Amsal 20:11
Jikalau budak sekalipun, maka suka ia berpura-pura dalam perbuatannya, seolah-olah semuanya betul dan benar barang yang diperbuatnya itu.
Jikalau budak sekalipun, maka suka ia berpura-pura dalam perbuatannya, seolah-olah semuanya betul dan benar barang yang diperbuatnya itu.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
9Siapa gerangan boleh berkata demikian: Aku sudah menyucikan hatiku, dan sucilah aku dari pada dosa?
10Bahwa dua macam batu timbangan dan dua macam takaran, keduanya itu sama kebencian kepada Tuhan.
8Bagi orang yang menanggung berat adalah segala jalan berlekak-lekuk dan bengkang-bengkok, tetapi bagi orang yang tiada kena tanggungan, ringanlah juga segala pekerjaannya.
6Ajarkanlah seorang budak segala permulaan jalannya yang patut, maka pada masa tuanya tiada ia akan undur dari padanya.
9Barangsiapa yang berjalan dengan tulus hatinya, ia itu berjalan dengan ketentuan, tetapi orang yang membengkang-bengkokkan jalannya itu kelak akan ketahuan.
7Orang yang benar itu melakukan dirinya dengan tulus hatinya; berbahagialah kiranya segala anak-anaknya kemudian kelak.
7Hai anak-anakku, janganlah ada barang seorang membawa kamu kepada jalan yang sesat. Maka orang yang berbuat barang yang benar itu, ialah benar, seperti Kristus benar ada-Nya.
12Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, keduanya itu telah dijadikan oleh Tuhan.
14Karena perbuatan tiap-tiap orang akan dihadapkan Allah kelak kepada hukum serta dengan segala perkara yang tersembunyi, dari pada baik dan jahat.
19Adakah Allah menyimpan siksa-Nya bagi anak-anaknya; baik lagi dibalas-Nya kepada orang fasik sendiri, supaya diketahuinya.
2Segala jalan orang tampaklah betul kepada pemandangannya sendiri, tetapi ditimbang Tuhan akan segala hati adanya.
21Karena jalan tiap-tiap orang adalah nyata di hadapan mata Tuhan, maka Tuhanpun menyelidik akan segala bekas tapak kakinya.
12jikalau kiranya katamu: Bahwasanya tiada kami mengetahui dia; bukankah ia itu diperhatikan oleh Tuhan, yang menimbang segala hati? bukankah ia itu diketahui oleh Tuhan, yang menilik akan segala nyawa dan yang membalas kepada tiap-tiap orang sekadar perbuatannya?
11Bahwa neraca dan daun neraca yang betul itu Tuhan punya, dan segala batu timbangan dalam pundi-pundi itupun perbuatannya.
20Sebab itu daripada buah-buahannya kamu akan mengenali dia.
10Bahwa Akulah, Tuhan, yang menduga hati dan menyelidik batin, hendak membalas kepada tiap-tiap orang sekadar kelakuannya dan sekadar pahala perbuatannya.
18Adapun orang jahat itu berbuat pekerjaan yang sia-sia, tetapi orang yang menyemaikan kebenaran itu akan mendapat pahala yang tertentu.
1Bahwa neraca yang salah itu kebencian pada Tuhan, tetapi batu timbangan yang betul itulah kesukaannya.
23Dua macam batu timbangan menjadi suatu kebencian kepada Tuhan dan neraca penipu itu sangat jahat.
24Bahwa segala langkah orang dari pada Tuhan juga asalnya, maka bagaimana gerangan orang dapat mengerti jalannya sendiri?
15Jikalau hati budak bersangkut dengan bodoh, tak akan jangan sesah rotan menceraikan dia dari padanya.
14Tetapi sesungguhnya jikalau diperolehnya seorang anaknya, yang melihat segala dosa yang dibuat bapanya, lalu takut dan tiada ia berbuat yang demikian,
12suatu bangsa yang sangka akan dirinya suci, tetapi tiada dibasuhkan kecemarannya;
29Jikalau kamu mengetahui bahwa Ia itu benar, niscaya kamu mengetahui juga bahwa tiap-tiap orang yang berbuat benar, ialah berasal daripada-Nya.
