Amsal 19:13

Terjemahan Lama

Bahwa seorang anak jahat itu seperti suatu telaga kesukaran bagi ibu bapanya dan bini yang bantahanpun seperti bocoran yang bertitik-titik selalu.

Sumber Tambahan

Ayat Rujukan

  • Ams 27:15 : 15 Bocor yang bertitik-titik selalu pada masa hujan deras, ia itu sama dengan seorang bini yang bantahan.
  • Ams 21:9 : 9 Terlebih baik duduk di penjuru sotoh rumah dari pada duduk serumah dengan bini yang bantahan.
  • Ams 10:1 : 1 Bahwa inilah amsal Sulaiman. Adapun seorang anak yang bebudi, ia itu menyukakan hati bapanya, tetapi anak yang bodoh itu medukacitakan hati ibunya.
  • Ayb 14:19 : 19 Gumpal-gumpal batupun dihancurluluhkan oleh air! Lebu bumi melampaui segala tumbuh-tumbuhan yang jadi sendirinya; demikianlah Engkau memutuskan harap manusia.
  • Ams 21:19 : 19 Terlebih baik orang duduk di padang tekukur dari pada duduk serumah dengan bini yang bantahan dan pemarah.
  • Ams 25:24 : 24 Terlebih baik duduk di penjuru sotoh rumah dari pada duduk serumah dengan seorang bini yang bantahan, jikalau berjamu orang sekalipun.
  • Ams 17:21 : 21 Orang yang telah memperanakkan seorang bodoh, ia itu akan mendapat susah, maka bapanya seorang bodoh tiada akan bersukacita.
  • Ams 17:25 : 25 Seorang anak bodoh menjadi kedukaan kepada bapanya, dan kepahitan kepada ibunya, yang telah memperanakkan dia.
  • 2Sam 13:1-9 : 1 Sebermula, maka jadi kemudian dari pada itu, sedang pada Absalom, putera Daud, adalah seorang adiknya perempuan yang elok parasnya, bernama Tamar, bahwa Amnon, putera Daud itu, berahi akan dia. 2 Maka ditaruh Amnon hatinya kepadanya begitu sangat, sehingga jatuhlah sakit ia dari sebab Tamar, adiknya, karena lagi anak dara adanya, sehingga pada pemandangan Amnon sukar juga mengusik akan dia. 3 Tetapi adalah pada Amnon seorang sahabatnya, bernama Yonadab, bin Simea, abang Daud, maka Yonadab itulah orang yang sangat cerdik. 4 Maka katanya kepadanya: Mengapa dari pada pagi datang kepada pagi engkau makin kurus, hai putera raja! tiadakah engkau mau memberitahu aku? Maka sahut Amnon kepadanya: Bahwa aku memberahikan Tamar, saudara perempuan abangku Absalom itu. 5 Maka kata Yonadab kepadanya: Baiklah engkau berbaring pada tempat tidurmu, pura-pura sakit, maka apabila datang ayahmu melewati engkau, hendaklah kaukatakan kepadanya: Berilah kiranya adikku Tamar itu datang ke mari memberi makan aku dan menyediakan makanan di hadapan mataku, supaya aku melihatnya dan akupun makan dari pada tangannya. 6 Hata, maka Amnonpun berbaring pura-pura sakit; setelah sudah datang baginda melawat akan dia, maka sembah Amnon kepada baginda: Berilah kiranya adik patik Tamar itu datang ke mari menyediakan dua buah serabi di hadapan mata patik, supaya patik makan dari pada tangannya. 7 Maka disuruh Daud akan orang pergi ke dalam maligai, menjemput Tamar, titahnya: Hendaklah engkau pergi ke rumah abangmu Amnon, sediakanlah makanan akan dia. 8 Maka pergilah Tamar ke rumah Amnon, abangnya, maka adalah ia berbaring pada tempat tidurnya, lalu diambil Tamar akan tepung basah, diadonnya, diperbuatkannya serabi di hadapan matanya, lalu dibakarnya serabi itu. 9 Maka diangkatnya akan kuali, dikeluarkannya serabi itu di hadapannya, tetapi tiada ia mau makan. Maka kata Amnon: Suruhlah segala orang keluar dari hadapanku. Maka segala orang itupun keluarlah dari hadapannya. 10 Lalu kata Amnon kepada Tamar: Hendaklah adinda membawa makanan itu ke dalam bilik, supaya kakanda makan dari pada tangan adinda. Maka diambil Tamar akan serabi yang telah diperbuatkannya itu, dibawanya kepada Amnon, abangnya, ke dalam bilik. 11 Setelah sudah dibawanya akan dia hampir kepadanya, supaya iapun makan, maka dipegang Amnon akan dia sambil katanya: Marilah adinda berseketiduran dengan kakanda ini! 12 Tetapi sahutnya kepadanya: Jangan begitu, hai kakanda! janganlah gagahi akan adinda, karena tiada patut perbuatan yang demikian di antara orang Israel, janganlah kiranya kakanda buat honar ini. 13 Karena akan adinda ini, ke mana gerangan adinda membawa malunya? bahkan, kakanda sendiripun akan menjadi kelak seperti salah seorang dari pada segala ahmak yang di antara orang Israel. Baiklah kakanda mempersembahkan juga kehendak kakanda kepada baginda, niscaya tiada adinda ditahaninya dari pada kakanda. 14 Tetapi Amnon tiada mau dengar akan katanya, maka sebab lebih kuat ia, digagahinya akan dia, lalu berseketiduranlah dengan dia. 15 Setelah itu maka bencilah Amnon akan dia terlalu sangat, bahkan, kemudian bencinya akan dia itu lebih besar dari pada berahinya dahulu. Maka kata Amnon kepadanya: Bangkitlah engkau, pergilah! 16 Maka sahutnya kepadanya: Sekali-kali jangan begitu, karena kejahatan ini terlebih besar pula dari pada kejahatan yang telah kauperbuat akan daku itu. Tetapi tiada juga ia mau dengar akan katanya. 17 Melainkan dipanggilnya akan beberapa hambanya yang melayani dia, lalu katanya: Nyahkanlah sekarang perempuan ini dari padaku ke luar dan kancingkanlah pintu dari belakangnya. 18 Adapun Tamar itu berpakaikan baju panca warna, karena demikianlah adat segala putera baginda yang lagi anak dara adanya itu berpakaikan baju selimut; maka hamba Amnon itupun menghantar akan dia sampai ke luar, lalu dikancingkannya pintu dari belakangnya.
  • Ams 15:20 : 20 Anak yang berbudi menyukakan hati bapanya, tetapi seorang ahmak menghinakan ibunya.
  • Pkh 2:18-19 : 18 Lagipun aku benci akan segala pekerjaanku, yang telah kuusahakan di bawah langit, sebab tak dapat tiada aku meninggalkan dia kelak kepada orang yang kemudian dari padaku. 19 Karena siapa tahu kalau ia bodoh atau berbudi? Kendatilah, ia juga akan menjadi tuan atas segala sesuatu yang telah kuperbuat di bawah langit dengan begitu banyak usaha dan begitu banyak akal. Maka ini juga sia-sialah adanya.

