Amsal 13:8
Bahwa tebusan nyawa orang ia itu kekayaannya, tetapi orang miskin tiada mendengarkan nista.
Bahwa tebusan nyawa orang ia itu kekayaannya, tetapi orang miskin tiada mendengarkan nista.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
7Adalah orang yang membuat dirinya kaya, maka satupun tiada padanya, dan adalah pula orang yang membuat dirinya miskin, maka padanya adalah banyak harta benda.
13Barangsiapa yang menyumbat telinganya akan tangis orang miskin, maka iapun kelak akan berteriak, tetapi tiada yang mendengar akan suaranya.
15Bahwa harta orang kaya itu baginya akan kubu yang teguh, dan kepapaan orang miskin itu baginya akan kebinasaan.
11Seorang kaya sangka akan dirinya pandai, tetapi orang papa yang berakal itu menyelidik akan dia.
16Barangsiapa yang menganiayakan orang miskin, ia itu menjadikan dia kaya; dan orang yang memberi hadiah akan orang kaya, ia itu membawa akan dia kepada kepapaan.
23Bahwa orang miskin berkata dengan memohon-mohon, tetapi orang kaya menyahut dengan kasar.
18Kepapaan dan malu itulah bahagian orang yang menolak akan pengajaran, tetapi diberi hormat kelak akan orang yang mengindahkan tegur.
6Orang miskin yang melakukan dirinya dengan tulus hati itu terlebih baik dari pada orang yang bengkang-bengkok jalannya, jikalau ia kaya sekalipun.
4Bahwa harta benda tiada berguna pada masa tulah, tetapi kebenaran itu melepaskan dari pada mati.
8Orang yang menambahi hartanya dengan rubiah dan laba yang keji, ia itu mengumpulkan dia bagi orang yang menaruh kasihan akan orang miskin.
18Jangan engkau harap menangkiskan murka-Nya dengan persembahan; jangan engkau ditipu oleh sangkamu dapat berlepas dirimu oleh tebusan yang besar.
19Masakan diindahkan-Nya segala kekayaanmu; bahwa segala emas dan segala mata benda yang di atas bumi itu satupun tiada kepadanya.
16Lalu kataku: Baiklah hikmat dari pada gagah; jikalau hikmat orang miskin dicelakan sekalipun dan tiada juga didengar orang akan barang katanya.
27Orang yang memberi kepada orang miskin ia itu tiada akan merasai kekurangan, tetapi orang yang mengejamkam matanya itu akan kena banyak laknat kelak.
31Barangsiapa yang menganiayakan orang miskin, ia itu mencela akan Tuhan, yang telah menjadikan dia, tetapi orang yang mangsihankan dia, ia itu menghormat akan Tuhan.
22Orang yang dengan segera hendak menjadi kaya itu jahatlah matanya, tiada ia melihat kepapaan datang atasnya kelak.
20Barangsiapa yang menjadi miskin, ia itu dibenci jikalau oleh sahabatnya sekalipun, tetapi banyaklah segala sahabat orang kaya.
15Demikianlah dilepaskan Allah akan orang papa dari pada pedangnya lidah mereka itu, dan orang lemah dari pada tangan orang yang kuat.
16Lalu harappun datang kembali kepada orang papa dan si jahat itu mengatupkan mulutnya.
4Bahwa kekayaan memperbanyakkan sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan oleh sahabat yang ada padanya.
7Orang kaya memerintah orang miskin, dan yang berutang menjadi hamba kepada orang yang mengutangi.
23Dari pada perusahaan ladang orang miskin keluarlah banyak rezeki, tetapi suatu kekayaan boleh dihabiskan oleh kurang hemat-hemat.
11Bahwa pada sangka orang kaya harta bendanya baginya akan kota benteng dan akan pagar tembok yang tinggi.
20Orang yang amat setiawan adanya itu berkelimpahan berkat, tetapi orang yang dengan segera hendak menjadi kaya itu tiada terlepas dari pada salah.
16Adapun sedikit yang pada orang benar itu terlebih baik dari pada kelimpahan banyak orang jahat.
3Orang berharta yang menganiayakan orang miskin itu laksana hujan tempias yang tiada meninggalkan rezeki lagi.
13atau segala kekayaan itu hilang oleh beberapa perbuatan yang celaka, sehingga satupun tiada tinggal di dalam tangan akan bahagian anak yang telah dijadikannya.
6Mengapa gerangan aku akan takut pada hari kesukaran, apabila jahat itu mengelilingi aku pada segala langkahku?
17Barangsiapa yang mengasihani orang miskin, ia itu memberi pinjam kepada Tuhan, maka Tuhanpun akan membalas kebajikannya.
5Barangsiapa yang mengolok-olok akan orang miskin, ia itu mencela akan Khaliknya, maka orang yang suka akan celaka orang lain, ia itu tiada akan terlepas dari pada hukum.
30Jikalau ditanggungkan uang bangun padanya, tak akan jangan diberinya akan tebusan jiwanya segala sesuatu yang ditanggungkan padanya.
7Orang benar itu memperhatikan hal perkara orang miskin, tetapi orang jahat tiada peduli akan dia.
31Barangsiapa yang memberi telinga akan tegur selamat, ia itu boleh bermalam di antara orang yang berbudi.
32Barangsiapa yang menolak pengajaran, ia itu benci akan nyawanya, tetapi orang yang mendengar akan tegur, ia itu beroleh akal budi.
28Barangsiapa yang harap pada kekayaannya, ia itu akan jatuh kelak, tetapi segala orang yang benar itu akan bertunas seperti pokok muda-muda.
2Adapun harta benda yang jahat itu satupun tiada keuntungannya, tetapi kebenaran itu melepaskan dari pada kematian.
7Tetapi Allah juga akan merobohkan dikau kelak pada selama-lamanya; Iapun akan mencabut dan membantun engkau dari dalam kemahmu, bahkan, Iapun akan mencabut engkau dari dalam negeri segala orang hidup. -- Selah.
1Mazmur Daud bagi biduan besar.
21Demikianlah hal orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, tetapi tiada ia kaya kepada Allah."
1Bahwa seorang anak yang berbudi itu menurut pengajaran bapanya, tetapi seorang angkara tiada suka mendengar tegur.
19Maka demikianlah jalan barangsiapa yang loba akan barang yang haram, karena ia itu menangkap akan jiwa orang yang menaruh akan dia.
19Dengan kekayaannya juga ia berbaring, tetapi pada akhirnya, apabila ia membuka mata, maka tiada ia lagi.
28apabila didatangkannya seru orang miskin ke hadapan-Nya dan didengar-Nya akan tangis orang yang ternaiaya.
9Bahwa terang orang benar akan bercahaya, tetapi pelita orang jahat kelak akan dipadamkan.
6Dalam rumah orang yang benar adalah mata benda yang besar, tetapi dalam hasil orang jahat adalah buih yang mengacau.
6Tetapi kamu ini sudah menghinakan orang miskin. Bukankah segala orang kaya menganiayakan kamu, dan menghela kamu ke dalam mahkamat?
10Bahwa sesungguhnya orang hina itu sia-sia adanya dan orang yang mulia itupun dusta; jikalau kiranya bersama-sama mereka itu ditimbang dengan neraca, niscaya terlebih ringan dari pada sia-sia adanya.
17Orang yang suka menjamu-jamu, ia itu menjadi miskin, dan orang yang suka akan air anggur dan minyak-minyak, ia itu tiada boleh menjadi kaya.
15Tetapi dilepaskan Allah akan orang yang teraniaya dari pada kesukarannya, apabila sudah dibukakan-Nya telinga mereka itu oleh siksa.