Matius 7:1
"Janganlah kamu menuduh orang, supaya jangan kamu dituduh.
"Janganlah kamu menuduh orang, supaya jangan kamu dituduh.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
36Hendaklah kamu berpengasihan sama seperti Bapamu juga berpengasihan.
37Dan janganlah kamu menuduh orang, niscaya kamu pun tiada akan dituduh; dan jangan menyalahkan orang, niscaya kamu pun tiada akan disalahkan; lepaskanlah, niscaya kamu pun akan dilepaskan.
2Karena dengan tuduhan yang kamu menuduh, kamu akan dituduh pula, dan dengan ukuran yang kamu mengukur, kamu akan diukurkan juga.
3Apakah sebabnya engkau memandang selumbar yang di dalam mata saudaramu itu, tetapi balok yang di dalam matamu sendiri tiada engkau sadar?
4Bagaimana boleh engkau mengatakan kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari dalam matamu, sedang ada balok di dalam matamu sendiri?
5Hai munafik! Keluarkanlah dahulu balok itu dari dalam matamu sendiri, kemudian baharulah engkau nampak terang akan mengeluarkan selumbar dari dalam mata saudaramu itu.
6Janganlah kamu memberi barang yang kudus pada anjing, dan jangan dicampakkan mutiaramu di hadapan babi, kalau-kalau dipijak-pijaknya dengan kakinya serta berbalik mencarik kamu.
24Janganlah kamu hakimkan menurut rupa sahaja, melainkan jatuhkanlah hukum dengan adil."
15Kamu ini memang menghakimkan menurut rupa orang, maka Aku ini tiada menghakimkan seorang pun.
57Apakah sebabnya tiada dapat kamu mengambil keputusan yang sungguh daripada dirimu sendiri?
31Tetapi jikalau kita menyalahi diri kita sendiri, niscaya tiadalah kita dihukumkan.
32Tetapi jikalau kita dihukumkan, maka kita disiksa oleh Tuhan, supaya jangan kita akan terkena hukum bersama-sama dengan dunia ini.
11Hai saudara-saudaraku, jangan seorang mencela orang. Adapun orang yang mencela saudaranya atau menyalahkan saudaranya, ialah mencela hukum serta menyalahkan hukum. Tetapi jikalau engkau menyalahkan hukum itu, bukannya engkau penurut hukum itu, melainkan hakimnya.
12Maka hanyalah Satu yang memberi hukum dan yang menjadi hakim, Ialah yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan, tetapi siapakah engkau ini yang menyalahkan sesamamu manusia?
13Sebab itu, biarlah jangan kita lagi bertuduh-tuduhan sama sendiri, melainkan terlebih baik kamu memutuskan ini: Bahwa jangan seorang memberi syak atau sakit hati kepada saudara itu.
1Sebab itu tiadalah dapat engkau mendalihkan dirimu, hai orang, siapa pun engkau yang menyalahkan orang; karena di dalam hal engkau menyalahkan orang lain, engkau sudah menyalahkan dirimu sendiri; sebab engkau yang menyalahkan itu berbuat sedemikian itu juga.
9Hai saudara-saudaraku, jangan bersungut sama sendiri, supaya jangan kamu terkena hukum. Ingatlah, bahwa hakim ada berdiri di muka pintu.
12Sebab itu barang apa pun yang kamu suka orang akan berbuat padamu, sedemikian juga hendaklah kamu berbuat kepadanya; karena inilah hukum Taurat dan kitab nabi-nabi."
4bukankah kamu sudah membuat perbedaan di dalam hatimu, dan menjadi hakim dengan pikiran yang jahat?
12Katakanlah begitu dan turutlah begitu seperti orang yang akan dihakimkan oleh hukum kemerdekaan.
13Karena hukuman tiada mengasihani orang yang tiada menunjukkan kasihan. Maka kasihan itu mengatas hukuman.
37Karena dengan perkataanmu engkau akan dibenarkan, dan dengan perkataanmu juga engkau akan disalahkan."
41Apakah sebabnya engkau memandang selumbar yang di dalam mata saudaramu itu; tetapi balok yang di dalam matamu sendiri tiada engkau sadari?
10Tetapi engkau ini, apakah sebabnya engkau menyalahkan saudaramu? Atau engkau, apakah sebabnya engkau memudahkan saudaramu pula? Karena kita sekalian kelak akan menghadap kursi pengadilan Allah.
3Tetapi tentang aku tersangatlah ringan jikalau aku dihakimkan oleh kamu atau oleh suatu keputusan manusia, bahkan, aku sendiri pun tiada menghakimkan diriku.
