Amsal 14:12

Terjemahan Lama

Adalah jalan yang disangka orang betul adanya, tetapi akhirnya kelak menjadi jalan kepada maut.

Sumber Tambahan

Ayat Rujukan

  • Ams 16:25 : 25 Adalah jalan yang disangka orang betul adanya, tetapi akhirnya kelak menjadi jalan maut.
  • Ams 12:15 : 15 Bahwa jalan orang bodoh itu betul kepada pemandangan matanya sendiri, tetapi orang yang menurur nasehat ia itu berbudi.
  • Mat 7:13-14 : 13 "Masuklah kamu daripada pintu yang sempit; karena luaslah pintu dan lebarlah jalan yang membawa kepada kebinasaan, dan banyaklah orang yang masuk daripadanya. 14 Karena sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang membawa kepada hidup, dan hanya sedikit orang yang mendapat dia.
  • Yak 1:22 : 22 Tetapi hendaklah kamu menjadi penurut pengajaran itu, bukannya orang yang mendengar sahaja dengan memperdayakan dirinya sendiri.
  • Gal 6:3 : 3 Karena jikalau barang seorang menyangkakan dirinya indah padahal ia bukannya indah, ialah menipu dirinya sendiri.
  • Rm 6:21 : 21 Apakah faedah yang sudah kamu peroleh di dalam perkara-perkara yang kamu berasa malu sekarang ini? Karena kesudahannya itu maut.
  • Ef 5:6 : 6 Biarlah jangan orang memperdayakan kamu dengan perkataan yang sia-sia; karena itulah sebabnya datang murka Allah atas anak-anak durhaka.
  • Luk 13:24 : 24 "Usahakanlah dirimu masuk daripada pintu yang sempit; karena Aku berkata kepadamu: Banyaklah orang yang ingin masuk, tetapi tiada dapat.
  • Ams 30:12 : 12 suatu bangsa yang sangka akan dirinya suci, tetapi tiada dibasuhkan kecemarannya;

Ayat Serupa (AI)

Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.

  • 25Adalah jalan yang disangka orang betul adanya, tetapi akhirnya kelak menjadi jalan maut.

  • 28Pada jalan kebenaran adalah selamat, dan jalan itulah yang tiada menuju kematian.

  • 13Lagi dalam tertawapun hati akan merasai sakit, dan akhirnya kesukaan itu kedukaan juga.

  • 24Maka orang yang berbudi itu memilih jalan selamat yang menuju ke atas, dan dijauhkannya dirinya dari pada jalan yang turun ke neraka.

  • 15Bahwa jalan orang bodoh itu betul kepada pemandangan matanya sendiri, tetapi orang yang menurur nasehat ia itu berbudi.

  • 2Segala jalan orang tampaklah betul kepada pemandangannya sendiri, tetapi ditimbang Tuhan akan segala hati adanya.

  • 19Adapun seperti kebenaran itu menuju kehidupan, demikianlah orang yang menuntut kejahatan itu bersegeralah ia kepada matinya.

  • 16Orang yang melarat dari pada jalan akal budi itu kelak turun ke dalam alam barzakh.

  • 8Bagi orang yang menanggung berat adalah segala jalan berlekak-lekuk dan bengkang-bengkok, tetapi bagi orang yang tiada kena tanggungan, ringanlah juga segala pekerjaannya.

  • 20Maka sebab itu turutlah olehmu akan jalan orang yang baik dan tetaplah engkau pada jalan orang yang benar.

  • 17Adapun jalan raya orang saleh itu, ia itu menjauhkan dirinya dari pada jahat, dan barangsiapa yang memperhatikan jalannya, ia itu memeliharakan nyawanya.

  • 15Segala perkara ini telah kulihat sepanjang umur hidupku yang sia-sia ini: Adalah orang benar yang binasa dengan kebenarannya; dan adalah orang jahat yang melanjutkan umur dengan kejahatannya!

  • 9Bahwa hati manusia memikirkan jalannya, tetapi Tuhan yang menentukan segala langkahnya.

  • 74%

    14Bahwa pengajaran orang yang berbudi itulah mata air selamat, akan melepaskan orang dari pada jerat maut.

    15Akal budi yang baik itu mengadakan keridlaan, tetapi jalan orang durhaka itu sukar adanya.

  • 11Bahwa rumah orang jahat akan dibinasakan kelak, tetapi kemah orang saleh akan berbunga-bunga.

  • 32Bahwa orang jahat dikejar oleh kejahatannya sendiri, tetapi orang yang benar itu haraplah jikalau pada masa matinya sekalipun.

  • 6Karena diketahui Tuhan akan jalan orang yang benar itu, tetapi jalan orang fasik akan binasa adanya.

  • 74%

    9Maka jalan orang jahatpun kebencian kepada Tuhan, tetapi Tuhan mengasihi akan orang yang menuntut kebenaran.

    10Tegur menjadi suatu kesakitan kepada orang yang meninggalkan jalan, tetapi orang yang benci akan pengajaran itu matilah kelak.

    11Neraka dan tempat kebinasaan adalah nyata di hadapan Tuhan, istimewa pula hati segala anak Adam.