6Orang miskin yang melakukan dirinya dengan tulus hati itu terlebih baik dari pada orang yang bengkang-bengkok jalannya, jikalau ia kaya sekalipun.
16Sesungguhnya sebelum budak ini tahu membuang mana yang jahat dan memilih mana yang baik, maka negeri yang mendukacitakan hatimu itu, akan ketinggalan oleh kedua orang rajanya.
2Segala jalan orang tampaklah benar kepada pemandangannya sendiri, tetapi Tuhan juga menimbangkan segala perasaan hati.
26Maka kepada orang yang murah Engkau menyatakan kemurahanmu dan kepada orang yang tulus hatinya Engkaupun tulus hati.
11Bahwasanya dibalas-Nya kepada manusia sekadar perbuatan masing-masing, dan diberi-Nya masing-masing mendapat sekadar kelakuannya.
9Maka pada masa itu kelak engkau akan mengerti kebenaran dan hukum dan segala perkara yang patut dan segala jalan yang baik.
20Adapun orang yang bercabang hatinya, ia itu kebencian kepada Tuhan; tetapi orang yang benar jalannya itu kesukaannya.
27dan kepada orang yang suci Engkaupun suci, tetapi orang yang terbalik itu Engkau tebang.
15Rotan dan pengajaran mendatangkan akal budi, tetapi anak yang dibiarkan saja mendatangkan malu kepada ibunya.
21Karena mata-Nya selalu adalah mengamati-amati jalan segala manusia, dilihatnya kelakuan masing-masing mereka itu.
3Mata Tuhan adalah atas segala tempat sambil memandang akan orang jahat dan akan orang baik.
17Demikian juga tiap-tiap pohon kayu yang baik, berbuahkan buah yang baik; tetapi pohon kayu yang jahat, berbuahkan buah yang jahat.
31Bahwa sesungguhnya orang yang benar itu kelak dibalas dalam dunia ini, istimewa pula orang yang jahat dan yang berdosa.
33Jikalau dikatakan pohon kayu itu baik, maka buahnya pun baik, jikalau dikatakan pohon kayu itu jahat, maka buahnya pun jahat juga. Karena pohon kayu itu dapat dikenal daripada buahnya.
10Di dalam hal ini telah nyata segala Anak Allah dengan anak Iblis: Barangsiapa yang tiada berbuat barang yang benar itu bukannya daripada Allah, demikianlah juga orang yang tiada mengasihi saudaranya.
11Neraka dan tempat kebinasaan adalah nyata di hadapan Tuhan, istimewa pula hati segala anak Adam.
5Bahwa kebenaran orang saleh itu meratakan jalannya, tetapi orang jahat jatuh oleh kejahatannya sendiri.
10Adakah lagi dalam rumah orang fasik beberapa harta dari lalim dan sebuah efa yang kurang dan yang terkutuk?
11Bolehkah Aku sabarkan neraca yang salah dan pundi-pundi berisi batu timbangan penipu?
1Orang miskin yang melakukan dirinya dengan tulus hati itu terlebih baik dari pada orang yang bercabang lidah, jikalau kaya sekalipun.
2Orang yang baik itu beroleh keridlaan dari pada Tuhan, tetapi orang yang menaruh akal jahat itu dihukumkannya.
15Barangsiapa yang membenarkan orang jahat dan yang menyalahkan orang benar, keduanya itu kebencian bagi Tuhan.
25Demikianlah juga segala kebajikan pun ada yang nyata sekali, dan yang berlainan halnya itu pun tiada tersembunyi.
9Baiklah hatimu bersukacita, hai orang muda! pada masa kemudaanmu; biarlah hatimu bergemar pada segala hari engkau lagi muda; berjalanlah menurut segala kehendak hatimu dan pemandangan matamu, tetapi ketahuilah olehmu bahwa sebab segala perkara ini dipanggil Allah akan dikau kelak menghadap hukum.
29Bahwa orang jahat mengeraskan mukanya, tetapi orang yang benar itu menentukan jalannya.
21Jikalau seorang hamba dipeliharakan dengan lezatnya, maka pada akhir kelak iapun hendak menjadi anak tuannya.