Ayat Serupa (AI)

Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.

  • 25Seorang anak bodoh menjadi kedukaan kepada bapanya, dan kepahitan kepada ibunya, yang telah memperanakkan dia.

  • 14Rumah dan harta benda itulah pusaka orang tua-tua, tetapi seorang bini yang berakal budi itulah karunia Tuhan.

  • 15Bocor yang bertitik-titik selalu pada masa hujan deras, ia itu sama dengan seorang bini yang bantahan.

  • 1Bahwa inilah amsal Sulaiman. Adapun seorang anak yang bebudi, ia itu menyukakan hati bapanya, tetapi anak yang bodoh itu medukacitakan hati ibunya.

  • 78%

    18Orang yang lekas marah itu membangkitkan perbantahan, tetapi panjang sabar memadamkan perbantahan.

    19Bahwa jalan orang pemalas itu seperti pagar duri, tetapi jalan orang benar itu rata adanya.

    20Anak yang berbudi menyukakan hati bapanya, tetapi seorang ahmak menghinakan ibunya.

    21Perkara yang bodoh menjadi kesukaan orang gila, tetapi orang yang berakal betul itu menurut jalan yang rata.

  • 21Orang yang telah memperanakkan seorang bodoh, ia itu akan mendapat susah, maka bapanya seorang bodoh tiada akan bersukacita.

  • 29Barangsiapa yang mengharukan isi rumahnya, ia itu kelak akan mempusakai angin, dan orang yang bodoh itu kelak akan menjadi hamba kepada orang yang berbudi.

  • 75%

    19Terlebih baik orang duduk di padang tekukur dari pada duduk serumah dengan bini yang bantahan dan pemarah.

    20Jikalau dalam rumah orang yang berbudi adalah harta benda yang indah-indah dan minyak sekalipun, maka seorang bodoh juga memboroskan dia.

  • 13Bahwa seorang perempuan bodoh itu risau dan dukana, satupun tiada diketahuinya.

  • 9Terlebih baik duduk di penjuru sotoh rumah dari pada duduk serumah dengan bini yang bantahan.

  • 73%

    5Seorang bodoh benci akan pengajaran bapanya, tetapi orang yang mengindahkan tegur itu menunjukkan dirinya bijaksana.

    6Dalam rumah orang yang benar adalah mata benda yang besar, tetapi dalam hasil orang jahat adalah buih yang mengacau.

  • 15Jikalau hati budak bersangkut dengan bodoh, tak akan jangan sesah rotan menceraikan dia dari padanya.

  • 12Bahwa murka raja itu seperti singa yang mengaum-aum, dan keridlaannyapun seperti embun yang turun kepada pokok muda-muda.

  • 73%

    13Barangsiapa yang membalas baik dengan jahat, maka jahatpun tiada akan bercerai dari pada rumahnya.

    14Permulaan perkelahian itu seumpama air tiris, sebab itu tinggalkanlah akan perbantahan dahulu dari pada ia menjadi air bah yang bergelora.