  • 74%

    3Bahwa ikhlas orang yang benar itu memimpin akan dia, tetapi akal orang jahat itu membinasakan dia.

    4Bahwa harta benda tiada berguna pada masa tulah, tetapi kebenaran itu melepaskan dari pada mati.

    5Bahwa kebenaran orang saleh itu meratakan jalannya, tetapi orang jahat jatuh oleh kejahatannya sendiri.

  • 26Jikalau seorang yang benar baik dari pada kebenarannya dan berbuat jahat, lalu mati olehnya, bukankah ia mati karena sebab jahat yang telah dibuatnya?

  • 24Bahwa segala langkah orang dari pada Tuhan juga asalnya, maka bagaimana gerangan orang dapat mengerti jalannya sendiri?

  • 9Barangsiapa yang berjalan dengan tulus hatinya, ia itu berjalan dengan ketentuan, tetapi orang yang membengkang-bengkokkan jalannya itu kelak akan ketahuan.

  • 29Bahwa jalan Tuhan itu kekuatan bagi orang-orang saleh, tetapi suatu kebinasaan bagi segala orang yang berbuat jahat.

  • 6Bahwa kebenaran itu memeliharakan orang yang jalannya betul, tetapi kejahatan menumbangkan orang yang berdosa.

  • 18Jikalau orang benar undur dari pada kebenarannya dan berbuat perkara yang jahat, lalu mati olehnya,

  • 2Segala jalan orang tampaklah benar kepada pemandangannya sendiri, tetapi Tuhan juga menimbangkan segala perasaan hati.

  • 9Hai Efrayim, apakah lagi perkara-Ku dengan berhala? bahwa Aku meluluskan permintaan doamu dan menilik kepadanya; bahwa Aku ini seperti pohon senobar yang hijau, oleh-Ku juga adalah buah padamu selalu. (14:10)Siapa gerangan bijak? hendaklah diperhatikannya sekalian ini! siapa gerangan berbudi? hendaklah diketahuinya akan ini, bahwa segala jalan Tuhan betul adanya dan orang yang benar itu menjalani dia, tetapi orang yang durhaka itu akan tergelincuh dan jatuh padanya.

  • 23Maka kuketahui, ya Tuhan! bahwa jalan manusia itu tiada dalam kuasanya sendiri, tiada dalam kuasa orang yang berjalan itu mematutkan langkahnya.

  • 21Karena jalan tiap-tiap orang adalah nyata di hadapan mata Tuhan, maka Tuhanpun menyelidik akan segala bekas tapak kakinya.

  • 18karena rumahnya cenderunglah kepada maut, dan segala jalannya menuju tempat orang mati.

  • 8Adapun hikmat orang yang berbudi itu, ia itu diketahuinya jalannya sendiri, tetapi bebalnya orang bodoh itu penipu adanya.

  • 26Bahwa orang yang benar itu terlebih mulia adanya dari pada segala kawannya; maka orang jahat disesatkan oleh jalannya sendiri.

  • 16Barangsiapa yang memperhatikan hukum, ia itu memeliharakan nyawanya, tetapi orang yang mengalpakan jalannya itu matilah kelak.

  • 3Apabila orang masuk ke dalam celaka oleh sebab kebodohannya sendiri, maka hatinya bersungut-sungut akan luput.

  • 14Maka adalah pula suatu perkara yang sia-sia, yang jadi di atas bumi, yaitu: Adalah orang benar yang mendapat pembalasan seperti patut akan perbuatan orang fasik, dan adalah orang fasik yang mendapat pembalasan seperti patut akan perbuatan orang benar. Maka sebab itu kataku: Ini suatu perkara yang sia-sia adanya.

  • 2Baiklah masuk ke dalam rumah perkabungan dari pada masuk ke dalam rumah perjamuan, karena di dalam rumah perkabungan itulah kesudahan segala manusia dan orang yang hidup itu memperhatikannya.

  • 5Pikiran orang yang benar itulah betul, tetapi ikhtiar orang jahat itu penipu adanya.

  • 19Bahwa jalan orang pemalas itu seperti pagar duri, tetapi jalan orang benar itu rata adanya.

  • 2Adapun harta benda yang jahat itu satupun tiada keuntungannya, tetapi kebenaran itu melepaskan dari pada kematian.

  • 16segala jalannya mendatangkan kebinasaan dan kemalangan;

  • 15Bahwa orang bodoh percaya segala perkataan, tetapi orang bijaksana mencamkan jalannya baik-baik.

  • 17Janganlah engkau terlalu fasik dan janganlah engkau terlalu bodoh; mengapa gerangan engkau akan mati dahulu dari pada sampai ajalmu?

  • 16Bahwa upah pekerjaan orang yang benar itulah kehidupan, tetapi perolehan orang jahat itu bagi dosa jua adanya.

  • 2Barangsiapa yang takut akan Tuhan, ia itu berjalan dengan tulus hatinya, tetapi orang yang menurut jalan yang bengkang-bengkok, ia itu mencelakan Dia.

  • 9Maka pada masa itu kelak engkau akan mengerti kebenaran dan hukum dan segala perkara yang patut dan segala jalan yang baik.