Roma 3:30
Karena Allah itu memang Esa, yang akan membenarkan orang yang bersunat dari sebab iman, dan orang yang tiada bersunat itu pun oleh sebab iman.
Karena Allah itu memang Esa, yang akan membenarkan orang yang bersunat dari sebab iman, dan orang yang tiada bersunat itu pun oleh sebab iman.
Ayat-ayat ini ditemukan menggunakan AI dengan kemiripan semantik berdasarkan makna dan konteks. Hasil terkadang dapat menyertakan keterkaitan yang tidak terduga.
26akan menunjukkan kebenaran-Nya itu pada masa ini, bahwa Ia sendiri ada adil, dan Ia membenarkan pula orang yang menaruh iman kepada Yesus.
27Jikalau begitu, di manakah kemegahan itu? Itu sudah ditolak. Atas hukum manakah? Atas hukum melakukan syariat Tauratkah? Bukan, melainkan atas hukum iman.
28Sebab itu kami sifatkan, bahwa orang dibenarkan oleh iman, bukan dengan melakukan syariat Taurat.
29Atau adakah Allah itu Tuhan orang Yahudi sahaja? Bukankah Ia itu Tuhan orang kafir juga? Bahkan, untuk orang kafir itu juga.
25Adapun sunat itu sebenarnya berfaedah juga, jikalau engkau mengikut hukum Taurat itu; tetapi jikalau engkau menjadi pelanggar hukum Taurat, maka sunatmu itu pun menjadi batal.
26Sebab itu, jikalau orang yang tiada bersunat itu menurut segala hakekat hukum Taurat itu, bukankah yang tiada bersunat itu terhisab bersunat juga?
27Dan orang yang memang tiada bersunat, tetapi melakukan hukum Taurat itu, akan menyalahkan engkau yang menjadi pelanggar hukum Taurat, walaupun engkau berkitab dan bersunat itu.
28Karena yang sebenar Yahudi itu, bukannya Yahudi pada lahir sahaja, dan yang sebenar sunat itu bukannya sunat yang lahir pada tubuhnya sahaja;
29melainkan Yahudi yang sebenarnya itu, ialah Yahudi yang pada batinnya, dan sunat yang sebenarnya itu, ialah sunat hati, yaitu yang rohani, bukannya menurut sebagaimana rukun. Maka kepujian orang itu bukannya daripada manusia melainkan daripada Allah.
20Karena dengan melakukan hukum Taurat tiada seorang pun dibenarkan; sebab dari dalam Taurat itu datang pengenalan dosa sahaja.
21Tetapi sekarang dengan tiada bertaurat sudah dinyatakan kebenaran Allah, yang disaksikan oleh Taurat dan nabi-nabi,
22yaitu kebenaran Allah oleh sebab iman kepada Yesus Kristus untuk sekalian orang yang percaya; karena tiada perbedaan,
9Jikalau begitu, bahagia itu diuntukkan kepada orang yang bersunat sahajakah? Atau kepada orang yang tiada bersunat juga? Karena kami mengatakan, bahwa kepada Ibrahim itu imannya dihisabkan menjadi kebenaran.
10Tetapi bagaimanakah iman itu sudah terhisab kepadanya? Tatkala ia sudah bersunatkah? Atau belum bersunatkah? Bukannya pada masa bersunat, melainkan pada masa belum bersunat,
11dan tanda sunat itu diterimanya menjadi meterai kebenaran, yang daripada iman, tatkala ia belum bersunat; karena atas peri demikian ia menjadi bapa sekalian orang yang beriman walaupun mereka itu tiada bersunat, supaya kebenaran itu dihisabkan kepada mereka itu,
12dan lagi menjadi bapa orang yang bersunat itu pun, yaitu orang-orang yang bukannya bersunat sahaja, melainkan yang mengikut tapak iman Ibrahim, bapa kita, tatkala ia belum bersunat.
5Maka Ia yang mengaruniakan Roh itu kepadamu, dan mengadakan mujizat di antara kamu itu, yaitu dari sebab melakukan hukum Tauratkah, atau sebab pemberitaan iman?
6Maka adalah ia itu seperti hal Ibrahim sudah percaya akan Allah, maka ia itu dihisabkan kepadanya menjadi kebenaran.
7Sebab itu hendaklah kamu mengetahui, bahwa segala orang yang beriman itulah anak-anak Ibrahim.
8Maka sebab di dalam Alkitab dahulu sudah nyata, bahwa Allah membenarkan orang kafir dari sebab iman, maka dinyatakan-Nya kabar kesukaan terdahulu kepada Ibrahim, firman-Nya: Di dalam engkau segala orang kafir akan beroleh berkat.
9Sebab itulah segala orang yang beriman itu beroleh berkat beserta dengan Ibrahim yang mukmin itu.
31Jikalau begitu, adakah kami membatalkan Taurat oleh sebab iman itu? Sekali-kali tidak, melainkan kami meneguhkan Taurat.
11Bahwa tiada seorang pun dibenarkan oleh syariat Taurat di hadapan Allah, maka hal itu sudah nyata, sebab: Orang yang benar akan hidup dari sebab iman.
