meninggalkan kemanisanku dan segala buahku yang baik, serta pergi melayang-layang di atas segala pohon?
20Tetapi apabila kamu nampak Yeruzalem dilengkungi oleh laskar, lalu kamu ketahui, bahwa kebinasaannya sudah dekat.
4Lalu datanglah firman Tuhan kepadaku, bunyinya:
26Apabila tunasnya menyorong dan berbuah, baharulah lalang itu pun kelihatan.