4Karena suatu pun tiada aku mengetahui kesalahanku sendiri; tetapi dengan hal yang demikian aku belum diperbenarkan, melainkan yang menghakimkan aku itulah Tuhan.
12Karena apakah wajibnya aku menghakimkan orang luar? Bukankah wajib kamu menghakimkan orang dalam?
13Tetapi orang luar itu, Allah yang menghakimkan. Maka jauhkanlah orang yang jahat itu dari antara kamu.
3Hai orang, yang menyalahkan orang yang berbuat demikian itu, padahalnya engkau melakukan sedemikian itu juga, adakah engkau sangkakan, engkau ini terlepas daripada hukum Allah?
19Tiap-tiap pohon kayu yang tiada memberi buah yang baik, akan ditebang dan dibuangkan ke dalam api.
20Sebab itu daripada buah-buahannya kamu akan mengenali dia.
6Maka titah baginda kepada segala hakim itu: Perhatikanlah baik-baik barang yang kamu perbuat, karena adapun kamu melakukan hukum itu bukannya bagi manusia, melainkan bagi Tuhan, dan Iapun hadir padamu dalam segala peri hal hukum itu.
51"Adakah Taurat kita menghukumkan orang, sebelum didengar apa yang dikatakannya, dan diketahui apa yang diperbuatnya?"
47Dan jikalau barang seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tiada mengindahkan Dia, maka bukanlah Aku menghukumkan orang itu, karena bukannya Aku datang menghukumkan isi dunia ini, melainkan hendak menyelamatkan isi dunia.
31Maka sama seperti kamu suka orang akan berbuat padamu sedemikian itu juga hendaklah kamu berbuat kepadanya.
1Beranikah barang seorang di antara kamu, jikalau ada suatu pendakwaan ke atas sama sendiri, pergi berhukum di hadapan hakim kafir, dan tiada di hadapan orang suci?
6Jangan kamu mendolak-dalikkan hak orangmu yang miskin dalam acaranya.
15Jangan kamu lalim dalam hukum; jangan kamu memandang akan muka orang kecil atau mengindahkan muka orang besar, melainkan hendaklah kamu membenarkan hal samamu manusia dengan adil.
35Jangan kamu merugikan orang dalam hukum dengan ukuran atau dengan timbangan atau dengan sukatan.
7Sebab itu janganlah kamu sepakat dengan mereka itu.
1"Ingatlah baik-baik: Jangan kamu berbuat segala ibadatmu di hadapan orang hendak menunjukkan kepada mereka itu; jikalau demikian, tiadalah kamu mendapat pahala daripada Bapamu yang di surga.
21Kamu sudah mendengar barang yang dikatakan kepada orang dahulu kala, yaitu: Janganlah engkau membunuh, dan barangsiapa yang membunuh, ia akan terkena hukum.
27Tetapi orang yang menganiayakan kawan itu menolakkan dia, katanya: Siapakah yang menjadikan engkau penghulu dan hakim atas kami?
10Dan jangan kamu menganiayakan perempuan janda atau anak piatu atau orang dagang atau orang miskin, dan jangan kamu mereka jahat dalam hatimu seorang akan seorang.
4Sebab itu, jikalau kamu terkena menghakimkan hal ihwal kehidupan ini, adakah kamu hadapkan segala hal itu kepada pengadilan orang yang tiada terbilang kepada sidang jemaat itu?
7Tetapi jikalau kamu sudah mengetahui akan arti perkataan ini: Bahwa belas kasihan yang Aku kehendaki, bukanlah persembahan, niscaya tiadalah kamu menyalahkan orang yang tiada bersalah itu,
15Tetapi orang yang rohani itu menyelidiki segala perkara, maka ia sendiri tiada diselidik oleh seorang jua pun.
5Tetapi jikalau kamu membetulkan segala jalanmu dan segala perbuatanmu dengan sebenarnya, jikalau kamu memutuskan hukum yang adil antara orang dengan kawannya;
7Dengan sebenarnya hal itu memang menjadi cela kepadamu, bahwa kamu mendakwa sama sendirimu. Apakah sebabnya tiada kamu rela beralah? Apakah sebabnya tiada kamu rela tertipu?
4Siapakah engkau ini yang menyalahkan hamba orang lain? Maka kepada tuannya sendirilah baik ia tegak atau rebah; tetapi ia akan tetap tegak, karena Tuhan berkuasa menegakkan dia.