12Tetapi syariat Taurat itu bukannya berasal daripada iman, melainkan orang yang melakukan syariat Taurat itu akan hidup oleh sebab itu.
30Apakah yang hendak kita katakan? Bahwa orang kafir, yang tiada menuntut kebenaran, sudah mencapai kebenaran, yaitu kebenaran yang dari dalam iman.
16tetapi kami mengetahui, bahwa tiada seorang dibenarkan oleh sebab melakukan hukum Taurat, melainkan oleh sebab iman kepada Kristus Yesus, demikianlah kita ini sudah percaya akan Kristus Yesus, supaya kita dibenarkan oleh sebab iman kepada Kristus dan bukannya oleh sebab melakukan hukum Taurat, karena dengan melakukan hukum Taurat itu seorang pun tiada dibenarkan.
6Karena di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tiada bersunat satu pun tiada berfaedah, melainkan iman yang bekerja oleh sebab kasih.
39dan oleh karena Dia juga barangsiapa yang percaya itu dibenarkan daripada segala sesuatu yang tiada dapat kamu dibenarkan oleh Taurat Musa.
17Karena di dalamnya itu kebenaran Allah dinyatakan daripada iman kepada iman, seperti yang telah tersurat: Bahwa orang benar itu akan hidup oleh sebab iman.
16Itulah sebabnya warisan itu beralas kepada iman, yaitu menurut anugerah, supaya perjanjian itu tetap kepada segenap benihnya, bukannya kepada yang bertaurat sahaja, melainkan kepada yang beriman seperti Ibrahim, yang menjadi bapa kita sekalian,
3karena kita ini sunat yang betul, kita yang beribadat kepada Allah dengan Roh dan yang memegahkan dari sebab Kristus Yesus, dan tiada berharap akan perkara yang lahir,
2Karena jikalau Ibrahim itu dibenarkan oleh sebab perbuatannya, ada juga kemegahan padanya, tetapi bukannya kepada Allah.
3Karena apakah kata Alkitab? Bahwa Ibrahim percaya akan Allah, maka itulah dihisabkan kepadanya menjadi kebenaran.
18Jikalau seorang dipanggil sedang sudah tersunat, janganlah ia meniadakan sunatnya. Dan jikalau seorang dipanggil sedang belum bersunat, janganlah ia disunatkan.
19Maka sunat itu suatu pun tiada apa-apa, dan hal yang tiada bersunat itu suatu pun tiada apa-apa; melainkan menjunjung hukum Allah.
14supaya berkat Ibrahim sampai kepada orang kafir di dalam Yesus Kristus, dan supaya kita menerima Roh yang dijanjikan itu oleh sebab iman.
20Maka pengantara itu bukannya di dalam hal seorang sahaja; tetapi Allah itu hanya Esa.
21Jikalau begitu, adakah syariat Taurat itu berlawanan dengan segala perjanjian Allah? Mustahil! Karena jikalau sudah diberi suatu syariat Taurat yang boleh menghidupkan, niscaya kebenaran itu berasal daripada syariat Taurat.
22Akan tetapi Alkitab itu sudah mengurung segala sesuatu di bawah kuasa dosa, supaya perjanjian yang datang dari sebab iman kepada Yesus Kristus dapat dikaruniakan kepada orang-orang yang beriman.
1Jikalau demikian, apakah kelebihan orang Yahudi? Atau apakah faedahnya sunat itu?
1Di dalam hal kita dibenarkan oleh karena iman, ada kita beroleh sentosa dengan Allah oleh sebab Tuhan kita, Yesus Kristus,
5tetapi kepada orang yang tiada bekerja, melainkan percaya akan Dia yang membenarkan orang fasik itu, maka imannya itu dihisabkan menjadi kebenaran.
3Karena apakah halnya? Jikalau beberapa orang menjadi tiada beriman, dapatkah ketiadaan iman mereka itu membatalkan setiawan Allah?
9dan aku nyata di dalam Dia, bukannya dengan menaruh kebenaran sendiri yang daripada syariat Taurat, melainkan dengan kebenaran yang terbit oleh sebab iman akan Kristus, yaitu kebenaran yang daripada Allah oleh sebab iman,
9maka suatu pun tiada diperbuat-Nya perbedaan di antara kita dengan mereka itu, sesudah hati mereka itu disucikan-Nya oleh sebab iman.
3Aku menyaksikan pula kepada tiap-tiap orang yang bersunat itu, bahwa wajiblah ia melakukan segenap hukum Taurat.
15Karena baik hal sunat baik hal tiada bersunat itu tiada berfaedah, melainkan hanya suatu kejadian yang baharu.
24serta dibenarkan cara karunia sahaja, dengan anugerah Allah, oleh sebab penebusan yang ada di dalam Yesus Kristus,
9Sekarang bagaimanakah? Adakah kita orang Yahudi menaruh suatu kelebihan? Sekali-kali tidak, karena dahulu kami sudah menyalahkan orang Yahudi dan juga orang Gerika, bahwa mereka itu sekalian tertakluk ke bawah dosa;
24Maka nyatalah kepadamu bahwa orang dibenarkan oleh sebab perbuatannya, dan bukannya oleh sebab iman sahaja.