  • 3Apabila orang masuk ke dalam celaka oleh sebab kebodohannya sendiri, maka hatinya bersungut-sungut akan luput.

  • 18Maka jikalau pada barang seorang ada anak laki-laki yang nakal dan durhaka, yang tiada mau dengar akan kata bapanya atau akan kata ibunya, maka telah disiksakannya akan dia tiada juga ia mau dengar,

  • 24Terlebih baik duduk di penjuru sotoh rumah dari pada duduk serumah dengan seorang bini yang bantahan, jikalau berjamu orang sekalipun.

  • 13Penyakit datang atasnya seperti atas perempuan yang hendak beranak; bahwa ialah seperti anak yang tiada berbudi, apabila genaplah harinya tiada diberinya dirinya diperanakkan.

  • 72%

    26Orang yang memboroskan harta bapanya atau yang menghalaukan ibunya, ia itu seorang anak yang mendatangkan malu dan yang mengadakan kecelaan.

    27Hai anakku, jikalau engkau berhenti dari pada mendengar akan pengajaran, maka sesatlah engkau kelak dari pada jalan pengetahuan.

  • 1Bahwa seorang anak yang berbudi itu menurut pengajaran bapanya, tetapi seorang angkara tiada suka mendengar tegur.

  • 1Bahwa seorang perempuan yang berbudi itu membangunkan rumahnya, tetapi seorang perempuan yang bodoh membongkar dia dengan kedua belah tangannya.

  • 72%

    18Ajarilah anakmu, maka boleh engkau lagi menaruh harap; masakan engkau menghendaki matinya.

    19Orang yang pemarah besar itu kelak merasai siksa, jikalau kiranya engkau membiarkan dia, niscaya engkau menambahi jahatnya.

  • 17Ajarilah anakmu, maka iapun akan menjadikan kesenanganmu, bahkan, iapun akan mendatangkan kesukaan kepada hatimu.

  • 22Seorang pemarah itu menerbitkan perkelahian, dan orang yang angat nafsunya itu melimpahkan kesalahan.

  • 3Barangsiapa yang suka akan hikmat itu menyukakan hati bapanya, tetapi orang yang beramah-ramahan dengan perempuan jalang itu memboroskan harta banyak.

  • 24Barangsiapa yang menahankan rotan, ia itu benci akan anaknya, tetapi orang yang mengasihi akan anaknya itu mengajari dia pada masa mudanya.

  • 71%

    1Bahwa sesuap nasi yang kering, asal disertai kesenangan hati, itu terlebih baik dari pada rumah penuh dengan binatang sembelihan yang tambun-tambun, tetapi disertai perbantahan.

    2Seorang hamba yang berbudi itu akan memerintahkan kelak anak yang mendatangkan malu, dan iapun akan beroleh bahagian pusaka di antara segala saudara-saudara.

  • 13Seorang orang muda yang alim, jikalau ia miskin sekalipun, ia itu baik dari pada seorang raja yang tua serta dengan bodohnya yang tiada ternasehatkan lagi,

  • 70%

    6Karena anak laki-laki menghinakan bapanya, dan anak perempuan mendurhaka kepada ibunya dan menantu perempuanpun kepada mentuanya perempuan, dan orang isi rumahnya juga menjadi seterunya.

  • 6Bahwa lidah orang bodoh memasukkan dia ke dalam perselisihan, dan mulutnyapun berteriak-teriak minta ditampar.

  • 9Bahwa orang berbudi dengan orang bodoh berbantah-bantah selalu, baik dengan amarah baik dengan tertawa, tiada juga berhentinya.

  • 3Bahwa kepujianlah bagi orang, jika berhenti dari pada perbantahan, tetapi bodohlah orang yang memasukkan dirinya kepadanya.

  • 17Barangsiapa yang segera akan marah, ia itu kelak berbuat perkara yang bodoh, dan orang yang jahat niatnya itu akan dibenci.

  • 7Orang yang melakukan hukum itulah seorang anak yang berbudi, tetapi orang yang bertaulan dengan orang perlente itu memberi malu akan bapanya.

  • 11Hai anakku! hendaklah engkau berbudi, dan sukakanlah hatiku, supaya dapat aku memberi jawab akan orang yang mencelakan daku.

  • 24Bahwa bapa orang benar akan bersukacita, dan yang telah beroleh akan seorang anak yang berbudi, ia itu kelak bergemar akan dia;

  • 8Hai anakku! dengarlah akan pengajaran bapamu dan jangan kautinggalkan pesan ibumu.

  • 3Bahwa batu beratlah adanya dan pasirpun berat, tetapi gusar orang bodoh itu terlebih berat dari pada keduanya itu.

  • 10Dengan congkak diadakan orang tengkar belaka, tetapi hikmat adalah serta dengan orang yang mendapat ikhtiar yang baik.

  • 3Bahwa dalam mulut orang bodoh adalah cemeti congkak, tetapi lidah orang yang berbudi itu memeliharakan dia.

  • 15Rotan dan pengajaran mendatangkan akal budi, tetapi anak yang dibiarkan saja mendatangkan malu kepada ibunya.